Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 22. Digrebek warga


__ADS_3

Suara dobrakan dan langkah yang banyak dan ribut sekali membuat Winda keheranan, ada apa diluar kenapa ramai sekali fikirnya. Tanpa fikir panjang dia keluar dari kamarnya dalam keadaan sangat berantakan, posisi Yuri yang sangat dekat dengannya langsung menerobos masuk kekamar dan betapa terkejutnya Yuri, Arga sudah bertelanjang dada, celana bahannya juga resletingnya sudah turun tapi celana belum dipelorotkan.


"Astagfirullahala'zdim! " Yuri segera menyambar selimut badcover disamping Arga lalu menutupnya asal,karna banyak warga ikut menlongok kedalam untuk melihat ada apa didalam. Winda yang sudah tertangkap basah dengan keadaan seperti itu langsung saja diringkus para ibuk-ibuk.


"Dasar ******, wes nduwe bojo kok yo berzina juga! " umpat seseibu yang ikut meringkus Winda, sangking geramnya hingga dia menarik tali bra Winda hingga putus.


Yuri menghampiri mereka,lalu mencengkram dagu Winda.


"Dimana Yura bangsat? "tanya Yuri emosi sekali, yang ditanya bukan menjawab justru malah menyeringai.


"Jawab setan? " amarah Yuri sudah diubun-ubun lalu menampar Winda.


'Cuuiiih'


Winda meludahi Yuri, dan mengenai lengannya.


"Dasar ******" Yuri menjambak rambut Winda.


"Dimana Yura atau gue akan sobek-sobek mulut lo?" pekik Yuri lagi, tatapan matanya merah, menusuk tepat kemanik Winda, sehingga membuat Winda sedikit gentar namun semua itu tak lagi terlihat ketika dia melihat sosok jangkung berwajah bule itu berada dibelakang Yuri. Dia tersenyum nakal.


"Eh, mas Kenaan! " ucapnya dengan nada dibuat-buat.


"Oo dasar wedo'an ra gadek iki, urat malu e wes putus! " ucap seseibu lagi.


"Wes diarak nang balai desa wae iki " jawab yang lain.


"Sayang, Yura ada dikamar belakang !" bisik Kenaan pada Yuri.


"Kali ini lo selamat anj**g" maki Yuri sambil menendang kaki Winda sebelum meninggalkannya. Yuri ikut melangkah cepat dibelakang Kenaan.


"Yuraaa" teriak Yuri histeris, Yura hampir telanjang bulat, atasan Yura sudah terbuka, hanya tinggal celana legging dan dalaman saja. Dewo tampak. meringkuk disudutan kamar, sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah segar, dia hanya mengenakan segitiga pengamannya saja.


"Dasar biadab,lo apain Yura? " pekik Yuri sambil menampar Dewo dengan membabi buta. Kenaan yang melihat itu langsung menarik tubuh mungil Yuri dalam dekapannya.

__ADS_1


"Untuk saat ini, jangan luapkan emosi kamu dulu, kita urus Yura dan Arga dulu, okey? " bisik Kenaan lagi sambil terus mendekap Yuri yang terus memberontak.


"Gue akan bunuh dua manusia iblis itu bang, lepasan gue bang! " berontaknya.


"Sialan lo Dewo, Winda bangsat! " teriak Yuri sangat keras.Dengan sekuat dia terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Kenaan.


"Kita fokus pada Yura dan Arga dulu ya sayang! "Yuri melemas lalu Kenaan merenggangkan dekapannya, Yuri melangkah gontai kearah tubuh Yura yang pingsan, entah obat apa yang mereka berikan hingga membuat Arga dan Yura pingsan selama ini. Yuri segera memperbaiki pakaian Yura, begitu juga Kenaan langsung menuju kamar dimana Arga disekap dan dilecehkan oleh Winda.


