Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 31. Alexa disekap


__ADS_3

"Sudah semua kan Ri,gak ada yang ketinggalan kan?"saat Yura membantu mengemas barang-barang Yuri dikamarnya.


"Kayaknya gak deh Ra,lagian besok-besok juga gue bakal balik kesini kan,kecuali lo melarang gue jalan kesini,oya dibulan 9nanti gue wisuda lo semua pada dateng ya!"candanya pada Yura,Yura sudah melow.Ketika Yuri menoleh Yura sudah berlinang air mata.


"Dasar cengeng!"Yuri mencubit kecil perut Yura.


"Ntar gue kangen,saudara gue itu cuma lo Ri,janji ya jika ada apa-apa telfon gue!"


"Iya,iya bawel,lo juga kira ada yang macem-macem sama lo langsung saja hubungi gue,jangan sungkan!"


Mereka berpelukan kembali sebelum Yuri bener-bener masuk kemobil dan pergi,hari masih gelap masih jam 6pagi.Setelah keberangkatan Yuri dan Kenaan merekapun masuk melanjutkan sarapannya yang tertunda.


Arga pun berangkat kerja.Saat Yura selsai mencuci baju dan beberes rumah,ia mendapati Alea yang sedang menangis tersedu-sedu disudutan ruang tamu.


"Lo kenapa Al?"ia pun menoleh,wajahnya sembab dan pucat tidak berdarah,namun air matanya berwarna merah mengalir deras dipipinya yang mulus,wajah ayu nya tidak lagi terlihat manis dan enak dipandang tapi cukup menyeramkan.Bibirnya bergetar kedua tangannya mengepal seperti menahan emosi.


"Ra,gue"jawabnya dengan bibir yang terus bergetar.


"Iya apaan?"Yura menghentikan aktivitas nya lalu duduk disofa.


"Gue kangen sama Rose,Ra"


"Terus?"


"Kemaren gue dan Lexa nekad balik Ra,dan lo mau tau apa yang terjadi disana?"Alea justru memberikan pertanyaan pada Yura.Yura hanya menggendikkan bahunya dan menggeleng.


"Ayah sama Ibuk dipukuli Ra,dan Rose dibawa Romi!"Alea semakin tergugu,ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,tangisannya sungguh menyayat hati.Memilukan.


"Lo sudah mencari tau apa sebenarnya yang terjadi?"Yura menopang dagu dengan sebelah tangannya.


"Sudah Ra!"ia mengangkat kepalanya memandang sendu Yura,keberanian Yura sedikit menciut melihat tatapan Alea,tatapan yang menyiratkan penuh amarah,mata itu merah menyala,dan wajahnya yang berlumuran darah sungguh sangat menyeramkan.


"Apa?"jawab Yura membuang pandangan kearah lain,menghindar dari tatapan Alea yang menyeramkan.


"Saat itu Ayah dalam keadaan babak belur bilang ke Ibuk,segera lapor polisi karena Romi akan mencelakai Rose,dalam hal ini gue yang salah Ra,tapi Ayah,ibuk dsn Rose yang menjadi sasaran!"


"Maksud lo Al?"


"Lo inget gak ketika kasus lo sama Dewo?"


Yura hanya mengangguk.


"Nah setelah itu gue kan pamit untuk mencari suasana baru,tapi lo belum pulih bener sehingga lo hanya bisa marah-marah dsn nangis,saat itu gue dilarang kutu kupret untuk pergi,tapi karena rasa rindu gue ke Rose,gue nekat pergi menemui Rose!"Alea menjedanya sebentar lalu melanjutkannya kembali.


"Dan saat gue dan Lexa sampai dirumah Ayah dan ibuk,gue mendengar pembicaraan beliau-beliau,Ayah bilang mereka akan pindah dan pergi jauh dari sana sejauh mungkin,karena Romi dan keluarganya sudah mengetahui jika gue punya anak dari Romi hasil dari hubungan kami sebelum nya,Romi pun terobsesi ingin mengambil alih Rose!"tampak Alea meraup oksigen banyak-banyak.

__ADS_1


"Saat Romi datang kerumah hanya Ayah disana,Ibuk pergi kepasar bersama Rose,untungnya ayah dengan sigap mengirimkan pesan ke Ibuk untuk tidak pulang dulu,hari itu Rose selamat Ra,tapi kemaren Rose meraka bawa Ra,lo tau Rose akn diapakan?"tanya Alea kembali.


"Apakah Rose akan dijual?"dada Yura berdegup kencang membayangkan tubuh kecil Rose sedang menangis ketakutan disana.


"Bener Ra,tapi tidak sekarang!"


"Maksudnya?"Yura mengeryitkan dahinya.


"Ya nanti Ra,tunggu Rose berusia 15tahun,mereka hanya akan mengurus Rose untuk sementara waktu kurang lebih 10tahun,mereka akan merawat dengan baik setelah Rose besar baru mereka akan menjualnya pada laki-laki hidung belang yang sanggup membayar mahal keperawanan Rose!"terangnya kembali.


"Astagfirullahalazdim!"Yura menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.Tidak terbayangkan olehnya.


"Gue harus bagaimana Ra?"tanyanya.


"Lo tenang aja Al,kalo dari cerita lo gue yakin jika mereka saat ini akan memperlakukan Rose dengan baik,karna Rose aset berharga mereka,pundi-pundi uang mereka,kita masih punya banyak waktu untuk menyelamatkan Rose!"Yura mencoba menenangkan Alea.


