Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 54


__ADS_3

'Buuughhh'


Suara benda yang dilemparkan dalam kantong plastik oleh Romi keluar menggelinding kearah kaki Bondan.


Mata Sinta terbelalak melihat benda itu dan ia sangat terkejut.Apa yang ditakutkan nya telah terjadi,Romi mengetahui nya.Dibawah kaki Bondan teronggok potongan kepala Larasati.Bondan menarik rambut panjang dipotongan kepala Laras,yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri.


"Apa maksudnya ini Ma,Pa?"bentak Romi.


"Syuuuuttt Romi,pelankan suara kamu"sahut Bondan santai dan meletakkan potongan kepala itu diatas meja yang membuat Sinta bergidik ngeri,selama ini yang mengerjakan pekerjaan melenyapkan itu adalah Bondan.


"Aaaahkkk"teriak Romi bersamaan datangnya kedua bodyguard yang telah melenyapkan Liana.


"Perintah telah dilaksanakan Tuan"lapor mereka.


Bondan hanya menggunakan bahasa isyarat memerintahkan mereka keluar dari ruangan tersebut.Romi yang melihat itu heran apa yang telah mereka lakukan,apalagi wanita bernama Liana itu sekarang sudah tidak ada diruangan ini,sementara sejak tadi Ia diluar belum melihat ada orang keluar dari sini.


"Kemana tante Liana?siapa dia sebenarnya Ma?"cecar Romi namun tidak ada jawaban apapun dari Sinta.


"Pa,bisa jelasin semua ini keRomi?"Romi melirik kearah onggokan kepala buntung tersebut.


"Duduk"perintahnya.


Romi menurut,ia duduk sedikit menjauh dari Bondan,di ikuti Sinta.Romi sedikit bergidik ngeri melihat wajah cantik Laras kini menjadi pajangan diatas meja,wajahnya berlumaran darah yang sudah mengering,bahkan matanya terbelalak.


"Mereka sudah tidak berguna Romi"Bondan mengawali ceritanya.


"Tapi tidak harus kayak gini juga Pa,masih ada cara lain?"sentak Romi.


"Mereka ingin menghancurkan keluarga kita Romi"bentak Sinta.


"Menghancurkan?Aku lihat wajah Mama dan tante Liana sangat mirip,apakah tante Liana masih ada hubungan darah dengan Mama?"tanya Romi yang belum mengerti akan keadaan semua ini.


"Haaaahaaaa Romi,Romi kamu itu terlalu polos sayang,ya betul sekali sayang, perempuan ****** itu adalah kakak Mama dan dia adalah adik kamu"ucap Sinta sambil menunjuk kearah onggokan kepala itu.


"Maksud Mama,adik?"Romi mengerutkan keningnya pertanda ia masih bingung.


"Ya dia ingin memiliki Papa mu dengan cara kotor"ucap Sinta berapi-api,kilatan amarah terpancar dari tatapan matanya.


"Dan dia adalah anak wanita ****** itu,ingin memiliki mu dengan cara kotornya,ia bermain pelet,tapi sebelum itu terjadi Mama sudah lebih dulu menghabisinya,haahaaahaaa"sambung Sinta kembali.


Sekarang Romi mengerti,bahwa tante Liana adalah saudara kandung Mama Sinta,dan Laras adalah anak Papa hasil dari hubungan gelap dengan tante Liana.Sinta duduk disamping Romi,Sinta menceritakan bagaimana kejadiannya dahulu,Sinta menangis tergugu dipelukan Romi.


Seminggu kemudian..


"Romi,hari ini Mama dan Papa akan keKalimantan,mungkin akan sedikit lama disana"ucap Sinta saat mereka sedang sarapan.


"Berapa lama Ma?"


"Mungkin bisa 1-2bulan lah"sahut Sinta lagi sambil terus berkemas.