"Pak RT dan Pak Rw, saya serahkan dulu urusan manusia-manusia ****** ini kepada bapak, saya dan Kenaan akan mengurus Bang Arga dan Yura dulu, saya takut terjadi sesuatu pada kandungan Yura pak! " ucap Yuri kepada pak RT dan Pak Rw yang ikut serta menggerebek rumah Winda.


"Baik Mbak Yuri, kamk akan bawa Winda dan Dewo kebalai desa, setelah nanti mbak Yuri pulang, baru kita putuskan hukuman seperti apa yang pantas untuk mereka! " jawab Pak Seto sebagai ketua Rt.


"Astagfirullah jadi Mbak Yura sedang hamil ya, biadab sekali Dewo, bener-bener bukan manusia Dewo itu! " seru seseibu yang memegangi tangan Winda.


" Baik pak terima kasih, ada yang punya motor saya pinjam sebentar, saya mau ambil mobil dulu dirumah! "


"Bawa mobil saya saja mbak, kebetulan saya tadi kesini bawa mobil,pulang narek tadi liat ramai-ramai jadi singgah deh!" tawar seorang pria muda kira-kira berusia 24tahunan.


"Okey, saya bawa dulu ya bang !" Yuri menyambar kunci yang diberikan pemuda itu lalu melemparkan nya pada Kenaan, Kenaan dengan sigap menangkapnya lalu lari kearah tubuh Arga, dengan dibantu warga mereka membopong tubuh Arga yang tinggi tegap itu. Setelah nya Kenaan kembali kearah kamar dimana Yura pingsan, disana ada Yuri.


"Ini Emergency Bang, buruan! " pekik Yuri sambil mencubit lengan Kenaan.


"Iya-iya, Abang kan cuma ijin dulu sama kamu sayang! " jawab Kenaan sambil nyengir karna merasakan sedikit pedas dilengannya akibat cubitan dari Yuri. Lalu dengan mudah dia menggendong Yura ala-ala bridal style itu. Lalu meletakkannya dipangkuan Yuri yang sudah lebih dulu masuk mobil. Kenaan duduk dibangku kemudi.Seorang warga yang diminta menunjukkan arah rumah sakit pun didepan dengan mengendarai motor ,Kenaan mengikutinya menuju RSUD.


Sesampainya dirumah sakit perawat langsung dengan sigap membawakan dua brankar, dan segera menangani Arga dan Yura. Yuri juga menjelaskan jika keduanya pingsan karna pengaruh obat-obatan, tapi Yuri tidak tau pasti obat apa yang telah diberikan oleh Dewo dan Winda.


"Keluarga Buk Yura dan Pak Arga! " panggil perawat yang mendampingi dokter tugas malam ini. Yuri dan Kenaan segera berlari masuk keruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan mereka dok? " tanya Yuri begitu sangat khawatir.


"Keduanya tidak apa-apa, hanya tertidur, obat tidur yang melebihi dosis yang telah dikonsumsi mereka membuat mereka tertidur lebih lama, mungkin 2 atau 3 jam lagi mereka akan bangun! " jelas dokter jaga itu.


"Bagaimana keadaan janin Yura Dok? "

__ADS_1


"Janinnya gak apa-apa, sehat jangan khawatir, jika nanti keduanya sudah sadar dan terbangun berikan segelas susu hangat ya dan berikan vitamin ini! " jawab Dokter jaga itu dengan tag name Samuel sambil menyodorkan 1tablet vitamin.


"Baiklah terimakasih Dok! " ucap Yuri ingin menjabat tangan dokter pria tampan itu, namun tangan dokter itu yang ingin menyambut tangan Yuri,tiba-tiba saja sudah dijabat oleh Kenaan,tangan Yuri hanya mengambang diudara.Dokter tampan itu hanya tersenyum.


"Mbaknya beruntung memiliki suami seperti Mas ini! "


"Ehm, iya Dok, maaf terimakasih ya! " jawab Yuri gugup sedikit merasa malu juga dengan sikap posesif Kenaan.


