Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 49


__ADS_3

"Kencengi dikit dong musiknya,masa lo doang yang denger"


"Bawel lo"


Yura dan Adrian tidak bisa mengira ada berapa orang diluar sana,ketika mereka berbicara suaranya tidak jauh beda,sama persis,terdengar suara musik terkini.


"Gila,mereka sebenarnya mau apa ya,jika mau maling kok berisik banget?"bisik Yura ditelinga Adrian.


"Gue gak tau"ujar Adrian tepat didepan wajah Yura.


"Hueeeek,huuueeekk"lidah Yura menjulur keluar seperti orang mau muntah.


"Nafas lo bau ****** Rian"bisiknya


Adrian terkekeh melihat Yura.


"Lo cari Kunti sama ngesot sana,mereka akan bisa membantu kita"bisik Arga,Yura mengacungkan kedua jempolnya lalu dengan berjinjin dia menuju kedepan mencari-cari keberadaan Kunkun dan Lola ngesot.


"Kemana sih ni hantu penasaran?"gumam Yura,setelah sekian menit mata Yura mengedarkan pandangan diseluruh penjuru ruang tamu,pandangannya terhenti pada gorden pink hello kitty nya.Yura mendekati jendela yang gordennya menggembung itu.


"Kun,Kun bangun?"panggil Yura lirih


"Kun"


"Kun"


Tidak juga merespon,jika ia teriak pasti mereka yang diluar akan tahu ada orang didalam rumah ini.


"Maimunah bangun lo,jika tidak Mas Dion lo gue kawinin tu sama janda gang ssbelah"ancam Yura.


'Wuuussshhh'


'Braaakk'


Kebiasaan Kunkun jika mendarat selalu saja menabrak sesuatu,kali ini ia juga menabrak sekeranjang mainan Elkan.Ia terhuyung lalu menghadap Yura perlahan.


"Ada apa Ra?"tanya nya.


'Wuuussshh'


"Hueeekkk anjir,nafas ko bau banget,lagian lo hantu kok masih nafas sih,hueeeekkkk"perut Yura seperti diaduk-aduk,seketika mual.


Dengan polosnya Kunkun menutup mulutnya lalu menghembuskan nafas ditelapak tangannya.


"Haaah iya kok bisa bau begini ya"tapi Kunkun tetap menghembuskan kembali nafasnya pada telapak tangannya.Yura yang melihat itu semakin mual,Yura berlari membuka pintu depan dalam sekejap ia lupa dengan tujuan utamanya mencari Kunti gak ada ahlak ini.Yura mengeluarkan isi perutnya.Setelah selesai dia mendapati Kunkun telah duduk manis bersama ngesot dikursi rotan diteras.Yura menghela nafas.


"Ra tu siGanteng Adrian nyetel musiknya kenceng amat,tidurnya Rose natr keganggu loh,malah rewel deh nanti"ujar Kunkun.


"Nah tu dia sebabnya,makanya gue banguni lo"jawab Yura buru-buru masuk dan mengunci pintu,Lola ngesot dan Kunkun saling tatap heran lalu mengikuti Yura dengan menembus tembok pembatas ruang tamu dan teras.


"Emang kenapa si Ra,kok lo kayak ketakutan gitu"Kunkun mengimbangi langkah Yura.


"Sudah yuk ikut saja,Lola lo gak usah kementelan pake ngesot segala,berisik.Berdiri jalan"perintah Yura,Lola manut ia pun berdiri dan berjalan dengan anggunnya,cantik sekali,jika para readers mau tau seperti apa kecantikan Lola ngesot alias Larasati ini,lo semua tau kan artis Celine Evangelista,nah begitu,cantik bukan,jika Celine pakai baju suster warna pink,Lola pakai baju warna peach,beti lah ya.Yang penting sama-sama cantik,hiiihiii.


"Ra,Ra,bukan kah itu Adrian.Terus yang musikan kenceng itu siapa?"suara Kunkun sedikit memekik.


"Syuuut"Yura meletakkan jari telunjuknya dibibir,dan mengarahkan kepalan pada Kunkun.Kunkun melongo tak mengerti.


