
"Sreek sreek Sreek"
Seperti gesekan suatu benda kelantai, seperti menyeret kaki ketika berjalan.
"Krieeeettt"
Suara pintu berderit, seperti ada yang membukanya.
"Sreeeek, sreeek, sreeeek....! "
"Buuugh, buummm"
"wkwkwkwkhahahaaahaahiiihiiii"
Suara kelima kunti itu sangat meresahkan, mereka sedang mengerjain pendatang baru hantu ngesot.
"Dasar sialan, gue datang baik-baik"teriaknya.
"Lo bilang baik-baik dengan cara memgendap-ngendap gitu? asal lo mau tau aja ya, desa ini kekuasaan gue, jadi sapa saja yang baru masuk harus mengikuti tes yang gue buat" ucap siKutu kupret dengan angkuhnya.
"Tes? "jawab hantu ngesot itu.
"Iya, tes kalo istilah manusia kalo mau kerja harus interview, nah lo juga harus diinterview! "jawab siKutu kupret lagi sambil mengitari singesot.
"Kasian bener si lo harus ngesot begitu, emang gak capek? "tanya sitambun.
"Ya capeklah, gitu aja kok nanya! "jawabnya ketus sambil menyibakkan rambutnya yang gak indah itu.
"Widiih sombong amat lu sot, siAmat aja kagak sombong kalo ketemu gue!"ucap sibungkring.
"Kagak sombong tapi lari tunggang langgang kan Kunbring? "sahut siKunkun sambil tertawa terbahak-bahak, yang pasti malam ini rumah Yura sangat mencekam deh, Yura belum balik karna masih jalan-jalan dengan Yuri.
"Hiiiihiiihiii"
"Jadi lu mau kagak gabung sama kita, kalo emang berminat lu harus gue tes dulu ! "tanya siKutu kupret lagi.
Tampak hantu ngesot itu berfikir keras sambil meletakkan telunjukknya didahinya.
"Lemot amat si lu, tanya kek tesnya gimana dan seperti apa?masa hantu mikirnya lama banget? "
"Emangnya tesnya gimana sih? gue dulu kalo sekolah dapet nilainya jelek banget, apalagi kalo matematika dan bahasa inggris, gue lemah banget deh, lagian gue kagak bawa peralatan tes deh! "tanya sihantu ngesot itu konyol.
"Haaahaaaa lo ini ya kalo ketemu Yura lo pasti dah dinamain Lola! "sahut Kunkun lagi yang sedari tadi tak berhenti ketawa karna ada hantu lemot kayak gini. Dan tiba-tiba saja karna merasa sangat gemas, dia mendatangi siNgesot dan menepuk kepalanya keras hingga terlepas.
"Wah ada mainan baru ni" kata Alea sambil memungut kepala sihantu ngesot.
"Kutu kupret, gue punya ide! "ucap Alea, yang diajak bicara memanyunkan bibirnya hingga keteras depan padahal posisi mereka saat ini dibelakang.
"Sopan dikit Al, gini-gini gue ini senior lo, usia gue juga lebih tua dari lo! "ucapnya lagi sambil buang muka.
"Yaelah pret, muka jelek aja diumpeti begitu? gue punya idenya mau ngetes ni hantu ngesot! "ujar Aleaa.
"Apaan? "tanya sikutu kupret.
"Kalo ngomong tu muka nya kesini dong,emang lu ngomong sama siapa disana pret? "kata Alea lagi yang masih memegang kepala sihantu ngesot.
"Iya, iya apaan? "jawabnya malas sambil membalikkan badan kearah Alea.
"Kita aja SiLola ini ketempat warga yang lagi ngumpul ujung gak sana, jangan ditempat yang kemaren, mereka gak bakal belum berani nongkrong disana! "ucap Alea.
"Ya udah deh yuk"ucapnya lalu terbang mendahului teman-temannya.
"Yang lainnya pada ngekor gue ya, biar gue yang cari tempat"teriaknya dari atas.
Yang lainnya pun mengikuti sikutu kupret. Kepala hantu ngesot tetap dipegang Alea, dan badannya dibawa oleh Kunkun dan Kunbun.
