Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 50. Hampir saja ketahuan


__ADS_3

Mobil Romi berhenti diarea lapangan.Bondan menyempatkan diri untuk menkonsumsi barang haramnya.


"Pa,Papa dan Mama harus janji pada Romi,jika Rose tidak akan disakiti,bagaimana juga Rose anak Romi Pa"pinta Romi kepada Bondan.


'Weeesssssshhhhaaa'


Bondan masih asyik dengan barang yang membuatnya gila dan candu tersebut,sehingga ia tak bisa hidup tanpa itu.


"Pa?"sentak Romi,Bondan hanya memberikan kode mengangkat tangannya keatas,meminta Romi untuk diam sejenak.


"Brengsek"umpat Romi menendang apa saja yang berada didekatnya,para bodyguard berjaga tidak jauh dari Ayah dan anak tersebut.Bondan tidak memperdulikan Romi.Ia masih asyik dengan mainannya.


Sementara itu Yura dan Adrian jantung rasanya seperti akan melompat dari tempatnya ketika Rose terbangun dan menangis,karena suasana dalam keadaan gelap gulita.


"Huuuuwaaaaa"


"Cup cup cup,sayang sayang,ini Tante Rose gak apa-apa,sedang mati lampu sebentar lagi akan hidup ya"bujuk Yura.Bahkan Adrian sempat membekap mulut Rose agar suara tangisnya tidak terdengar oleh Romi dan rombongannya.


"Rose,kalian mendengar suara tangisa Rose"Romi membuang puntungan rokok asal,ia berlari menuju lapangan yang gelap gulita tersebut,mungkin alam sedang bersahabat dengan Yura dan Adrian,cuaca mendung bahkan gerimis.


"Tidak bos,kami tidak mendengar apa-apa"jawab salah satu dari mereka.


"Tidak,saya mendengar dengan jelas suara jeritan Rose,saya sangat suara Rose meskipun hanya beberapa hari bersama nya"Romi masih meyakinkan bodyguardnya.


Kunkun dan Kutukupret yang baru saja sampai sana melihat Romi menyalakan senter ponselnya,kedua hantu itu segera melindungi mobil yang ditumpangi Yura dan Adrian.


"Cong coba alihkan mereka,ingat kalian berada dipihak kami,nanti akan gue jelaskan"perintah Kutukupret.


"Siap Kunti jelek"jawab Wancong,Kutukupret mendelik.


"Eh sedikit jelek maksudnya"Wancong nyengir lalu bersiap beraksi.Ketiga pocong tersebut melompat mendekati beberapa bodyguard tersebut.Tidak Tutu namanya jika berjalan ala pocong,hantu jaman now,pocong masa kini ia berjalan dengan kedua kakinya melenggang sambil berdendang,musik menyala dari tape recorder yang selalu nangkring dipundak Tricong.


"Siap beraksi"tanya Wancong.


"Lets go"secepat kilat mereka sudah berada didekat Romi yang terus menyorotkan senter kesana kemari saat senter itu mengarah pada ketiga pocong tersebut Romi sangat terkejut.Saat beraksi wajah ketiga pocong tersebut berubah menjadi sangat menjijikan.


Wajah mereka rusak,busuk ulat keluar dari mata dan hidung,bahkan dari luka-luka busuk tersebut,wajah itu sudah menyerupai tengkorak gigi tampak keluar kedepan bau anyir dan busuk menguar dari tubuh mereka.


"Po-po-po cong"teriak Romi berlari tunggang langgang.


"Hah pocong,mana?"tanya salah satu bodyguard Romi.


"Kita disini Bang,party bareng yuk?"ajak Tri mendekati bodyguard tersebut,mereka juga lari tunggang langgang.Mereka semua masuk kedalam mobil.


"Pa masuk,ada pocong pa?"panggil Romi setengah berteriak.


Bondan dengan santai tetap duduk dikap mobil.Lalu dibantu bodyguardnya Bondan turun dari sana,kepalanya sudah sangat berat.


"Tunggu dulu,kenapa takut dengan pocong saya membawa mahluk lebih menakutkan dari pocong"ucap Bondan berjalan menuju belakang mobil dan membuka pintu bagasi.


