Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 65


__ADS_3

"Lega sekali"Adrian keluar dari kamar mandi sambil menepuk-nepuk perutnya.


"Emang paman abis makan apaan,ini?"tanya Adrian sambil menyodorkan semangkok mie yang telah disediakan Yura.


"Cuma makan uap-uap ****** Ga"jawabnya asal lalu melahap habis mie dalam mangkok tersebut.Arga hanya terkekeh sambil menggeleng,pamannya ini jika berbicara persis keponakannya yaitu istrinya sendiri.


"Entah siapa yang salah,ku tak tahuuu"


"Yang remix dong,jangan yang slow,kayak lagi putus cinta aja lo Tri!"Tri hanya melengos,ketiga pocong itu tiba-tiba saja nongol dari sebalik pintu samping,dan kini duduk dikursi belakang.Tri terlihat sangat mengahayati lagu orang ketiga dari Thomas tersebut.


"Hei Cong,kenapa temen lo?"tanya Adrian seraya duduk disamping Tri sambil menyulut sebatang nikotinnya dan menghisap asapnya melalui hidung dan mengeluarkannya kembali dari mulut dan asap itu mengudara perlahan hilang.Tri duduk terdiam sambil memeluk tape recordernya.


"Gak galau kali"tebak Tutu


"Tapi galau kenapa ya?"tanya Wan


"Ahk kalian itu temen yang payah,masa gak tau apa yang terjadi sama temen sendiri"sahut Adrian masih memainkan batang nikotinnya.


Arga dan Rose yang sudah sejak tadi kedepan setelah menghabiskan sarapannya.


"Suer tekewer-kewer Adrian,kita berdua gak tau,tadi malem dia tu lagi ikut jalan sama siGindo-gindo,pulang-pulang malah kayak gini,sok-sok galau gitu"cibir Tutu.


"Yaelah Cong,pake galau-galau segala"ejek Adrian bangkit.


"Tadi malem tu kita pada main kekuburan,terus disana ada 3orang manusia"Adrian mengurungkan melanjutkan langkahnya,ia memutar kembali tubuhnya.


"Terus"


"Nyebur Yan"sahut Tri dengan wajah kesel.


"Serius Cong"Adrian duduk kembali.


"Mereka membongkar kuburan anak perawan yang kemaren siang baru saja dimakamkan Yan"Adrian memutar tubuhnya duduk bersila berhadapan dengan pocong tengil gak kece itu,ceritanya semakin menarik.Adrian menanti apa kelanjutan cerita pocong tersebut dan apa yang akan selanjutnya terjadi.


"Setelah membongkar dan membawa mayatnya,kesebuah rumah kosong disana mereka mengambil semua kain kafannya dan yang membuat gue lebih terkejut,ternyata itu adik gue,ketiga manusia itu juga tidak bermoral Yan,mereka ihk jijik gue mau ngomongnya"Tri menenggelamkan wajahnya diantara kaki dan dadanya.Dia sesenggukan,Adrian memandang Wan dan Tutu.


"Terus lo kok bisa gak tau adik lo sudah meninggal?"tanya Adrian heran.


"Ya gak lah,gue kan disini,setau gue adik gue itu dikampung Rantau prapat"jawab Tri.


"Terus lo sudah cari tau Tri?"Tri mengangguk.


"Adek lo mati kenapa?"tanya Tutu.


"Meninggal Tu,adik gue manusia bukan binatang"protes Tri.


"Iya-iya,gitu aja ngambek"gerutu Tutu.


"Paman buruan siap-siap kita akan ikut kelokasi Romi kembali,untuk mengevakuasi jasad-jasad korban Romi"Arga tiba-tiba datang,ia masih menggenggam ponselnya.Adrian mengangguk dan beranjak namun sebelum benar-benar pergi.


"Cong,nanti kita lanjut ya"teriak Adrian.


"Iya,kita ikut ya?"pinta Tutu.


"Yup,ajak tuyul-tuyul itu dan Liana ya"


"Sip"


Adrian segera mengikuti langkah Arga yang menuju garasi mobil,ia mengeluarkan mobilnya lalu meminta Adrian memasukkan mobilnya kegarasi.


"Bang,ponselnya batrai full kan?"tanya Yura.


"Iya"

__ADS_1


"Kita pergi dulu ya Sayang"Arga mengecup kening Yura.


"Hati-hati"Yura melambaikan tangannya.


"Lebay,kita cuma mau mengevakuasi mayat Ra,bukan pergi perang"ledek Adrian geram,ia masih menyimpan kekesalan yang hampir 3jam tidak dibukakan pintu.


"Weeek"Yura hanya menjulurkan lidahnya lalu masuk ingin segera menemani Rose yang sedang menonton TV.