"Duduk,sini"ucap Yura dengan bahasa bibir,Kunkun dan Lola menurut dan duduk dikursi meja makan.


"Lo berdua coba lihat siapa yang ada diluar,mungkin saja maling"perintah Yura.


Kunkun dan Lola segera bangkit dan menembus tembok.Adrian dan Yura harap-harap cemas.Dalam beberapa menit Kunkun dan Lola kembali dengan wajah ditekuk.


"Bagaimana,siapa?"Yura memberondong.


"Gak usah takut Ra,rumah lo bakal tambah rame"jawab Kunkun.


"Maksud lo?"sambung Adrian yang ikut penasaran,Yura mengangguk.


"Heem,hantu kota loh ganteng"jawab Lola mengerling genit dan mencium pakai bibir dihembuskan pada Adrian,ciuman itu ditangkap oleh Adrian dan memasukkannya kedada sebelah kirinya yang membuat Lola salah tingkah,ia berguling-guling dilantai,Kunkun yang melihat itu menatap sinis kearah Adrian dan melempar Lola dengan gelas yang tergeletak dimeja.


'cetaarrrr' gelas pecah.


"Emang lo punya duit buat ganti gelas gue?"hardik Yura.


"Maaf Ra,abis tingkah mereka kekanakan sekali"jawab Kunkun menundukkan kepalanya.


"Hah suara apa itu?"


"Ada orang kayaknya didalam"


"Lihat yuk?"ucap mereka dari luar.Yura dan Adrian bingung harus kemana.


"Sudah jangan kemana-kemana,duduk saja"perintah Kunkun jutek,Yura menyeringai kearah Kunkun.

__ADS_1


'Plukk'


"Spada,ada or... "kata-katanya terpotong karena Yura berteriak.


"Aaawwww"pekik Yura terlonjak kaget karena tiba-tiba saja 3kepala pocong nongol menembus pintu,kepala ya, hanya kepala dengan turban pocongnya itu yang membuat Yura terkejut,Adrian juga sedikit tersentak.


"Wah ramai ternyata didalam"salah satu dari mereka berbicara lalu masuk.


'Set bluk bluk bluk'


'Bluk bluk bluk'


Ketiga pocong itu melompat mendekati mereka yang sedang berkumpul.


"Wah ramainya,Tri lihat ada dia,hiihhii"ucap salah satu dari pocong tersebut menunjuk Kunkun.


"Wah jelek sekali dia Wan,lihat yang dua itu kayak manusia ya"jawab pocong yang menjinjing sebuah tape recorder dan memakai topi berwarna merah dimiringkan.Tangannya keluar dari seragam pocongnya lalu mematikan musik.Kunkun sudah mengepalkan tangannya.


"Tunggu-tunggu ini hantu semua atau mereka ada yang manusia sih?"tanya salah satu pocong tersebut lebih mendekat.


'Bluk bluk bluk'


Ia melompat lalu menelisik dan mengendus bau nafas mereka yang ada disana.


"Bagaimana Tu?"Wan mendekati Tutu.


"Hah,Mereka berdua manusia Wan!"tunjuk Tutu pada Adrian dan Yura.


"Dan,ihk jangan dijelek-jeleki gitu dong wajahnya Mbak Kun,sudah jelek dari sononya"Tutu bergidik ngeri.Kunkun semakin emosi,tangannya mengepal,salah satu tangannya meraih tongkat ajaib yang tersimpan dibalik jubahnya yang sudah siap melayang pada pocong-pocong tersebut.


"Mereka berdua sama kayak kita Wan!"


"Yang itu cantik banget Tu?"tunjuk Tri pada Lola ngesot.Lola cemberut,gak senang saja dipuji pocong.


"Mbak Kun,jangan marah begitu,sensi banget,lagi datang bulan ya,hiihii"ledek Wan.


"Diam"bentak Yura.


"What"jawab mereka serentak.


"Pertama kalian masuk kerumah gue tanpa ijin gue,yang kedua lo bertiga pocong gak ada ahlak banyak bacot,berisik tau"jelas Yura geram sejak tadi mereka nyerocos.


"Apa tujuan kalian kemari?"sambung Adrian.