"Tapi jika terjadi sesuatu pada Rose bagaimana Ra!"panik dan khawatir


"Lo harus sering-sering pantau kelakuan Rose,oya mana Alexa?"Yura celingukan menyapu seluruh ruangan tamu namun tidak menemukan keberadaan Alexa.


"Itu dia yang buat gue panik dan frustasi banget Ra,Alexa ditangkap oleh suruhan ghoib Romi dan orang tua nya Ra!"jawab Alea lesu,ia meringkuk melipat kedua kakinya kedada menyembunyikan wajahnya,ia terisak kembali.


"Astaga Alea,lo membahayakan Alexa untuk yang kedua kalinya,kok bisa sih?"Yura membuka hijab instannya.Ia nyalakan kipas diruangan itu.


"Lo membuat gue panas Al,panas banget,kepala gue rasanya mau pecah!"


'Tuiing'


'Gubraak'


Kutu kupret menjatuhkan Lola kelantai,yang lainnya ikut menyusul.


"Ada apa Ra?"Tambun langsung to the point saja.


"Kami mendengar suara tangisan yang sangat memilukan?"sambung bungkring lagi,kutukupret masih sibuk dengan kepala Lola,menjijikkan sekali,kepala itu berlumuran darah.


Yura menunjuk Alea yang sedang meringkuk,ia terisak tak henti-hentinya.Tambun mengkode Yura bertanya ada apa.


"Teman-teman Alea sedang dalam kesulitan,Alea butuh bantuan!"


"Emang apa yang terjadi?"Gindo tiba-tiba nongol.Astaga rumah Yura penuh dengan Hantu,rumah persinggahan hantu.


"Lo semua tau kan jika Alea punya anak?"tanya Yura,mereka mengangguk bersama.


"Nah anak Alea diambil alih oleh mantan pacarnya alias Ayah biologis Roselea,Romi akan menjual Rose,bahkan sekarang juga Alexa dalam tawanan mahluk goib peliharaan Romi!"Yura menjelaskan pada hantu-hantu tersebut,Yura merasa seperti guru yang sedang menyampaikan materi pada murid-muridnya yang sudah lansia.

__ADS_1


"Terus kita harus bagaimana Ra?"tanya Kutu kupret mulai serius.


"Jika bisa kita kumpulkan semua teman-teman kalian sebangsa hantu untuk menyelamatkan Alexa!"


"Sekarang Ra?"timpal Lola


"Gak tahun depan,ya sekaranglah!paling Alexa,jika Rose aku jamin dia bakal. aman!"titah Yura.


"Ok,gue akan ajak temen-temen semasa kerja diwarung pecel dulu"ucap Gindo lalu melesat terbang jauh dan menghilang.


"Tenang saja Ra,kita Kunti tim lima madu pahit akan semakin kuat jika bersatu Ra,kami akan turut membantu Gindo menyelamatkan Alexa!"ujar Kutu kupret.


'Tuiing,gubrak'


Kunkun tiba namun sial jubanhnya yang hasil mencuri sprei warga itu nyangkut dilemari hias milik Yura,untung saja lemarinya kagak roboh.


"Lo ya ceroboh banget,makanya bawa ketukang jahit sana,biar gak ribet!"perintah Yura.


"Heehee besok deh Ra,kalau sudah kerja dan dapat duit,sekarang gue lagi bokek ni!"jawabnya lalu duduk disamping Alea,Alea mendongakkan kepalanya.


"Astaga Al!"Kunkun terlonjak kaget melihat penampakan wajah Alea yang sembab,pucat dan penuh dengan darah.


"Hahahaa baru kali ini gue tau hantu takut sama hantu!"Yura tergelak keras.


"Gue bukan takut Ra,tapi lebih tepatnya terkejut"belanya.


"Sama aja kunti begok!"jawab Yuri.


"Ok,lo semua beritahu diKunti ceroboh ya visi dan misi kita,gue gak mau tau besok Alexa sudah harus ada dirumah ini,Rose urusan gue nanti,okey?"titahnya.


"Ingat,gue tidak menerima penolakan!"serunya lalu menlanjutkan menyapu lantai yang tertunda.Satu persatu para hantu itu pergi,dan para hantu itu berunding bagaimana menyelamatkan Alexa,mereka briefing diatas pohon mangga dekat gudang rumah Yura.


"Ok jadi gue sama temen gue ada berenan Al,dan lo Kutu kupret lima madu pahit harus berkolaborasi dan kompak,ini demi adik kita Alexa!"jelas Gindo.


"Ya kita harus saling bantu!"sambung Lola ngesot.


"Terus bagaimana nasib Rose anak gue?"Alea masih sesenggukan,suaranya parau serak karena kebanyakan menangis.Wajahnya berantakan gak karuan.


"Ya ampun Alea,lo gak dengar apa kata-kata Yura tadi,tugas kita kali ini menyelamatkan Alexa terlebih dahulu,anak lo manusia,itu menjadi tugas Yura dan Arga nantinya!"jelas Gindo,ia tampak bersemangat ingin menyelamatkan Alexa,hantu bocah yang telah mencuri perhatiannya sejak datang,Alexa anak yang cerdas dan ceria,membuat Ginda senang sekali bila melihat Alexa.


"Ok Al,sekarang tugas lo beritahu kita dimana tempatnya mereka menyekap Alexa, kita berangkat sekarang!"sambung bungkring.


"Ingat ya lima madu pahit harus kompak,yeee!"mereka serempak tos diatas udara.


"Siap mbak yu pertama!"jawab mereka berempat.

__ADS_1


"Demi Alea,gue ikut!"pekik Lola ngesot lalu berdiri tegak tidak ngesot lagi.


"Lets go!"...


__ADS_2