
"Aaahkkkkkk"Kunkun dan yang lainnya ikut histeris.Alea yang berada diudara kini terlihat panik,saat dia ingin menghalangi laju mobil tersebut dengan berdiri didepan mobil yang sedang melaju,namun sudah terlambat dan mobil tersebut telah melesat secepat kilat menembus tubuhnya,dan...
'Brraaaaakkkkkk'
'Aaaahkkkkkkk'
'Duaaaaarrrrr'
Seketika hening hanya ada kilatan api yang membara pada mobil yang meledak,sang pengemudi sudah jelas tewas dengan keadaan mobil seperti itu.Gindo dan Kutu kupret segera menuju kearah Arga dan Adrian.Alea menerobos api yang menyala,ingin melihat siapa gerangan yang telah ingin mencelakai Arga dan Adrian.
"Siapa wanita ini,dan pria itu?"gumam Alea,keduanya seperti minta pertolongan, mereka merintih,tapi Ales tidak menggubris itu,lalu keluar dan memeriksa keadaan Arga dan Adrian.
Arga dan Adrian shock sekali sehingga mereka tidak berkutik sama sekali didepan mata mereka dengan jelas mobil itu hampir saja menabrak mereka berdua namun disaat mobil itu hanya tinggal beberapa meter saja,ketiga bocah botak itu berlari ala-ala jurus Sasuke menghadang dan hanya dengan menjentikkan jari telunjuknya,mobil itu tidak bergerak maju sama sekali bahkan meledak ketika bocah botak yang sedikit agak pendek dan dipanggil Ipan oleh kedua temannya itu hanya dengan hentakan kaki sebelah.Api telah membumbung tinggi di udara.
"Arga,Adrian lo berdua gak kenapa-kenapa kan"panggil Gindo khawatir,namun Arga dan Adrian masih terlihat sangat shock,mata mereka terbelalak tanpa berkedip,dengan posisi saling mendekap erat.Hanya deru nafas masing-masing yang masih terdengar tidak beraturan dan dadanya naik turun menandakan bahwa masih ada kehidupan.
Mereka bingung akan melakukan apa,namun ketiga bocah gundul itu datang,salah satu dari mereka menyentil hidung dan telinga Arga dan Adrian.
"Aaawww,Allahuakbar,Allahuakbar,api,api,api"Arga seketika tersadar dan berlari kesana kemari,tanpa tujuan.Tak ubahnya Adrian,dia juga tampak bingung,tapi Adrian lebih bisa menguasai diri.
"Arga tenang,Istighfar Ga,Ga"Adrian mendekap erat suami keponakannya tersebut,suasana menjadi tampak terang benderang.Arga lebih tenang.
"Paman apa yang terjadi,bukankah tadi kita... "Arga mulai menangis setelah kesadarannya mulai pulih.
"Ya,mereka telah menyelamatkan kita Ga"ujar Adrian.
***
Yura yang mendengar suara ledakan tersebut.
"Lola bagaimana ini,suara apa itu?"panik.
"Gue juga gak tau Ra,atau gue nyusul mereka saja"sarannya Lola.
"Jangan,jangan La,siapa yang akan menunggu Sintya dan Rose,kita tunggu sebentar lagi,jika sampai subuh Bang Arga dan Adrian belum kembali,kita bersama-sama kesana"ujar Yura.
"Okey,tapi setidaknya gue cek sebentar ya?"pinta Lola.
"No La,kita tunggu saja"Yura duduk kembali,ia menyalakan televisi untuk menghilangkan rasa khawatirnya.Yura terus memencet remot tak tentu apa yang hendak ditontonnya.
"Ra"panggil Lola
"Heeemm"Yura masih terus memencet tombol ganti channel diremot.
"Gue pusing Ra"
"Hah,emang hantu bisa pusing?lo pusing kenapa mau gue bawa kebidan atau kedokter?"Yura meletakkan asal remot tersebut dan mengalihkan wajahnya kearah Lola.Lola hanya tersenyum,ukiran senyum dibibirnya sangat manis.
"Ngeprank ya"jutek
"Bukan"Lola melengos dan berbaring disebelah Rose dan sebelumnya ia menciumi pipi gembil Rose.
"Terus tadi kok bilang pusing?"sentak Yura.
"Lihat saja televisinya"ujar Lola,Yura manut dan menoleh pada layar televisi yang menyala.
"Terus"
"Tenang gak bikin pusing kayak tadi,tadi gue bingung mau nonton siaran apa,remotnya lo pencet melulu"ujar Lola.
