
Mereka menyusuri seluruh lorong disana,banyak terdapat kamar disana.Namun Alea terhenti ketika melewati sebuah kamar yang berada disudut,pintu kamar itu terbuat dari kayu jati.
"La,apakah kita boleh masuk kesana"tanya Alea menunjuk kekamar yang sedikit berbeda dari yang lainnya.
"Ehm,itu kamar pribadi Kak Anza,eh maksud gue Romi,selama ini gue belum. pernah masuk kesana,bahkan Ibu Sinta juga dilarang oleh Romi masuk kesana"jawab Lola.
"Romi?apakah dia ada didalam sekarang?"tanya Alea lagi,Lola hanya mengendikkan bahunya.Alea semakin penasaran,karena siapa pun tidak diijinkan Romi memasuki kamar pribadinya.
"Kak Romi itu lebih sering menghabiskan waktunya disini,apalagi kalau sudah sak**,dia lebih memilih untuk sendiri dan memperbanyak tidur"Lola menjelaskan apa yang ia keteahui tentang Romi.
"Gue masuk ya?"pinta Alea.Kiran,Karin dan Liana hanya mengangkat bahunya.
"Yuk Kak kita masuk saja"tiba-tiba saja ketiga bocah botak itu menarik tangan Alea.
'Jedugg'
'Jedug, jedug,jedug'
"Aawww"ucap mereka bersamaan.
"Kok gak bisa masuk?"tanya Lola memegang jidatnya, begitu juga Alea.Mereka mundur beberapa langkah dari pintu itu,ketika suara pintu dibuka.
'Krieeett'
Menyembullah wajah yang sangat dirindukan Alea selama ini,Romi keluar kamar dalam keadaan kacau,matanya merah.Ketika pintu itu terbuka lebar menguar harum parfum paris bulgari aqua yang dulu sangat disukai oleh Alea,bahkan Alea lah yang menyaran Romi memakai parfu tersebut seperti yang digunakannya.
"Aku mau Abang pakai ini!"ucap Alea menyodorkan sebotol kecil parfum yang tadi siang sepulang kerja ia beli dipasar.
"Apa ini sayang?"tanya Romi memutar-mutar botol tersebut lalu membukanya dan mengoleskannya dipunggung tangannya lalu menghirupnya.
"Menghirup wangi parfum ini,seolah-olah abang sedang memeluk kamu sayang"ujar Romi seraya merengkuh bahu Alea,merangkulnya.Sejak hari pertunangan itu,Romi dan Alea sering menghabiskan waktu bersama layaknya suami dan istri.
"Bang?"panggil Alea.
"Heemm"
"Kenapa Mama dan Papa Abang tidak mengijinkan Aku main kerumah abang?"tanya Alea didalam pelukan sang pujaan hati.
"Sabar ya sayang,jika nanti kamu sudah resmi menjadi istri Abang,kamu pasti akan tinggal disana,dirumah Abang"Romi mencubit pipi tirus Alea.
__ADS_1
"Huuhhh"Alea menghela nafas kasar.
"Ada apa sayang?"tanya Romi memiringkan tubuhnya menghadap Alea.
"Mama Sinta pernah meminta ku untuk menjauhi Abang"ucap Alea datar,Romi membelalakkan matanya.
"Kapan?benarkah?"Romi terkejut dan seakan-akan tidak percaya sehingga ia terduduk.
"Minggu lalu,Mama datang kemari memberiku ini"Alea bangkit dan membuka lemari bajunya lalu mengeluarkan segepok uang merah.Wajah Romi memerah seketika.Alea menggamit tangan Romi dan menyerahkan kembali uang tersebut.Romi meremas uang tersebut lalu melemparkan segepok uang itu asal.Dadanya naik turun,jantungnya berdetak tidak beraturan.
"Mama sudah melewati batas"ucap Romi.Tangannya mengepal dan meninju tembok berulang kali.
"Stop Bang,stop"Alea memeluk tubuh Romi dari belakang.Romi tergugu,kenapa dia begitu cengeng.
"Al,Abang sangat mencintai kamu,sejak mengenalmu Abang banyak mengenal hal baik,Abang banyak belajar dari kamu tentang hidup ini Al"racaunya,tubuh kekarnya terguncang,bulu mata nya yang lentik itu telah basah,pipinya yang ditumbuhi bulu-bulu halus juga telah basah oleh air mata.
"Kenapa hati abang begitu sakit saat Mama menghina kamu sayang"Romi menangkup wajah Alea.Setitik air mata pun tidak ada yang keluar dari netra Alea,bukan,bukan Alea tidak menyayangi dan mencintai Romi,namun Alea lebih kebal dari yang mereka ketahui.
