
Romi masih tercenung dengan kehilangan Roselea,walau bagaimanapun Romi sangat menyayangi Rose,karena Rose adalah darah dagingnya.
"Kenapa aku harus seperti ini?tidak,aku tidak akan mengorbankan anakku,kali ini aku tidak akan mengalah pada Mama dan Papa,Rose anakku!"racaunya,Romi meringkuk diatas kasur badannya menggigil,akhir-akhir ini Romi mencoba untuk tidak menkonsumsi barang haram itu lagi semenjak Rose dalam pengasuhannya,lebih tepatnya saat Rose dia ambil paksa dari orang tua Alea.Setelah sekian tahun ia meninggalkan Alea,Romi tidak menemuin Alea bahkan hanya sekedar menjelaskan atau apapun.Saat kematian Alea pun dia tidak tahu,saat anggotanya memberikan berita jika didesa dimana Alea dan orang tua tinggal ada seorang bocah sangat cantik,mereka mencuri foto bocah itu yang tak lain adalah Rose.Romi terperanjat melihat foto copi Alea diwajah anak itu.Romi dengan segera bergegas mendatangi rumah Alea,sesampainya disana Romi mendapatkan berita sedih dan bahagia setelah seluruh anggotanya menghajar hingga babak belur orang tua Alea,Romi membawa paksa anaknya bersama Alea.
"Rose Ayah rindu,ayah rindu Rose!"ucapnya lirih.
"Al,maafin aku,maafin aku?"pintanya disaat badannya terasa semakin menggigil dan sangat ngilu ditulang belulangnya.Saat ia jauh dari kedua orang tuanya, maka Romi akan berada dimode waras,Romi sangat manis.Tapi jika ia berada dekat kedua orang tuanya,maka mode iblisnya akan keluar,bahkan kemaren ia sempat terpengaruh oleh sang Mama jika akan menjual Rose.Hatinya bimbang,ia ingin Roselea berada terus disampingnya untuk menebus kesalahannya pada Alea yang telah menelantarkan mereka tanpa kata-kata yang pasti,tapi jika Roselea terus bersamanya maka nyawanya akan terancam,bisa saja Mama Sinta akan menjualnya diam-diam setelah Roselea dewasa.
"Aaahhkkkkkk Roooossseee!"pekiknya histeris yang membuat penjaga disana berlarian melihat sang tuan muda,mereka yang telah diberi pengarahan oleh sang nyonya besar,lalu menyediakan apa yang telah diberikan sang Nyonya untuk tuan muda.Ya barang haram itu dengan segera mereka mencekoki Romi,meskipun Romi menolak tapi dia kalah tenaga barang haram itu telah larut jauh kelambungnya,bahkan untuk beberapa saat akan membawanya melayang.
"Oom Alga Los lapel banget"ucapnya ketika Arga masih terus menggelitik perutnya.
"Bohong,trik kamu agar Oom berhenti gelitik Rose kan?"jawab Arga sambil mengerlingkan matanya.
"Enggak,Los gak bohong!"ia menggeleng setelah Rose mengucapkan kata-kata tersebut perut nya berbunyi.
'Kruuuukkk'
Yura dan Arga saling pandang lalu mereka tergelak bersama.Arga menggendong Rose menuju dapur membuka tudung saji tapi nihil.
"Kayaknya Mami gak masak deh!"ucap Arga.
"Kok Mami Oom?"
"Astaga Oom lupa,kirain tadi Elkan yang Oom gendong"Arga menepuk jidatnya,ya dia benar-benar lupa,mungkin karena sudah sangat merindukan Elkan.
"Elkan ciapa Oom Los gak tau"jawabnya lagi.
"Ehm itu Elkan anak Oom,seumuran Rose juga,ntar kalo Elkan sudah pulang dari rumah embah kakung,Rose main bareng deh sama Elkan, okay?"jelas Arga,tapi tiba-tiba saja wajah Rose menjadi murung.
"Rose yang comel kenapa?kok cemberut?"Arga menoel pipi gembil Rose.
"Los lindu Mbah Uti sama Mbah akung Oom!"astaga bocah ini semakin menggemaskan,wajah cemberut nya buat orang gregetan.
__ADS_1
"Yuks?"ajak Yura,penampilannya sudah sangat rapi.
"Kemana?"tanya Arga.
"Biar Rose gak cemberut lagi,kita makan diluar dan beli es cream!"jawab Yura.
"Ye asyik!"pekiknya girang lalu memeluk erat leher Arga.
"Oya Oom,Los gak ada papa loh,Mama Los juga udah pelgi keculga kata Mbah!"ucapnya polos.
"Ehem,ya udah Oom Arga aja deh yang jadi Papinya Rose,terus Maminya tante Yura,manggilnya kayak Elkan aja Mami sama Papi,Rose mau kan?kayaknya Rose seumuran deh sama Elkan ya Mi?"Arga mencoba menenangkan bocah 5tahun itu.
"Benelan boleh Oom,tante,eh Mami Papi?"ucap Rose berbinar. Arga dan Yura mengangguk.
