Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 34. Rose ketakutan


__ADS_3

"Tante-tante oom itu siapa?"Rose menunjuk kearah Arga yang sedang menyesap kopinya disofa depan televisi.


"Oo itu,Oom itu nama Arga,suami tante,kenalan yuk?"Yura berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Roselea.


"Ih gak mau tante,nanti kayak oom Lomi,jahat"kata Rose mundur beberapa langkah menjauhi Yura.


Yura memaklumi itu,bocah yang usianya hampir genap 5tahun itu wajar jika merasa takut,karena perbuatan Romi yang membuat Roselea bersikap seperti itu.


Roselea geleng-geleng kepala.


"Tante Yula,nanti Oom itu malah-malah cama Los(tante Yura,nanti oom itu marah-marah sama Rose)"ujarnya lagi justru membalikkan badan dan masuk kekamar.Yura mendesah kasar,lalu dia bangkit menuju kamar untuk menyusul Roselea yang masih trauma dengan sosok pria dewasa,semua itu karena ulah Romi ayah kandung nya sendiri.Adrian juga hingga sekarang belum mengabarinya,pamannya itu memang sungguh sangat misterius.Sang paman yang memiliki kemampuan seperti Yura dan Yuri itu cukup tertutup,bahkan Yura tidak tahu apa pekerjaan sang paman,ketika kapanpun dia butuh bantuan dan menelfon sang paman,sang paman selalu standbay.


"Gue banyak PR ni,bagaimana untuk menyembuhkan Rose dari traumanya ya?"Yura berbicara pada dirinya sendiri.Ia mendekati Rose yang duduk ditepi ranjang,ia menatap sebuah figura disana Arga memeluk Yura dari belakang dengan tertawa lepas.


"Tante Yula,oom Alga"tunjuk Rose pada foto Yura dan Arga,ia menunjuknya berulang-ulang kali.Yura urung melangkahkan kakinya untuk mendekati Roselea,Yura memperhatikannya dari kejauhan.


"Tante Yula titawa,oom Alga juga,kayaknya tante Yula ceneng deh(tante Yura ketawa,oom Arga jua,kayaknya tante Yura seneng deh)!"ucapnya sambil mengelus permukaan foto itu,Yura ingin segera memeluk anak itu,kenapa anak sepintar dan sebijak ini sanggup Alea tinggalkan didunia fana ini tanpa kasih sayang seorang ibu.


"Dasar Alea begok"gumam Yura lirih,dia bersandar pada daun pintu yang terbuka lebar terus memperhatikan tingkah bocah menggemaskan itu.Roselea meletakkan kembali foto tersebut pada tempatnya.Ia tampak berfikir,astaga tingkahnya seperti orang dewasa,sangat menggemaskan sekali,Yura mencubit udara seolah-olah itu pipi Roselea,tanpa ia sadari Rose sudah melihat kearah pintu.


"Tante Yula ngapain?"tanyanya sambil melompat turun dari kasur menuju Yura.


Huft tangan Yura berhenti diudara lalu pura-pura memukul nyamuk.

__ADS_1


'Ceplek, ceplek'


Suara telapak tangan Yura beradu.


"Ehm,ini itu tante lagi nangkap nyamuk sayang!"Yura beralibi agar tidak ketahuan jika sejak tadi ia memperhatikan bocah menggemaskan itu.Lalu Yura mengarahkan kedua tangannya kearah pipi Roselea dan...


'Puuk'


"Nah ini dia nyamuk dapet,gede dan gemoy banget!"Yura mencubit kecil pipi chubby Rose dan menciuminya,Rose tertawa geli.


"Tante,Los udah fikil-fikil,kayaknya Oom Alga gak jahat deh(tante,Ros udah fikir-fikir, kayaknya Oom Arga gak jahat deh)!"ucapnya sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah kepala,persis seperti orang dewasa kelakuannya.


'Astaga,Rose kamu kok menggemaskan sekali'batin Yura,Yura jadi teringat El yang jauh disana,kangen.


Roselea berdiri mematung ketika jarak antara dia dan Arga sekitar 3meter,Arga merentangkan kedua tangannya,Yura sudah menjelaskan semuanya dan mengapa tiba-tiba Rose juga sudah berada dirumah ini,sungguh ia merasa sangat iba,tak terbayangkan olehnya jika itu semua terjadi pada Elkan.


"Ayo sini,Rose tak ingin peluk Oom?Rose tadi bobok bareng Oom loh?"ledek Arga sambil memainkan sebelah matanya,bibirnya tersungging senyum yang sangat indah yang membuat Yura jatuh cinta.


"Tante celius Oom Alga gak jahatkan?"tanyanya polos pada Yura,Yura merasa sesak dalam dadanya melihat tingkah Rose yang sangat hati-hati.Yura melangkah mendekati Arga memeluk dan mengecup punggung tangan Arga,Arga hanya mengecup sekilas pipi Yura dan mendekapnya.Rose yang melihat itu seketika tertawa dan menghambur kedalam pelukan Yura.Yura beringsut kesamping Arga duduk sendiri membiarkan Rose menginterogasi suaminya.


