Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 46


__ADS_3

"Huuuwaaaaaa,Aaaahhhkkk"pekikan itu sangat histeris,suaranya terdengar sangat menyayat hati,sesakit itu kah?


"Lepasin,sakiiitt sialan"umpat.


"Panas,panas"pekiknya lagi,Yura segera menghampiri Arga dan Adrian manjauh dari Upin,Ipin dan Ipan.Arga segera meraih Rose membawanya dalam gendongan.


"Gindo,Gindo satu dan dua siaga"seru Yura.


"Siap Ra"mereka bertiga mengelilingi tubuh Akexa yang melinjang-linjang kesakitan sementara itu Upin bergerak maju didepan Gindo diikuti kedua temannya.Tangannya menyentuh tangan Alexa.


"Ja-ja-jangan sentuh aku"pekiknya


"Sakit"


"Kakak ingin sembuhkan?"tanyanya polos setelah Alexa sedikit lebih tenang,Ipin dan Ipan memegangi tubuh Alexa.Tanda merah dileher Alexa merah menyala. Kepala Alexa mendongak keatas,kedua bola matanya memutih.


Alea yang melihat itu mendekati Alexa.


"Kenapa Alexa seperti ini?"pekiknya histeris deraian air mata tak bisa dibendung lagi.


"Kakak tenang dulu,dia akan baik-baik saja"jawab Upin.


"Diam,jika terjadi sesuatu pada Alexlo harus bertanggung jawab"hardik Alea pada Upin.


"Al,jaga bicara lo.Mereka hanya anak kecil,lo lupa apa yang terjadi pada Alexa?"tegur Gindo tegas.


"Apa?lihat Alexa sejak tadi kesakitan dan lo semua hanya bisa diam doang"sentak Alea mencoba ingin meraih tangan Alexa namun ditepis kasar oleh Ipin dan Ipan.


"Jangan sentuh kak,bahaya"spontan Ipan membentak.


"Dasar anak kecil kurang ajar,Alexa adik gue dia tanggung jawab gue"bentak Alea ingin tetap memegang tangan Alexa.


'Wwuuuuussshhhh braaakkk'


Tubuh Alea terpental jauh setelah ujung jarinya menyentuh kulit Alexa.


"Alea"teriak Yura khawatir melihat tubuh Alea terbang tinggi lalu terjatuh.


"Aawwww"Alea meringis ia bangkit dibantu Gindo.


"Lo manut,tuyul itu akan membantu Alexa dari jeratan mahluk gaib milik Romi"jelas Gindo,Alea terperangah.


"Alea,siapa Alea mbak,ini Sintya"tiba-tiba Sintya muncul dari belakang.Yura tampak kikuk.


"Ehm,anu itu Sin,kita kebelakang yuk?nanti gue jelasin"Yura langsung menarik tangan Sintya diikuti Arga.


"Itu anak siapa mbak?"tanyanya lagi.


"Kita kedapur aja yuk,sudah siang juga kan kita buat sarapan ya?"ajak Yura.


"Boleh,Sintya juga sudah laper mbak,heeeheee"Sintya nyengir.


Arga membaringkan Rose disofa yang berada didapur,lalu Arga kekamar mandi untuk bersih-bersih.


"Mi,Abang buatin kopi susu ya"pintanya.


"Permintaan dituruti Papi"Yura menirukan gaya hormat upacara bendera.


"Seneng lihat Mbak Yura dan Mas Arga,meskipun kadang ribut tapi masih mesra terus"Sintya melirik Arga yang berlalu kekamar mandi.


"Tapi lo jangan mikir untuk nikung Bang Arga dari gue ya?"ucap Yura to the point.


"Heehee ya gak lah Mbak,aku mah sudah dianggap sebagai adik sama Mbak Yura dan Mas Arga sudah bersyukur banget,aku gak bisa balas Mbak,dan rasanya kau gak mungkin jahati Mbak setelah apa yang telah Mbak Yura dan Mas Arga lakukan ke Aku"jawab Sintya sedikit menyentil hatinya namun bener adanya ucapan Yura.


"Gue bercanda kali Sin,tapi ya lo jangan pernah berpikir ganggu rumah tangga oranglah"ucapan Yura selalu pedas tapi benar.

__ADS_1


"Iya Mbak,terimakasih ya sudah ngingetin Aku dan ngajari Aku tentang hidup ini"Sintya berucap tulus,ia memeluk Yura dari belakang.Yura hanya tersenyum.


"Ya sudah lo duduk saja sana temani Rose"perintah Yura,sementara Arga yang sudah keluar kamar mandi langsung membantu Yura menyiapkan sarapan.Entah apa yang terjadi didepan,fikiran Yura bercabang.


"Gimana keadaan Alexa ya Bang"tanya Yura pada Arga.