"Lepaskan hantu bocah itu,beri ia tanda yang lebih kuat,agar kita tahu kemanapun dia pergi bersama rombongannya,jangan sampai terlihat norak seperti yang kemaren,agar mereka tidak mengetahui nya"perintah Bondan kepada mahluk menyeramkan dibelakang.Mahluk itu melemparkan asal tubuh Alexa setelah memberikan tanda seperti yang diinginkan tuannya,Alexa yang dalam keadaan pingsan tidak tahu apa-apa.


Dari kajauhan Kunkun dan Akea melihat itu,mereka ingin segera memeluk tubuh Alexa namun urung karena dicegah oleh Kutukupret.


"Jangan gegabah,nyawa mereka bertiga lebih penting daripada kita yang hanya hantu penasaran"cegah Kutukupret,Kunkun menangis melihat itu sambil merengkuh tubuh Alea,Yura dan Adrian juga merasakan hal yang sama,mungkin mereka belum bisa melihat tapi dari cerita ketiga pocong tersebut Alexa dilemparkan kesembarang arah,Alexa terkulai lemas.


Suara deru mobil Romi sudah terdengar dan menjauh dari sana.Yura merasa sedikit lega ia langsung menyalakan senter ponselnya,Rose tertidur lagi dalam dekapannya.


"Alhamdulillah"Yura merasa sangat lega.


"Rasanya gue gak bisa nafas Ra"sahut Adrian.


"Lo bener"


"Apalagi saat Rose tadi nangis,jantung gue rasanya ingin berpindah tempat"sambung Adrian.


"Kayaknya rumah gue sudah gak aman deh"ucap Yura.


"Apa malam ini lo nginap dirumah gue aja?"saran Adrian.


"Boleh,sudah tengah malam juga ini,jika malam ini mereka juga kemungkinan besar besok-besok akan kembali"jawab Yura sendu.


"Maafin gue Ra,sudah melibatkan kalian dalam urusan dunia gue yang belum kelar"Alea tiba-tiba nimbrung.Tubuh Alexa sudah dalam gendongan Kunkun.


"Apakah Akexa baik-baik saja?"tanya Adrian.


"Apakah ada tanda merah seperti kemaren?"risau,Lola mencoba memeriksa tubuh Alexa.Dia tidak menemukan apapun.


"Sepertinya kita aman,Alexa tidak diberi tanda apapun"ujar Lola,namun tiba-tiba dia menangis.


"Lo kenapa?"tanya Alea.


"Mereka tadi adalah Kak Anza dan Ayah Bondan Al"jawab Lola.


"Hah"ucap mereka serempak karena kaget,kecuali ketiga pocong tersebut yang masih bingung dengan kejadian ini.

__ADS_1


"Anj** jadi Romi dan Anza itu orang yang sama,kirain nama nya saja yang sama,eh ternyata orangnya juga sama"ujar Adrian.


"Ya keluarga baji**** itu seharusnya dimusnahkan"ucap Lola geram,wajah cantiknya kini tampak mengerikan,urat-urat timbul dipipi mulusnya dan kedua matanya merah menyala,seperti ada dendam yang tersembunyi.


"Masih ada yang lo sembunyiin dari kita La?"tanya Yura.


"Ceritanya didalam mobil saja,mungkin Romi dan rombongannya sudah jauh"ajak Adrian,Lola melunak dan kembali pada wujud cantiknya.


"Kun,bawa Alexa kedalam atau kalian akan balik kerumah?"tanya Yura.


"Tidak Ra,kita semua akan terus kawal kalian kemana pun"suara bass Gindo tiba-tiba terdengar dari arah belakang yang diikuti Gindo cs dan grup Upin dan kedua saudaranya.


"Bagaimana keadaan Kak Alexa tante?"tanya Ipin


"Apakah mereka memberi tanda itu lagi?"tanya Upin lalu menerobos masuk kemobil memeriksa tubuh Alexa.Lalu keluar kembali.


"Bagaimana?"sentak Gindo.


Upin menghela nafas dan menggeleng pelan sekali.


"Maksudnya tidak ada atau..?"


"Untuk saat ini sepertinya aman kok Oom"jawab Upin yang membuat mereka semua bernafas lega.


"Oke,tapi kita semua akan kawal lo"sahut Gindo.


"Jangan semua,ada yang juga yang lihat-lihat Sintya"pinta Yura.


