Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 25. Winda dan Dewo mendapat balasan


__ADS_3

Saat matahari sudah mulai meninggi, Yuri dan Kenaan menuju rumah pak RT, tampak diteras rumah pak RT,dua manusia yang tak tau diri, sama-sama gila,Winda meringkuk mungkin kedinginan karena bajunya yang sangat kurang bahan, dia masih mengenakan lingerie berbahan sangat tipis.


"Heh, dasar ******!"Yuri menendang ujung kaki Winda,Winda terkejut lalu dia terduduk dengan tangan dan kaki masih terikat,Dewo yang berada tidak jauh dari nya pun mendapatkan guyuran air segar dari Yuri.


'Byuurr'


"An... "belum sempat Dewo melanjutkan makiannya sudah diguyur kembali oleh Yuri.


'Byuuurr'


"Apa lo,mau memaki gue hah, mau apa?"emosi dengan mendelikkan matanya, Kenaan menarik tangan Yuri mendekati pintu utama rumah Pak RT.


'Tok tok tok'


"Assalamualaikum,pak RT?" salam Kenaan.Yuri memainkan ponselnya,tiba-tiba saja ponselnya berdering.


'Triing triing triing'


"Siapan?" tanya Kenaan


"Ayah, Yuri harus ngomong apa ni Bang jika Ayah bertanya tentang Yura?"Kenaan mengangkat kedua bahunya,Yuri hanya memandangi ponselnya yang masih berdering, hingga panggilan itu mati.


'Triing triing triing'


Yuri melihat ponselnya kembali,tertera nama Ayah memanggil.


"Hallo Assalamualaikum Ayah?"jawab Yuri terbata.


(Waalaikumsalam,Yuri dimana kakakmu,kenapa Ayah telfon tidak diangkat-angkat kalian baik-baik saja kan? )


Pertanyaan Ayah memberondong Yuri.


"Satu-satu Yah,mungkin Yura membuat mode silent handphone nya Yah,kami baik-baik saja Yah!"jawab Yuri berbohong.


(Oh syukurlah,Ayah sangat khawatir sekali)terdengar suara helaan nafas Ayah Lintang diseberang sana.


"Iya ayah"Yuri menjawab dengan singkat.


(Ya sudah,Ayah tutup dulu telfonnya,El mengajak bermain)


"Baik Yah,salam dengan ibu dan El yah,Assalamualaikum!"


'Huuhaaaa'


Yuri membuang nafasnya kasar lalu mengelus dadanya.


"Deg deg degan,berasa jadi maling tapi ketahuan"


Kenaan yang melihatnya terkekeh sambil mengacak rambut Yuri,bersamaan dengan terbukanya pintu rumah Pak Rt.


'ceklek'


Yuri dan Kenaan membalikkan badan.


"Eh Mas Kenaan dan Mbak Yuri, mari masuk Mbak,Mas"ketika istri Pak Rt membukakan pintu,beliau membuka lebar daun pintu itu.Beliau melongok sebentar kearah manusia gila itu.Lalu memanyunkan bibirnya.


"Yuk mbak, mas..!"ajak Buk Rt,mereka duduk diatas karpet yang dibentang didepan TV.

__ADS_1


"Wah mbak Yura dan Mas Kenaan sudah datang saja, maaf saya tadi masih sarapan!"Pak Rt keluar dari dapur lalu menyalami kedua tamunya.


"Duduk Mas, mbak Yura!"ucapnya


"Yuri pak,saya Yuri !"


"Oo hahaaha maaf,maaf yo mbak, rai ne podo mbak!"jawab Pak Rt sambil tertawa.


"Haahaa iya pak,namanya juga kembar"


"Oo iya-iya saya lupa!"


Yuri hanya terkekeh kecil menimpali ucapan pak RT nya Yura itu.


"Buk buati teh hangat untuk tamu kita ya!"titahnya


"Enggeh pak!"istri pak Rt itu menuju kedapur.


"Jadi mau kita apakan dua manusia itu ya pak?"Yuri to the point saja.


"Itu terserah mbak Yuri dan Sintya,jika keluarga mbak Yuri dan Sintya setuju,kita serahkan saja mereka berdua kepada yang berwajib!"


"Saya setuju pak Rt"ucap Kenaan.


"Saya juga setuju pak,tapi sepertinya saya belum puas jika tidak membalas perbuatan mereka kepada keluarga saya pak!"ucap Yuri.


"Sayang,jangan begitu biarkan pihak berwajib yang menaganinya,lagian kita harus fokus keYura,keadaan Yura sedang tidak baik-baik saja!"Kenaan mencoba memberi pengertian pada Yuri.


"Baiklah,bukti-bukti sudah lengkap jadi demgan mudah kita menjebloskan mereka kepenjara!"sambung Yuri.


"Ya"


"Disambi mbak,Mas,monggo!"


"Ehm jadi merepotkan Buk,jadi gak enak sama buk Rt ni!"jawab Yuri menyeruput tehnya yang diikuti Kenaan.


Tidak lama dua orang pria datang mengetuk pintu.


"Selamat pagi Pak buk,kita berdua dari polsek dumai barat, apa benar ini rumah pak Rt?"


"Oo benar sekali pak,dengan saya sendiri,silahkan masuk pak!"pak Rt bangkit dan menyalami kedua pria itu.


"Silahkan pak, silahkan!"