"Heh,heeemm,heehee iya,sorry fikiran gue gak kesitu"Yura terkekeh kecil namun hatinya tetap saja kalut.Tidak lama setelah itu azdan subuh berkumandang tapi Arga dan Adrian belum juga kembali.
__ADS_1
"La,gue sholat dulu.Lo jagain Rose ya"pinta Yura.
"Siip"
"Setelah selesai sholat kita akan kerumah Sintya,kita akan melihat apa yang telah terjadi,gue takut La"wajah Yura kelihatan sangat sendu.
"Siip"
Saat Yura sedang melaksanakan perintah Allah tiba-tiba saja rumah rasanya bergetar hebat,saat sujud terakhir Yura merasakan getaran itu semakin keras.Begitu selesai Yura tanpa berdo'a langsung berlari menuju ruang tamu,Yura mengintip dari balik gorden,ada apa sebenarnya diluar sana.Tampak tiga bocah botak hanya mengenakan ****** ***** dengan bedak yang cemong-cemong diwajahnya.Jika itu Rose maka Yura akan gemas sekali,ini tuyul.Yura bersiap-siap ingin memberi pelajaran pada ketiga tuyul tersebut yang akan masuk kedalam rumahnya,saat Yura ingin melangitkan do'anya,tiba-tiba saja dari kegelapan subuh tampak dua orang pria yang sangat dinanti-nanti oleh Yura.Para hantu-hantu itu juga mengiringi langkah prianya.Yura membuka pintu lebar-lebar.
"Bang Arga,Rian"Yura menghambur dalam pelukan kedua pria tersebut.
"Syukurlah kalian tidak apa-apa"Yura memutar-mutarkan tubuh Arga dan Adrian.
"Ya gak lah Ra,kita kan jaga baik-baik siganteng dan suami lo"sahut Tambun.
"Jaga apaan,lo saja sibuk menggoda Adrian terus"sambung Alea.
Semua masuj kedalam rumah,Yura segera mengunci pintu.
"Beneran Abang baik-baik saja kan?"Yura memapah Arga untuk duduk.
"Iya sayang,Abang baik-baik saja kok"jawab Arga lalu mengecup sekilas kening Yura.
"Aw aw aw aw,sakit mata gue"teriak Tambun histeris.Lima madu pahit seketika berkumpul mengelilingi Tambun.
"Ada apa sih lo,mata lo kenapa?"panik,Kunkun sangat khawatir,lalu mengecek keadaan mata Tambun.
Yura ikut nimbrung dan ingin ikut nimbrung ingin memeriksa Mata Tambun.
"Mata lo kenapa Tambun,apa kenak tonjok dengan Barus?"tanya Yura.
"Sudah gak sakit lagi"jawabnya enteng dengan wajah tanpa bersalah.
"Soalnya mata gue sakit lihat lo mesra-mesraan Yura, jiwa kejombloan gue meronta-ronta,ganteng nikah yuk"jawab Tambun mengerling.
"Hueek hueeek hueeek"tiba-tiba Adrian muntah-muntah tapi tidak ada yang dikeluarkan.
"Rian,lo baik-baik saja kan"Yura mendekati Adrian dan mengelus pundak Adrian.
Adrian mendongakkan wajahnya dan..
"Praaaankkk"pekik Adrian,semua diam terutama Yura,namun dalam sekejap mata tangan kaki Yura menerjang sofa Adrian sehingga sofa yang diduduki Adrian mundur kebelakang.
"Ciiiaaaaahhh"Yura berpose persis jetli.
Adrian meringis memegangi perutnya yang berasa agak nyeri karena Yura spontan menendang Sofa tersebut.
"Haahahahaaa"suara tawa menggelegar dalam ruangan tersebut.
"Jangan main-main dengan Yura"ucapnya lalu duduk disamping Arga,Arga memandang aneh pada Yura.
"Gue hanya geli sama tingkah dia Ra"Adrian sesekali meringis,tangannya masih memegangi perutnya sambil mengarahkan bibirnya kearah Tambun,Tambun justru menirukan bibir Adrian.
"Ehmm lo romantis deh ganteng"Tambun mengerling kembali.
"Bisa gak sih lo jadi perempuan agak jual mahal dikit"
"Dasar gatel,sudah jadi hantu tetap gatel"
Gerutu Alea dan Lola sambil melengos.Yura tak habis fikir melihat hantu-hantu ganjen ini.Kepala Yura juga sangat pusing,mendengar kericuhan yang terjadi dirumahnya ini hanya karena hantu cewek saling cemburu pada Pamannya.