'Braaakkk'


"Huuhh dasar ponakan gak ada ahlak"gerutu Adrian,Arga hanya menggeleng melihatnya.Kali ini Arga yang menyetir Adrian akan tidur sebentar setelah Adrian memberikan alamatnya pada Arga.Mereka tidak harus kepolsek mereka langsung saja kelokasi.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3jam,akhirnya mereka sampai dilokasi,disana sudah terparkir mobil-mobil petugas,disana juga terparkir beberapa ambulance dan para tim medis tampak seliwar seliwer.Arga memarkirkan mobilnya lalu membangunkan Adrian.


"Paman,paman kita sudah sampai"ucap Arga pelan,agar Adrian tidak terkejut.


"Hoooaaammm,ngantuk sekali"ucap Adrian lirih.


"Ayo paman,Pak Joseph sudah menunggu kita,sudah beberapa kali pak Joseph menelfon"ajak Arga.


"Ehm,ada air?"tanya Adrian,Arga menyodorkan sebotol air mineral, Adrian menenggaknya dan meninggalkannya sedikit untuk mencuci wajahnya.


Mereka menyusuri lorong-lorong ruangan menuju gudang bawah tanah dimana jasad-jasad tersebut disembunyikan.Disana sudah banyak. yang sedang bekerja.


"Selamat siang Pak Joseph"sapa Arga sambil mengulurkan tangan menjabat tangan pak Joseph yang mengulur juga,diikuti Adrian.


"Bagaimana Pak?"tanya Adrian sambil. memperhatikan para tim forensik bekerja.


"Rata-rata jasad sudah mulai. membusuk bahkan hanya tinggal tulang belulang,ada 2jasad yang masih utuh namun sudah sedikit terkelupas,dan potongan kepalanya juga sudah hampir menjadi tengkorak"jawab pak Joseph dibalik maskernya yang dobel-dobel.Saat beberapa petugas melintas membawa beberapa mayat didalam kantong mayat yang ditandu.Bau busuk,amis dan anyir menguar dari tubuh mayat-tersebut.


***


DiKalimantan


"Ada apa sih Pa?"tanya Sinta manja.


"Anak kamu itu,entah meniru siapa kenapa suka bermain dengan wanita hamil"ujar Bondan.


"Sudahlah Pa,biarin saja yang penting anak kita bahagia"jawab Sinta duduk dipaha Bondan,lalu mereka melanjutkan apa yang tertunda.


"Pa bagaimana jika saham yang diIndonesia semuanya kita jual,dan kita memulai diluar negeri saja,agar lebih bebas dan juga kita tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk menutup mulut para pecundang-pecundang yang tertutupi dengan seragam mereka"pinta Sinta setelah selesai bekerja diranjang.


"Ide kamu cemerlang sekali sayang,aku juga berfikir seperti itu,karena pemasukan dirawa panjang itu 70% hanya untuk menutup mulut mereka!"ujar Bondan sambil menarik tubuh Sinta kedalam dekapannya.Ya hanya Sinta wanita yang sangat dicintainya.Sinta lah yang telah merubah hidupnya setelah dibuang oleh keluarganya,Bondan dibuang dijalanan sejak umur 8tahun,saat itu Bondan menyambung hidup dengan cara mengemis dan memgamen.Saat usianya menginjak 26tahun dia sedang mengamen dan melihat wanita yang sedang berteriak maling,yang tak lain adalah Sinta.Sejak.itu lah hubungan mereka semakin dekat,hingga Sinta jatuh kedalam pelukannya,Sinta yang berasal dari keluarga berada membuat tampilan Bondan semakin menarik dan Sinta mempekerjakan Bondan disalah satu gudang bahan pokok keluarganya,hubungan mereka semakin dekat dan semakin jauh,hingga mereka kepergok kedua orang tua Sinta saat sedang bercinta dikamar Bondan,Sinta diusir oleh keluarganya tapi masih untung usaha yang dirintis oleh Sinta tidak ditarik. oleh keluarganya.Jadilah mereka seperti ini sekarang karena suntikan dana dari Sinta.


***


Dumai


"Ayo pak Arga,pak Adrian"ajak Pak Joseph setelah semua jasad telah dievakuasi,terdapat 15jasad tanpa kepala dan 26jasad lengkap.Arga dan Pak Joseph telah pergi terlebih dahulu.Adrian memperhatikan ruangan berukuran 8x10meter itu.


"Adrian"panggil suara wanita dari arah luar.Adrian menoleh dan melihat segerombol hantu wanita disana,hantu tanpa kepala,tanpa lengan dan kaki.


"Ya ada apa lagi,bukankah tugas gue sudah selesai?"jawab Adrian malas.


"Belum Adrian,kamu belum memeriksa lemari kayu yang ambruk didalam kamar Romi"ujar hantu bule bernama Laura itu.Ahk iya Adrian baru ingat,malam tadi dia sempat tertidur pulas diatas lemari yang ambruk itu.


