Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 66


__ADS_3

Hari sudah menjelang magrib,namun belum ada tanda-tanda Arga dan Adrian kembali,hanya saja setelah dzuhur Arga mengabari jika semua jasad telah dievakuasi dan akan dimakamkan masal,karena tidak ada satupun identitas mayat yang ditemukan,bahkan sebanyak itu mayat,selama Pak Joseph bertugas tidak menerima satu pun laporan dari warga jika kehilangan anggota keluarganya terutama didaerah Dumai Barat.


Yura mondar mandir setelah menunaikan ibadah sholat magrib,Rose sedang menonton film kartun kesukaannya Upin dan Ipin.Yura memencet berulang kali panggilan ke no Arga dan Adrian.Nihil.


Yura berjalan keruang tamu lalu kembali lagi.


"Sayang jangan kemana-mana ya,Mami mau duduk diteras depan,jika Rose sudah ngantu bobok disini saja ya"perintah Yura pada Rose,ia juga sudah membawakan bantal dan selimut lalu menyusunnya disofa agar memudahkan Rose untuk berbaring.


"Ok tante,eh Mami"ucap Rose lalu naik sofa dan terbaring,biasanya setelah isya Rose pasti sudah terlelap.


Yura membuka lebar-lebar pintu utama,lalu ia duduk diteras,menikmati angin semilir dengan hati yang gundah,Arga dan Adrian sejak tadi dihubungi tidak ada yang mengangkat telfonnya.


"Kemana sih mereka"gumam Yura sambil terus mengotak-atik ponselnya.Yura mencoba menghubingi via faceebook,twitter,Ig dan Wa,namun semua nihil.


"Cckk"Yura mendecih kesal.


"Ada apa Ra?"tegur Kunkun tiba-tiba nongol.


"Lontong lo"Yura terlonjak kaget namun siKunti justru malah terkekeh.


"Haahaaa enak tu dimakan Ra,apalagi lontong tauco kuah pecal,ditambah kerupuk,bakwan,ehm yummy tu Ra"Yura memutar bola matanya dengan malas,dia masih memegangi dadanya karena kaget.


"Berisik"sentak Yura lalu fokus kembali keponselnya.


"Arga dan Adrian belum balik Ra?"tanya Alea yang sudah ikut nongol disana.


"Nah itu,gue dari tadi sudah nelfon berulang kali,tapi gak ada yang merespon telfon gue,may itu Adrian ataupun Bang Arga,makanya gue bingung"ungkap Yura panik,bahkan matanya sudah berkaca,dari kejauhan Gindo melihat ekspresi khawatir Yura,dengan cepat dia menghampiri Yura.


"Ada apa?"tanya Gindo.


"Lo tanya sama siapa?"tanya Alea.


"Ya sama lo semua lah"jawab Gindo ketus.


"Gak sopan"celetuk Kunkun.


"Okey,lo kenapa Yura yang cantik?"Gindo berusaha lemah lembut berbeda dari karakter aslinya,dia nyengir memamerkan giginya yang runcing-runcing.


"Gak usah nyengir segala,bukannya manis atau ganteng,yang ada seremlah"teriak Kutu kupret datang bersama yang lainnya.


"Okey,wanita selalu benar,gue salah lagi"Gindo mengalah tidak mau terlarut dalam perdebatan bersama Lima madu pagit,akan hebob nanti.Yura hanya geleng-geleng kepala,karena hantu-hantu ini tiada hari tanpa debat.


"Apakah cita-cita kalian semua dulu semasa hidup ingin menjeadi seorang pengacara?"tanya Yura.


"Enggak,cita-cita gue dulu pengen jadi TNI Ra,dan pengen yang bertugas dimedan perang"sahut Gindo cepat.Yura terkekeh.


"Oon"Tambun nimbrung sambil menjitak kepala Gindo,saat Gindo meringis.


"Jangan meringis!"bentak Kutu kupret lagi.Gindo langsung saja mengatupkan mulutnya.


"Sudah jangan bercanda melulu,Arga dan Adrian belum pulang-pulang ni"keluh Yura.


"Belum ada kabar sama sekali?"tanya Bungkring.Yura menggeleng,wajahnya kembali bermuram durja.