"Hemm,Abang gak tau sayang"


"Abang panggil Adrian sana,kita sarapan bareng"perintah Yura.


"Sip,tapi sebentar lagi ya,Abang mau kewarung dulu beli rokok"


"Ya jangan lama-lama"ucap Yura.


Arga pergi melalui pintu belakang, ia tak ingin mengganggu acara para hantu itu didepan.Setelah suara motor menjauh Yura mendekati Sintya.


"Sin,gue mau cerita"


"Apaan Mbak,cerita aja"


"Ini mengenai Rose"Yura membelai kepala Rose lalu mencium pipi gembilnya.


"Ya,Rose anak siapa Mbak?"Sintya mengira jika Rose adalah anak selingkuhan atau madu Arga,karena wajah Yura tampak suram dan sedih sekali.


"Apakah Rose anak selingkuhan Mas Arga Mbak,wah mulia sekali hati mbak Yura mau menerima Rose"sambung Sintya lagi.


"Bukan"jawab Yura cepat.


"Rose anak Alea,Alea itu penghuni rumah ini"Sintya tiba-tiba saja merinding dengan ucapan Yura.


"Jangan takut,mereka semua baik,bahkan saat menyelamatkan lo ada campur tangan dari tim mereka,dan saat lo.... "ucapan Yura terhenti ketika mendengar pekikan Alea dan Alexa.


"Aaahhkkkk,Yuraaaaaa"pekik Alea terdengar hingga kebelakang.


"Sin,lo gue tinggal sebentar ya,tolong jaga Rose sebentar"Sintya mengangguk,Yura segera berlari kedepan,ia sudah tidak sabar apa yang sudah terjadi pada Alea dan Alexa.


Tubuh Gindo terpental dan tersungkur tepat didepan kaki Yura.Gindo meringis,kepalanya mendongak.


"Maaf Ra,tenaga Alexa sekarang lebih kuat karena tanda merah dilehernya dari suruhan Romi"Gindo berdiri disamping Yura.


"Apakah dia baik-baik saja?"khawatir,Yura berjalan mendekati Alea.


"Oom Gondo bantu kita pegangi kakak cantik ini lagi ya,aku mau hapus tanda yang bisa mengetahui dimana kakak cantik ini berada"jelas SiUpin.


"Hah,apakah bisa dihapus?"tanya Yura.


"Romi brengsek,gak cukup lo buat gue dan Rose menderita,sekarang lo usik Alexa,sialan"pekik Alea,ia tergugu tubuhnya terguncang.


"Bisa sumpal mulut kakak itu"ucap Ipan pada Kutukupret,Kutukupret memandang Alea,memberi kode agar diam.


"Dasar bocah si... "


"Al diam,ini juga demi kebaikan Alexa"bentak Yura,Alea memandang sinis pada Yura.


"Jika lo keberatan mereka menyelamatkan Alexa dari jeratan gaib Romi,silahkan bawa pergi Alexa"hardik Yura lagi,Adrian mengelus pundak Yura.Wajahnya memerah menahan amarah.Alexa telah terkulai lemas tanda merah tersebut telah berubah menjadi hitam kebiruan.Gindo dan kedua temannya masih juga memegangi Alexa.


Upin mengambil sesuatu dari kantong pada kolornya yang sebelah belakang seperti serbuk,atau lebih pastinya seperti bedak.Upin mengoleskan serbuk tersebut pada tanda merah yang sudah berubah warna.


Antara percaya dan tidak percaya tanda hitam yang seperti memar itu perlahan samar dan bahkan menghilang.Tubuh Alexa mengejang dan matanya terbelalak namun hanya sebentar,setelah itu matanya tertutup rapat seperti orang yang sedang terlelap.Alea menghambur mendekati tubuh Alexa.


"Maafin gue Xa,lo menderita semasa hidup sekarang lo ikut menderita karena gue juga,Xa bangun"Alea mengguncang-guncang tubuh Alexa.


Upin,Ipin dan Ipan duduk berderet disofa,mereka tampak kelelahan, sesekali menguap.


"Kalian lelah?"tanya Yura.

__ADS_1


"Banget Tante,apalagi setelah bekerja keras menghilangkan tanda merah tersebut Tante,kita butuh istirahat"jawab Ipan yang telah memejamkan matanya.


"Ehm ya sudah lo bertiga ikut saja ke basecamp para hantu-hantu ini,setelah merasa enakan dan cukup istirahatnya lo bertiga kesini lagi,masih banyak yang harus lo jelasin ke gue tentang tanda ditubuh Alexa"ucap Yura panjang kali lebar.


"Siap Tante"jawab mereka serentak.


"Gindo bawa mereka istirahat"perintah Yura.