"Lalu wanita-wanita itu?"tanya Romi,karena sebelum masuk kekamar Sinta,ia melihat ada sekitar 15wanita muda dan cantik-cantik sedang berkemas juga diruang tamu.


"Ya mereka ikut keKalimantan,siapa tahu rezeki mereka disana lumayan"jawab Sinta sekenanya.


"Apakah harus selama itu Ma?"


"Why?apakah anak Mama takut?"Sinta mendekati Romi.


"Aku bukan takut,tapi aku belum terbiasa saja jauh dari Mama dan Papa"


Sinta tersenyum melihat putra semata wayangnya.


"Nanti Mama usahakan secepatnya pulang,mungkin 1bulan paling lama"Sinta mengerling kepada Romi.


Tiba-tiba pintu terbuka lebar.


"Sinta ayo buruan,kita bisa terlambat"seru Bondan.


"Iya Mas sudah selesai kok"


"Pa,apakah Mama harus ikut?"rengek Romi kepada Bondan,ia bergelayut manja pada lengan kekar Bondan.


"Bukankah selama ini Mama tidak pernah tahu menahu urusan yang diKalimantan!"ucap Romi lagi.


"Romi,sekarang sudah berbeda.Sudah jangan seperti anak kecil,kau awasi pekerjaan yang disini dan ini"ucap Bondan seraya menyerahkan sebuah tas kecil berisikan obat-obatan terlarang.


"Aku gak mau Pa"tolak Romi.


"Jangan naif Romi"bentak Bondan.


"Aku akan mencari Rose kembali"ucap Romi.


"Jangan,tunggu Mama dan Papa kembali"cegah Bondan.


"Biarkan mereka merasa bebas dulu,itu akan mempermudahkan kita untuk bergerak!"sambung Bondan,Romi tampak berfikir apa yang diucapkan Bondan ada benarnya.

__ADS_1


"Baik-baik dirumah ya Sayang"Sinta mengecup kening Romi.


Satu bulan kemudian.


"Yihaaahaaa,tareeek Tri"teriak Tutu berjingkrak,tangannya yang satu sudah terangkat ke atas.Wancong mendapat mainan baru dari rumah Adrian,sebuah skate board,ia mondar mandir naik skate board tersebut dihalaman rumah Yura yang luas yang telah diberi pavingblock sekeliling rumah.


"Yeaaay,Oom Tri ganti dong lagunya"pinta Upin,wajahnya lucu banget,cirikhas ketiga tuyul ini selalu memakai bedak yang berlebihan.


"Emang lo mau lagu apa Pin?"tanya Tri berhenti sejenak bergoyang.


"Mau lagu Ayu tongtong Oom,yang alamat palsu itu"seru Upin sangat antusias.


"Yang sudah diremix ya Oom"pinta Ipan lagi.


"Ok ok"Tri mengaduk-aduk kantong ajaib seragam pocongnya.


"Dapaaaat,lanjut"


'Cetek'


Suara musik mengalun,Alexa juga ikut berjoget bersama ketiga tuyul tersebut.


Yura melihat mereka bersenang-senang dari teras sambil mengawasi Rose yang sedang bermain sendiri diteras.


"Ra sini,ikutan joget yuk"panggil Kunkun,seperti nya semua hantu penghuni rumah Yura telah tertular virus bergoyang dari ketiga pocong tersebut.


Yura menggeleng lalu menunjuk perutnya yang sudah membuncit.


Ketika mereka asyik bersenang-senang tiba-tiba saja Lola datang dengan tergesa-gesa.


Lola terbaring dilantai teras rumah Yura.


"Ada apa?"tanya Yura setelah mengamankan Rose terlebih dahulu untuk bermain didalam.


"Ra gue sudah bisa masuk ke markas Kak Anza"ucap Lola masih terengah-engah.


"Terus kenapa lo kayak capek banget?"


"Selama ini gue kan tidak bisa masuk kedalam rumah Ibu Sinta dan Ayah Bondan,tapi hari ini gue bisa masuk kesana Ra"jawab Lola.


