Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 37. Adrian


__ADS_3

"Iya keponakan paman yang cantik,paman akan segera meluncur kerumah lo"ledeknya pada Yura,Adrian paling suka membuat Yura marah.


"Okay,GPL ya!"ketus.Yura,Yura butuh gak butuh kok ya gak ada manis-manisnya kalo ngomong.Lalu ia mematikan sambungan telefon tersebut sepihak.


"Untung keponakan kesayangan"Adrian mengelus dadanya dan menghembuskan nafasnya perlahan,harus sabar menghadapi keponakan nya yang satu ini,jauh berbeda dengan Yuri meskipun berpenampilan urakan dia masih bisa bersikap manis pada pamannya yang handsame ni.


"Kok bisa ya kang mas Lintang punya anak judes egois dan ngangeni kayak gitu,padahal ya mbak yu Lia yo ora judes loh!"Adrian ngedumel sambil menyusun beberapa helai baju kedalam ransel.Tapi tiba-tiba saja dari arah luar ia mendengar suara sesuatu yang diseret dilantai.


'sreek sreek sreek'


'Sreek sreek sreek'


Adrian tercenung dan menghentikan aktivitas nya.Ia memasang pendengarannya baik-baik,dengan berjinjit ia melangkah menuju keluar kamar ingin melihat ada apa diluar,Adrian mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit.


'Sreek sreek sreek'


'Tes tes tes'


Suara gesekan benda yang diseret itu semakin keras dan suara seperti air menetes diatas lantai.Jantung Adrian seketika seperti ingin meledak melihat sosok tinggi besar diluar dengan membawa tubuh tanpa kepala ditangan sebelah kanan dan menenteng sebuah kepala ditangan kirinya.


'Deg,bukankan itu kepala pak sobri'batin Adrian.Adrian meraup oksigen banyak-banyak dengan rakus lalu menahannya.


Adrian melihat sosok tinggi besar berwajah rusak hampir seluruh kulit wajah dan sekujur tubuhnya mengelupas,saat sosok tersebut melintasi pintu kamar Adrian,bau busuk dan amis darah menguar, Adrian hampir saja mengeluarkan isi perutnya jika tidak mengingat ia tengah bersembunyi dari mahluk menyeramkan itu.Ketika Adrian ingin bangkit dari duduknya tiba-tiba saja.


'Ceklek'


Lampu padam,Adrian hanya diam terpaku tidak ada pergerakan,Adrian mendengar suara pintu terbuka dan itu pintu kamarnya dengan sigap Adrian bersembunyi dibalik pintu yang terbuka tersebut.Sebisa mungkin ia menahan nafas dan mengatur degup jantungnya yang hampir saja melompat keluar dari tempatnya.


'Sreek sreek sreek'


'Sreek sreek sreek'


Suara itu semakin jelas bau busuk itu menguap diseluruh kamar Adrian.Mahluk itu melempar asal tubuh tidak berkepala itu.


'Buugh,braaak'


'Duuummm'


Kepala itu juga dilemparkan asal dan menggelinding tepat dibelakang pintu dekat Adrian bersembunyi.


'Ya Allah semesta alam,bantu hamba dan lindungi hamba dari mahluk tersebut,dan jauhkan potongan kepala pak Sobri ya Allah' do'a Adrian dalam hati,cahaya dalam kamar tampak remang-remang,dari lubang fentilasi ada cahaya masuk dari lampu jalanan.Adrian bisa melihat sosok mahluk menyeramkan itu mengendus-ngendus baju-baju Adrian dalam tas,ia mengobrak-abrik semua nya berserakan.Adrian memang memiliki kemampuan untuk menahan nafas beberapa menit agar tidak terendus oleh mahluk jadi-jadian yang seperti mahluk yang berada dikamarnya sekarang.Adrian memang memiliki kemampuan bisa melihat segala mahluk tak kasat mata,namun ia tak memiliki kemampuan untuk melawannya,dia hanya mengandalkan kekuatan do'a,tapi ini sangat berbeda,bukan mahluk tak kasat mata seperti yang ditemuinnya seperti biasa.Aura negatif mahluk ini sangat terasa apalagi saat dia menenteng tubuh dan kepala pak Sobri.


'Ada apa dengan pak Sobri,mengapa nasibnya seperti ini?'batin Adrian.Namun ketika didalam hati ia bertanya-tanya,tiba-tiba.

__ADS_1


'tap tap tap tap tap'


'Tap tap tap tap tap'


Suara sandal beradu dengan lantai yang awalnya sangat cepat kini melambat ketika hampir sampai depan kamar Adrian.


'Ceteek'


Sinar senter mengenai tepat pada mahluk menyeramkan tersebut.Entah siapa diluar sana.Tapi sepertinya dia tidak sendiri,cahaya semakin terlihat terang,Adrian masih mengatur nafasnya dan melirik potongan kepala tersebut.


'Astagfirullahalazdim' Adrian mengelus dadanya,jantung hampir saja keluar,mata pak Sobri terbelalak.


"Woi mahluk jelek, mana suami saya?"pekik suara seorang wanita dan Adrian sangat mengenali sekali suara tetangganya tersebut ya Buk Rosita istri dari pak Sobri yang sangat gila harta.


'Heeerrrrmmmm'


'Heeerrrmmmm'


Mahluk itu sejenak mengabaikan mangacak-ngacak baju-baju Adrian,mahluk tersebut membalikkan tubuhnya,astaga wajahnya rusak,kulitnya yang terkelupas mengeluarkan darah dan nanah,dari mulutnya juga keluar cairan hijau pekat, bercampur darah dan nanah,taringnya yang panjang tidak memungkinkan untuk bisa masuk kemulutnya.