"Kalian berdua bisa lihat kita?"jawab mereka serentak seperti sudah latihan kayak paduan suara.


"Biasa aja kali"ketus,Yura melipat kedua tangannya di dada.


"Apa tujuan kalian kemari dan suruhan siapa?"ulang Adrian mempertanyakan hal tersebut,mereka sangat wanti-wanti sekerang menerima tamu,takut antek-antek atau mata-mata dari Romi.


"Kita hanya nyasar saja tadi kesini,kita ikut mobil sawit,eh mobilnya berhenti dipabrik,nah kita kan mau party masa dipabrik,nah saat kita ngilang mencoba cari tempat yang pas untuk party eh tiba melek kitanya sudah disini,ya sudah kitanya party time disini"jawab Tri,si pocong bertopi merah dan tidak lupa selalu membawa tape recorder.


"Tidak campur kan?"bentak Kunkun.


"Hah,es campur?"Tutu celingak celinguk melihat meja.


'Pletak,buuugh'


Tongkat ajaib Kunkun mendarat dikepala Tutu hingga Tutu terjungkal,ia meringis.


"Jangan kasar-kasar Mbak Kun,cukup pipi lo yang kasar"gerutunya,mata Kunkun melotot,Yura dan Adrian terkekeh geli.


"Haaaahaaa lo suka bener kalau ngomong Cong"sahut Yura tidak tahan melihat ekspresi wajah Kunkun,ia tertawa lepas.


"Ahk Yura,gak asyik lo"Kunkun merajuk.


"Oke,disini ada aturannya jika mau masuk genk lima madu pahit"jawab Kunkun.Yura masih memegangi perutnya, namun suaranya ia kecilkan.


"Wah kayak kompetisi aja"


"Diem,gue disini sebagai tuan rumah.Perkenalkan diri"


"Kayak jadi murid baru,hiihii gue Wancong alias Pocong satu"pocong yang jangkung dan berbibir dower.


"Gue Tucong alias pocong dua"pocong yang jika berpindah tempat keseringan berjalan bukan melompat,matanya besar dan giginya tonggos.


"Dan gue Tricong alias pocong tiga, hiihii"nah pocong kali ini berpenampilan sedikt necis,topi warna merah bertengger dikepalanya,kalung super jumbo menjuntai hingga kedadanya dengan inisial 'TC' dan tape recorder nangkring dibahunya.


"Apaan tu inisial TC?"tanya Yura.


"TC itu Tricong cantik"jawabnya,Yura melotot.


"Jadi bener kalian sampai disini karena nyasar?"tanya Adrian.


"Suer takewer-kewer Bang,kita cuman nyasar gak ada maksud lain kok"jawab Wancong.

__ADS_1


"Iya,iya bener kita cuma nyasar"sambung Tucong.


"Bagi kita bertiga tidak ada yang lebih penting kecuali party"sambung Tricong sambil menggoyangkan bokongnya kekanan kekiri.Adrian terkekeh melihatnya.


"Tante Lose mau cucu"tiba-tiba saja Rose sudah berada dibelakang Kunkun.


"Astaga kasian sekali sayang sampe jalan sendiri kebelakang,maafkan tante ya,tadi tante sedang ngobrol bersama Oom Adrian"Rose tersenyum dan memeluk Yura,ia menyandarkan kepalanya dipundak Yura,dengan cekatan Yura membuatkan susu untuk Rose digelas,yang sebelumnya Rose diambil alih oleh Adrian.


"Ini sayang,abisin ya"Yura melirik ketiga pocong tersebut,mereka menganga melihat Rose yang cantik.


"Bocah lucu itu anak kalian?"tanya Tricong yang sejatinya memang suka pada anak kecil.


"Bukan"jawab Yura dan Adrian bersamaan.Rose menatap aneh pada keduanya,Rose bergantian menatap wajah Yura dan Adrian.


"Apanya yang bukan Tante?"tanyanya sambil sesekali menguap.


"Gak ada apa-apa sayang,bobok lagi yuk"ajak Yura setelah meletakkan gelas dimeja,ia menggendong Rose menuju kamar.


"Jadi dia anak siapa?"


"Dia anak temen kita juga,namanya Alea"jawab Kunkun.


