Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 12. Lima madu pahit berakhir tragis


__ADS_3

Setelah mereka puas dengan apa yang mereka kerja kan, hantu-hantu gak ada ahlak ini pun kembali pada kediamannya, jam sudah menunjukkan pukul 23:40,sebenarnya belum waktunya pulang para hantu. Tapi karna malam ini mereka merasa puas sekali dengan apa yang diidekan Alea,maka mereka akan merayakannya dirumah. Sesampainya dirumah Yura dan Yuri belum juga pulang, entah kemana mereka menghabiskan waktunya.


Sikembar yang selalu seperti Tom and Jerry itu, tapi selalu tau bagaimana menunjukkan rasa sayangnya sesama saudara.


Sepanjang jalan kenangan menuju rumah kelima Kunti ini tetap membuat onar, suara tertawa mereka membuat para manusi yang pengecut akan lari tunggang langgang. Bahkan dari kejauhan tampak sang pengendara motor hingga jungkir balik kedalam selokan, ketawa para Kunti itu pun semakin menjadi-jadi. Justru siTambun semakin iseng. Dia mendekati dua pengendara motor yang sudah nyungsep itu.


"Sialan kunti itu, buat kaget aja nyungsep deh jadinya gue! "umpat pria itu yang sudah bangkit dan mulai menolong temannya.


"Motornya angkat dulu bego, kaki gue kejepit ni! "maki temannya lagi yang berusaha ditarik-tarik temannya itu, tapi karna kakinya berada dibawah motor membuatnya susah untuk bergerak.


"Bilang dong dari tadi, lu si kagak bener bawak motor nya? "ungkapnya lagi sambil berusaha mengangkat motornya sedikit, temannya pun menarik kakinya dan mengangkat badannya sendiri.


"Kagak bener kepale lu, lu yang cuma duduk manis aja bisa kaget sama ketawa kunti gak ada ahlak itu, apa lagi gue bego"umpatnya sambil menimpuk kepala temannya pake sandal.


"Gila lu ye, sandal lu bau air selokan! "


"Syukuri, enak aje lu nyalahin gue! "


"Ayo buruan bantu tarik dari atas motornya, udah malem ni, abis apel malah apes! "pinta nya sambil menggerutu.


"Karma karna lu sama Laila jadikan gue anti nyamuk,haahii!"


"Jomblo akut sih lu. Da buruan ditarik, pegel dah tangan gue ni megangi"ucapnya yang tangannya sedari tadi dah mulai mengangkat ban depan motornya yang terperosok keselokan.


"Kunti sialan"umpat pria itu lagi.


Tambun sudah mulai mendekat untuk menggoda kedua dengan tampilan yang sangat menggoda dan menantang,dengan balutan gaun selutu berwarna merah model sabrina yang lagi viral itu, lengan bajunya dijatuhkan kelengan, kalo sampe melorot entah apalah jadinya, aset dua gunung kembar pasti keliatan menantang sekali.


"Loh motornya kenapa Bang? "sapanya lembut setelah dekat dua pria apes itu.


"Allahuakbar, eh busyet dah kenapa Bang"ucap pria itu latah yang berada dipinggiran selokan dengan posisi memegang ekor motor mereka.


"Eh siEneng ngageti aja deh! "ucapnya sambil mengelus dada dan melepaskan pegangannya pada motornya sehingga motornya terperosok kembali yang membuat temannya dibawah terkejut.


"Woi, kagak punya otak lu ya? "pekiknya dan melihat kearah atas, lalu dia tersenyum manis melihat ada cewek cantik sedang berdiri disana.


"Siapa To? "


"Kagak kenal gue! "jawan temanya.


"Cantik bener, Laila mah kalah! "ucapnya lagi.


"Emang motornya kenapa kok bisa nyungsep begitu bang? "tanya Tambun sambil tersenyum, menebar pesona. Ya penyamaran nya sangat cantik, mirip Chelsea Olimpiade dengan gingsulnya yang manis itu, dan badannya yang seksi seperti Juping peras, lelaki hidung belang mana yang tidak tertarik, pasti akan mati-matian menahan baperan yang ada disono.


