
Perlahan Yura membuka matanya,namun itu hanya raga Yura bukan jiwa Yura.Saat mata itu terbuka lebar awalnya samar namun lama kelamaan wajah itu sangat jelas terpampang tepat didepan matanya,mata bulat nan indah itu membola ketika mendapati Yura membuka matanya.
"Alhamdulillah tante sudah sadal!"ucap Rose dengan cirikhas cadelnya.Bibir Yura sedikit tertarik kekanan dan kekiri.Senyumnya mengembang tapi itu bukan Yura,yakni Alea.Tanpa Alea sadari tiba-tiba saja manik itu berubah dengan sendiri bewarna manik mata Alea yang sama persis seperti Rose,manik berwarna coklat muda.
"Tante,tante mau minum?"tanyanya,Alea mengangguk dia masih berasa kikuk berada dalam tubuh Yura.Bocah 5tahun tersebut berlari kedalam kembali lalu keluar membawa air mineral dalam kemasan gelas.Alea menyedotnya hingga tandas.
Tiba-tiba saja Rose memeluk tubuh Yura namun Alea yang dapat merasakan dekapan itu.Alea membalas pelukan Rose,dengan air mata yang terus mengalir deras Alea terus mendekap Rose,betapa ia merasakan rindu yang sangat dalam.Alexa yang melihat itu berlari mendekati Rose dan Alea.Ia ikut memeluk kedua orang yang disayanginya itu.
"Tante,Los kangen Embah,embah kemana ya?tadi embah yang jemput Los!"tanyanya sambil merenggangkan pelukannya.Alea segera menghapus jejak-jejak air mata dipipi mulus Yura.
"Ehm,embah sebentar lagi datang kok jemput Rose!"ucap Alea sangat kaku menggunakan semua raga milik Yura ini.Alea memeluk kembali Rose dengan erat,bocah 5tahun itu tidak menolak.
"Mama kangen sayang,kangen banget.Maafin mama ya?"gumam Alea lirih,lalu menciumi Rose dengan sangat rakusnya bahkan tidak terlewatkan barang seinci pun dari wajah Rose.Rose yang dicium bringasan seperti itu hanya terkekeh karena merasakan geli.Apalagi saat Alea meciumi ketiak dan perut bocah itu.
Alexa tidak tahan melihat itu,dia memilih pergi jauh agar tidak melihat pemandangan itu,dia memilih bertengger diatas pohon mangga dekat gudang.
"Tante,antalkan Los tempat embah ya?"ucapnya disela-sela kekehannya.
"Ehm,ok nanti setelah Oom Arga pulang ya!"
"Ok"jawabnya sungguh menggemaskan.Alea melirik pergelangan tangannya yang melingkar jam tangan,ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 4sore,Arga pasti akan kembali kerja sebentar lagi.Setelah puas bermain Rose tampak kelelahan dan tertidur disofa ruang tamu.Alea memandang lekat Rose,tak henti-hentinya dia menciumi wajah Rose.
"Al,jika lo ciumi Rose terus seperti itu tidurnya tidak akan nyenyak"ucap Kunkun.
"Gue kangen banget dengan Rose Kun!"
"Kangen-kangen tapi gak gitu juga,lagian juga salah lo sendirikan yang begok,buruan keluar dari tubuh Yura,sebentar lagi Arga pulang kerja!"Kutu kupret menimpali ucapan Alea.Dia hanya mengangguk,dengan sekedip mata Alea telah keluar dari tubuh Yura,tubuh Yura ambruk diatas sofa.Tidak lama setelahnya terdengar deruan mobil masuk kepekarangan rumah dan masuk kegarasi.
'Tap tap tap tap'
Suara sepatu jenis sefty itu beradu dengan lantai paving block dan keramik diteras.Arga merasa heran karna pintu depan terbuka lebar.
"Assalamualaikum Mami?"tidak ada jawaban,setelah Arga membuka sepatu ia segera ingin masuk,ia merasa khawatir kenapa istrinya tidak menjawab salamnya seperti biasanya.Arga mempercepat langkahnya.Dia mendapati sang istri tertidur disofa dan ia menoleh ada bocah 5tahunan tertidur juga disofa.
__ADS_1
"Anak siapa ini?"Arga bermonolog pada dirinya sendiri,ia menatap lekat wajah bocah itu,barangkali saja Arga mengenalinya,namun nihil Arga tak mengenalinya.
"Mi,Mami sayang,sayang bangun sudah mau magrib ni!"Arga menepuk lembut pipi Yura lalu mengecupnya berulang kali agar Yura bangun dari tidurnya,benar saja Yura menggeliat,ia meregangkan ototnya.Perlahan matanya terbuka.
"Ehm Abang sudah pulang?kenapa cepat sekali?"guman Yura dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Cepat,ini sudah memang waktu Abang pulang sayang,sudah mau magrib!"jawabnya sambil mencubit kecil hidung pesek sang istri.Yura langsung terlonjak mendengar ucapan Arga.Ia langsung terduduk mengucek-ngucek matanya.
"Oya sayang,itu anak siapa?"Arga menunjuk Rose yang tengah terlelap.
"Oo,dia anaknya Alea Papi sayang!"jawab Yura santai sambil menggelung rambutnya keatas.
"Alea siapa sih Mi?"