"Kenapa lo gak bisa masuk?"tanya Yura penasaran.


"Rumah itu dipagari hal ghaib Ra,berbeda dengan ruangan bawah tanah yang terdapat kamar-kamar kami dahulu,disitu cenderung seram Ra"ujar Lola,Yura mengerti dan faham sekarang.


"Hantu maksud lo?"Lola mengangguk.


"Lo gak pernah lihat dia?"


"Gak Ra".


"Wanita itu ada ngomong sesuatu sama lo?"Lola mengangguk.


"Wanita itu bilang minta tolong kuburkan jasad dan jasad putrinya secara layak"jawab Lola.


"Putrinya?"Kutu kupret sudah ikut nimbrung tiba-tiba yang membuat Yura terkejut.


"Sial lo,buat kaget saja"umpat Yura.


"Gue putrinya Ra,hiks hiks hiks"Lola terisak.


"Kok bisa?"jawab Kutu kupret dan Yura bersamaan.


"Ibu Sinta selama ini bohong Ra,dan ternyata gue... "ucapan Lola terhenti,ia mengusap kristal bening yang membanjiri pipi pucatnya.


"Ngomong itu gak usah setengah-tengah kali La,kita itu gak paranormal yang bisa baca fikiran lo"dumel Kutukupret.Alea yang baru saja datang tampak terheran-heran karena melihat Lola menangis.


"Hei,ada apa ini?Kenapa lo bersedih?"tanya Alea duduk disamping Lola dan mengusap-ngusap punggung Lola.


"Gue anak Mama Liana dan Ayah Bondan,gue adik kandung Kak Anza,huuuwaaaaahuwaaaa"tangis Lola pecah hingga menghentikan tindakan party para pocong dan yang lainnya.Mereka berlarian kecil menuju teras.


"Ada apa?"Kunkun langsung berjongkok dihadapan Lola.


"Mamanya Lola minta bantu untuk menguburkan jasadnya"ucap Yura.


"What?"pekik ketiga pocong necis tersebut serentak.


"Apa"pekik Kunkun dan bungkring bersamaan.


"Ibu Sinta dan Mama Liana bersaudara"ucap Lola lagi.


"Jadi Mama lo dan Romi memiliki suami satu?"cecar Alea,Lola mengangguk.


"Ya ampun kenapa dunia ini sempit sekali"keluh Alea,matanya berkaca-kaca.


"Terus bagaimana ini Ra?"tanya Kutu kupret.

__ADS_1


"Gue gak bisa bertindak sendiri,gue harus ngomong Bang Arga dan Adrian dulu"jawab Yura.


"Kak Lola bisa gak bawa kita kesana dulu"tanya Upin.


"Mau ngapain?"tanya Yura.


"Kita cuma mau lihat-lihat saja Tante"jawab Upin.


"Ya sudah kalian pergi sana,jangan lama-lama sebentar lagi juga bang Arga pulang kerja kita harus bicarakan semua ini,gue mau telfon Adrian dulu"


"Siiipp tante cantik"ujar Upin.Lola segera bangkit dari duduknya.


"Gue ikut"pekik Alea,Alea sangat penasaran ingin bertemu Romi.


"Ya sudah yuk,sebentar lagi Arga dan Adrian pulang,kita akan briefing"ajak Lola.


Mereka berangkat keRawa panjang,tidak akan ada yang menduga jika dipedalaman,ditengah-tengah perkebunan ada sebuah bangunan mewah nan megah.


"Gue heran Ra,tadinya gue gak bisa kesini,apalagi masuk kerumah Kak Anza"ujar Lola.


"Kakak mau tau kenapa?"tanya Upin.


"Kenapa sayang?"Lola menggendong Upin dan menjawil hidungnya.


"Karena saat ini peliharaan ghaib yang melindungi rumah itu sedang pergi kak"jawab Upin polos.