Sesampainya ditempat, mereka melihat taman dekat gang itu lumayan ramai, Alea yang memegang kepala sihantu ngesot langsung merubahnya menjadi sebuah bola takraw.
"Hei Lola, nanti kalo gue bilang mulai, saat anak-anak itu sudah memainkan kepala lu, lu langsung bilang ya kalo lu lagi cari badan lu yang hilang lalu tertawa dan berpindah dari satu tangan ketangan anak yang lain ya? "
"Ok siap"jawab sihantu ngesot itu.
Lalu Alea meletakkanya dekat pada anak-anak lelaki yang duduk didekat lapangan takraw. Lalu dia pun menyuruh Kunkun dan Kunbun meletakkan tubuh ngesot didekat kursi dan didudukkan dengan manis.
__ADS_1
"Nah ya begitu, dudukkan seperti ini, silangkan kakinya layaknya wanita cantik dan Anggun.
"Alexa,lu duduk disitu ya sambil menangis ya"perintah Alea pada adiknya, Alexa menurut dan duduk disamping tubuh sihantu ngesot.
Lalu Alea pun merubah dirinya menjadi manusia,menjadi gadis cantik, wajahnya tetap wajah Alea, tapi hanya tampak lebih segar dan memakai seragam olahraga. Cantik, dengan rambut dikuncir satu dibelakang sedikit keatas, memperlihatkan leher jenjangnya, siapa pun akan terpesona akan kecantikan Alea, Makanya dulu Romi sangat tergila-gila pada Alea, tapi karna hasutan kedua orangnya sehingga Romi berani berselingkuh dan meninggalkan Alea yang saat itu sedang mengandung anaknya.
Alea pun mendekati para anak laki-laki itu.
"Hai, apakah kalian akan bermain takraw? "
Mereka menoleh semua dan sungguh sangat kagum akan paras Alea yang cantik paripurna, meskipun Alea tidak seputih kapas dan semulus manekin,Alea bertubuh tinggi, berkulit kuning langsat, dan semua tonjolan pada tubuhnya terletak sesuai porsinya yang membuat Alea sangat sempurna. Dengan sedikit anak rambutnya yang dibiarkan tidak terikat melambai-lambai yang membuat aura kecantikkannya semakin memancar dengan dihiasi senyuman itu.
"Kok pada bengong sih, ada yang salah dengan penampilan gue? "tanya Alea terus berpura-pura memeriksa penampilannya sendiri.
"Cantik"
"Paripurna"
"Sempurna"
"Bidadari turun dari langit"
Beberapa mereka meracau sambil melongo sambil ngences-ngences.
"Hellow, jadi kalian ingin menemani gue bermain takraw? "
"Mau-mau, lu ditim gue ya"ucap seseorang yang langsung melompat dan mendekati Alea dan mengulurkan tangannya.
"Bobi"
"Alea"
Yang lain juga ikut beranjak menghampiri Alea, namun tiba-tiba Bobi langsung berdiri merentangkan tangannya menghalangi mereka tepat dihadapan Alea.
Anak-anak itu pun yang mungkin ada sekitar delapan orang langsung terdiam.
"Lo semua kan dah pada tau namanya Alea,terus untuk apa harus berjabat tangan lagi"ucapnya posesif seperti menjaga pacarnya, memang diantara semuanya, Bobi ini yang kelihatan agak keren,bertubuh tinggi, berhidung bangir sesuai porsinya,bermata bulat dan berbulu mata lentik, sangat enak dipandang, berkulit sedikit eksotis tapi tidak mengurangi ketampanannya. Dengan gaya rambut cepaknya.
"Kami sudah putus, jangan bahas wanita itu didepan gue, faham? "ucapnya dengan rahang yang mengeras, tampak sirat emosinya dari tatapan matanya berubah.
"Udah-udah jangan pada ribut, gue juga sudah bertunangan, sekarang kita main bola aja yuk, ada berapa orang kita ni, kita bagi dua tim"ucap Alea menengahi.