"Oy pak,mengapa 2 orang yang didepan sana diikat tangan dan kakinya!"tanya seorang polisi yang berpenampilan preman itu.


"Oo mereka yang sudah membunuh kedua orang tua Sintya,merampok dirumah Sintya dan telah melecehkan saudari saya pak!"Yuri menjawab pertanyaan polisi itu dengan berapi-api.Kedua polisi itu pun mengangguk mengerti.


"Apakah anda sudah memiliki bukti bahwa mereka yang telah melakukan semua kejahatan itu buk?"


"Ya kami punya buktinya"Kenaan mengeluarkan ponselnya dan memutar percakapan Dewo dan Pak Diman.Lalu Kenaan mengeluarkan ponsel Arga,dan memutar rekaman yang telah direkam Arga dan percakapan Winda saat ingin melecehkan Arga dan Yura.


"Baiklah,bukti ini sudah sangat kuat karna tersangka sudah mengungkapkannya sendiri,jika begitu kami akan membawa kedua tersangka kekantor sekarang juga,dan Ibuk,bapak dan pak Rt ikut kekantor polisi sebagai saksi!"


"Baik pak!"jawab Yuri mengikuti langkah kedua polisi itu keluar rumah menghampiri Dewo dan Winda yang sejak tadi berteriak minta makanan dan minuman.


Kedua polisi itu pun memborgol kedua tangan Dewo dan Winda.

__ADS_1


"Hei pak,saya sangat haus dan lapar!"pekik Winda sambil memberontak, Dewo tampak banyak diam,dia hanya menundukkan kepalanya.


"Hei ****** diam lo"Yuri ingin menjambak rambut Winda yang langsung diurungkan Kenaan.


"Sabar sayang!"


'Cuiih'


'Plaaak, plak'


Tanpa Kenaan duga Yuri yang urung menyerang Winda karna ia cegah namun Yuri justru menyerang Dewo,meludahi wajahnya Dewo dan menamparnya.


"Untuk Yura dan Bang Arga, bangsat!"


"Maaf buk,sudah serahkan mereka pada kami?"ujar pak polisi itu.


"Maaf buk,apakah ada baju yang sedikit tertutup untuk dia?"tanya pak polisi itu kepada buk Rt, buk Rt hanya mengangguk dan masuk kedalam,keluar dengan membawa sehelai daster.


"Eh Buk Rt ya kali gue pake baju daster kumal begitu!"ujar Winda.


"Heh,lo itu mau masuk sel buka mau manggung atau jual diri bacot banget si lo!"timpal Yuri.


Winda hanya bersungut saat buk Rt memakaikan daster tersebut.


Kenaan dan Pak Rt ikut pada mobil kedua polisi itu,Yuri mengendarai mobilnya sendiri menuju kantor polisi.


Pak Diman hanya terpaku melihat sanga anak dibawa kekantor polisi,Ibunya hingga pingsan menghadapi kenyataan ini.


"Pak Dewo,arek digowo nangdi?"


"Pak, kepiye iki?"


"Arum kepiye pak?"panik,


Ibu Dewo sangat histeris yang pada akhirnya beliau tidak sadarkan diri.Arum yang merasa sangat terkejut dan shock hanya bisa menangis dan menunggui mbah Utinya.


"Mbah bangun Mbah,kalo mbah kenapa-kenapa Arum sama sapa mbah,bangun Mbah!"Arum terus terisak.


"Ayah sama Ibuk orang jahat ya mbah,Ayah sama Ibuk gak sayang Arum mbah!"


"Huss ojo ngomong koyok kui,Ayah sama ibuk sayang kok!"jawab pak Diman merasakan pilu melihat keadaan istri dan cucunya.Keluarga nya berantakan.


"Ahkk!"pak Diman menyugar rambutnya kasar.Meskipun Dewo bukan anak kandungnya,tapi dia sangat menyayanginya.


Proses demi proses pun sudah mereka lalui,tinggal menunggu sidang,bukti sudah menjelaskan bahwa mereka berdua bersalah.


Yura juga sudah mulai membaik sudah tidak menyakiti dirinya lagi dengan cara berendam lama untuk menghilangkan jejak-jejak sentuhan Dewo,Arga yang telaten mengurus Yura,namun Yura masih tampak diam seperti saat ini ketika semua teman kasat matanya menjenguknya.


"Ra ngomong dong?"rengek Kunkun,namun Yura tak bergeming dia hanya berbaring memandang keluar jendela dengan tatapan kosong.


"Ra,kita kangen sama lo yang cerewet sama kita lo!"Alea terisak.


"Yura,ayo dong jangan kayak begini terus,ntar make lo gue abisin ya,gue banyak job ni!"timpal Tambun lagi,namun lagi-lagi Yura tak menggubris,padahal biasanya Yura akan sangat murka jika barang-barangnya disentuh dengan hantu-hantu somplak itu.


Alexa duduk tepat dibelakang Yura,Alexa mengelus rambut Yura dengan lembut dan penuh kasih sayang,Alea mendekatinya dan ikut mengelus pundak Yura.


"Pulihlah kak,kita kangen sama kakak!"Alexa mengecup rambut Yura.

__ADS_1


"Ra,lo jangan kayak gini dong,kasihan anak lo,atau lo mau anak lo diasuh sama lima kunti jorok itu!"ucap Alea yang mendapat pelototan kelima kunti itu.


__ADS_2