"Oo jangan-jangan mahluk itu juga yang telah menangkap Alexa?"tebak Alea.


"Bener kakak,Oom itu sangat kuat kak,kami bertiga saja sepertinya tidak sanggup melawan Oom seram itu"sahut Ipin,Lola menurunkan Upin.


"Nah itu rumahnya"tunjuk Lola kedepan,tampak bangunan yang cukup megah ditengah perkebunan seperti ini.Alea menatap takjub.


"Yuk kita kebelakang,Mama Liana ada disana"Lola menarik tangan Alea.Bangunan itu memanjang kebelakang,didepan teras tampak 4orang berbadan kekar berjaga dan disamping seorang duduk sambil terpejam,kira-kira berusia 40tahunan dan berbadan kurus.


"Romi dimana La?"tanya Alea.


"Sudah ikut saja,Kak Anza lebih suka menghabiskan waktunya diruang bawah tanah dibelakang sana,ayuk kita mau kesana juga ni"jelas Lola.


"Upin,Ipin,Ipan ayok sini,jangan lasak-lasak"panggil Lola,lalu mereka menembus sebuah pintu yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran Rahwana.Ketiga tuyul itu mengikuti Lola.


"Mama Liana,Mama!"seru Lola.


"Mama!"


"Kak itu siapa?"tunjuk Ipan pada segerombol wanita yang rata-rata menenteng kepala nya sendiri,ada yang hampir putus, ada yang nanggung hanya miring-miring.Beberapa dari mereka Lola mengenali mereka.


"Kiran,Karin!"panggil Lola dan mendekati mereka.


"Apa yang terjadi pada kalian?"yang diajak bicara hanya menangis.


"Laras tolong kita"ucap wanita yang kepalanya hampir putus itu.


"Jasad kami Laras,berada digudang tempat penyimpanan bahan makanan untuk buaya"jelas Karin memasangkan kembali kepalanya pada tempatnya.


Lola dan Alea menutup mulutnya.


"Laras kami heran kenapa kamu bisa kesini lagi,bukankah hari itu kami telah membantu mu keluar dari sini"tanya Karin.


"Gue gak kemana-mana,Ayah Bondan membawa gue kemari dan malam naas itu,Ayah Bondan dan Kak Anza menggauli gue tanpa henti dan perasaan"cerita Lola.


"Jadi kamu juga sudah.."Lola mengangguk.


Kiran dan Karin menangis sesenggukan.


"Kak ayok kita lihat gudang yang dibilang kakak itu"ajak Ipan menarik Lola.


"Untuk apa,disana hanya banyak. tumpukan mayat"cegah Alea.


"Kak kita hanya ingin melihatnya,ada tidak itu bisa menjadi bukti nantinya"jawab Upin.Alea tampak berfikir lalu mengangguk.


"Laras,kamu disini nak?"seru seseorang dari balik pintu sebuah ruangan dibelakang Lola dan Alea berdiri.


"Mama Liana?"panggil Lola.Lalu menyembul seorang wanita cantik dari sana.


"Kamu kesini ingin membantu menguburkan dengan layak jasad Mama?"cecarnya memegang kedua bahu Lola alias Laras dan mengguncangnya sangat keras.


"Tante kita semua disini tidak bisa melakukan itu,Lola atau Laras juga sudah sama seperti kita apa tante lupa!"hardik Alea geram lalu menarik pergelangan tangan Lola.


"Kakak-kakak cantik itu benar tante,hanya tante Yura yang bisa melakukan itu"sahut Upin.


"Siapa Yura?"tanya Liana.


"Ayok kak kita kegudang itu,kita harus segera kembali"ajak Ipan,Lola langsung saja melesat mengajak ketiga tuyul itu menuju gudang.Saat mereka memasuki ruangan itu bau busuk anyir dan amis darah menguar.


"Huueek huuuueekkk"

__ADS_1


__ADS_2