
"Haaahahaahaa,stop bercandanya Kunti, ntar wak Imah gak berani dirumah, gue mau kerumah Pak Rt lagi ni !" Yuri masih memegangi perutnya, rasa panik yang mendera beberapa jam yang lalu kini hilang karna tingkah Kunti yang widih sok imut dan sok suci itu.
" Gue serius Ri, Mas Dion itu laki-laki baik, dia gak mau berzina makanya menikahi kami berlima secara sah, secara agama dan negara Ri ,sekarang dia harus menanggung perbuatan Mbak yu Talita, gue juga jadi gak bisa ketemu mas Dion lagi,huuhuu gue jijik sama badan gue Ri! "
" Lo tinggal mandi aja sono dikamar mandi dekat gudang, tapi pelan-pelan aja ya, biar hilang jejak bekas sentuhan Dewo, tapi lo harus ingat Mbak Kunti yang terhormat, lo itu H-A-N-T-U, so bersikaplah layaknya hantu, faham? " sentak Yuri.
" Iya-iya Yuri, gue lagi sedih juga! "
"Hahahaha, lo mau lagi sedih, mau lagi seneng, muka lo tetap nyebeli kun! "
Kunti hanya mengerucutkan bibirnya,maju 5centi, kagak ada seksi-seksinya.
"Eh lo bilang tadi suami lo nikahi kalian berlima, wah keren dong! "
"Iya, tapi gue cuma ngerasain kebahagian itu cuma 4bulan, gue dah keburu diracuni sama mbak yu Talita, tu sikutu kupret! " kenangnya.
"Oo, jadi judulnya dulu dimadu? "
"Iya, Mas Dion sudah nikah 4kali Ri, tapi gak belum dikasih momongan, Mas Dion pengen punya anak, ternyata Mas Dion gak tau jika keempat istrinya itu semua KB, mereka gak mau badannya melar kalo sudah punya anak, jadi Mas Dion ketemu sama gue, dan kami saling tertarik dan menikah deh, 2bulan menikah gue hamil, dan perharian Mas Dion penuh ke gue, jika kakak madu gue yang 3 gak cemburu yang penting duit ngalir terus, tapi lain dengan mbak yu Talita kakak madu tertua, dia punya rencana buruk terhadap kami, eh malah dia juga senjata makan tuan, hiihii dia ikutan ko'it Ri! " cerita Kunti dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
" Astaga Kunti, lo itu hantu, kagak usah gitu amat muka nya, yang ada gue bukan sedih tapi malah ngakak! " ucap Yuri melihat ekspresi Kunti, Yuri emang paling bisa buat hantu-hantu ini pada gemes dengannya, mulut Yuri yang emang ledesnya kayak bon cabe level 21,para hantu-hantu ini juga jadi maklum.
"Gue sedih beneran Ri! "
"Lo tu hantu, kagak ada sedih-sedihan, ngelawak lo! "
"Haaahaaahaaa Yuri bener, sejak dari masih jadi manusia sampe jadi hantu dah 21tahun, siMaimunah ini baperan Ri" sikutu kupret menimpali,lalu duduk dekat Kunkun.
"Tak ada yang perlu disesali adik kelima! " sahut siTambun.
"7tahun lagi Mas Dion kita keluar dari penjara, kita bisa kok jenguk mas Dion dengan bantuan Yura dan Yuri! " Sahut siBungkring yang nagkring diatas ayunan.
Kenaan yang melihat Yuri masih berbincang-bincang dengan teman kasat matanya, ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri, namun siTambun yang sudah terlanjur melihat Kenaan berada didepan pintu langsung saja berteriak.
"Hei ganteng, sini ikutan gabung dong sama kita-kita, kan biar cuci mata! "
"Lo mau gue panggilin ustadz Abdil semat yang lagi viral didumai ini iya? biar lo semua dimasukin kedalam guci terus gucinya dibuang kedasar laut, lalu lo semua kagak bisa ketemu sama mas Dion kalian itu, mau? " bentak Yuri pada Tambun dengan mata membulat sempurna.
"Bercanda doang Ri, serius amat, cepat tua lo nanti, muka lo keriput terus tu SiMas ganteng kagak mau lagi sama lo! " jawab siTambun lagi. Sengaja membuat Yuri semakin marah.
__ADS_1
Yuri sudah bersiap-siap ingin mengayunkan gagang sapu yang ada disampingnya.
"Astaga Yuri, gue ini cuma hantu, jangan emosi, kabuuurrrr! " setelah berkata seperti itu Tambun langsung terbang entah kemana, dengan cirikhas tertawanya yang gak merdu itu, sudah dini hari pasti tu suara ketawa siTambun membuat warga ketakutan, dasar hantu somplak.
Kutu kupret dan Kunkun hanya terkekeh.
"Lo persis Yura Ri!" ucap Kutu kupret disela-sela kekehannya.
"Gue kembarannya begok! "
"Ahk iya gue lupa, semenjak Yura pindah kesini, jadi semakin ramai, tapi tu anak ganteng siYura kok gak balik-balik ya, kasian tu Alexa kagak ada temennya! "
"El masih tempat Ayah sama Ibuk, dia emang betah disana !" sahut Yuri mengambil ponselnya dari saku karna bergetar.