"Ok, Bobi lo deh yang bagi timnya, gue bebas mau masuk tim mana aja! "ujar Alea lagi sambil duduk membenarkan sedikit kaus kakinya dan rambutnya.
"Alea,lo ditim gue, dan lo berlima ditim lawan"
"Yaelah, tapi gak masalah.. "ucap salah satu remaja itu lalu mengambil posisi ditim lawan.
"Sudah bisa kita mulai, ini bola siapa yang ada disini, apa kita akan memakai bola ini saja? "tanya Alea pura-pura tidak tau dan memainkan perannya dengan baik. Tampak para remaja itu saling pandang dan bertanya dengan bahasa isyarat.
"Perasaan dari tadi kita duduk disitu gak ada bola deh"gumam yang lain.
Alea hanya menyeringai tanda berhasil.
"Ya udah gak masalah kita pakai saja deh, ntar kalo ada yang punya ngambil gue yang bertanggung jawab, ok? "
Mereka pun setuju lalu mengambil ancang-ancang untuk bermain. Permainan ini pun sangat seru dan sengit. Tim Alea kalah telak, ahk Bobi sebenarnya gak ada apa-apanya, dia selalu gagal tiap mendapat serangan dari lawan.
Awalnya biasa saja permainan sangat seru. Tapi tiba-tiba saja seorang anak sekitar umur delapan tahun menangis, yang tak lain adalah Alexa, tangisnya sangat memilukan. Air matanya membanjiri pipinya, bajunya sampe basah, totalitas banget deh aktingnya Alexa.
Alea awalnya masih pura-pura tidak tau akan kehadiran Alexa yang sedang menangis, dia terus mengajak remaja-ramaja itu terus bermain. Tapi salah satu dari mereka seperti dugaan Alea, pasti akan merasa iba dan menghampirinya.
"Hai adik kecil, kamu kenapa? kok malam-malam ada disini, mama kamu kenapa kok diem saja dan kamu menangis seperti ini? "tanya sambil mengusap airmata Alexa yang banjir dipipi.
"Nama kamu siapa, tenang saja, Abang gak orang jahat kok"ucapnya lagi, yang sebenarnya Alexa dan Alea sudah tidak tahan ingin tertawa dan ingin menyudahi perannya.
"Alexa bang! "jawab Alexa.
"Kamu kenapa menangis? "
"Alexa sedang bingung Bang! "jawab Lexa.
"Bingung kenapa? "
__ADS_1
Alexa tidak langsung menjawab, tapi justru malah menangis lagi, dan Tangisannya kali ini terdengar sangat menyayat hati dan sangat memilukan. Alea yang pura-pura peduli pun meminta Bobi untuk memegang bola yang mereka pakai bermain tadi.
"Bob, pegang ni!kasian banget sih tu bocah kayak kehilangan emaknya! "ucap Alea menyerahkan bola itu pada Bobi.
"Iya, tapi bukannya itu disebelahnya ada ibunya ya? "sahut Bobi menerima bola itu lagi mengepitnya diketiak.
Alea hanya mengendikkan kedua bahunya.
"Alea tunggu, sepertinya ada yang aneh deh sama ibunya? "ucap Bobi sambil menarik lengan Alea. Alea pun menghentikan langkahnya.
"Aneh bagaimana Bob? "
"Lihat deh, kayak... "ucap Bobi terjeda karna Alea melepaska tangannya dan melanjutkan langkahnya menghampiri Alexa. Para remaja itu pun mengikuti langkah Alea dan mendekati bocah itu, mereka berdiri kira-kira berjarak skitar 5meter, mereka heran karna wanita yang duduk disebelah bocah itu kepalanya ditutupi baju sehingga wajahnya tidak kelihatan.
"Adik kenapa? "tanya Alea berpura-pura. Alexa masih menangis sesenggukan,Alea pun mengusap lembut kepala Alexa.
"Lexa kangen ibuk kak! "jawabnya yang membuat Alea terperangah. Karna sepertinya ini tidak berjalan sesuai rencana mereka.
"Maksudnya sayang? "
"Lihat deh kak mereka"tunjuk Alexa pada keluarga kecil dengan dua anak perempuan dan satu anak lelaki.