"Kakak Lexa main didalam saja ya"ucap Alexa pada Alea,sang kakak hanya mengangguk dan mengusap pucuk kepala adiknya.


"Gue akan kesana Ra,apakah mereka masih dilokasi markas nya Romi?"tanya Gindo.


"Tadi Bang Arga bilang,mereka sudah keluar dari sana dan akan memakamkan masal mayat-mayat tersebut"jelas Yura.

__ADS_1


"Dimana?"timpal Cungkring


"Mana gue tau Kunti"senggak Yura.


"Kali aja Arga ngomong lokasi pemakamannya dimana Yura"kata-kata Cungkring sedikit menekan.


"Gak,kalau Bang Arga dan Adrian ngomong,gue gak akan serisau ini,ckck"Yura mendecih kesal,karena Arga dan Adrian kebiasaan,jika keluar rumah selalu seperti itu membuat orang yang dirumah khawatir.


'Ceklek'


Tiba-tiba saja lampu padam,Yura segera berlari masuk,menuju ruang TV,untung saja didalam sana menggunakan lampu emergency.Yura menyalakan anti nyamuk bakar karena yang elektrik mati.Lalu Yura kembali kedepan,saat sampai disana Yura dikejutkan oleh para hantu-hantu itu yang sudah pada formasinya.Ketika Lima Madu Pahit melihat Yura,mereka segera melindungi Yura.


"Ada apa?"Yura terheran-heran.


"Nenek itu menginginkan janin lo Ra"mata Yura terbelalak,lalu Yura melangkah kedepan mengintip dari balik tubuh Gindo,tampak disana Emak Tin,bibi nya Sintya membawa sebuah dupa,Emak Tin menyeringai.


"Yura menjauhlah,biar kami yang menangani nenek saiko itu"tiba-tiba saja ketiga pocong tersebut muncul tepat didepan Emak Tin,dengan gaya kece badai mereka mulai memasang musik dengan volume yang full.Emak Tin hanya menyeringai menganggap sepele hantu-hantu penghuni rumah Yura.Emak Tin duduk bersila lalu komat kamit.Tiba-tiba saja dari tape recorder para pocong berganti lagu Alam yang berjudul Mbah dukun.


_Ada mbah dukun,sedang mengobati pasiennya_


"Haaahaaaa"Lima madu pahit tertawa menggelegar.Bayangi saja,satu Kunti saja yang tertawa manusia akan kocar kacir,ini lima sekaligus say,widih bisa-bisa ngompol ni,iiieeeuuy kamseupay banget kan ngompol dicelana.


Tiba-tiba saja keluar dua mahluk menyeramkan sejenis Gindo berasal dari asap dupa Emak Tin yang dibakari kemenyan.Baunya sangat menyengat.


"Uhuk uhuk uhuk"Yura terbatuk-batuk.


"Lo gak kenapa-kenapa kan Ra?"Kunkun khawatir.Yura menggeleng.


"Dupa itu baunya sangat menyengat Kun"keluh Yura,hidungnya sudah memerah.


"Hei nak Yura,kau yang sudah melenyapkan suamiku,jadi kau harus menerima akibatnya sekarang,aku akan mengambil pengganti suamiku"pekik Emak Tin dengan suara parau.


Yura merasa heran,suami emak Tin.


"Ki Seno pamannya Sintya,yang telah dimangsa oleh gondorewu peliharaannya sendiri"jelas Bungkring yang kala itu ada disana.


"Oo,iya gue lupa"Yura manggut-manggut tanda mengerti.


"Lima madu pahit formasi lindungi Yura"pekik Kutu kupret.Mereka berlima mengelilingi tubuh Yura.


"Gue khawatir Rose kenapa-kenapa"bisik Yura.


"Lo tenang saja Ra,ada Alea dan Alexa disana"bisik Kunkun lagi,Kunkun mengambil posisi tepat dibelakang Yura,dia selalu meniupkan aroma melati agar Yura tidak tersedak dengan bau kemenyan yang sangat menyengat.Kanan kiri Bungkring dan Cungkring,tameng depan Tambun dan Kutu kupret.