Kenaan : (Sayang, kita jadi pergi kerumah Rt gak ni).
Cantik : (Kayaknya besok aja deh, sudah pagi juga gini, mungkin lagi istirahat).
Kenaan : (Ok😍😍)
Cantik : (Lebay😡😡)
"Mas, tu kayaknya Mbak Yura dan Mas Arga sudah siuman, jarinya gerak-gerak" Wak Imah tiba-tiba muncul dan melaporkan perkembangan Yura dan Arga.
" Oo iya Wak, saya kesana sekarang,saya panggil Yuri dulu" jawab Kenaan lalu bangkit dan melangkah menuju dimana Yuri sedang mengobrol dengan teman-temannya.
"Sayang, Yuri Cantika,sudah selesaikah pembicaraan nya? " yang dipanggil menoleh, melihat ke arah suara,Kenaan melambaikan tangannya.
"Baku amat bahasanya" gerutu Yuri lalu bangkit yang diikuti Kunkun. Yuri yang menyadari langsung berbalik.
"Mau kemana lo, jangan ngekor! "Tunjuk Yuri kearah kunkun.
"Gue mau masuk, mau liat Yura dan Arga, sapa tau sudah siuman kali Ri! "
"Heem, ya udah sana, tapi jangan berisik ya, kasian Yura dan Arga! "
"Iya-iya, yuk mbak yu! "
Kunkun dan Kutu kupret pun melayang menembus dinding, sementara Yuri menghampiri Kenaan yang berdiri didepan pintu.
__ADS_1
"Ada apa bang? "
"Kliatannya asyik bener ngobrolnya? "
"Lagi ngasih tausiyah tengah malam sama hantu-hantu ganjen itu! "
"Cemburu ya saat hantu-hantu itu godain abang?" ledek Kenaan.
"Ihk apaan siBang Ke, ya gak lah, masa gue cemburu sama ulah hantu-hantu itu, gak lah! " kilah Yuri padahal wajahnya sudah memerah karna tebakan Kenaan.
"Yakin? " ledek Kenaan lagi yang membuat Yuri semakin salah tingkah.
"Ehm, oya Bang key mau apa panggil gue kesini? " ucap Yuri lagi mengalihkan pandangan dan pembicaraan Kenaan. Ahk bikim malu aja, jadi ketauan deh gara-gara kunti somplak tadi, batin Yuri.
"Haaahaa, itu Yura dan Arga sudah siuman, yuk kita temuin mereka! " Yuri yang nendengar penuturan Kenaan langsung bergegas masuk kedalam dengan sedikit berlari.
"Pelan-pelan Cantika? " seru Kenaan yang mengikuti langkah Yuri. Yuri tidak menghiraukan seruan Kenaan, dia hanya ingin segera ketemu Yura dan Arga.
"Yura,Bang Arga! " panggil Yuri setelah didepan pintu kamar, tampak Bik Imah sudah menyuapi Yura susu hangat, dan segelas susu satu lagi masih diatas meja, Arga masih terbaring.
"Ri kita berdua kenapa kok sampe pingsan begini? " tanya Yura masih lemah.
Kenaan membantu Arga untuk duduk dan menyodorkan segelas susu tersebut, Arga menenggaknya hingga tandas.
"Udah, lo abisi aja dulu susunya, nanti kita ceritain ya! "
"Seinget gue tadi kita dirumah Dewo ya, minum teh terus, Astagaaa, jangan-jangan kita berdua dikasih obat tidur kali ya sama Dewo! " ucap Arga menduga-duga namun dugaannya emang benar.
"Udah lo berdua istirahat aja dulu, gak usah terlalu banyak mikir, lo juga Ra habisin tu susunya ya !" sahut Yuri lagi lalu mengambil alih gelas dari tangan wak Imah.
"Terimakasih ya Wak, wawak istirahat saja dulu dikamar Yuri, disebelah ya! "
"Oo iya terimakasih mbak, uwak ngantuk banget ni! "
" Iya Wak, langsung aja masuk wak, tarik aja kasurnya yang satu ya wak! "
" Ok mbak, uwak tinggal dulu ya! "
"Siip wak! "
__ADS_1
Yura hanya memperhatikan mereka semua yang ada disini, kenapa juga wak Imah sampe sepagi ini dirumahnya, pasti ada apa-apa ini, tapi saat Yura ingin bertanya lagi, Yuri sudah menyodorkan gekas berisi susu itu kemulutnya, mau tak mau Yura pun menenggak habis terlebih dahulu susunya. Sambil menenggak susunya, Yura masih berfikir apa yang terjadi pada dirinya, dia hanya ingat saat dirinya merasa sangat mengantuk, entah tangan Arga entah siapa yang terus membelai pipinya dan meraba kedaerah-daerah sensitif lainnya. Yura ingin protes dan ingin melihat siapa yang sudah memyentuhnya namun matanya sangat mengantuk dan tak sanggup lagi membuka matanya, setelah itu dia benar-benar terlelap dan tidak tahu apa-apa lagi,dan setelah membuka mata sudah ada wak Imah dan sudah berada dikamarnya.