"Lexa kangen ibuk sama ayah kak! "ucapnya tapi sudah berhenti menangis.
Lalu Alea berbisik pada Alexa. Alexa mengangguk. Lalu berkata lagi.
"Alexa juga sedih kak karna Ibuk Alexa kehilangan sesuatu yang paling berharga kak! "
Alea menyipitkan matanya, berpura-pura heran. Padahal hati Alea sudah bersorak ria, bakalan ada pertunjukan seru.
"Berharga?cincin kalung atau apa yang hilang? "tanya Alea lagi memainkan perannya.
"Itu kak, anu....!"jawab Alexa ragu.
"Apa, bilang sama kakak,kali aja kakak dan abang-abang disana ?"tawar Alea sambil menenangkan Alexa.
"Kepala ibu hilang kak! "jawab Alexa sambil membuka kain penutup tubuh wanita disebelahnya.
"Whaat what... "pekik salah satu remaja lalu melompat memeluk temannya.
Alea pura-pura terkejut dengan menutup kedua wajahnya.
"Tadi kepala ibu jatuh disana ka"ucap Alexa lagi menunjuk arah tempat duduk dekat lapangan takraw, dan Bobi merasakan ada yang aneh. Alea membuka kedua tangannya, wajahnya tampak pucat tak berdarah.
"Alea lo gak apa-apakan? "tanya Bobi khawatir. Alea hanya menggeleng pelan. Bobi merasakan ada yang bergerak diketiaknya, ahk ia baru ingat jika tadi meletakkan bola disana. Lalu dia melihat dan membawa nya kedepan untuk dilihat. tapi betapa terkejutnya dia bahwa bola itu bukan lagi bola, namun sebuah kepala yang terpisah dari tubuhnya sambil berkata.
"Kepala ibu ada disini sayang, hiiihiiiii! "
"Seeeeseetaaaaaaannnnn! "teriak Bobi melempar kepala itu kearah temannya,
"Huuwaaa setaaaan, kabuuurr"ucap yang lainnya, tapi potongan kepala itu mengikuti kemana langkah mereka,bahkan Bobi sudah pingsan.
Alea dan Alexa pun tertawa,para kunti juga pada nongol, mereka tertawa terbahak-bahak, sehingga sepasang suami istri tadi yang ditunjuk Alea pun merasakan ketakutan karna suara cekikikan kunti-kunti ini.
"Gua berasa nonton film layar lebar deh tadi! "ujar Kunbrung, sambil terbang kesana kemari mengikuti anak remaja itu sambil menenteng kepala siLola.
"Bagus juga ide lo Al, seru !"sambut Kuncring yang sok anggun dan sok cantik duduk disamping tubuh siLola.
"Lola lo lulus tes, lo sudah resmi jadi anggota genk kita"ucap Kutu kupret, setelah Kunbrung dan kepala Lola kembali dimana mereka berkumpul tadi.
"Terimakasih ya temen-temen sudah terima gue! "ucapnya lalu kembali ketubuhnya.
"Eh terus siganteng ini kita apain ya? "tanya siTambun mendekati Bobi yang pingsan.
"Ganteng banget sih dia! "ucap Kuncring mendekati tubuh Bobi.
"Woi, ingat umur, dan inget muka tu kayak apa? "teriak Alea yang sedari tadi diam saja melihat tingkah Kunti-kunti norak dan jorok itu.
"Kalian para Kunti ni, mandi napa sih, bau ****** banget sih, seharusnya siKunkun itu jadi contoh, lihat meskipun dia dah wangi dan bersih, manusia tetap takut juga jika ketemu Dia! "ucap Alea lagi yang dapat pelototan dari Kutu kupret.
"Apa lo, kan emang bau ******! "ujar Alea lagi lalu dengan santai beranjak mendekati tubuh Bobi dan mengangkatnya membawanya didekat teman-temannya yang ngumpet tadi.
Sebenarnya kasihan sih, tapi emang tugas Alea sebagai hantu ya mengganggu manusia.
__ADS_1