Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 40. Hampir menjadi tumbal


__ADS_3

Gindo menjelaskan semuanya,bisa jadi mahluk menyeramkan itu adalah Gendoruwo yang telah diperbudak oleh manusia namun tidak dirawat sebagai mana mestinya seperti perjanjian awal mereka.


"Lo kenal juga gak dengan sebangsa lo yang lain daerah?"tanya Yura serius sambil terus mengusap punggung Rose.


"Ehm kayaknya gue kenal semua sama yang satu kota sini Ra,memang Adrian tinggal dimana?"


"Gue tinggal diBukit kapur"sahut Adrian mulai konsentrasi dengan pembicaraan ini.


"Daerah sana cuma ada 6 temen gue,gitupun mereka kerja semua,jangan-jangan itu siBarus lagi,dia pernah cerita sama gue katanya mau pergi saja karena majikannya pelit dan suka nyiksa dia gak dikasih makan"jelas Gindo, Tambun masih juga terus menggoda Adrian,dia mendekati Adrian bahkan ia duduk disebelahnya Adrian.


"Ganteng,sudah punya belum sih?"celetuknya lagi terus menoel-noel bahu kiri Adrian meskipun tidak bisa tersentuh, tapi genitnya itu bikin mata gatel dan baut mulut Yura mengomel.


"Lo kangen gue hukum Tambun?"


"Kok Tambun sih Ra,Moza Yura, M-O-Z-A"Tambun mengeja setiap hurufnya.


Yura mengalihkan kembali pandangannya pada Adrian,ia tidak sanggup menatap lama-lama Gindo,jujur Yura sedikit menciut melihat rupa Gindo, sangat menyeramkan.Tubuhnya yang tinggi besar bahkan ruang tamu Yura seolah berasa penuh dan sempit karena kehadiran Gindo,sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu,mulutnya lebar,jika ia tertawa maka tenggorokan nya akan terlihat jelas,dengan gigi-gigi yang yang runcing.Satu yang sangat menjijikan air liur dari mulut Gindo tak pernah berhenti menetes, tatapannya tajam, matanya merah menyala.


"Terus jika kalian punya majikan harus diberi makan,lah memang kalian semua ini yang tidak ada majikan makan juga?"


"Ya iyalah Ra,kehidupan kami juga persis manusia pake makan juga, tapi kan berbeda yang kita konsumsi"


"Kalian makan apa?"


"Kembang,kan banyak tu manusia-manusia yang bersekutu dengan setan dan mereka menyiapkan dupa dan kemenyan,nah kami makan dari sana"


"Mbak pasangi kepala aku dong,ketek mbak bau banget"ucap Lola tubuh tanpa kepala itu sudah mengesot mendekati Tambun.


"Ihh kamu ini ganggu aja deh Lola"gerutunya namun menuruti apa kemauan Lola ngesot.Lola tersenyum sangat manis, cantik sekali.Adrian terpesona melihat kecantikan Lola Ngesot, tatapan matanya tak lepas dari Lola.Tambun sudah misuh-misuh dan mulutnya manyun seperti ban truck gandeng,tebal dan gak seksi.


"Ehem,ingat dia tu hantu kali Yan"Yura mengingatkan.


"Astagfirullahalazdim"Adrian beristighfar dan meraup wajahnya.


'Wuuuuuusssshhhhhh'


'Wuuuuuuussssshhh'


Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang padahal ini didalam ruangan,gorden jendela melambai-lambai bahkan sebagian telah menyingkap.Gindo dan Cungkring dengan sigap menuju luar.Untung saja Arga telah tertidur disamping Rose, jika tidak pekerjaan Yura bertambah.


"Ada apa ini?"Yura bangkit dan mau membuka pintu.


"Tunggu Ra, jangan gegabah"cegah Adrian menyekal lengan Yura.


"Adrian bener, lo semua tunggu disini gue akan lihat keluar"sahut Tambun lalu berubah kewujud aslinya,tidak lupa setelah perubahannya dia tertawa melengking.


'Hiiiiihiiiiiihiiii'


Lalu ia menembus pintu.


"Apa yang terjadi?"tanya Tambun setelah melihat Alea dan Alexa terbaring.