Ketiga pocong tersebut sudah mulai melawan sebangsa Gindo itu.Dengan suara musik yang semakin keras membuat kedua mahluk menyeramkan itu lupa akan tugasnya,mereka ikut berjoget dengan ketiga pocong tersebut.Namun Emak Tin tidak tinggal diam,dia berkomat kamit lagi lalu melemparkan kemenyan kembali.


"Aku mau janin itu hidup-hidup,faham?"perintah Emak Tin Gondorewu yang lain,dengan secepat kilat Gondorewu itu melesat dan mendekati Yura,Lima madu pahit yang sudah mengambil formasi sudah mengembangkan jubahnya pada tubuh Yura,Gondorewu itu terpental sangat jauh,namun dia tidak berhenti disitu,Gondorewu yang lainnya juga bermunculan dan menyerang Gindo,Gindo tampak kewalahan.Tutu menghentakkan kaki sebelah kirinya bumi berguncang membuat Emak Tin terguling dan dupa nya berserakan.


"Kurang ajar"umpatnya sambil bangkit dan terus melemparnya kemenyan pada bara yang masih hidup,emak Tin juga terus membaca mantra.Tujuh Gondorewu milik mak Tin yang membabi buta terus menyerang hantu-hantu pelindung Yura.


"Aaahhkkkkkk"Lima madu pahit terpental jauh dari tubuh Yura yang sudah gemetar.


"Kunkun,Bungkring"pekik Yura karena sekitar 3meteran Yura ikut terseret,Kunkun dan Bungkring terus mendekap Yura,tapi karena sudah lemas akibat serangan ketiga gondorewo itu,jadi dekapan mereka terlepas.Jubah mereka robek-robek,untung saja mereka pake daleman,kalo gak aduh gak kebayangkan?hiihiii...


Tri semakin mengencangkan musiknya dan Wan mengeluarkan benda seperti terompet lalu meniup tape recorder Tri,dan ajaib tiba-tiba saja Emak Tin terpekik.


"Pocong sialan,hentikan,aaaahhhkkkkk"emak Tin mengerang kesakitan,dari kedua telinganya mengeluarkan darah segar.Tapi Emak Tin tidak juga menyerah,dia tetap membaca mantra.Dari ujung gerbang terlihat seorang bocah laki-laki berlari dan menopang tubuh Emak Tin.


"Nek sudah jangan dilanjutkan?kalo nenek kenapa-kenapa Rizki akan hidup dengan siapa lagi"bocah itu terisak,namun Emak Tin tidak menggubris rengekan bocah itu.Emak Tin bahkan mendorong bocah laki-laki yang berusia sekitar 15tahun itu hingga terjengkang.Emak Tin melanjutkan membawa mantra dia tidak menghiraukan rasa ngilu dan nyeri ditelinganya yang terus mengekuarkan darah.Gindo terengah-engah melawan 3sekaligus gondorewu yang memiliki kekuatan sama persis sepertinya.

__ADS_1


Yura berjalan tertatih menuju teras rumah,perutnya terasa tegang,nafasnya ngos-ngosan.Salah gondorewu milik Mak Tin tampak ingin menggapai Yura,namun itu tidak akan dibiarkan Lima madu pahit yang melihatnya,mereka berlima dengan sigap menghadang dengan perubahan wujud.Gondorewu tersebut tiba-tiba saja berhenti dan matanya tampak berbinar melihat wanita-wanita cantik dan seksi.


"Haaahaaa saya mau kalian,ggeerrrrhhm"Gondorewu itu mengeram,giginya bergemeletak,mulutnya ternganga gigi-giginya yang runcing tampak menjijikan karena sisa-sisa makanan masih menempel disana dan air liur yang terus menetes,bau busuk dan anyir menyeruak dari rongga mulutnya,ihk menjijikan sekali.


"Huuueeek hueeek hueeek"Yura muntah-muntah karena tanpa ia sadari tiba-tiba saja lidah gondorewu tersebut menjilat bagian pipi kiri Yura.Kunkun langsung saja mendekati Yura dan sigap membersihkan bekas jilatan gondorewu tersebut,karena air liurnya mengandung racun,Gindo melemparkan sesuatu pada Bungkring,dengan sigap Bungkring menangkapnya dan memberikan pada Kunkun.Bungkring menyusul kunti yang lainnya yang sedang melawan serangan Gondorewu Mak Tin.