"Gindo 3 dan Gindo 4 yang akan bersama Sintya"ucap Gindo.


"Baiklah"ucap Yura.


"Kita sudah bisa jalan sekarang?"tanya Adrian.


"Tunggu dulu,gue masih curiga jika mereka masih memberikan tanda informasi pada tubuh Alexa,coba saja lo semua mikir pake logika,tidak mungkin mereka melepaskan Rose begitu mudahnya"cerosos Alea.


Yura dan Adrian mengangguk setuju.


"Lalu bagaimana ini?"tanya Adrian.


"Gini saja,gue dan Gondo yang lain akan tetap dirumah Yura dengan Alea dan Alexa,Upin cs dan yang lainnya ikut Yura dan Adrian"perintah Gindo membagi tugas.


"Gue ikut Alea,gue ingin mengurus Alexa"ujar Kunkun.


"Benar"sahut Kutukupret.


"Masuk"perintah Yura.


"Bagaimana dengan kita yey?"tanya Tri


"Lo bertiga ikut Yura dan Adrian,jaga mereka jangan sampai tergores sedikitpun"titah Gindo.


"Wow asyiaaap"ucap mereka serentak dan saling senggal senggol bokong mereka.


"Norak"gerutu Kunkun.


"Eh jelek,ini bukan norak tapi ini lah kami tidak bisa lepas dari party dan hoyang"jawab Tutu dengan bibir yang hampir jatuh itu karena sangking dowernya.


"Tidak sadar diri,naek ojek untuk beli kaca,udah jelek tapi gak bisa ngaca"Cungkring berpantun.


"Sejati nya hantu itu memang harus jelek,kayak gini maksud lo kan?"Kutukupret berubah kemode menyeramkan dengan kepala membelah dua dengan noda merah yang sudah mengering dan bola mata yang hampir lepas dari tempatnya,mulut yang terbelah mengeluarkan cairan merah pekat bercampur ulat.Mulut itu tidak berhenti tertawa,Kutukupret melayang tinggi keatas lengkingan tawanya menggema hingga kepenjuru desa.Para petugas pelabuhan yang dekat dengan lapangan bola tersebut lari tunggang langgang karena suara tawa kuntilanak yang menggema.


"Bro,tutup saja pintunya"perintah security pada sebuah pabrik besar dijalan pelabuhan itu,mereka meringkuk pada ruangan persegi empat ukuran 2x3meter itu.


"Kunti sialan,malam-malam begini malah cekikikan,gak liat jam apa,ganggu orang yang lagi kerja saja"gerutu temannya.


"Huss jangan ngomong sembarangan nanti jika dia datang gimana?"


"Kata orang sih,jika suaranya sangat jelas dan keras didekat kita,itu berarti kunti nya jauh bro"jawabnya.


Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya diBukit Kapur,Adrian dan Yura sedikit was-was karena akan melewati Rawapanjang dimana Romi dan komplotannya berada.


'Saaaapppp'


Mobil terios Adrian berpapasan dengan mobil Pajero.


Romi menoleh,pandangannya mengikuti mobil yang baru saja berpapasan dengan mereka.


"Ada apa Tuan?"tanya supir pribadi Romi.


"Pa seperti nya didalam mobil itu ada Rose dan wanita itu!"seru Romi menunjuk kearah mobil yang melaju berbeda arah dengan mereka.Bondan menoleh.


"Dasar bodoh,tunggu apa lagi,putar mobil nya"hardik Bondan kepada supir pribadi mereka dengan memukul kursi bagian belakang dengan tongkatnya.


'Seett ciiit'

__ADS_1


Mobil yang mereka kendaraian memutar dengan cepat lalu melaju dengan cepat mengejar mobil putih yang ditunjuk Romi.


"Buruan,jangan sampai kita kehilangan jejak"bentak Romi,supir pribadi Romi dengan lihai mendahului setiap mobil yang lain berada didepan mobil mereka.


Keadaan jalan sedikit lengang Adrian memacu mobilnya sedikit cepat namun ketika itu Adrian melihat spion mobil dibelakang mereka seperti nya terus mengikuti mereka.


"Ra coba lihat mobil pajero itu,apakah mereka masih mengikuti kita"tanya Adrian.


Yura menoleh kebelakang,dan benar saja saat Adrian melambat mereka juga melambat,saat Adrian melaju kencang maka mobil tersebut juga ikut melaju kencang.