"Bisa jadi ini suruhan Romi!"sahut Gindo.

__ADS_1


"Bukan"tiba-tiba Cungkring dan Bungkring memapah Kutu kupret yang tampak melemah.


"Lalu siapa?"Gindo terlihat sangat marah,bahkan mata sudah menyala,ia mengeram.


'Geeerrrrhhhhmmm'


Tubuhnya semakin membesar dan sudah setara dengan rumah Yura.Gindo dengan segera melesat berlari sekencang mungkin berkeliling mengitari rumah Yura, dengan berbagai mantra yang dilontarkan Gindo.Yura dan Adrian mendengar kericuhan diluar.Lola ngesot justru malah duduk dipojokan lemari, ia meringkuk memeluk kedua kakinya, seperti ketakutan.


"Rian,bagaimana ini bisa jadi ini serangan dari Romi"panik,Yura bolak balik didepan pintu,rasanya ingin segera keluar ingin melihat apa yang terjadi.


"Jangan Ra,ini cukup bahaya un....."ucapan Adrian terjeda ketika terdengar suara seperti ledakan dari luar. Arga terkejut lalu berlari memeluk Yura.Bahkan Rose ikut terbangun dan menangis.


"Ada apa Sayang?"khawatir karena ia mendapati tubuh Yura yang gemetar dalam dekapannya,Adrian segera menggendong Rose dan menenangkannya.


"Ada apa paman?"Arga beralih pada Adrian.


"Kita juga belum tau apa yang terjadi diluar,gue tidak punya kekuatan untuk. melawan mahluk-mahluk seperti mereka!"


"Apakah Romi paman?"tebaknya


"Gue juga belum tahu Ga"


'Braaakkkkk, duuuuaaarrr'


Tiba-tiba pintu terbuka lebar, hembusan angin malam terasa semakin menusuk tulang.Tampak lima madu pahit berada disana.Adrian segera menyerahkan Rose pada Arga,dengan sigap ia menutup pintu dengan sekuat tenaga melawan hembusan angin tersebut.


"Tolong bantu gue siapa saja diantara kalian"sosok yang sama persis seperti Gindo mendengar teriakan Adrian,ia pun segera membantu Adrian untuk menutup pintu tersebut.


"Apa yang terjadi?"tanya Adrian dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Ba-ba-rus teman Gindo?"ucap Adrian terbata,terlintas olehnya mahluk mengerikan tadi dirumahnya sebelum kesini.


"Kenapa dia bisa sampai disini?"Yura menanggapi penjelasan teman Gindo baru saja.


"Dia mencari seseorang,ia ingin menagih janji karena dia telah menyanggupi mencarikan darah perawan pada malam jum'at kliwon ini,dan mereka sekarang sedang berada didesa ini"jelasnya.


"Lalu kenapa Barus menyerang kalian apa hubungannya dengan kalian?"suara Yura bergetar karena ketakutan tak ubahnya seperti Arga dan Adrian.Arga mendekap tubuh kecil Rose yang sudah terlelap kembali.


"Kami ta.... "ucapan terputus ketika suara dentuman itu terdengar kembali dan cukup keras seolah-olah seperti bom atom yang menyerang kota Hiroshima dan Nagasaki.


'Duuuuuaaaarrrr'


'Duuuuummmmmm daaarrrr'


"Huwaaaaa haaaaahaaaa Gerrrrrhhhmmmm"suara erangan diluar entah mahluk apa itu,namun Adrian semakin merapatkan tubuhnya pada Arga dan Yura.


"Apakah paman tau siapa dia?"tanya Arga.


"Mungkin dia mahluk yang sama yang datang kerumah gue tadi Ga"Adrian mengangguk.


"Terus kita harus bagaimana ini?"panik, Yura bingung harus apa.Dia menuju jendela dan menyibakkan sedikit gorden tersebut.


"Allahu akbar,Allahu akbar Allahulaillahaillahuwalhayyulqoyyum, lata'huzuhussinnatuwalanaum, lahumafissamawati wamafil'ardi,manzdallazi yasfa'u indahu illaabiizdni,ya'lamuma baina aidihimwamagholfahum walayuhituna bisai'in min ilmihi illaabimasa', wasia'kursiyuhussamawati walardi,walaya'uduhuhifzuhumma wahuwal aliyyul azdiim"Yura dengan spontan membaca ayat kursi dan menutup kembali gorden tersebut,perasaannya kalut takut dan gamang.

