Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 55


__ADS_3

Siang ini terasa gerah sekali,Yura,Arga dan Adrian sedang berdiskusi bagaimana kelanjutan kasus Laras dan Mamanya.


"Bang bukti sudah cukup kuat,kita hanya tinggal bergerak"ujar Yura.


"Tidak semudah itu Ra,kita harus fikirkan resiko kedepannya"sahut Adrian.


"Bener"


"Tapi kedua orang tua Romi saat ini sedang diKalimantan,ini adalah kesempatan kita untuk meringkus Romi,jika kedua orang tua nya sudah disini kita akan sulit menunjukkan bukti yang sudah ada"jelas Yura lagi.


"Kita harus bermain cantik untuk tidak tampil didepan,agar tidak membahayakan kita sendiri"ucap Arga.


"Jika kita dibalik layar,apakah aparat akan mau bekerja sendiri tanpa saksi?"tanya Yura.


"Itu dia yang gue fikirin Ra"sahut Adrian.


'gludak,buuuuggh'


Yura menggelengkan kepalanya melihat Kunkun,kebiasaan jika mendarat tidak tepat selalu saja menabrak atau pun tubuhnya jatuh,dibelakang Kunkun tampak wanita tanpa rupa sambil menenteng sesuatu yang membuat Yura dan Adrian bergidik ngeri.


"Allahu akbar"pekik Yura karena terkejut melihat hantu itu,hantu tersebut mundur beberapa langkah.


"Ada apa sayang?"tanya Arga memeluk Yura.Yura hanya menggeleng pelan,Adrian menoleh kearah pandangan Yura tertuju.


'Deg'


Darah berdesir disekujur tubuh Adrian,entah kenapa hantu tanpa rupa itu membuat kepercayaan diri Yura dan Adrian sedikit menciut,entah kekuatan apa yang dia punya,dengan tangan yang menenteng potongan penting Laras.Tapi tunggu,Adrian memelototkan matanya.


"Bukankah itu Lola!"seru Adrian menunjuk kearah kepala yang tergantung ditangan hantu tanpa rupa tersebut.


"Bener"jawab Yura.


"Yaelah,kenapa kalian menjadi ketakutan gitu sih,kayak gak pernah lihat hantu saja"Kunkun mengibaskan tangannya didepan wajah Yura lalu duduk disampingnya,harum semerbak melati menguar dan memenuhi ruangan televisi.Tiba-tiba saja jantung Yura yang tadi nya berdetak tidak beraturan kini lebih rileks.


"Siapa dia?"tanya Yura setelah merasa tenang dan menguasai rasa gamangnya.


"Laraaasss"suara menggema diruangan televisi ini.


Arga mengerti jika sang istri dan paman sudah berkomunikasi dengan sikasat mata,itu membuatnya bergidik ngeri,maka dia pamit untuk menemani Rose dikamar.


Yura dan Adrian mengerutkan keningnya bingung.


"Gak usah heran kayak gitu,kayak baru aja komunikasi sama hantu!"ucap Kunkun membuyarkan rasa heran Adrian dan Yura.Kunkun tampak bersih dan jubah putihnya telah berganti jubah berwarna hijau muda,sprei siapa lagi yang telah dimaling oleh Kunkun.


"Lo ya,sudah jadi hantu penasaran yang terus gentayangan gak jelas,masih aja suka buat dosa"ujar Yura menimpuk Kunkun dengan bantal sofa.


"Apa salah dan dosa gue Ra?"jawab Kunkun.


"Sprei siapa lagi ini yang lo maling?"tanya Yura sambil mengangkat bagian ujung jubah Kunkun dan astaga ini bahannya sangat bagus dan lembut.


"Tenang Ra,gue maling juga pilih-pih Ra,kagak barang orang miskin juga yang gue ambil,lo tau kan toke sawit yang dekat jembatan Unri sana,nah gue ambil saja sprei nya satu saat dijemur pembantunya tadi,hiihiii"jawab Kunkun terkekeh.


"Dasar gila!"Yura mengumpat.


"Laraaasss"ucap hantu tanpa rupa itu.


"Heh berisik,gak ada kosakata lain apa selain laras?"bentak Kunkun.


"Hiks hiks hiks"hantu itu menangis dan memeluk bagian tubuh Laras yang ditenteng nya.Adrian dan Yura memandang Kunkun meminta penjelasan dengan mata mendelik.


"Iya,iya gue jelasin tapi gak usah melotot gitu juga kali"bibir Kunkun manyun.


"Dia Mamanya Laras alias Lola,Mama Liana"ucap Kunkun dengan bibir yang menyong-menyong.


"Kenapa bibir lo?"tanya Adrian,Kunkun justru malah tersenyum karena ditegur Adrian,ia bahkan tersipu malu,menjijikkan.


"Gue gak suka saja sama dia"jawab Kunkun.


"Kesini juga sebenarnya ogah bareng dia,tapi karena ini perintah mbak yu Talita,jadi mau gak mau harus bawa dia kesini"sambungnya lagi.