"Aahhkkkk"Gindo mematahkan leher gondorewu Mak Tin,lalu Gindo mencabik-cabik bagian dada sebangsanya itu.


"Geerrrrrhhmmm!"Gindo mengeram lalu terus berpindah menyerang yang lainnya.


Tutu menjauhkan Rizki dari sana.


"Heh bocah,pergilah menjauh,atau lo bisa istirahat disana"perintah Tutu pada Rizki dan menunjuk pohon mangga dekat gudang.Rizki hanya mengangguk dan berlari.


"Astaga dia bisa melihat gue?"gumam Tutu.


"Tu,buruan kira habisi nenek kempot itu,kasihan Yura dan yang lainnya"teriak Wan.


"Tapi bocah itu bisa melihat gue Wan"Tutu melangakh dengan berat.


"Udah jangan banyak drama"Wan menarik buntelan pocong dikepala Tutu,dan mendekati Tri.


"Triple pocong kece beraksi"mereka mendekati Emak Tin,mereka mengelilingi mak Tin dan ikut duduk dihamparan taman bunga Yura.Emak Tin terlihat gamang,namun ia segera menyembunyikannya dan terus membaca mantra,ketika ia mendongak tinggal satu gondorewu yang bertahan.


'Sial,ternyata mereka lebih kuat dari yang aku kira'batin Emak Tin.


Emak Tin menyumpal telinganya dengan ujung selendangnya,sesekali ia meringis menahan rasa sakit,namun ia mengabaikannya.


Pocong-pocong tersebut tersebut terus menyerang,terus menyalakan musik memekakkan telingat,darah terus merembas dari sudut selendang Mak Tin.


"Nenek,sudah nek"Rizki berteriak histeris,ketiga pocong tersebut sebenarnya tidak tega.


"Hei Gindo jelek,lo tidak bisa kah mengalahkan gondorewu buruk itu,tanpa kami harus menghabisi nenek peyot ini?"teriak Wan.Gindo segera melompat keatas membawa tubuh gondorewu Mak Tin lalu menjatuhkannya ketanah.


'Buuuugghhhh,Buuuuummmm'


Dan seketika Mak Tin juga memuntahkan darah segar dan dari kedua matanya juga mengeluarkan.Rizki berlari mendekati Mak Tin.


"Nek sadar nek,tante Yura gak salah,Kakek yang salah nek"bisiknya,Wan memberikan sesuatu pada Rizki.


"Apa ini Oom pocong?"tanya nya heran.


"Itu penawar,masukkan saja kemulutnya,bawa pulang nenek lo,jangan pernah ganggu Yura dan keluarganya lagi"pesan Wan,Rizki mengangguk lalu memasukkan kedalam mulut mak Tin.Mak tin pingsan,gondorewu peliharaannya juga sudah tamat ditangan lima madu pahit dan Gindo.


"Gindo buruan"Kunkun panik,pipi Yura memerah dan mulai membiru bahkan Yura juga sudah pingsan.


"Untung saja bukan diperutnya"Gindo bernafas lega,lalu mengeluarkan kembali penawar racun dari rongga mulut nya.


"Jika diperutnya?"tanya Kutu kupret.


"Maka bayi yang Yura kandung akan berpindah tempat diperut Emak Tin atau meninggal"jawab Gindo,mulutnya masih berlumuran darah segar.


"Sial,kita harus buat dosa lagi ni mbak yu"ujar Kunkun.


"Kenapa?"jawab Tambun.


"Lihat ini,jubah Mai sobek disana sini,untung saja Mai kemaren itu sekalian nyolong daleman diminimarket"celetuk Kunkun.


"Astaga,kita itu hantu Kun,gak harus rapi-rapi"sambung Kutu kupret.

__ADS_1


"Aok,lo rapi-rapi kayak mau ikutan fashion week dicitayeeem aja"Bungkring menjitak kepala Kunkun,kunkun hanya meringis.


'Tiiin tiiin tiinn


__ADS_2