__ADS_1


"Ada apa sayang?"


"Ada apa Ra?"


Tanya Arga dan Adrian bersamaan dan mendekati Yura,Adrian menyibakkan kembali gorden tersebut lalu menutupnya kembali.


"Gindo dua,apakah itu siBarus?"


Sosok Gindo dua hanya mengangguk.


"Dia menyerang kami, karena Kutu kupret dan Alea tadi berusaha menyelamatkan seorang gadis yang dipaksa bibinya untuk mau melayani Barus"


"Gadis?"gumam Yura.


"Siapa?"tanya nya lagi


"Gue kurang tau, tapi yang gue dengar Kutu kupret meneriakkan nama Sintya tadi"


"Apa?"


"Sintya"


Arga dan Yura terperangah.Mata Yura mulai berkaca-kaca,malang sekali nasib Sintya,baru saja kasus pembunuhan dan perampokan dirumahnya terkuak,sekarang bibi nya ingin menumbalkannya, Yura menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, ia merosot dan terduduk dilantai.


"Terus bagaimana sekarang keadaan Sintya?"


"Gadis itu sudah aman didalam penjagaan bungkring ditempat penyekapan rahasia kami, dibasecamp kami Ra"


"Ahk syukurlah"Yura dapat bernafas lega sekarang, namun tiba-tiba.


'ceklek'


Lampu tiba-tiba mati semua,gelap gulita namun diluar rumah tampak terang benderang,Gindo berhenti membacakan mantra setelah dirasanya sudah cukup untuk melindungi dan memagari rumah Yura.Gindo berhenti tepat didepan Barus.


"Apa mau lo Baruus?"suara Gindo menggelegar hingga kepenjuru dan pelosok desa,warga yang mendengarnya mungkin akan gemetaran dan mengompol dicelana.


"Haaahaaahaaa Rain,Rain sejak kapan lo berpihak pada manusia hah, haaahaaa?"pekik Barus tak mau kalah.


'Oo jadi nama aslinya Rain, keren juga lah malah gue ganti dengan Gindo, hiihiii' Yura terkikik dalam hati.


"Gue bukan berpihak pada manusia, tapi lo sudah menyakiti temen-temen gue dan wajib bagi gue untuk melindungi mereka,seharusnya lo melampiaskan pada mereka yang memperbudak lo, bukan pada mereka yang tidak bersalah, atau lo butuh bantuan gue?"tawar Gindo Rain menyeringai,tubuhnya bahkan 3kali lipat lebih besar dari Barus.


Tiba-tiba saja Barus meletakkan dengan kasar tubuh tak berkepala itu,ia meratapi kebodohannya.


"Lo bener Rain,gue harus memberi pelajaran pada mereka"ujarnya lalu bangkit, dia melemparkan sesuatu pada Gindo Rain.


"Berikan pada gadis cantik dan bocah itu,dan kuntilanak jelek itu!"Barus memandang sinis pada Kutu kupret yang tak berdaya namun masih sadarkan diri.


"Yaelah sadar diri lo,lo gak punya mata atau lo gak bisa ngaca,badan lo itu busuk bau ****** dan wajah lo itu gak banget,jijik gue"balas Kutu kupret ditengah ketidak berdayaannya masih sanggup melontarkan kata-kata yang menusuk jantung.


"Make up nawar, jelek"balas Barus lagi lalu dia melesat jauh entah kemana.


Gindo merubah wujudnya kembali kebentuk normal.

__ADS_1


"Dasar tu hantu gak sadar diri, bisa-bisanya dia ngatain gue segala"ujarnya saat Gindo memberikan sesuatu dan memasukkannya dalam mulutnya.


"Barus bener kali Kupret"jawaban polos Gindo membuat Kutu kupret mendelik, bola matanya mau keluar, jika tidak mengingat dia dalam pemulihan pasca penyerangan Barus, mungkin Gindo sudah habis-habisan dihajarnya.


__ADS_2