"Eh, ini tadi ada Kunti kagak ada ahlak, ngageti kita,ketawa nyaring banget sampe Abang terkejut, nyungsep deh! "


Tambun pura-pura takut lalu menempel dan menggelayut manja pada pria yang berada diatas itu.


"Ih Tita takut kunti Bang, emang kuntinya dimana bang? "ucapnya pura-pura ketakutan.


"Oo nama nya Tita ya? "tanya pria yang tadi dibawah didalam selokan kini sudah berdiri tepat didepan temannya dan Tambun.


"Iya Bang, kepanjangannya Titanium"jawab tambun sambil mengulurkan tangannya. Yang dipeluk hanya senyum-senyum bahagia sambil mengelus terus tangan Tambun yang memegang lengannya, pria itu pun tak membiarkan kesempatan itu, dia pun langsung merangkul bahu Tambun.


"Rezeki nomplok ini mah"gumamnya lirih.

__ADS_1


"Abang ngomong apa? "Tambun pura-pura gak dengar, padahal isi fikiran manusia-manusia berotak ngeres inipun tambun dan bisa baca dan mengetahuinya.


"Eh, eee enggak, Abang cuma bilang, tenang aja ada Abang, kuntinya gak bakal berani kesini lagi, abang yang akan tangani! "ucap nya sambil menampilkan deretan giginya yang kuning, bukan kuning emas ya, tapi kuning taik. hiiihhiii tawa tambun dalam hati.


"Eleh gaya lu To, tadi lu cuma gue bonceng aja heboh banget sampe lu ikut ngegas tu motor sampe nyungsep, sekarang aja lu bilang tenang! "ucap temannya sewot.


"Yaelah gak usah dibahas segala, itu kan tadi waktu masih jomblo, lihat ni bentar lagi gue gak jomblo, lu liatkan Tita betah nempel-nempel ma gue! "jawab pria yang dipanggil 'To' itu oleh temannya.


"Paling juga nanti kalo tu kunti nongol lagi, lu yang paling duluan ngiprit! "ucap temannya itu sambil mengeluarkan sebatang nikotinnya dan menghisapnya lalu membuang asapnya kearah teman nya itu.


"Yaelah kayak lu kagak aja! "jawabnya sudah agak merinding, karna sudah semakin larut, penerangan hanya samar-samar sinar rembulan dan lampu jalan yang berjarak sekitar 10meter.


"Ih Abanh-abang jangan ngomongi kunti dong, Tita kan semakin takut ni! "ucapnya ih yang dah tau siapa Tita pasti jijik banget deh liatnya, dia pun semakin mengeratkan pegangannya.


"Emang motornya ini gak bisa dinaiki ya bang, Tita mau numpang aja deh, atau mau Tita bantu? "tawarnya dengan gayanya yang menjijikkan karna sungguh sangat centil.


"Boleh, emang Tita bisa? "jawab pria yang digelayuti manja oleh tambun.


"Bisa kok! "


"Ya udah kita angkat bertiga ya! "ucap pria yang merokok itu lalu membuang puntungannya sembarangan. Mereka berusaha mengangkatnya ke atas.


Sementara itu, para kawanan hantu itu hanya memperhatikan dari jarak jauh.


"Ahk gue punya ide!"ujar Lola ngesot


"Apaan ?"tanya Kutu kupret tanpa menoleh.


"Gue mau minta tolong dinaikin keatas juga dari dalam selokan"ucapnya sambil tersenyum.


Lalu Lola ngesot menjalankan aksinya. Saat mereka lagi sibuk menarik motor itu, Tita sok cantik banget.


"Ya ampun neng, kalo neng Tita megangnya begitu cuma nempeli jari doang, nyamuk juga bisa neng! "ucap pria yang dibawah.


"Udah-udah jangan marahi Tita gitu dong, gue kan udah ikut narik ni! "ucap pria yang diatas.


'Kecepuuk, kecepuukk seeett, seeett, kecepuk' suara tangan Lola lalu mengesot.


Ketika sudah dekat pada kedua pria itu, Lola pun beraksi.


