
HAPPY READING ....
SALAM KENAL, ,,,
*****
Hari ini hari terakhir mereka mengajar. ada rasa sedih yang, saat berpisah dengan mereka. vio melihat kelompoknya yang membentuk lingkaran seperti biasa.
''hendra, mana kitabku?" tanya lia
"aku buang" jawab hendra asal.
"kembalikan gak," minta lia.
hendra menjulurkan lidahnya, alhasil tangan lia memukul pukul hendra yang berada di sampingnya.
"au, au. sakit, hentikan ya" keluh hendra. lia menghentikan pukulannya." mana" minta lia. hendra langsung memberikan kitab lia yang dia sembunyikan. dari pada harus merasakan sakit di sekujur tubuhnya, lebih baik dia mengalah.
Lia mengambil kitabnya, sebelum kembali ke tempat duduknya lia memukul kembali hendra dengan sangat kencang.
"AU, " KELUH HENDRA, lia menjulurkan lidahnya, lalu duduk di tempat semula. hendra mengelus punggungnya yang terasa panas.
"kak jangan di pikir" ujar juna. vio mengernyitkan dahinya, apa mereka tahu? pikir vio.
"aku disini, jadi tidak perlu di pikir" tambah juna.
"yee, memangnya kak vio mikirin kamu" sewot lia
"suut, tenang lia, tidak pelu cemburu" ujar juna, sambil mengedipkan matanya sebelah.
"aku. cemburu. ogah" ujar lia.
"ya, mana mungkin lia cemburu sama kamu jun, ya gak li" sambung hendra.
"ya" dukung lia. "kamu ka cemburunya cuman sama aku" tambah hendra.
"dih, najis" ucap lia.
hendra terkekeh, mendengar jawaban lia
"dengarkan kakak" ucap vio membuka suara.
mereka semua diam, melihat wajah serius vio." hari ini kakak terakhir mengajar di sini" ucap vio.
"yaah, kok sebentar?" tanya lia.
vio tersenyum, "besok kakak balik, jadi kakak minta kalian jangan lupakan kakak ok, yang rajin belajarnya" ucap vio.
lia langsung menangis di pelukan vio. dan ke tiga laki laki hanya menatap senduh. "kak jangan lupa sama kita ya." ucap hendra
"minta no boleh, nanti kalau kita rindu bisa vidio call sama kakak" ucap juna
vio menganggukkan kepalanya." nanti, sekalian kita foto bersama ok" ucap vio.
"sekarang kita mulai pembelajarannya." ucap vio. mereka membuka kitab masing masing. hari ini, mereka belajar dengan tenang, tanpa lelucon atau pun kehebohan mereka. vio bisa melihat kesedihan di wajah mereka. ternyata bukan hanya dia yang kehilangan tapi mereka juga.
******
Vio duduk duduk di teras depan posko, dengan tas yang sudah siap di sebelahnya. vio membuka ponselnya dan melihat foto foto yang di ambil kemarin dengan anak anak yang menjadi muridnya di sini. hari ini dia dan teman temannya akan kembali ke rumah masing masing.
"barang kamu sudah semua vi?" tanya sasa, yang baru saja keluar dari dalam, dengan membawa tas ranselnya.
"iya, sudah semua" jawab vio.
"raka kapan jemput?" tanya sasa.
vio mengunci ponselnya. "aku belum ngasih tahu dia jamnya, nanti kita balik terakhiran saja" jawab vio. sasa mengangguk paham.
"raka, mana?" tanya jesi yang ikut duduk di sebelah sasa.
__ADS_1
"nanti kalau kita siap, vio kabarin raka" jawab sasa.
"gak terasa ya, kita sudah mau balik. serasa sebentar" guman vio.
"ya lah vi, kan hanya 5 hari"
"Assalamualaikum" ucap seorang ibu yang baru datang.
"waalaikum salam" jawab mereka sambil berdiri menyalami ibu tersebut.
"mita ada?" tanya ibu itu.
"mita, sebentar saya panggil dulu" jawab jesi sambil masuk memanggil mita.
"ustadnya di mana?" tanya ibu itu.
"di dalam, mari saya antar" ujar vio sambil menunjuk ke rumah ustad yang berada di samping posko.
ibu itu mengangguk sambil mengikuti vio.
"assalamualaikum " ucap vio mengetuk pintu ustad yang sudah terbuka lebar.
"waalaikum salam" jawab seorang perempuan.
"ini ibu mita buk" beritahu vio.
"oh, mari masuk dulu buk" ucap istri ustad.
"vio balik dulu ya buk" pamit vio.
"makasih ya nak" ucap ibu mita.
vio tersenyum "ya, kalau gitu saya pamit, assalamualaikum" ucap vio
"waalaikum salam" jawab mereka bersama.
"ibuku mana vi?"tanya mita yang sudah siap dengan ranselnya.