"Kenapa?"tanya hantu tanpa rupa itu,tidak terlihat ada mulut disana namun suara selalu menggema dari tubuhnya.

__ADS_1


"Karena lo pelakor kelas teri,gak keren sama sekali"jawab Kunkun sambil memperhatikan kuku-kukunya.


Yura menelan salivanya.


'Jadi dia Mamanya Lola,yang kemaren kata Lola minta tolong' gumam Yura dalam hati sambil menatap hantu tanpa rupa itu.


"Benar,kamu Yura kan?saya Liana!"tiba-tiba hantu tanpa rupa itu menjawab kata hati Yura alias apa yang difikirkan Yura.Adrian menatap Yura heran,Yura hanya menggeleng.


"Jangan mengejek atau mengumpatnya dalam hati,percuma!pelakor itu akan tahu"jelas Kunkun memberikan jawaban rasa heran Yura dan Adrian.


"Kata Laras hanya kamu yang bisa menolong kami"ucap nya lagi.


'sreeek sreeek sreeek'


Tubuh Lola mendekati Liana dan meraih bagian apa yang ditenteng Liana.


"Mama,kenapa ininya Laras dibawa-bawa sih?"gerutu Lola sambil memasang hal penting itu dileher,yang lainnya ikut menyusul.


"Heeehee maaf sayang"kekehnya tiba-tiba saja wujudnya berubah menjadi wanita cantik yang wajahnya hampir serupa dengan Lola.


"Lain kali jangan di ulangi ya Ma?"pinta Lola.


"Kan Mama biar kelihatan keren gitu kayak hantu-hantu ditelevisi yang pernah Mama tonton"jawabnya membuat yang lainnya tertawa.


Ketiga tuyul dan Alexa segera menuju ruangan dimana tempat bermain Elkan.Ketiga pocong itu,ahk kali ini mereka tampak kalem dan dewasa,mereka duduk manis dibawah jendela.


"Ya Allah,rumah gue sama persis kayak rumah singgah hantu"ucap Yura sambil memijit kepalanya.


"Kenapa sih para hantu ini kumpul. dirumah gue,buat gue dalam bahaya lagi"gumam Yura lirih hampir berbisik,jika yang lain tidak bisa mendengarnya tapi tidak dengan Liana sihantu baru Mama Laras.


"Sebisa mungkin juga nanti kita akan membantu kamu Yura,kita juga tidak akan seperti kacang lupa kulitnya"ucap Liana,Yura menepuk jidatnya.


"Ya ampun gue lupa"ucapnya.


"Etdah pelakor aja sok bijak banget ngomongnya,lah lakik adik sendiri diembat"celetuk Kutukupret,Liana menatap tajam ke arah Kutu kupret lalu.


'Kreeetteeek,tek'


"Awwww huwaaa,sakit begok"maki Kutu kupret ketika Liana beraksi hanya dengan tatapan matanya.Adrian tercengang melihat itu,hantu wanita paruh baya itu keren seperti ketiga tuyul itu.


Liana tersenyum mendengar gumaman Adrian sitampan.


"Terimakasih tampan"ucap Liana,Adrian gelagapan.


"Emang lo ngomong apa?"bisik yura.


"Gue cuma bilang dia keren seperti 3bocah botak itu"Adrian menunjuk pada 3bocah yang sedang asyik bermain dengan Alexa.


"iiih bisa besar kepala dia"jawab Yura mencibir.


"Siapa yang akan besar kepala,saya hanya berterimakasih karena dia memuji saya"jawab Liana tidak mau kalah.


"Lagian emang saya keren kan"ucapnya jumawa.


"Oya,jika lo emang sekeren itu,terus kenapa lo tidak bisa menyelesaikan masalah lo sendiri"sentak Yura,ia berdiri sambil berkacak pinggang.Liana tampak bingung ingin menjawab apa,ia juga menjadi salah tingkah dengan tatapan yang lainnya,seolah mengintimidasinya.


"Stop kalian menatap saya seperti itu,saya bukan penjahat!"bentak Liana.


"Lo memang bukan penjahat kriminal,tapi lo pelakor yang ingin menghancurkan rumah tangga orang"sahut Kutu kupret,ia teringat semasa hidupnya,suaminya menikah lagi dan lagi hanya karena alasan anak.


"Diam kamu!atau pelajaran tadi masih kurang?"ancam Liana tatapannya menusuk.


"Kenapa lo harus marah jika semua yang dikatakan Kunti jellleek itu salah"ucap Yura dan sengaja menekan kata jelek,Yura melihat ekspresi Kutu kupret langsung manyun.Hiihiii Yura terkekeh.


Wajah Liana berubah rata lalu berubah cantik kembali lalu berubah lagi,begitu seterusnya,tangannya mengepal.


"Mama sudah deh,Mama ingin pergi dari dunia ini dengan tenang gak sih,Mama mau ja*** Mama menjadi santapan lezat buaya peliharaan Ayah Bondan?"lerai Lola agar perdebatan ini tidak berlanjut.


"Tidak Laras,Mama tidak sudi Laras"jawab Liana lalu menangis,tubuh pucatnya terguncang,ia tergugu.