"Bang bisa naekin adek juga gak keatas? "sapanya tiba-tiba, mereka semua menoleh dari sumber suara, Tambun yang sudah tau langsung melongo, Pria yang berada dibawah tampak kebingungan dan memekik.


"Se-se-seetaaaan! "pekiknya dan entah dengan jurus apa tiba-tiba saja dia bisa langsung melompat keatas seperti terbang lalu lari tunggang langgang, temannya pun ikut tunggang langgang sambil menarik tangan Tita alias Tambun alias Titanium, haaahaa. Dia gak tau lepas dari setan eh hantu malah dibawa kabur. Saat tiba dipos ronda mereka menghentikan langkah seribu bayangannya, nafas masing-masing pun ngos-ngosan.


"Stop, setannya gak ngikuti lagi! "ucap pria yang diselokan tadi,dengan posisi membungkuk. Teman mengikuti ikut berhenti.


"Yakin bang setannya gak ikut? "tanya Tambun sambil sedikit tersenyum.


"Abang yakin, setannya kan ngesot mana bisa ngejar kita yang larinya kenceng! "jawabnya lagi masih ngos-ngosan.


"Betul-betul"jawab pria yang terus memegang tangan Titanium.


"Setan ngesotnya sih emang gak ikut ngejar bang, tapi hantu kuntinya yang tetep abang bawa-bawa! "


Seketika mereka berdua menoleh kearah Tambun, lalu mereka seketika berteriak.

__ADS_1


"Kuuuntiiiiiiiiii......! "mereka lari ntah kemana tujuannya,motor tinggal.


Tambun merasa sangat bahagia, terbang kesana kemari dengan tertawa cekikikan.


*****


'Rasain lu semua gue racuni, siapa suruh ngadu-ngadu sama tu Aki-aki! ' ucap Talita dalam hati sambil terus merapikan masakannya diatas meja makan. Semangkuk sup dan opor ayam pun ia sisihkan dilemari, ia berniat akan memberikan itu untuk suaminya yang pilih kasih,agar hartanya jatuh ketangannya semua,sementang dia yang tertua dan yang pasti juga sudah tua, suaminya lebih sering menghabiskan waktunya bersama daun-daun muda itu, dan dirinya sekalu diabaikan. Dialah Dion yang sekarang hidup dipenjara karena terduga nantinya telah membunuh kelima istrinya.


Tampak dari kejauhan adik-adik madu Talita yakni ada Marisa, Marni, Susi dan Maimunah. Mereka berkelakar, menunjukkan barang miliknya masing sehabis shoping tadi.


Talita mendekati mereka.


"Eheem...! "Talita hanya berdehem tapi mengalihkan perhatian mereka semua.


"Ada apa mbak yu, mbak yu ada disini ngapain? mbak yu kan dihukum Maz Dion untuk ngerjain kerjaan rumah semuanya tanpa terkecuali, emang dah selesai?" tanya Susi yang barbadan sedikit tambun, pendek dan berkulit kuning langsat, mulutnya pedas, sepedas cabe setan.


"Udah kok, liat aja sendiri, lantai sudah kinclong, cucian dah bertengger dijemuran dengan cantik, dan baju-baju adik madu mbak yu sudah mbak yu beresi kelemari plus sudah disetrika! "jawabku sambil tersenyum lebar, padahal Talita hanya mengerjakan masak dan mencuci baju saja.


"Oya Mbak yu sudah masak belum? "tanya Marisa adik madu ketiga Talita.


"Sudah, Mbak yu juga masak banyak kok, macem-macem lagi! " jawabku


"Masak apa aja tanya Mbak yu? "tanya Susi berbinar, soal makanan dia emang yang paling rakus, sesuai dengan badannya.


"Paling juga cuma tumis kangkung goreng ikan asin doang! "cibir Marni yang sedari tadi terdiam karna sibuk dengan ponsel terbarunya.Adik madu Talita yang keempat ini juga mulutnya pedas seperti cabe setan,bisa jadi seperti bon cabe level 12.