"Siip Ra,laksanakan"Gindo hormat pada Yura.


"Gak usah bercanda,sudah sana kasihan mereka tampak lelah sekali"Yura terkekeh melihat tingkah Gindo yang mulai konyol.


"Kita ikutan deh"pinta Cungkring dan Bungkring.


"Ya sudah buruan sana"sentak Adrian.


"Ihk ganteng jangan galak-galak,gue tetep suka kok"jawab Tambun.


'Kletok'


Tongkat ajaib Kutukupret mendarat dengan cantik dikepala Tambun.


"Jiwa pelakor dan gatel lo gak berubah-berubah ya,jaga harga diri sedikit dong meskipun sudah menjadi hantu"hardik Kutukupret lalu menjambak rambut Tambun dan membawanya pergi jauh-jauh dari Adrian.


"Kun bawa Lola ngesot"teriak Kutukupret sebelum menghilang di sebalik dinding.


Kunkun yang tadinya ingin terlelap kembali langsung tersentak dan mencari-cari keberadaan Lola ngesot.


"Ngesot dimana lo,jangan cari alasan hanya karena biar lo bisa bertemu terus dengan Adrian ya?"pekik Kunkun.


"Huuusss,syuut jangan teriak-teriak!lo kira ini hutan apa?"bentak Yura.


Gindo dan ketiga temannya telah membawa ketiga bocah botak tersebut,sebelum menembus dinding pembatas antara teras dan ruang tamu Gindo menoleh.


''Ra,mungkin setelah ini kita akan kedatangan tamu suruhan Romi,setelah mereka tahu yang menempel pada tubuh Alexa telah kembali,maaf kami tidak bisa menangkapnya"ucap Gindo.


"Terus"


"Tenang saja,kita semua akan selalu ada buat lo dan keluarga lo"ujar Gindo lalu membalikkan tubuhnya,meninggalkan Yura yang masih bingung dengan kata-kata Gindo.


"Rian,apakah lo merasakan apa yang gue rasakan?"tanya Yura begitu antusias.


"Emang lo merasakan apa?gue bukan paranormal yang bisa nebak kata hati dan fikiran orang,gue hanya punya kemampuan bisa lihat hantu-hantu somplak temen-temen lo itu"jelas Adrian.


"Sial lo Adrian,gini-gini juga kita bisa lindungi lo semua"hardik Alea yang masih menopang kepala Alexa dipahanya agar tidak terbaring secara langsung dilantai.


"Dasar hantu ya,semuanya mati,lo sadar gak sih?kita begini juga karena ulah siapa,mikir?"Adrian bangkit lalu menunjuk kepalanya sendiri dengan telunjuk dan mendekati Alea.


"Fikir,fikir"ucap Adrian lagi,Adrian merasa kesal sedari tadi melihat kelakuan Alea yang tidak tahu terimakasih.


"Lo harusnya sadar,jika semua kekacauan ini,dan nyawa kami semua terancam terutama Yura dan Arga itu juga karena lo,anak lo ada disini"tekan Adrian karena sangat geram sekali pada Alea,sepertinya Adrian sudah tidak bisa menahan emosinya.Alea hanya menunduk meneteskan air mata,ia mengelus kepala Alexa yang masih terlelap.


"Adrian,sudah!jangan mengungkit apa yang telah kita lakukan,kita harus ihklas meskipun mereka yang kita bantu hanya hantu-hantu gentayangan,hantu penasaran yang urusan dunianya belum kelar"kata-kata Yura kali ini sangat bijak tidak mengikutkan egonya.


"Gue minta maaf?"ucap Alea tanpa memandang Adrian dan Yura,ia sudah terlanjur malu,wajahnya menunduk,liquid bening itu terus mengalir dari sudut matanya tanpa aba-aba.


Wajah Adrian masih memerah menahan amarah,Adrian terlihat sangat bengis.


"Huuufff"Yura menghela nafas.


"Ya sudah,lo bawa Alexa istirahat sana,sudah siang juga kita butuh makan dan istirahat juga"titah Yura.Adrian bangkit tanpa menoleh dan tanpa berbicara sepatah katapun,ia menuju dapur,tampak Sintya mendekap Rose yang sedang terlelap,bahkan ia juga ikut terlelap.Yura mengikuti langkah Adrian,Arga sedang menikmati secangkir kopi yang telah disediakan istrinya tadi.


"Sudah sayang?"


"Sudah,yuk sarapan"Yura menggamit lengan sang suami tercinta,tidak lupa ia membangunkan Sintya dan Rose untuk sarapan bersama.Mereka menikmati hidangan tersebut tanpa kata-kata,hening.Namun tiba-tiba saja.

__ADS_1


"Yuraaaaa,gawaaat!"


__ADS_2