
"Aaahhkkk,mataku buk"teriak Sigit dengan berjalan kesana kemari tanpa bisa melihat apapun,dia menabrak apapun yang berada didepannya.Bahkan ia jatuh tersungkur saat menabrak sofa tunggal yang berada dekat Adrian.Rosita segera menghampiri putra semata wayangnya,dengan tangan patah sebelah Rosita berusaha menolong Sigit.
"Kamu sebenarnya manusia bukan sih?kamu tidak bisa melihat saya dan Sigit kesusahan?"hardiknya pada Adrian.
"What?"Adrian spontan memekik,mulutnya terbuka lebar bahkan rahangnya hampir terjatuh jika bukan buatan yang Maha Kuasa.
Darah berceceran entah kemana-kemana.Sigit masih juga tidak mau diam.
"Ibuk mataku sakit buk,aku gak bisa melihat buk,dasar mahluk jelek kurang ajar"Sigit merintih serta mengumpat Barus yang buruk rupa.Kedua telapak tangannya terus menutup matanya yang sakit.Rosita mencekal lengan Sigit menggunakan tangan kanannya.
"Sini nak,ibuk disini,tenang Ibuk disini"Rosita menenangkan sang putra lalu membawanya keluar.Terdengar suara deruan mobil semakin lama semakin jauh.Kini tinggallah Barus disana bersama Adrian dan Arga.
"Geerrrrhhhmmmmmm"
"Haaaahaaaa huuuuwaaaaa"suara tertawa Barus sangat menggema,saat itu ada pengendara motor yang sedang melintasi depan gang rumah Sintya karena terkejut pengendara itu menabrak pagar pembatas.
Adrian dan Arga menciut,saat itu juga Tambun dan ketiga bocah botak itu tiba.
"Astaga sijelek ini lagi"ucap Tambun enteng lalu duduk disofa dengan penampilan yang cukup Aduhai,make up nya juga terlihat tidak nawar.Sifat kepo Adrian sangat meronta-ronta.
"Eh Mbak Kun dandannya disalon yang berbeda ya dari yang kemaren?"tanyanya mengerling,Tambun menjadi salah tingkah girapan, widiiiih,cuma ditanya salonnya dimana tapi kelakuannya nauzdubillah.
"Ihk kok Mbak Kun sih Abang ganteng,Moza,M-O-Z-A"eja Tambun.
''Hiihiihii namanya Mozarela kayak keju dipizza"ucap bocah botak belakang Adrian.Adrian terkekeh dan ketiga bocah botak itu,membuat Barus marah dan Arga semakin ketakutan.Tambun menyeringai menunjukkan wajah aslinya kepada 3bocah botak tersebut.
"Lah lo bertiga kayak Upin Ipin, tapi biasa berdua satu lagi Ipan ya,haaaahaaaaa"Tambun tertawa keras sekali sehingga membuat Barus semakin marah, ia menghentakkan kakinya dengan keras sehingga membuat guncangan pada bumi sangat keras. Adrian dan Arga terpental dari sofa.
"Paman gempa bumi,kita harus segera keluar,bagaimana nasib Yura Paman!"pekik Arga ditengah kekacauan tersebut,Arga masih aja lola,loading lama.
"Lo jangan panik,ini ulah Barus simahluk buruk rupa tersebut"tunjuk Adrian pada Barus.Namun Arga merasa kepalanya pusing dan sangat sakit,ia jatuh pingsan,setelah Adrian memeriksanya ternyata kepala bagian belakang Arga terbentur benda tumpul sehingga meninggalkan luka disana.
"Haaahaaaa dasar manusia lemah"ucapnya menggelegar,Barus beralih memandang ketiga bocah botak tersebut,jangankan terpental bahkan mereka tidak bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya,itu membuat amarah Barus semakin membuncah.Padahal Bungkring dan Tambun sama terpentalnya hingga jungkir balik tak ubahnya Adrian dan Arga.
"Hei bocah,lebih baik lo bertiga pulang saja,disini bukan tempat bermain anak-anak"ucap Barus jumawa.
__ADS_1
"Kiiiikiiiikiiiikiiiii" ketiga bocah botak itu justru malah cekikikan.
"Ompipa alaihim gambreng mak lampir pake baju rombeng"bukannya takut akan gertakan Barus,ketiga bocah botak itu justri semakin membuat ancang-ancang untuk bermain.
"Si alan,kalian mempermainkan gue,rasakan ini"Barus menggosok-gosok kedua telapak tangannya.
Saat Barus akan melayangkan bola api kepada ketiga bocah botak tersebut dengan sigap secepat kilat Tambun dan Bungkring melesat dan melindungi ketiga bocah gundul itu dengan jubah mereka.
"Ahhkkk panaaaaaaasss, panaaaasss"teriak Tambun dan bungkring beriringan,Adrian tercengang melihat itu,dia ingin membantu tapi apalah daya dia tidak memiliki kekuatan jika melawan mahluk seperti mereka.Tambun dan Bungkring tetap mempertahankan jubah perlindungan mereka meskipun sudah hampir setengahnya telah terbakar.Tambun meringis.
"Cepat pergi dari sini"perintah Bungkring pada ketiga bocah botak itu.Wajah bloon dan begoknya tidak bisa dipungkiri,itu akan membuat siapa saja akan marah.Ketika Bungkring akan marah,tiba-tiba saja bocah bercelana warna hitam keluar dari jubah perlindungan Tambun dan Bungkring.Ia hanya membasahi telunjuknya dengan air liurnya lalu menyentuh jubah Tambun dan Bungkring,api yang menyala berkobar kini jangankan api bahkan bekasnya tidak ada.Mereka semua yang ada disana sangat tercengang dan kaget melihat keajaiban itu kecuali bocah-bocah botak tersebut,bahkan mereka sudah mulai bermain kembali.