"Kembalikan suami saya?"teriak buk Rosita lagi,mahluk itu tiba-tiba tertawa.


"Haaahaaahaaaa, geerrrrhhhmmm hahaahaaa"mulutnya tiba-tiba saja terbuka sangat lebar dan memperlihatkan isi dalam tenggorokan nya menjijikan.Suaranya menggema didalam ruangan kamar Adrian, sangat memekakkan telinga.


"Hueeek hueeek hueeek"buk Rosita muntah-muntah.


'Buuughh'


'Kedubuum'


Tubuh tanpa kepala dan sepotong kepala itu teronggok tepat didepan Buk Rosita dan Sigit,Buk Rosita histeris melihat kondisi suaminya.Lalu suara menggema.


"Dasar manusia ingkar,inilah akibatnya jika kamu ingkar,dasar manusia rakus kamu mengorbankan keluarga kamu hanya demi harta"suara itu menggema dan memekakkan telinga.


"Maafkan hamba tuan,hamba tidak menemukan darah perawan untuk sajian tuan, maaf tuan tapi hamba mohon jangan ambil harta kami!"Buk Rosita menyembah bahkan bersujud dikaki mahluk mengerikan tersebut.


"Haaahaa sudah terlambat,suami hilang harta juga hilang, haaahaaa"


'Ceklek'


Tiba-tiba lampu menyala kembali,dengan menyalanya lampu kamar Adrian bersamaan dengan hilangnya mahluk tersebut entah kemana.Adrian bisa bernafas lega,sejak tadi ponselnya terus bergetar itu pasti Yura.Buk Rosita dan Sigit segera membawa tubuh dan potongan kepala Pak Sobri,Sigit mengangkat tubuh tak berkepala itu seperti mengangkat karung beras, Buk Rosita agak bergidik ngeri membawa penggalan kepala suaminya dengan kondisi mata terbelalak.


"Kemana Bang Adrian ya Buk,kok gak ada dirumah ya,tapi mobilnya ada didepan?"ucap Sigit tiba-tiba.

__ADS_1


"Entahlah Ibuk juga gak tau,lagian juga kenapa ya mahluk itu kerumah Adrian, mencari apa dia ya?"timpal Buk Rosita.


"Habis sudah harta kita Git,kamu sih gak becus cuma cari gadis perawan doang!"Buk Rosita ngedumel sambil menenteng potongan kepala suaminya itu dengan sedikit ngeri.


"Git,buruan ibuk kok ya ngeri dilihati terus sama Bapakmu ini, matanya nengok ibuk terus,kalo gak siniin baju kaos kamu biar untuk bungkus kepala bapak mu yang gak becus ini juga,kita harus segera kuburkan mayat ini sebelum warga tau"ucap buk Rosita dan Sigit mengikuti perintah Ibunya itu.


Adrian membuka ponselnya,berderet panggilan tidak terjawab dari Yura dan Arga,pesan WA dari Yura dan Arga juga berjubel.


Yura:


(Rian lo dimana?)


(Rian lo jadikan kesini?)


(Rian lo gak apa-apakan?)


(Kenapa telfon gue daritadi gak diangkat?)


(Sialan lo Rian,jangan suka ngeprank gue,emang paman gak ada ahlak lo ya?)


(Rian jangan main-main,fikiran gue dah parnok aja ni, plis balas pesen gue?)


Arga :


(Assalamualaikum,paman lagi dimana?)


(Kata Yura paman akan datang berkunjung kesini untuk urusan Rose?)


(Paman kenapa dari tadi Arga dan Yura telfon tapi tidak diangkat?)


(Paman baik-baik saja kan?)


(Yura mulai panik, khawatir paman kenapa-kenapa)


Adrian tersenyum membaca pesan dari keponakannya tersebut.Adrian melupakan sejenak kejadian didepan matanya tadi, dia cepat berkemas dan membawa barang-barang penting saja.


"Dasar Yura, dalam keadaan panik sempat-sempatnya memaki pamannya yang handsame ini!"gerutu Adrian menuju mobilnya setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci.Setelah itu ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan ya g lumayan ketika melewati spbu dia pj. berhenti membeli bahan bakar.Adrian pun menyempatkan membalas pesan Yura.


(Gue sudah dijalan, tadi ada kejadian tidak terduga ntar dirumah lo gue ceritain)


send


Langsung centang dua biru dan panggilan video masuk.Yura memanggil,Adrian menyiapkan telinga Yura pasti akan mengomel panjang dengan suara cempreng nya itu yang persis suara petasan.Adrian menerima panggilan dan sedikit menjauhkan dari wajah dan telinganya,terpampanglah wajah Yura disana dengan wajah judes banget.

__ADS_1


"Dasar lo ya kagak ada ahlak,dimana lo sekarang?"pekik Yura,Adrian meringis melihat kelakuan ponakannya yang satu ini,tampak Arga mengelus punggung Yura dan mengucapkan sabar agar mendengarkan penjelasan pamannya yang handsame ini.Yura menghembuskan nafasnya kasar.


"Buruan,lo hutang penjelasan sama gue"ancam Yura tidak memberikan peluang Adrian menjawab pertanyaan-pertanyaannya lalu memutuskan hubungan telefon itu sepihak.Dasar ya kelakuan Yura tidak patut dicontoh belum memdengar penjelasan Adrian sudah main nyolot aja,kalo Author yang dibegituin,wih author takut langsung ngibrit,kalo melawan Yura, bukan takut sama Yura, tapi takut sama pasukan Yura yang tak kasat mata,hiiiihii kan gak lucu..


__ADS_2