"Ye Los punya Papi sama Mami"soraknya gembira.
"Udah yuk berangkat,ntar kemaleman lagi!"ujar Yura.
"Lets go"Arga sedikit berlari kearah mobil.Roselea duduk dipangkuan Yura.Sepanjang perjalanan mereka mendendangkan lagu anak-anak.
"Astaghfirullahalazdim Aleaaa!"pekik Yura spontan sambil mengelus dadanya yang langsung dipandang heran oleh Roselea dan Arga.Arga faham,ia menyentuh tengkuknya yang mulai merinding.
"Tante Yula panggil ciapa?"polos,Rose menyentuh pipi Yura.
"Gak sayang gak siapa-siapa"sudut matanya melirik kearah Alea yang duduk tepat dibelakang kursi kemudi.Hantu gak ada ahlak itu pun justru malah cekikikan dengan Kunkun.Gigi Yura bergemeletak,rahangnya mengeras.Yura mengacungkan kepalan tangan pada Alea dan Kunkun,dan mengisyaratkan untuk diam.Kunkun dan Alea terdiam sejenak lalu justru malah tertewa keras yang membuat pengendara motor yang berada tepat didepan mobil mereka menabrak trotoar.
''Hiiiiihiiiii,haaaaaahaaa,hiihiiii"
'Braaaakkk,buughh'
"Bisa diem gak sih,lihat lo berdua sudah buat orang lain celaka!"hardik Yura cuek dengan pandangan Rose yang lucu,matanya yang bulat besar itu masih menatap heran pada Yura.Yura nyengir.
"Tante,eh Mami ada olang jatuh"tunjuk Rose pada pengendara motor tadi yang menabrak trotoar.
__ADS_1
'Iya ulah Mama kamu ni sama siKunkun kurang ajar tu'tapi hanya dalam hati doang,nanti Rose takut lagi.
"Papi tolongi yuk?"ajaknya,Yura mencubit sayang mulut Rose,sangat menggemaskan.
"Ra ciumkan Rose buat gue"Alea memandang sendu kearah Rose. Yura cuek pura-pura tidak mendengarkan apa kata-kata Alea,Arga menepikan mobilnya,dan melihat keadaan korban,hanya lecet-lecet sedikit.
"Apa butuh dibawa kerumah sakit?"tanya Arga,dia mendekati pria yang tampak kesakitan itu.Orang-orang memberikan kelonggaran dan ada juga yang pergi karena korban hanya lecet dibagian kepala,kebetulan korban tidak memakai helm.Yura dan Rose menghidupkan lampu tampak jelas wajah mereka.Saat Arga menepikan motor korban,korban kecelakaan tersebut menatap lekat kearah mobil,Arga menyadarinya.
"Kenapa Bang?"tanya Arga pura-pura tidak tahu.
"Oo tidak,ehm Abang kenal dengan mereka?"dia menunjuk kearah mobil yang didalamnya Yura dan Rose.
"Oo,dia Istri dan Ro.. ..eh anak saya Bang"jawab Arga hampir saja keceplosan mengucapkan nama Roselea.
"Kenapa Bang?"
"Oo tidak,anak abang mirip dengan anak tetangga saya yang hilang kemaren siang!"alibi nya,Arga dan Yura mungkin tidak bisa mengenali Romi,tapi tidak dengan Alea dan Kunkun.
"Ra matiin lampunya"perintah Alea.
"Kenapa,Rose tidak bisa gelap-gelapan!"
"Buruan Ra,ini gawat,buruan telfon Arga suruh balik,tu yang jatoh Romi Ra!"Yura memalingkan wajahnya kearah depan.
"Serius?"
"Sumpah Ra!"panik.
"Kun lindungi kami samarkan semua identitas,ayo cepat bantu Bang Arga untuk balik kesini!"lebih panik dari Alea,nyawa mereka diujung tanduk.Kunkun beraksi dengan mengembangkan jubahnya,ia menutup mobil Yura untuk menutup segalanya tentang Yura dan Arga.Romi seketika terheran-heran karena mobil yang tadinya teronggok dan terlihat jelas tiba-tiba hilang,begitu juga Arga.Arga tampak kebingungan,lalu Alea menuntunnya untuk masuk kedalam mobil dengan menirukan suara Yura.
"Astaga Abang sudah panik,abang kira sudah tidak bisa ketemu lagi sama Mami dan Rose"
"Buruan jalan bang,dia Romi yang menculik dan hampir saja menjual Rose"perintah Yura,Arga masih belum mengerti,ingin bertanya banyak namun Yura sudah memotongnya kembali.
__ADS_1
"Nanti Mami jelasin Bang,sekarang kita jalan dulu,cari makanan dan pulang,kasihan Rose hingga tertidur!"Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi,segera menghindari Romi,meninggalkan Romi yang masih kebingungan dengan hal aneh yang baru saja terjadi dengan cepat didepan matanya.Dan dia juga sangat yakin jika yang didalam mobil tadi adalah Rose anaknya.