"Ompimpa alaihim gambreng,mak lampir pake baju gombreng"
Barus merasa dipermainkan oleh ketiga bocah kecil itu,ia murka tubuhnya membesar hingga 5kali lipat dari ukuran biasa,ketiga bocah botak itu tidak ketakutan bahkan mereka tampak bahagia sekali.
"Horeeee,hantu nya semakin besar ya Pan?"tanya bocah berkolor hijau.
"Iya keren"jawab bocah berkolor coklat dan hitam tersebut serentak.Barus membuka mulutnya lebar-lebar ingin menelan ketiga bocah tersebut,dan berhasil, ketiga bocah itu telah meluncur kedalam tenggorokan Barus bahkan telah melewati kerongkongan masuk kelambung.Tawa Barus menggema menggelegar.Ia berfikir kemenangan akan berada dipihaknya.
Adrian semakin gamang,bahkan ia meninggalkan tubuh Arga yang tergeletak disana,Adrian bersembunyi dibalik sofa.Namun baru saja Adrian memejamkan mata dan ingin berdo'a memohon pertolongan kepada Allah,Barus memekik sangat keras.
''Aaaakhhkkkkkkk"
"Perut gue,aaaaahhhkkkkk"
Pekiknya histeris,tampak perutnya bergelombang kesana kesini bahkan terkadang terlihat menonjol sana sini membentuk seperti jiplakan kaki tangan dan kepala.
"Huuuwaaaaa aaaaahkkkk"Barus terguling-guling dilantai,entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi normal.Barus tampak kesakitan luka yang mengelupas disekujur tubuhnya mengeluarkan darah bercampur nanah.
"Ganteng ayo buruan bawa Arga keluar dari rumah ini,cepat"perintah Tambun kepada Adrian.
"Tapi bagaimana nasib ketiga bocah tersebut?"panik,khawatir Adrian masih saja memikirkan bocah botak itu.
"Tenang saja,sepertinya mereka bertiga bisa melindungi diri mereka sendiri bahkan mereka bisa melindungi kita"jawab Bungkring.Adrian mengangguk karena tadi dia menyaksikan sendiri aksi sepele salah satu dari bocah tersebut,api yang membara dan menyala-nyala semestinya mati dengan air berember-ember bahkan mati seketika hanya dengan ari liur setetes dari bocah tersebut.
__ADS_1
"Baiklah,lo berdua gak bisa bantu gue?"Adrian berusaha mengangkat tubuh Arga yang tinggi tegap tersebut.
"Ya gak bisalah ganteng"jawab Tambun centil sambil menoel lengan Adrian.
"Mbak Kunti yang cantik-cantik bantu gue angkat tubuh Arga yuk,dengan kekuatan kalian"pinta Adrian dengan senyuman yang mengembang dibibir seksinya.Kedua mata mata Tambun dan Bungkring terbelalak kaget seketika karena mendengar ucapan Adrian, mereka berguling-gilang salah tingkah.
"Iihhkk Adrian bisa aja deh"Bungkring mencolek-colek pinggang Adrian.Adrian tidak bisa merasakan itu.
"Jangan lebay,ayo buruan?"sentak Adrian mecoba mengendong Arga pada punggungnya dengan susah payah.Tambun melihat itu dengan kekuatannya ia pun mengangkat tubuh Arga dengan mudahnya kepunggung Adrian,mereka keluar,gelap gulita.Saat mereka baru saja sampai diteras suara ledakan sangat keras terdengar dari dalam.Adrian segera meletakkan tubuh Arga pelan-pelan, dan ia kembali berlari menuju kedalam diikuti kedua kunti tersebut dengan menembus dinding.
"Ddduuuuuaaaaaaarrrrrrr"
"Soooooorrrrrr,cees seess ceeess"
"Hueeeekkk hueeeekk"suara Tambun muntah-muntah,Bahkan Bungkring keluar kembali dan muntah-muntah.Adrian mendorong pelan pintu itu dan...
"Hueeek hueeeek hueeeek"mata Adrian membola lebar, isi perutnya meronta-ronta ingin keluar melihat cairan berbau busuk dan lengket yang berasal dari tubuh Barus yang meledak.Ketiga bocah botak tersebut dengan wajah polos selayaknya anak kecil mereka bermain-main dengan cairan menjijikkan tersebut.Adrian memundurkan langkahnya kembali,Tambun juga sudah berada diluar.
"Gila bocah-bocah tersebut bisa mengalahkan Barus dengan mudahnya"ucap Tambun disela-sela kemualannya.Bungkring hanya mengacungkan jempol.
"Lo bener,lihat aksi mereka ketika memadamkan api pada jubah kalian,bekas bakarnya saja pun tidak ada hanya dengan setetes air liurnya"sahut Adrian,dia duduk lemas menahan rasa mual diperutnya.
"Uuugghhhh"keluh Arga sambil memegangi kepalanya.Adrian segera membantu Arga duduk.
"Apa yang terjadi paman,dimana mahluk mengerikan itu?"Arga masih merasakan sakit dikepala bagian belakangnya.
"Kita pulang dulu,nanti gue ceritain"jawab Adrian mengeluarkan ponselnya.Mati.
"Astaga gue lupa mengisi daya ponsel"Adrian menepuk jidatnya.
"Tawanan dibelakang"tanya Arga.
"Hah untung lo ingeti,gue hampir lupa"ucap Adrian.
"Lo baik-baik saja kan Ga?"tanya Adrian.
__ADS_1
"Ya Paman,gue gak kenapa-kenapa cuma sedikit shock dan pusing saja karna kepala tadi terbentur meja"Arga mengelus-ngelus kepala bagian belakangnya.