Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 64


__ADS_3

"Huuuhhaaahhuuuuhhaaaahhh"Adrian ngos-ngosan begitu juga Tristan.


"Gila ya,badan segitu doang kok kayak bebannya 100kg"keluh Adrian,dia duduk bersandar pada dinding mobilnya,Tristan berada disampingnya.


"Keberatan dosa kali Yan"jawab Tristan yang masih mengatur nafas.Sementara Doni dan anggota polisi yang bernama Heri itu,yang tadi sempat menodongkan senjata pada Adrian langsung saja memborgol Romi dengan ganda.Kaki diikat menggunakan tali tambang,mereka tidak tahu saja jika pengawal gaib Romi telah diringkus tiga tuyul ajaib itu.


"Terus jasad para korban bagaimana bang?"tanya Adrian.


"Besok kita evakuasi,kita juga akan mendatang tim forensik,akan divisum juga"jawab Tristan.Adrian melirik arlojinya yang melingkar dipergelangan tangannya,jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.


"Abang mau dengan Adrian atau dengan mobil tim?"tanya Adrian.


"Mobil tim masih jalan menuju kemari Yan,saya akan ikut kamu membawa Romi"


"Siip deh jika begitu bang"


Mereka melakukan perjalanan panjang kembali dan diiringi para hantu.Dan saat sebelum pergi Adrian menunjukkan dimana gudang berisi jasad-jasad tersebut.


"Abang sudah mendapat kabar dari Adrian?"panik,Yura mondar mandir hinggi dini hari dia tidak dapat memejamkan matanya.


"Belum sayang,hooooaaaam"Arga menguap,karena sangat mengantuk sejak tadi jika ia memejamkan mata Yura terus saja mengajaknya mengobrol.Sambil memeluk Rose Arga memejamkan matanya,sudah tidak tahan.


"Bang gimana ni?"


"Ponsel Adrian juga tidak bisa dihubungi"Yura mengotak atik ponselnya.


"Adrian ada ngirim pesan keponsel abang?"tanya Yura.


"Heemmm"sahut Arga.


"Abang"geram Yura.Sebenarnya dia juga merasa sangat mengantuk,perutnya juga sesekali terasa sangat tegang.Akhirnya Yura ikut terbaring disamping Arga yang sudah terlelap.


'Tiiin,tiiin,tiin'


"Assalamualaikum,Assalamualaikum?"Adrian menyerukan salam berulang kali,dari pintu samping,pintu depan bahkan dari jendela kamar Yura.


"Arga"


"Yura"


Adrian hampir mengelilingi rumah.


"Arga,Yura?"panggil Adrian lagi,akhirnya dia terduduk dikursi teras depan diikuti para hantu-hantu somplak itu.Adrian membaringkan tubuhnya,lalu tiba-tiba saja ia tersentak dan duduk.


"Hei kalian sedang apa?"bentak Adrian.


Ketiga bocil itu langsung duduk dekat Adrian.


"Istirahat Oom"jawab Ipan.


"Aok"Bungkring melengos dan memunggungi Adrian.


"Otak kalian semua ngesot ya?"Adrian geleng-geleng kepala.


"Maksud kamu itu apa sih Adrian"timpal Liana duduk diayunan.


"Kalian semua itu hantu,bisa ngilang nembus tembok"jelas Adrian.


"Ahaaa,lo bener ganteng,kok gak kefikiran ya dari tadi,ya sudah kita semua masuk ya"sahut Tambun lalu menggiring yang lainnya masuk,setelah itu senyap.Adrian hanya melongo dan geleng-geleng kepala dibuat tingkah para hantu-hantu ini.


'Dok dok dok dok'


'Dok dok dok dok'


"Hei hantu-hantu sialan,setidaknya beritahu Yura untuk membuka pintunya"teriak Adrian,dia merasa heran kenapa hingga jam segini Yura dan Arga belulm bangun juga.Jam sudah menunjukkan pukul 7pagi.

__ADS_1


"Hei,Kun,Tambun woy"teriak Adrian lagi,sambil menggedor pintu.


"Hiiiihiii emang enak kita kerjain"para hantu didalam sana terkikik geli melihat Adrian diluar sana sudah mulai emosi.