"Bondan bren***k,selama ini dia terus melarang Mama untuk menemuimu,dia bilang kamu diurus dengan baik dan kuliah,tapi nyatanya,hiks hiks hiks"Liana menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Sudahlah Ma,untuk apa ditangisi.Mama menangis darah pun hingga air mata Mama mengering tidak juga mengembalikan waktu dan mengubah takdir"jawab Lola sangat bijak.


"Harus nya lo sebagai orang tua sadar,Laras menjadi seperti ini karena siapa,Laras yang tidak tahu apa-apa asal usulnya justru dia menjadi korban kebe****n lo dan Bondan!"sahut Alea.Liana terpekur sibuk dengan fikirannya sendiri.


"Kita semua disini sama,hantu gentayangan dan kita semua juga memiliki kekuatan masing-masing,jadi jangan ada yang sombong"celetuk bungkring.


"Sudah jika kita terus berdebat lalu bagaimana rencana kita ingin menggerebek tempat penampungan para pekerja malam itu?"lerai Gindo.Ya sejak tadi dia hanya diam menyimak.


"Gue akan memanggil Bang Arga"ucap Yura lalu bangkit.


"Apakah ini tidak akan membahayakan Yura dan Arga?"risau,Adrian sangat mengkhawatirkan keponakannya.


"Lima madu pahit akan siap melindungi keluarga Yura"sahut Kutu kupret,Kunti yang kainnya mendekat dan berkumpul bersama Kutu kupret.


"Kami lima madu pahit siap berjuang hingga titik darah terakhir untuk melindungi Yura dan keluarganya"ucap mereka serentak seperti membaca janji siswa.


"Hiihii kalian gak ada kostum lain gitu atau setidaknya cuci muka dan dandan dikitlah"cibir Adrian sambil memperagakan tangan seperti memotret,lalu menggeleng.


"Kok ngomongnya gitu sih ganteng,ini cirikhas Kunti loh ganteng,emang lo pernah lihat Kunti diIndonesia ini pake baju yang udel nya keliatan?"timpal Tambun. merengut.


"Ada,Kunti dari India nyasar,haaahaaahaa"Adrian tertawa.


"Dasar sok kecakepan"gerutu Kunkun.


"Emang cakep kok,bukan sok kecakepan"seru Lola jingkrak-jingkrak lalu memutarkan tubuhnya dan memberikan ciuman lewat udara kearah Adrian.Adrian menangkapnya lalu berlari kearah tong sampah.


'Jebret,jebret'


Adrian menghempaskan tangkapannya kedalam tong sampah.


"Ahk Adrian jahat"seru Lola memeluk Liana.


Arga dan Yura duduk.Yura menepuk tangan.


'Prok prok prok'


"Sudah kumpul semua?"teriak Yura.Mereka saling celingak celinguk.


"Kayaknya sudah deh Ra"sahut Gindo.


"Ok,Al panggil ketiga bocah botak itu dan Alexa"perintah Yura.Alea segera bangkit.Ketika semua sudah berkumpul.Mereka membicarakan kapan akan pergi kemarkas Romi,dan para hantu ini juga harus mengecek kembali situasi dan kondisi disana.Dan membagi tugasnya masing-masing.


"Apakah sudah mengerti semua?"tanya Adrian.


"Mengerti"jawab mereka semua serentak.


"Yura dan Rose tetap dirumah"perintah Arga.


"Tapi Bang!"protes Yura.


"Tidak ada tapi-tapi Ra,lo lagi hamil. besar,pergerakan lo terbatas, jangan ambil resiko"kali ini Adrian berbicara tegas.


"Gue gak mau cucu gue kenapa-napa"sambung Adrian lagi.Arga mengusap punggung Yura,ia juga sangat mengkhawatirkan istri dan janin yang dikandung Yura,yang pastinya juga Rose,sudah beberapa bulan ini Rose tinggal bersama mereka,Arga sangat menyayangi nya,sudah beberapa kali juga Rose berbicara pada Elkan melalui video call.


"Ok,gue akan keluar bersama Arga kita akan membuat laporan,Liana,Lola dan bocah botak-botak itu ikut gue"ujar Adrian,lalu menyebutkan nama-nama hantu yang ikut dengannya,tidak ada yang membantah mereka menurut.


"Lo off kerja Ga?"tanya Adrian.


"Rabu masuk pagi Paman"jawab Arga.


"Ok,kita berangkat sekarang biar malam kita bisa beraksi kemarkas Romi"ucap Adrian bangkit dan mengusap pucuk kepala Yura.Arga mengecup kening wanitanya.


"Hati-hati"


Setelah kepergian Arga dan Adrian,para hantu-hantu itu sibuk dengan tugasnya masing-masing,kecuali Alea,Alexa dan Kunkun yang berada didalam rumah,selebihnya berjaga diluar rumah.


'tok tok tok'


''Assalamualaikum"


'Tok tok tok'

__ADS_1


"Mbak Yura?"panggil seseorang dari luar.


Yura diam bergeming.Lalu bangkit dan mengintai dari sebalik jendela.


__ADS_2