Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 20. Kelakuan gila Winda Dan Dewo


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah Winda, Kunkun dan Alea terus bercanda yang sesekali disahuti oleh Yura, dan kelakuan mereka membuat Arga merinding, dia terus saja mepet dengan Yura dan membaca segala ayat-ayat Alqu'an yang dia tau.


Alea dan Kunkun merasa sedikit terganggu dengan tingkah Arga yang pengecut itu. Setelah sampai dipekarangan rumah Winda, terdengar keributan dari dalam, Yura dan Arga berhenti sejenak lalu mendekat secara mengendap agar tidak ketahuan. Arga, Yura dan kedua hantu itu mendengarkan percakapan dan perdebatan mereka. Terdengar suara tangisan,teriakan dan gebrakan meja. Yura semakin menajamkan pendengarannya ketika nama Sintya disebut-sebut. Yura menyiapkan ponselnya untuk merekam semuanya. Entah sudah berapa lama mereka bersembunyi dan merekam percakapan keluarga Dewo. Saat itu juga Yura merasakan susah bergerak karna terasa sempit. Ketika dia menoleh kebelakang ternyata Alea dan Kunkun mendusel-ndusel mepet pada Yura.


"Sssuutt !" senggol Yura pada Kunkun dan Alea. Entah apa yang mereka kerjakan, dengan mepet terus pada Yura sambil cekikikan namun lirih.


"Lo berdua ngapain sih? " bisik Yura sangat pelan, takut ketahuan tapi Arga tetap bisa mendengarkan dan mengisyaratkan untuk diam dengan jari telunjuk berada dibibirnya.


"Ikutan ngumpet lah Ra! " jawab Alea santai.


"Begok, lo kan hantu kagak keliatan juga, terus ngapain lo berdua ikutan ngumpet? " Yura menepok jidatnya sendiri,tanpa sadar suaranya agak keras.Arga sudah ketar ketir takut ketahuan karena tiba-tiba dari dalam tidak terdengar lagi suara perdebatan mereka, senyap, hanya terdengar suara deritan pintu dan deheman. Pak Diman dan Buk Lia langsung berpamitan pulang kerumahnya. Sementara itu Dewo akan melihat siapa gerangan yang berada diluar, dan jangan-jangan mereka sudah mendengarkan semua pembicaraan mereka, habislah riwayat mereka.


Arga dan Yura segera berdiri didepan pintu depan dan berpura-pura seolah-oalh baru saja datang dan mengucapkan salam, sementara dari samping rumah mereka tidak mengetahui jika Dewo sudah mengintai, karna mendengar suara Yura dan tawa Kunkun.


'Kalian mau bermain-main dengan Dewo' ucap Dewo dalam hati sambil memainkan jenggot tipisnya lalu beranjak masuk kembali kedalam melalui pintu belakang dari tempat dia keluar tadi.


"Assalamualaikum! " suara Yura sedikit agak keras, tangannya tak lepas dari genggaman Arga.


"Kok lama banget ya buka nya Mi? " bisik Arga, Yura menggeleng. Kunkun dan Alea dengan senantiasa tetap berada disamping Yura dan Arga.


Yura juga sudah mengatur ulang rekaman dalam hapenya lalu memasukkannya kedalam saku celana nya yang telah dilapisi rok midi plisket. Saat Arga ingin mengucapkan salam kembali dan mengetuk pintu.


"Assa..! " tangannya masih mengambang diudara.


'Ceklek'


Pintu terbuka dan menyembul wajah Winda yang langsung berbinar karna melihat wajah Arga yang ada disebalik pintu.


"Eh Mas Ganteng !" sapanya sambil mengelus lengan Arga, Arga merasa risih dan menggeserkan tubuhnya kesamping dan menampakkan Yura yang berada tepat dibelakangnya, yang awalnya wajah Winda dan bibirnya tampak sumringah dan berbinar, kini wajah itu masam dan senyum dibibirnya tiba-tiba menghilang dan masam setelah melihat kehadiran Yura disana. Yura memandang Winda dengan tatapannya sungguh sangat membuat Winda sedikit menciut, meskipun bibirnya melebar dan tersenyum tapi itu tidak menghilangkan jiwa Yura yang emang sedikit emosional dan berani.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Winda malas sambil menyandarkan tubuhnya didaun pintu dan memainkan kukunya.


"Nih tadi kan dah bantu-bantu dirumah gue, tadi wak I..! "


'seetttt'


"Makasih dah mau repot-repot nganter kemari malam-malam " sahut Winda langsung merampas plastik kresek yang dibawa Yura, dalam sekejap plastik itu sudah berpindah tangan dan sudah diatas meja.Dan tidak memberikan kesempatan pada Yura untuk melanjutkan kata-katanya. Winda langsung ingin menutup pintu sebelum dia berbasa basi kepada Arga.


"Mas Arga gak mampir dulu ni, terimakasih ya sudah mau main kerumah Wiwin! "ucapnya centil dengan suara yang dibuat-buat sedikit mendesah dengan senyum yang sangat menjijikkan dimata Yura.


"Gak perlu! " ucap Yura membalikkan badan, tapi terdengar suara dari dalam.


"Loh tamunya kok gak disuruh masuk Buk? " terdengar suara seorang pria dari dalam, Winda sempat kaget karna Dewo seperti itu, sedikit manis.


"Ehm ini anu Mas! " Winda sedikit gugup karna orang yang dicemburuin Dewo ada didepan pintu sekarang.