"ya, sudah, aku ke sana dulu, sekalian pamit sama ustad' ucap mita."aku nitip tas ya"
"ya" jawab mereka.
wali santri banyak yang berdatangan, untuk menjemput anaknya. hingga posko sepi, dan hanya tinggal vio dan temannya, yang memang akan pulang bersama.
"kalian belum di jemput?" tanya istri ustad rahman.
"kita ke sini bareng satu mobil buk, jadi nunggu mobilnya" jawab sasa.
"oh,, gak di jemput orang tuanya?"
"nggak buk."
mobil putih alpad berhenti. pandangan mereka mengarah pada mobil yang terbuka. "assalamualaikum" ucap raka yang sudah berada di depan posko.
"waalaikum salam" jawab mereka.
"sudah?" tanya raka ke vio. vo menganggukkan kepalanya.
"ini kakak, kamu vio?" tanya istri ustad.
"assalamualaikum" ucap ustad yang keluar dari dalam rumahnya.
"waalaikum salam" jawab mereka.
"raka, kamu yang mengantar mereka balik?" tanya ustad.
"iya," jawab raka
"ya, sudah kalian hati hati. ingat langsung balik jangan mampir ke mana mana.. kalau kalian sudah samai rumah kabari ustad" pesan ustad rahman
__ADS_1
"ya, kalau begitu kita pamit ya ustad, terima kasih atas semuanya, semoga ustad mendapatkan balasan kebaikan dari Allah" ucap sasa mewakili mereka.
"amiin" ucap ustad dan istrinya.
"kalian hati hati" pesan ustad.
"ya. kami balik dulu, assalamualaikum" ucap mereka
"waalaikum salam." jawab ustad dan istrinya.
tas mereka sudah di masukkan ke bagasi sama sopir raka. sasa, jesi dan jeslin naik terlebih dulu, rana di depan dan raka di sebelah vio.
"kita pamit ustad" assalamualaikum" ucap vio. mobil pun berjalan, dan pintu tertutup secara otomatis.
"kenapa kamu sa?" tanya vio. melihat sasa mengusap matanya yang ber'air.
"sedih, banget ya. kalau sudah berpisah"
"ya, namanya juga hidup, di mana ada pertemuan pasti ada perpisahan" ucap vio yang masih melihat ke belakang.
"ya,,benar" ucap sasa. bukan hanya sasa, jesi dan jesin juga meneteskan air mata. vio yang menahan air matanya agar tidak jatuh pun tidak bisa di tahan.
******
"Assalamualaikum" ucap vio sambil mengetuk pintu.
pintu di buka "waalaikum salam" jawab bunda vio, yang langsung memeluk putrinya yang dia rindukan. "bagaimana, di sana? kamu baik baik saja?" tanya bunda vio.
vio tersenyum sambil melepas pelukan bundanya. vio menunduk menyalami tangan bundanya. " vi baik baik saja bunda, " jawab vio.
bunda melihat ke belakang dan menyambut uuran tangan raka yang mencium punggung tangannya. "terima kasih loh, raka sudah jaga vio, bunda jadi tidak enak, vio di sana tidak merepotkan raka kan?" tanya bundanya.
vio mencemberutkan wajahnya. "bunda" rengek vio.
"sudah kewajiban saya bunda, " jawab raka.
bunda vio melihat ke belakang, putrinya. "teman kamu ke mana?" tanya bunda vio
"sudah di antar tadi," jawab vio
"iya sudah kalian masuk dulu pasti capek " ajak bunda membuka pintu lebar lebar.
"maaf bun, raka langsung pamit. biar vio istirahat."
"loh, gak ikut makan malam dulu?" tanya bunda
"lain kali saja bun. ." jawab raka
"ya sudah, kamu hati hati, ya. sekali lagi terima kasih, sudah jaga vio" ucap bunda tulus.
"ya, saya pamit, assalamualaikum" ucap raka, sambil mencium punggung bunda vio
"waalaikum salam" jawab vio sama bunda.
"hati hati" ujar vio sambil mengantar raka ke mobilnya.
"ya, kamu istirahat" pesan raka.
"ya kamu juga. kalau sampai kabari aku"
"ya, "
mobil melaju, vio langsung masuk dengan bundanya yang menunggu. "raka baik ya, gak salah bunda kalau bilang dia calon mantu" ucap bunda vio.
vio menutup pintu "apa an sih bunda" respond vio. bun vi ke kamar dulu ya" pamit vio, sambil menggendong tasnya.
"ya sudah, bunda siapkan makanan dulu." ujar bunda yang langsung ke dapur.
"bunda tidak tahu saja, siapa raka, apa bunda akan tetap bilang dia calon mantu setelah tahu siapa raka" batin vio menatap punggung bundanya yang masuk dapur.
__ADS_1
vio membuka pintu kamar, dan langsung merebahkan tubuhnya di size bad nya.
TBC