"Alhamdulillah, disyukuri mbak yu meskipun hanya kangkung dan ikan asin, Mai dulu sebelum dilamar Maz Dion, mau makan kangkung dan ikan asin aja susah mbak yu! "ucap Mai adik madu kelima Talita ini, paling muda, masih 19tahun, paling lembut, paling adem dipandang, paling ayu dan yang pastinya paling taat agama dan paling disayang Maz Dion, itu yang membuat Talita juga membencinya.Meskipun sifat dan sikapnya sangat baik, tapi kesalahannya adalah Maz Dion terlalu menyayanginya, dari ketiga madu Talita termasuk Talita tidak ada yang bisa mengandung, tiba saat Maz Dion menikahi Mai 2bulan lamanya, Mai dinyatakan hamil.


Nah disitu tampak perbandingan diantara mereka berlima, Dion lebih mengutamakan Maimunah, sepulang kerja yang dicari Mai, hingga saat kadang jatah tidur malam terpangkas dengan alih-alih menjaga Mai. Jika tiga adik madu Talita tidak masalah dengan Dion tidak tidur bersama mereka meskipun sudah jadwalnya, yang penting duit ngalir pada mereka. Tapi tidak dengan Talita, dia akan mengamuk.


Dan 3bulan ini Talita jarang dikunjungi kekamarnya oleh Dion, rasa benci dan amarah itu semakin membuncah. Apalagi saat ketiga madunya yang bermulut pedas itu, yang suka mengadu yang tidak-tidak masalah perlakuan Talita terhadap Maimunah, itu yang membuah Dion semakin marah padanya.


Maka Talita sejak kemaren sudah merencanakan ini semua, kebetulan hari ini dia yang diperintahkan Dion untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah karna Talita mengamuk tadi pagi, dengan alasan karna seharusnya malam tadi jadwal Dion mengunjungi kamarnya, namun Dion tetap betah dikamar Maimunah.


"Ya sudah yuk kita makan, terutama lu Mai, ntar mbak yu kenak marah lagi sama maz Dion, ntar anaknya maz Dion kenapa-kenapa lagi! "ucap Talita manis, manis sekali,semanis madu. Tapi madu-madu Talita ini sangat pahit dirasa Talita.


"Yuk! " ajak Susi, semuanya pun beranjak kebelakang.


"Wah masak enak ni mbak yu, ada sup, ada opor ayam, sambal terasi! " ujar Susi lalu menyendokkan nasi dan penuh dengan lauknya. keempat madu Talita menikmati hidangannya yang tanpa mereka tahu ini terakhir kali mereka akan makan bersama seperti ini. Setelah selesai makan, mereka berempat beristirahat dikamarnya masing-masing.


Malam pun tiba, Talita sengaja menunggui Dion pulang kerja dengan berbaring diruang tamu, dan rupanya dia ketiduran saat Dion pulang kerja.


Dion yang melihatnya langsung membopongnya kekamar. Saat Dion membopongnya Talita terbangun, dan terjadilah saat-saat yang sangat dirindukan Talita, saat tengah malam abis bekerja diranjang, Talita merasakan sangat lapar.


Talita hanya mengingat jika makanan yang sudah diberi racun tadi sudah dia buang semua, maka dia pun mengambil semangkuk opor ayam dilemari, yang sudah dia bubuhi racun juga.Sebelum makan Talita mengecek kelima adik madunya.


"Haaahaaa bye bye adik madu pahit! " gumamnya lirih lebih kediri sendiri, setelah melihay kondisi keempat adik madunya sudah tewas.


"Makan ahk, Gue butuh tenaga untuk besok berpura-pura sedih" gumamnya bermonolog pada dirinya sendiri, dia pun menyantap semangkuk opor itu dengan lahap. Selesai makan dia pun langsung pergi kekamar lagi ingin tidur dipelukan suami tercintanya.


Pagi harinya rumah itu heboh, Dion histeris karena kelima istrinya tewas dengan mulut berbuih.


Namun pihak kepolisian tetap menetapkan jika Dion lah sebagai tersangkanya.


*****

__ADS_1


"Tu siKutu kupret yang meracuni kami"ucap siTambun.


__ADS_2