"Emang siapa Buk ?" tanya Dewo menghampiri Winda dan membuka lebar kembali daun pintu, dan sungguh sangat terperanjat dia melihat Yura yang tinggi semampai, putih bersih terlihat dari lengannya Yura yang hanya mengenakan baju berlengan sesiku, dan wajahnya tampak fresh meskipun tanpa make up, meskipun berhijab tapi mempunyai daya tarik seperti magnet yang membuat Dewo tak bisa lepas dengan memandang Yura.


'Dasar mata keranjang, sama yang tertutup gini aja matanya mau melompat apalagi sama yang diluaran sana, munafik' batin Winda menggerutu.


"Oo, masuk dulu mbak mas! " ucapnya ramah, Arga dan Yura saling pandang genggaman tangan mereka tidak lepas sejak tadi, Arga mengangguk menandakan setuju. Yura menggeleng karna merasakan ada aura yang berbeda ketika tatapannya bersirobok pada Dewo tadi. Manik coklat Dewo saat menatapnya dan senyumnya itu menurut Yura sedang merencanakan sesuatu yang buruk, Yura menggeleng pelan.


"Sebentar saja sayang, gak enak juga kan, bilang sama temen kamu terus pantau kita" ucap Arga,dia tau jika istrinya ragu, namun dia menenangkan nya,sambil menoleh kekanan dan kekiri, sepi.


"Okey, mas masuk duluan ya,Yura mau bicara pada mereka dulu! " bisik Yura pura-pura batuk-batuk ingin muntah dipelukan Arga.


Arga melangkah masuk, dan Yura masih berdiri diteras rumah Winda melihat Kunkun dan Alea sedikit bingung menatap Yura.


"Win gue kesana bentar, rasanya mual mau muntah ni! " ucap Yura sambil berlari kecil menuju samping rumah dan tangannya mengkode Kunkun dan Alea ikut serta, untung aja tu hantu-hantu faham.

__ADS_1


"Lo berdua tetap standbye ya disampjng gue dan Mas Arga! " bisik Yura sangat lirih, tapi dua hantu itu tetep bisa mendengarnya.


"Emang kenapa Ra? "


"Gue punya firasat buruk, Dewo kayaknya ada rencana buruk sama kami berdua! " ucap Yura sambil pura-pura muntah lagi.


"Dah jangan banyak tanya lagi, jika terjadi sesuatu sama kita berdua, lo langsung pulang temuin Yuri,ok !" belum sempat kedua hantu itu bertanya lebih banyak lagi dan Yura sudah lari dan masuk kerumah Winda lalu duduk tepat disamping Arga, dan yang ternyata sudah disuguhi teh hangat. Dan tampak Arga dan Dewo sedikit berbincang-bincang, dan Winda astaga senyum tak lepas dari bibirnya, matanya itu ingin rasanya Yura mencongkelnya, dia terus menatap suami Yura.


"Ehem, maaf lama ya? maklum! " ucap Yura langsung mengalihkan perhatian ketiganya,dan terus berakting seolah-olah emang Yura mengalami mual hebat, sambil terus mengelus perutnya yang masih rata.


"Maklum Mas Dewo, istri saya lagi hamil muda! " jelas Arga ikut mengelus perut Yura dan membimbingnya duduk disampingnya dan tetap menggenggam tangan Yura lalu membawanya diatas pahanya. Dewo yang melihat itu merasakan ada sesuatu yang membludak dalam dirinya, dadanya terasa sesak, nafasnya tak beraturan. Tak ubah juga Winda, yang sejak tadi bibirnya selalu menyunggingkan senyum manis,kini Winda tampak cemberut dan memutarkan bola matanya dengan malas.


"Pegangan terus mbak Yura, mas Arga nya gak bakal lari kok! " ucap Winda dengan senyum terpaksanya dan memamerkan giginya yang terkena lipstik, ya tadi Winda menyempatkan diri memoles wajah dan bibirnya sebentar ketika hendak membuatkan teh.Yura yang melihatnya geli dan tertawa dalam hati.


"Heehee maklum,bawaan dedek bayi,mau dekat terus sama papinya mbak! " jawab Yura lalu semakin mengeratkan genggamannya bahkan mengelus punggung tangan Arga dan mengecupnya,yang membuat Winda semakin panas, Dewo melihat perubahan mimik wajah Winda dan sikapnya,Dewo hanya tersenyum miring.


'Dasar ****** tak tau diri' batin Dewo merutuki sikap murahan Winda.


"Eh diminum teh nya Mbak Yura, Mas Arga? " ucap Winda sambil menyunggingkan senyum.Yura dan Arga meraih gelas yang berisi teh itu lalu menyeruputnya. Setelah beberapa menit mereka setelah meminum teh itu, kepala keduanya terasa pusing dan merasa sangat mengantuk. Dan secara bersamaan kedua nya bersandar pada sandaran sofa.


"Eh, eh Yura Arga lo berdua kenapa sih? " Alea langsung mendekati Yura dan berusaha menyadarkannya dengan menepuk-nepuk pipinya Yura.


"Wah jangan-jangan tu ulat pisang ngasih racun lagi diteh Yura dan Arga, seperti mbak Talita dulu yang meracuni semua makanan kami, Sehingga gue jadi hantu penasaran begini! " ujar Kunkun.


"Tau ahk, kok malah curhat sih emergency ni, gimana Yura sama bang Arga mbak Kun? " Alea sudah mulai menangis.


"Hantu kok cengeng! "


Winda dan Dewo tertawa keras, merasa rencana mereka berhasil.

__ADS_1


"Deal ya Mas, Mas Dewo bisa mendapatkan Yura dan Aku bisa dapatkan Mas Arga !"


__ADS_2