"Biar saja kita kasih pelajaran dulu"sambung Liana.


"Hahaaha bener lo,pelajaran PKN"Kutu kupret nimbrung.


"Woy,Yura,Arga"suara pekikan Adrian dari luar sangat memekakkan telinga.


"Hiiihiiii,syukurin belagu si lo Yan"celetuk Kunkun,tapi dia merasa tidak tega juga,Kunkun menuju kamar Yura.


"Eh Kun,lo mau kemana?"panggil Alea.Kunkun hanya mengangkat kedua bahunya.


"Ye ada yang lagi jatuh cinta niye"ledek Lola pada Kunkun.


"Enggak"Kunkun tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar Yura.


"Iya"sahut Lola lagi.


"Enggak Lola ngesot,cinta gue cuma untuk Mas Dion Papi dari anak gue"Kunkun mulai drama,wajahnya berubah menjadi sangat menyedihkan sambil mengelus perutnya.


"Ehmm,drama lagi,kebanyakan nonton sinetron ikan terbang lo mbak Kun"ucap Lola ngesot.


"Aok ahk"Kunkun mendekati Yura yang tampak begitu lelap disamping Arga dan Rose.


"Ra,Yuraaaa"panggil Kunkun lirih.Yura menggeliat.


"Hoooaaaamm"Yura menguap tanpa menutup mulutnya.


"Astaga Yura,bau sekali"pekik Kunkun.


"Astaghfirullahalazdim"Yura tersentak kaget mendengar teriakan,dia langsung terduduk dan mengerjap berulang kali.Nyawanya belum terkumpul semua,hihii


Yura mencoba mendengarkan baik-baik siapa itu.


"Yuraaaaaaa,Roooseeee"teriak Adrian semakin keras.


"Adrian!sedang apa dia?"gumam Yura lirih,tampak Rose sudah duduk mengucek-ngucek matanya.


"Siapa tante yang teliak-teliak"tanya Rose menggemaskan,lalu ia turun dan pergi kekamar mandi,ia diajarkan Yura jika bangun tidur langsung kekamar mandi buang air dan bebersih.Saat Yura akan menuju jendela dimana asal suara Adrian,dia melihat Kunkun sudah disana mengintip.Yura lalu membuka jendela dan mendoromgnya.


"Aaawwww,sakit Yura"rintih Adrian karena terantuk daun jendela.


"hiihiiihaaa"Kunkun terkikik melihat ekspresi Adrian.Adrian menyeringai dan menunjukkan kepalan tangannya pada Kunkun.


"Apaan sih,kok dari jendela sih Yan?"tanya Yura merasa tidak bersalah.


"Astaga Yura,gue sudah 2jam manggili lo sama Arga,kalian tidur apa pingsan sih?"keluh Adrian.


"Jam berapa sekarang?"tanya Yura.


"Jam 8"jawab Adrian malas.


"Oh my god"Yura berlari menuju kasur lalu membangunkan Arga.


"Bang, bangun sudah jam 8"Yura menepuk-nepuk pipi Arga.


"Bang Arga"pekik Yura.


"Haaahh ya apa-apa, ada apa?"Arga seketika bangkit dan berdiri berpose seperti akan pencak silat.


"Haaahaaa"Kunkun tertawa terbahak-bahak.


"Yura?"panggil Adrian lagi.

__ADS_1


"Apa Adrian?"jawab Yura malas karena melihat tingkah Arga seperti itu.


"Setidaknya buka pintunya dulu Ra,gue laper,haus capek ngantuk"keluh Adrian.


Yura menepuk jidatnya,lalu melangkah keluar kamar sebelumnya menyeret Arga terlebih dahulu kekamar mandi.Rose sudah mandi dan berpakaian,anak yang mandiri.


"Rose sayang langsung kedapur saja ya,tante akan buka pintu untuk Oom Adrian dulu"Rose mengangguk lalu berlari kecil menuju dapur sambil memeluk boneka teddy bear pemberian Arga.


'Ceklek'


Yura membuka pintu samping.


"Adrian"panggilnya.


"Astaga kalian tidur apa pingsan sih?sudah sejak jam setengah enam subuh tadi gue mengetuk pintu,berteriak"cerocos Adrian lalu menenggak segelas air hingga tandas.