"Ooo bulat"jawab mereka serentak.


"Kalian mantan personil paduan suara ya?"tanya Adrian konyol.


"Lebih tepatnya kita pensiunan Dj"


"What?"jawab seseorang dari arah depan.


"Siapa yang mantan Dj,wkwkwkwk"Tambun terkekeh.


"Hah,siapa mereka?"pekik Kutukupret menunjuk ketiga pocong tersebut.


"Anggota genk baru Mbak yu"jawab Kunkun.


"Wah sudah dites dulu belum ni"tanya Alea tiba-tiba nongol dan duduk disamping Adrian.Adrian tersenyum sinis pada Alea.


"Di tes,kayak mau kerja!"jawab mereka selalu bersamaan.


"Iya,semua hantu yang menjadi anggota baru harus dites dulu seberapa seram,dan lo bertiga harus menakut-nakuti manusia yang lemah imannya"jelas Kutukupret.


"Lah gitu doang mah gampang,cuss laksanakan"jawab Wancong itu dengan memamerkan gigi-giginya yang maju kedepan.Mereka saling menggoyangkan bokongnya dan saling beradu.


"Gue yang nentuin tempatnya"jawab Kutukupret,mereka pun ingin beranjak pergi ingin mengganggu manusia.


"Kalian mau kemana?"tiba-tiba Gindo datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa Gindo?"Adrian segera berdiri dan menghampiri Gindo yang tampak terengah-engah.


"Kita kehilangan Alexa kembali"


"Hah,bukankah tadi Lexa sedang duduk dipohon depan basecamp"ucap Alea panik.


"Setelah kalian pergi,gue memanggil Alexa untuk masuk,tapi setelah hampir setengah jam Alexa tidak masuk,gue cari hingga kemana-mana,tiga tuyul itu juga tidak dapat menemukan Alexa,tapi.."


"Tapi apa Gindo?"panik,Yura ikut bergabung.


"Ini kenapa panik sih,Alexa siapa sih?"tanya Tricong heran.


"Diaaam"jawab mereka serentak.


Ketiga pocong itu beringsut menjauh,mereka berdiri dipojokan.Takut dengan wajah sangar si Gindo.


"Bagaimana ini?"Alea sudah mulai menangis.


"Tante Yura dan Oom Adrian,sebisa mungkin bawa jauh adik Rose dari sini?"Upin datang bersama dua saudaranya.


"Tapi kita harus kemana?"jawab Yura panik,Adrian segera berlari menuju kamar membopong tubuh bulat Roselea,dan mengemas beberapa baju untuk Rose.


"Ra,buruan waktu kita tidak banyak,bawa barang seperlunya saja"Adrian bergerak cepat dan menuju garasi.


Yura mengambil tas ransel Arga yang berada dilemari,ia hanya membawa 2stel baju ganti dan dompet berisi uang cash.Ia segera berlari menuju garasi mengikuti Adrian,tidak lupa ia menutup pintu dan mematikan semua lampu dan menghubungi Arga agar tidak kembali kerumah.Saat mereka sudah ditengah perjalanan,Yura merunduk.Mereka berpapasan dengan mobil pajero sport menuju kearah rumah mereka,dengan kecepatan tinggi Adrian mengendarai mobilnya dan seet,cetek cetek,klek.


Adrian dengan secepat kilat memarkirkan mobil disamping bangunan rusak dekat lapangan bola kaki,disana gelap sekali,Adrian lalu mematikan kontak mobil.Ketiga pocong tersebut sudah duduk didepan kap mobil Adrian,disana juga sudah ada yang lainnya,kecuali Gindo cs dan 3tuyul sakti mandraguna itu.


"Brengsek,kita kalah cepat"maki Romi.


"Lepaskan hantu bocah itu,beri tanda informasi yang lebih kuat"perintah Bondan.


Mereka melajukan kembali mobilnya berbalik arah,saat melewati lapangan bola yang gelap itu,mereka menghentikan mobilnya.


Yura dan Adrian sudah sangat ketakutan,Yura terus merengkuh lengan Adrian.


Mobil Romi berhenti.

__ADS_1


__ADS_2