"Hantu penghuni rumah kita lah Pi,angkati bawa kekamar ya Rose,pelan-pelan ya Pi,nanti kebangun lagi!"Arga masih mamatung memandangi bocah imut nan menggemaskan itu yang Yura sebut bernama Ros.Arga merasa merinding,jika ibu nya hantu,berarti anaknya.Hiiihiii Arga berlari mengikuti Yura.
"Apaan sih Bang?"Yura berbalik mendapati Arga dengan tangan kosong.
"Bukannya anak itu anak hantu mi?"
"Konyol banget sih Bang,buruan angkat Rose bawa kekamar,jangan lupa pintunya dikunci,Mami dah kebelet banget ni!"setelah mengucapkan perintah yang tak bisa ditolak Arga,Yura langsung ngacir kekamar.
Arga menutup pintu depan terlebih dahulu,dia masih memandangi wajah imut gemoy itu,dengan pipi chubby yang menggemaskan,sesekali badannya bergetar merinding.Alea,Kunkun dan yang lainnya berada disana juga,mereka merasa geli melihat kelakuan Arga yang sangat konyol dan penakut.Arga mencoba mencolek pipi bocah bernama Ros itu.
"Gemes sih,tapi masa iya bocah imut ini anak Hantu!"Arga bicara sendiri.
"Emang kalo anak hantu kenapa sih bang,Rose gue lahirin waktu gue masih manusia bang!"pekik Alea yang langsung dapat jurus tabokan Wiro sableng dari Kutu Kupret.
"Sadar gak si Lo?"Gindo bersuara dari atas lemari hias milik Yura.
"Apa?"ketus lalu ia duduk disebelah Rose.
"Secara tidak langsung lo membahayakan Arga dan Yura!"jawab Gindo tanpa basa basi,Alea langsung terdiam dan hanya memandang lekat wajah Rose,Arga dengan pelan-pelan mengangkat tubuh Rose agar Rose tidak terbangun dari tidurnya,Arga membawanya kekamar ia pun mencuri pipi Rose dengan kecupan lembut.Menggemaskan sekali batin Arga.Mungkin karena ia juga menginginkan anak perempuan dan Arga juga teringat akan Elkan,sudah hampir 2bulan tinggal bersama Kakung Lintang.Arga mengecup kembali pipi Rose dengan gemas,Rose menggeliat tapi dengan sigap Arga sedikit mengayunkan tangannya,yang pada akhirnya Rose terlelap kembali.
__ADS_1
"Lo bener Gin,tapi gue gak tau harus minta tolong pada siapa,gue takut kenapa-kenapa sama Rose!"sendu,Alea merasa bersalah,bukan hanya Yura yang ia libatkan dalam hal ini,teman-teman sebangsanya disini juga dalam bahaya.
Kunkun mendekap Alea yang mulai menangis,menenangkan Alea.Ia memberikan isyarat agar Gindo tidak mengucapkan apapun lagi.
"Gindo,lo awasi Alexa kemana bocah itu!"perintah Tambun yang merasa tubuhnya sudah baikan setelah pertarungan tadi dan pukulan Gindo salah sasaran,untung saja hanya menyerempet jika tidak,tamatlah dunia perhantuannya.
Gindo langsung pergi menembus tembok.
"Sudah deh Al,ucapan Gindo gak usah difikirin,lo kayak gak tau aja gimana Gindo!'Kutu kupret berbaring disofa.
"Ya meskipun apa yang diucapkan Gindo itu bener"sambungnya lalu dia pun mendapat bantal terbang mengarah padanya,Cungkring dan Bungkring langsung menaiki tubuh Kutukupret.
"Awww,iya iya ampun,gue salah"kesakitan,ia meringis memperlihatkan gigi-giginya yang runcing dan jorok banget.
"Minta maaf?"sentak Bungkring
"Al,gue minta maaf ya?"ucapnya sedikit serak.Alea bukan nya menjawab justru dia ikut naik diatas tubuh Kutu kupret.Merekapun bercanda hingga saat Yura menghampiri mereka.
"B-E-R-I-S-I-K!"Yura bersedekap,melotot melihat kelakuan hantu-hantu ini yang seperti bocah.
"Lo semua gak denger azdan magrib,tulu semuanya?iya?"bentak Yura. Hantu-hantu itu hanya menunduk dan saling menuduh.
"Stop,jangan saling menuduh,nyawa gue,bang Arga dan Rose sekarang dalam bahaya,lo semua harus kerja lebih keras lagi menyebar dimana saja,jangan lalai!cepat atau lambat Romi bakal mengetahui keberadaan Rose,faham?"Yura memberikan ultimatum jika mereka bertiga memang dalam bahaya seperti yang diucapkan Gindo.
"Nanti kita briefing!"ucap Yura dan berlalu dari sana.
Astoge Yura,emang tu hantu-hantu tau apa briefing,liat aja tu wajahnya pada bloon semua,kagak tau apa itu briefing.
Seharusnya lo itu bilang rapat,berkumpul,berunding atau menyusun rencana,yang penting kata-kata yang sederhana lah agar tu hantu-hantu mudeng.
Gue rasanya pengen ngulek satu satu muka hantu-hantu bloon itu.
haahaahiiihiii...
__ADS_1