Alea cukup kenyang dengan hinaan-hianaan orang yang justru mereka belum tahu pasti apa sebenarnya yang terjadi.Mereka semua mengetahui jika Ibu Siska wulandari adalah seorang kupu-kupu malam,ya itu memang pekerjaan seorang Siska,tapi dia tidak bekerja dikota ini.Apakah mereka semua merasa dirugikan?ahk tentu saja tidak.Tapi itulah manusia hanya bisa mengingat satu keburukan dari pada kebaikan.Rusaknya susu sebelanga karena nila setitik.
Alea mengenggam erat jemari Romi,mencoba memberikan kekuatan.
"Abang sangat mencintai kamu Al,kamu hidup abang,kamu penyemangat hidup Abang"Romi menciumi kedua punggung tangan Alea dengan rakus.
'Buuuuggghhh'
'Klontaaaang'
Suara benda jatuh itu tiba-tiba saja membuyarkan lamunan Alea.
"Astoge,Kak Anza itu pasti sakit sekali"pekik Lola menghampiri Romi,Romi terjatuh menabrak sebuah piring terbuat dari seng yang ditumpuk dimeja.Lola berusaha membantu Romi untuk bangkit,namun percuma itu hanya pekerjaan yang sia-sia.Tangan Lola selalu saja menembus tubuh Romi.
"Laras,lo lupa jika sudah menjadi hantu"Kiran mengingatkan itu.
"Gue heran,kenapa yang lainnya memiliki kekuatan,sedangkan gue gak"Lola terduduk menyaksikan Romi dengan bersusah payah untuk bangkit,namun dari kejauhan tampak seorang pria kurus yang tadi tertidur digazebo rumah utama berlari,ia mengenakan setelan safari berwarna biru dongker.
"Tuan muda,apa yang terjadi?"serunya dengan sigap menangkap tubuh Romi yang hampir saja tersungkur.
"Al.."rintihnya.
__ADS_1
"Apa tuan,tidak jelas?"tanya pria itu.Romi minta didudukkan.Romi memeluk kedua kakinya,ia menangis sesenggukan.
"Jika tuan muda ingin bercerita,saya siap menjadi pendengar setia tuan"ujar pria itu.Romi mendongak.
"Saya merindukan Roselea Pri,lihatlah Alea sangat manis,dia menyematkan nama saya dinama anak kami"racau Romi.Hati Alea sangat sedih mendengar kata-kata Romi.Ya memamg benar Roselea adalah persatuan nama Romi dan Alea.Supri hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh majikannya.
"Saya merindukan Alea Pri"sambungnya lagi yang membuat jantung Alea melompat dari tempatnya.Alea memegangi dada sebelah kirinya.
"Lola bantu gue"panggil Alea lalu ia terduduk lemas dilantai,Lola dan yang lainnya segera menghampirinya.
"Lo kenapa Al?"tanya Lola sangat khawatir.
"Huufhaaahuuufhaaa"Alea menghembuskan dan menghirup nafas dengan kasar berulang kali.
"Hei Al,lo kenapa?"hardik Lola.
"Lola,jantung gue"Alea memegangi dada sebelah kirinya.
"Jantung lo kenapa?"Liana ikut panik.
"Jantung gue gak aman"tapi wajah Alea tampak ceria dan sangat bahagia.
"Kenapa lo sakit jantung tapi wajah lo terlihat sangat bahagia?"tanya Lola.
"Jantung gue mau lompat dari tempatnya ketika mendengar Romi mengutarakan isi hatinya,jika dia sangat merindukan gue La"ucap Alea lalu berguling-guling dilantai persis anak kecil.Ketiga bocah botak Upin,Ipin dan Ipan itu terheran.
"Ya ampun"ucap mereka serentak,lalu terduduk disamping Alea yang sedang kasmaran.
"Dasar hantu bucin"gerutu Lola melempar Alea menggunakan sandal yang sedang dipakai oleh Liana.
"Iri saja lo"celetuk Alea lalu memeluk Lola.
"Kemana Nona Alea tuan,apakah kita bisa menemuinya?"tanya Supri.
"Hiks hiks hiks Alea sudah pergi jauh Supri,Alea pergi karena saya,hiks hiks hiks"Romi masih saja tergugu.
"Apakah Non Alea sudah me....?"ucapan Supri terhenti ketika Romi mengangguk kristal bening itu semakin banyak keluar tanpa aba-aba membasahi rahang kokoh seorang Romi.Bulu-bulu halus itu telah badah.Alea mendatangi Romi,mencoba menghapus air mata Romi.Namun sia-sia.
"Saya sangat mencintai Alea Pri"gumam Romi.
__ADS_1