"Dasar lebay, tangan gue gak akan tertinggal kali dalam genggaman dokter tampan itu! " sengaja Yuri menyebutkan 'tampan' agar Kenaan semakin cemburu, Kenaan mendelikkan matanya lalu menghadang Yuri, Yuri hanya bersedekap dan menantang tatapan Kenaan.


"Sayang bilang apa, dia tampan? tampan juga Abang, satu lagi jangan pake lo gue, Abang Kenaan sayang dan Yuri sayang! " ucapnya Kenaan tampak sangat cemburu dan membalikan badannya sebelum menyambar tangan Yuri dan menggenggamnya erat.Yuri hanya terkekeh geli melihat Kenaan jika sudah cemburu begini, hatinya sangat bahagia, karna dia belum pernah bertemu pria yang benar-benar tulus dan mencintainya apa adanya. Yuri mengikuti langkah besar Kenaan menuju ruangan Arga dan Yura. Kenaan segera mengangkat tubuh Arga dengan bantuan security jaga malam itu, ia pun kembali menuju mobil mendudukannya disamping kursi kemudi dan memakaikannya seftybell lalu kembali mengangkat tubuh Yura.


*****


Sesampainya dirumah Yura dan Arga dibaringkan dikamar mereka, Yuri meminta tolong wak Imah untuk menjaga dirumah sebentar selagi Yuri dan Kenaan mengurus manusia-manusia biadab itu. Saat akan keluar rumah Yuri melihat Kunkun menangis sesenggukan disudut teras, Yuri merasa heran, Yuri mengira Kunkun bersedih dengan keadaan Yura dan Arga.


"Udah Kun, lo gak usah nangis sampe segitu nya, Yura dan Bang Arga gak kenapa-kenapa kok, mereka baik-baik saja! " ujar Yuri sambil memakai jacketnya, karna sudah sangat larut jadi cuaca juga sangat dingin, jam sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari.


"Gue sedih banget Ri! "


"Yaelah, udah gak usah sedih-sedih lagi, kan dah gue bilang mereka gak kenapa-kenapa, dokter bilang mereka akan siuman dua atau tiga jam lagi, mereka cuma tidur doang kok! " ucap Yuri lagi menjelaskan pada hantu lola itu.


"Bukan itu Yuri, gue juga tau kalo Arga dan Yura cuma bobok, tapi gue jijik sama diri gue sendiri Ri? "


"What, lo baru sadar ya, kalo lo itu emang menjijikan, bau ****** dan jelek begitu! " pekik Yuri lalu tertawa.


"Ih lo jahat banget si Ri, gue ngerasa jijik bukan karna bentuk gue begini, tadi gue pas nyelameti Yura, gue merubah diri jadi ulet pisang itu, terus gue disentuh Dewo,Yuri,tubuh gue kotor, gue sudah mengkhianati Mas Dion Ri, gue benci sama diri gue sendiri Ri! " jelas Kunti sambil menangis, hingga jubahnya yang sudah berubah warna pink itu basah kuyup, karna bukan hanya air matanya saja yang keluar, tapi juga air liurnya keluar entah kemana-kemana.


Yuri tercengang mendengar penuturan Kunti, mulutnya melongo, tatapan matanya tak lepas memandang sosok hantu menggelikan didepannya, senyap dalam waktu beberapa detik, lalu meledak.


"Haaahaaaahaaa, hantu sialan lo, ngeprank gue lo ya,Bismillahirrohmanirrohim!" pekik Yura sambil memegang sapu lalu melayangkan nya kekepala Kunti.


"Aw aw aw sakit Yuri? " Kunti yang tadinya menangis kini semakin histeris.

__ADS_1


"Sadar woi, lo tu hantu emang menjijikan meskipun gak disentuh manusia bangsat kayak Dewo !"


"Tapi gue merasa sangat bersalah banget pada Mas Dion Ri! "


__ADS_2