__ADS_1
"Astaga,lo sudah jadi hantu tetap begok juga ya,Adrian juga gak bakalan mau sama lo semua,gila ya"Yura berpaling dan melihat ketiga bocah botak itu berlari mengitari Rose yang sedang tidur,mereka menatap gemas Rose yang sedang terlelap dan sesekali menggeliat.
Yura meraup oksigen banyak-banyak lalu membuangnya dengan kasar.
"Lihat deh Yan"ucap Yura merentangkan kedua tangannya.
"Apaan?"jawab Adrian malas.
"Rumah gue sudah kayak rumah singgah para hantu gak ada ahlak gak sih?"ujar Yura lemah.Adrian mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan,benar saja.
Disudut kiri dekat ruang televisi berkelompok Gindo dan ketiga temannya,lalu diatas lemari hias Cungkring,bungkring dan Alexa sedang bercanda,diayunan Alea dan Lola,lalu disekitar Rose yang sedang terlelap tiga bocah botak sedang bermain,disudut kanan ruang tamu bawah jendela Kutu kupret dan Kunkun terlelap,bahkan air liur mereka sudah hampir membanjiri lantai, suara ngoroknya juga sangat mengganngu.
"Lo bener Ra,tapi tanpa mereka lo gak akan bisa liat kami berdua lagi"ujar Adrian.
"Bener sayang,bahkan yang mengalahkan mahluk menyeramkan yang mengacak-ngacak kamar paman,itu juga kata paman 3tuyul sayang"sambung Arga,meskipun ia tidak melihat mereka yang kasat mata.Yura mengangguk setuju.
"Tapi mereka siapa Yan?"tunjuk Yura pada tiga bocah botak tersebut.
"Oo,gue juga gak tau mereka darimana,tapi saat kita lagi meringkus penjahat-penjahat tersebut eh mereka nongol dan bersedia membantu Ra"jelas Adrian.
"Syut syut syut,hei sini"Yura melambaikan tangannya kepada tiga bocah tersebut.
"Kita tante?"tanya bocah berkolor hitam itu menunjukkan mereka bertiga.
"Yup,sini"Yura mengangguk.Mereka berlari menuju Yura sambil cekikikan layaknya bocah.
"Baris yang rapi ya"ucap Yura lagi,lalu mereka bertiga mengatur dikolor hitam diurutan pertama,sikolor merah diurutan kedua dan sikolor coklat berada diurutan ketiga.
"Mereka kehilangan emaknya kali Ra"ujar Alea.
"Syuut"Yura meletakkan jari telunjuknya pada bibirnya yang membuat Alea memberengut,Adrian yang menyaksikan itu terkekeh,lucu melihat hantu-hantu ini manut oada keponakannya yang galak plus ngangeni ini.
"Tante mau tanya dong,boleh gak?"ucap Yura seperti bicara pada anak TK.
"Boleh dong tante,tanya saja nanti Ipin akan jawab sebisanya deh"jawab bocah berkolor merah.
"Perkenalkan diri,sebutkan nama masing-masing ya"ujar Yura.
"Mereka mau sekolah Ra"Bungkring nimbrung dan duduk disamping Yura.
"Ihk jauh-jauh,lo sudah berapa abad gak mandi,bau ****** tau,hus hus"Yura mengusir Bungkring,Bungkring mengendus dirinya sendiri.
"Hueeek"
"Hahahaaa,dasar hantu somplak"timpal Adrian,Arga hanya melongo.
"Tante kenalin aku Upin,ini Ipin dan ini Ipan,kita dari Pekanbaru tante"jelas bocah yang berkolor hitam itu menyebutkan nama dan asal mereka.
"Ya kali Upin dan Ipin dari Pekanbaru,yang ada dari Malaysia"Cungkring tertawa lebar.Yura melemparnya dengan bantal sofa.Upin Ipin dan Ipan menoleh kearah mereka,dan tatapan mereka bertiga tidak lepas dari Alexa.Alexa yang ditatap seperti itu merasa ngeri dan takut,ia bersembunyi dibalik tubuh Cungkring.
"Tante,sepertinya dirumah ini ada aura negatif"ucap Upin.
"Maksud kamu?"
"Aaahkkk panas,sakiiiitttt"
"Aaaahhkkkk, sakiiittt,to-to-loooong"pekiknya bahkan tubuhnya berguling dilantai.
Yura dan yang lainnya tercengang dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi"bisik Arga pada Yura.
__ADS_1
"Emergency sayang"gumam Yura.
"Aaahkkkk,sakiit,sakiitt lepaskan brengsek!"pekiknya histeris dan melengking.