"Ada apa disana?"tanya Adrian. melangkah keluar menuju kamar Romi.


"Didalam kemari tersebut ada tubuh saya,tubuh Liana dan kepala Laras"jawab Laura.


"Ok"Adrian mengeluarkan ponselnya lalu menelfon Arga,Arga memang keponakan yang pengertian,selama perjalanan kesini tadi Arga mengisikan daya ponsel Adrian.


"Ga,tugas kita belum selesai"Adrian berbicara pada ponselnya,entah apa yang dijawab Arga diseberang telfonnya sana.

__ADS_1


"Lo masuk saja keruang bawah tanah dimana kita tadi,tapi lo jangan langsung kesana lo harus belok kiri lurus saja ikutin lorong dan mentok ada kamar dipaling ujung,gue disana"Adrian mengantongi kembali ponselnya lalu berjalan kembali.Saat sampai disana 3pocong,3tuyul,Liana,Lola dan Alea ada disana.


"Kirain lo lupa sama tubuh kita Yan"ucap Lola alias Laras.


Adrian hanya melengos tidak menanggapi ucapan Lola.


"Sombong amat lo"Lola berjalan mensejajari Adrian.


"Gue capek,ngantuk"ucap Adrian lalu membuka paksa pintu yang terganjal lemari.Tidak lama Arga,pak Joseph datang bersama yang lainnya.


"Ada apa paman?"tanya Arga panik.


"Masih ada yang tertinggal"


"Kok?"Pak Joseph seperti heran bagaimana Adrian bisa mengetahui semuanya.


"Paman saya anak yang terlahir spesial pak"jawab Arga langsung karena melihat keterkejutan pak Joseph.


"Oo,keren"Pak Joseph mengacungkan kedua jempolnya pada Adrian lalu mereka tertawa.Setelah saling membantu akhirnya lemari yang terbuat dari kayu jati asli itu terbalik,dan pintunya bisa terbuka.


"Hueeekk hueeeekk huueeeek"


"Hueeek hueeek huueeekk"


Bau busuk menusuk kehidung,membuat mereka yang tidak. mengenakan masker isi perutnya akan teraduk-aduk.


"Sial,bau sekali lo semua"umpat Adrian pada pemilik bangkai,Adrian berlari keluar diikuti Arga dan pak Joseph.


"Apakah mereka disini?"tanya pak Joseph.


"Iya Pak,bahkan mereka tidak tahu diri,samarkan kek bau bangkai mereka,lima madu pahit selalu pandai dalam bertugas"puji Adrian.


"Kekuatan kita itu berbeda-beda Adrian,itu kelebihan Kunti-kunti peliharaan Yura,kita beda Adrian"jawab Liana sewot.


"Elah,bilang saja lo semua lemah"sungut Adrian.


"Dasar nyebelin"gerutu Lola.


"Heh kenapa harus dia yang bisa melihat kita,nyebelin banget"sahut Liana juga.


"Gue juga ogah sebenarnya kesini bantu lo semua yang gak tau diri,kalau bukan karena keponakan kesayangan gue yang meminta untuk menolong kalian,gue malas"ujar Adrian lalu menenggak air mineral.


Pak Joseph dan Arga hanya saling pandang melihat perdebatan Adrian dan para hantu-hantu tersebut,bulu kuduk mereka merinding.Tristan dan Doni datang.


"Lapor pak,semua telah berangkat dan penggalian pemakaman masal juga sudah dilakukan"ucap Tristan.


"Bagus,apakah masih ada ambulance yang kosong?"tanya pak Joseph.


"Masih pak"


"Ok"


Tim telah membawa potongan tubuh Liana,Laura dan Laras,3L.


"Terimakasih ya Yan,lo sudah membuat kami semua bisa pergi dengan tenang"ucap Kiran.


Mereka semua berkumpul disana.Entah kenapa segumpal daging Adrian didalam sana merasakan sedikit tidak rela jika tidak bisa bertemu pada hantu-hantu tersebut terutama Lola alias Laras.Adrian tertunduk lesu dia hanya mengangguk lemah.Laras dan Liana menyadari itu.


"Adrian,kamu jangan sedih,hanya mereka yang akan pergi saat ini,kita berdua belum karena masih ada urusan dengan Bondan dan Sinta"ucap Liana,Adrian mengangkat wajahnya,ekspresi wajahnya datar.


"Siapa juga yang sedih,justru gue senang tidak bertemu dengan hantu-hantu yang merepotkan kayak kalian"Adrian melengos lalu dengan sedikit berlari mengejar Arga dan yang lainnya.Liana hanya tersenyum melihat kelakuan Adrian.


"Sial gue lupa,jika hantu wanita tanpa rupa itu bisa membaca fikiran"gerutu Adrian.

__ADS_1


__ADS_2