"Jadi Oom Alga gak jahat ya,kayak Oom Lomi?"cadelnya itu yang buat gemas sekali,Rose duduk dipangkuan Arga,Arga mengeleng lalu menciumi perut Rose,mereka terlihat seperti keluarga bahagia namun dibalik itu semua ada bahaya yang sedang mengancam.


'Braaaakk'

__ADS_1


"Brengsek,an****,sialan siapa yang berani mengambil Rose dari tangan aku!"Romi menggebrak meja dibasecamp tempat iya menyekap bocah.Tapi masih untung yang menolong Rose tidak mengetahui ruang bawah tanah yang dibawah kamar yang ia tempati bersama Rose,karena Rose darah dagingnya maka sedikit istimewa,Rose tidak tidur beralaskan lantai dibawah sana.


"Bukankah anak perempuan itu dalam. pengawasan pribadi kau sendiri,kenapa sih kau bisa kecolongan?"ucap Ibunya,yaitu Ibu Sinta dia menyulut sebatang nikotin,dandanannya persis biduan dan toko berjalan,dengan baju yang kurang bahan dan make up yang menor dengan perhiasan yang sangat berlebihan melingkar dileher,pergelangan dan jarinya,rambutnya berwarna coklat terang.


"Tapi Ma,aku ingat bener saat aku mau tidur Rose sudah terlelap terlebih dahulu dan aku meletakkan nya disana!"Romi menunjuk kasur yang mereka gunakan tidur tadi bersama Rose.


"Terus coba kau ingat-ingat lagi ada siapa sebelum kau dan anak perempuan itu tidur?"jawab Buk Sinta lagi sambil menghisap batang nikotinnya dalam dan mengeluarkan asapnya lalu menghisapnya melalui hidung.Pak Bondan hanya menyimak,dia sedang menikmati tepung haram itu yang baru ia dapatkan dari sang istri.


"Seingat aku tak ada siapa-siapa Ma,sebelum aku minum air digelas yang sengaja aku bawa sendiri aku juga tidak lupa mengunci pintu,bahkan pintu baru aku buka saat Mama dan Papa datang!"bingung.


"Yakin air minum yang kau tenggak itu kau bawa sendiri?"


"Yakinlah Ma,itu buktinya botol aqua masih bersegel dan aku yang buka saat sudah sampai dikamar ini,Rose juga meminumnya!"jelasnya lagi.


Bik Sinta manggut-manggut dan mengeluarkan ponselnya.Mengecek sebentar lalu memasukkan lagi kedalam. tas brandednya.


"Udah gak usah pusing masalah anak perempuan kampung itu,kau tinggal periksa aja cctv diluar,Mama akan bawa 3gadis malam ini,buat mereka secantik mungkin!"ujar buk Sinta lalu bangkit dan mengkode Bondan agar mengikutinya.


"Papa pergi dulu Rom,jangan lupa periksa cctv yang didepan!"ujar Bondan berjalan dengan tubuh yang sudah sempoyongan.


"Sinta,tunggu aku?"pekiknya,wanita yang bernama Sinta itu pun berhenti.


"Menyusahkan saja kau ini Pa,makanya jangan rakus seperti itu,aku susa mendapatkannya!"omelnya lalu memegangi lengan kekar Bondan.Bondan tertawa.

__ADS_1


"Haaahaaahaa,aku mencintau kau Sinta!"teriaknya keras-keras,para bodyguardnya hanya tersenyum melihat tingkah bosnya yang sudah mabuk akibat barang haram itu.Sinta tersipu malu.Walau bagaimanapun dia sangat mencintai suaminya itu,mereka membangun usaha ini sejak Romi masih didalam kandungan,dari nol hingga sekarang sudah semakin maju,yang awalnya hanya menyediakan PSK yang datang pada mereka tapi belakangan ini banyak para bos hidung belang berani bayar mahal jika mendapatkan perawan.Dan maka dari itu mereka bertekad menculik para gadis-gadis malang bahkan mereka menculik anak dibawah umur,kadang mereka mendapatkan klien yang berkelainan ****,yang suka berhubungan dengan anak dibawah umur.Itu sebuah tantangan bagi Sinta,Bondan Dan Romi.Dulu mereka juga ingin menjadikan Alea menjadi pekerja **** nya,tapi urung karena putra semata wayangnya justru jatuh cinta pada perempuan itu bahkan sudah menidurinya,lalu mereka membuat kesepakatan jika Romi tidak meninggalkan Alea maka Alea akan menjadi pekerja **** kedua orang tuanya,Romi yang saat itu sangat mencintai Alea,dia tak ingin Alea menjadi pelacur.Dia meninggalkan Alea saat mengandung anaknya dan merekayasa pernikahannya dengan anak sahabat orang tuanya.


__ADS_2