"Jangan-jangan itu mobil Romi Yan!"tebak Yura.


"Bisa jadi Ra"jawab Adrian.


"Kemana juga para hantu-hantu ini,kenapa mereka lama sekali"ucap Yura sangat khawatir.


Adrian tidak lagi menanggapi ucapan Yura,dia fokus pada jalanan,tanpa mereka sadari mereka sudah melewati simpang Bangko,bahkan mereka sudah hampir sampai kota Duri.


"Hey Supri cepat kejar mereka,jangan sampai kehilangan jejak,saya yakin didalam mobil itu ada anak saya Roselea"bentak Romi pada supirnya.


"Baik Tuan"jawab Supri tetap fokus pada jalanan dan memperhatikan mobil terios yang dikendarain Adrian dan Yura.


'Entah mengapa para hantu ini lama sekali' batin Yura namun dengan bersamaan mereka semua telah hadir dibelakang,ketiga pocong sedang party diatas mobil,Lima madu pahit dan Lola duduk dijok belakang,mereka terkikik dan merasa puas karena sudah berhasil mengganggu manusia yang imannya lemah.


"Hai Ra"


"Astaga,kalian membuat gue kaget saja?"ucap Yura yang dilirik oleh Adrian.


Yura menarik nafas dalam-dalam,dan meraup oksigen banyak-banyak sepertinya pasokan oksigen pada paru-parunya sudah habis.


"Gue dan Adrian dalam bahaya"ucap Yura.


"Bahaya"tanya Lima madu pahit serentak.


"Mana tuyul-tuyul itu?"tanya Adrian.


"Mereka masih memeriksa Alexa, ganteng"jawab Lola.


"Ayo buruan,siapa saja dari kalian lindungi kita,gue takut banget,perut gue sakit ni karena Adrian bawa mobil terlalu kenceng"perintah Yura.


"Lima Madu Pahit beraksi"kelima Kunti itu pun keluar.


"Adrian kurangi kecepatan,jika perlu berhenti parkir didepan toko mana saja"seru Kutukupret,dengan sigap mereka berlima mengembangkan jubahnya,didepan Adrian melihat tikungan masuk kesebuah gang dan...


'Saaapp set,ciiittt'


Adrian membelokkan mobilnya dengan cepat dan mengerem dadakan,Yura mendekap erat Rose, dengan cepat Adrian juga mematikan mesin mobilnya.


"Belok kiri Pri"teriak Romi.


'Ciiiitttt'


Mobil telah membelok dan melaju dengam cepat hingga keujung gang,namun mereka tidak melihat ada mobil terparkir disana.


"Aaahkkk,sial bagaimana mereka bisa bergerak begitu cepat"umpat Romianza.


"Romianza putra Papa,kamu tenang saja,untuk satu atau dua bulan ini kita tidak akan mencari mereka,biarkan mereka mengira kita tidak akan mencari mereka"icap Bondan.


"Tapi Pa,Romi merindukan Rose"ucap Romi memelas.


"Persetan dengan itu,kamu harus ingat anak itu harta karun kita,Papa juga akan terus berusaha mendapatkannya,sudah ada yang berani bayar sangat mahal anak itu"ucap Bondan.


'Buuughh, buuugghh'


Romi melayangkan tinjuan pada wajah Bondan.


"Haahahaha kamu jangan naif putraku"ucap Bondan terkekeh padahal darah telah mengalir dari sudut bibirnya.


"Romi akan melindungi Rose,Pah.Cukup Romi mengabaikan Alea dulu karena permintaan Mama dan Papa"pekik Romi.


"Maaf Tuan,takut ada warga mendengar keributan ini"Supri mengingatkan kedua majikannya.


"Brengsek,kita pulang Pri"bentaknya oada Supri,Supri dengan cepat memutar mobilnya.


Adrian dan Yura bisa melihat Mereka yang melintas,mereka masih dalam lindungan Lima Madu pahit.


"Ahkk"Yura menenggak habis sebotol air mineral begitu juga Adrian.


Kejadian tadi begitu menegangkan.


'Glodak,glodak glodak'


"Hah,suara apa itu?"bisik Yura pada Adrian,bahkan Yura sudah menangis.


'Glodak glodak glodak'

__ADS_1


__ADS_2