"Oom Adlian dali mana sih,kok pulangnya pagi-pagi?"tanya Rose sambil terus memainkan boneka teddy nya.


Amarah Adrian yang tadi ingin meledak-ledak,karena Yura dan Arga tidak. mendengar sama sekali panggilannya,lalu hantu-hantu itu telah mengerjainnya.Awas saja.Setelah melihat Rose dengan bedak yang cemong-cemong membuat wajahnya semakin gemas.Adrian bangkit dan menggendong tubuh gempal Rose lalu menciuminya dengan rakus.


"Geli Oom,hiiihiiiwkwkwkwk"Rose cekikikan karena Adrian menciumi bagian perut dan leher Rose.Yura sangat bahagia melihat keceriaan Rose,beberapa hari yang lalu Rose demam karena merindukan Mbahnya.


"Diminum dulu susunya sayang"pinta Yura pada Rose,lalu Rose meraih cangkir berisi susu dan menenggaknya hingga abis.


"Kopi nya Yan"Yura menyodorkan secangkir kopi hitam pada Adrian,dan mengaduk segelas teh susu untuk Arga.Tidak lama Arga sudah tampak segar dan sudah berpakaian rapi.


"Wah sayang Papi sudah mandi ya?"Arga mengahampiri Rose yang baru saja menghabiskan susunya,dibibirnya menempel bekas susu,Arga mencomot sehelai tissue lalu melap mulut Rose.


"Pagi paman?"sapa Arga.


"Telat Ga,sudah mau tengah hari"ketus,lalu Adrian menyeruput kopinya.


"Heehee maaf Paman,kita tadi jam 4baru tidur,abis ponsel paman tidak aktif,Arga ingin menyusul Paman tapi Arga tidak mungkin meninggalkan Yura dan Rose dirumah"alasan Arga,tapi semua itu memang benar adanya.


"Bagaimana penggrebekannya Yan?apakah ada kendala,dan Romi apakah dia melakukan perlawanan?"cecar Yura.


"Satu-satu kali Ra,dah kayak wartawan aja lo!"Adrian melengos lalu masuk kekamar mandi.Yura melanjutkan mengolah sarapan,Yura hanya memasak menu cepat saja mie instan rebus.


"Adrian buruan,mie nya sudah mateng ni"panggil Yura.


"Iya nanggung ni Ra"sahutnya dari dalam lalu terdengar suara yang tidak mengenakkan.


'Tuuuttt brooottt'


"Adrian jorok banget sih?"pekik Yura lagi.Arga hanya terkekeh.


"Maaf Ra,masuk angin"sahutnya lagi agak tertahan.Yura buru-buru membawa semangkok mie rebusnya keruang TV,meninggalkan Rose dan Arga yang terbengong.


"Sudah lanjut aja makannya sayang,Mami lagi mau nonton drakor kesayangan nampaknya"ucap Arga pada Rose,ia hanya mengangguk.


"Yuraaaaaaa"para hantu itu tiba-tiba pada nongol dari ruangan depan,lima madu pahit,3tuyul bersama wanita sanderaannya,Liana,Lola,Alea dan 3pocong necis tapi gak keren.


'Kluntiiing,ceetaaarrr'


Dada Yura naik turun,semangkok mie dan segelas jus apelnya telah berserakan dilantai,karena terkejut akibat ulah hantu-hantu itu Yura refleks melepaskan mangkok dan gelasnya.Lima madu pahit sudah memutar badan ingin kabur.


"Woy,mau kemana kalian hah?"hardik Yura,dengan cengengesan mereka memutar balik menghadap Yura kembali.


"Kita cuma mau berbagi kebahagiaan Ra,kita berhasil membantu Adrian meringkus Romi,dan itu hasil kerja ketiga tuyul tersebut,mereka juga telah melumpuhkan pengawal gaib Romi,kerenkan?"jelas Kunkun lalu nyengir.


Yura berjalan menuju sofa.


"Bersihkan!"perintah Yura,lalu menyala kan televisi nya.


Hantu-hantu itu hanya bengong persis sapi ompong.

__ADS_1


__ADS_2