Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
21. Alea dan Kunkun bingung


__ADS_3

Dewo ingin mendekati dimana Yura duduk, namun semua itu tidak akan dibiarkan oleh Kunti, dia mencoba meraih gelas yang berisi sisa teh Yura, namun gagal, karna Dewo sudah terlebih dahulu mendekati Yura dan membelai pipi Yura, Alea merasa risih karna Dewo duduk tepat dipangkuannya. Ia pun langsung pergi dari sisi Yura. Winda juga melakukan hal yang sama mendekati tubuh Arga yang terbaring lemah, dengan tidak malunya langsung mengecup dan ******* bibir Arga dengan penuh nafsu.


"Dasar ****** " gumam Dewo yang didengar oleh Winda. Winda melepas pagutannya dibibir Arga, yang dia nikmati hanya sepihak itu.


"Terus apa bedanya dengan kamu mas, kamu fikir aku gak tau kerjaan kamu selama tinggal bareng mbak Dewi dikota, kamu anggap aku kotor sementara kamu apa mas, pemuas nafsu kakak kamu sendiri dan temen-temen mbak Dewi! " ucap Winda berapi dengan nada yang datar meskipun emosi memuncak, lalu tangannya terus bergerak meraih lengan kekar Arga, dengan sangat marah dia melepaskan genggaman tangan Arga dan Yura yang melemah itu. Dengan kasar Winda menghempaskan tangan Yura.Winda membawa Arga masuk kekamar mereka.


Kunti dan Alea masih bengong dengan kelakuan suami istri gila ini, ingin rasanya langsung menampakkan diri namun urung karna masih ingin melihat apa yang akan dilakukan mereka.


"Mbak Kun, ini gak bisa dibiari, bisa-bisa nanti Bang Arga dan Yura diperkosa sama manusia-manusia biadab ini! " ucap Alea.


"Kita harus kayak mana Al, apa gue harus menampakkan diri? "


"Ya, mbak Kun harus menyerupai Yura untuk membatalkan aksi ulet pisang itu ya, gue mau panggil Yuri dulu ya? "


"Ok, jangan lama-lama ya, ajak Gindo, gue takut ni,ntar Dewo ngapa-ngapain gue lagi ? " jawab Kunkun sambil menutupi kedua dadanya dan wajahnya sangat menjijikan, sok imut banget.


"Lo tu hantu mbak, begok banget sih! siapa juga yang doyan sama Kunti jorok begini! " ucap Alea lalu pergi menembus dinding dan menghilang.


Kunti memandangi tubuhnya sendiri tangannya kakinya dan meraba wajahnya.


"Iya, sapa juga yang doyan sama gue, berarti gue harus mandi lagi ni besok! "gumamnya pada diri sendiri. Kunti melihat Dewo semakin menggila, dia sudah menarik hijab instan yang dikenakan Yura, tampaklah leher jenjang yang putih bersih itu. Mata Dewo terbelalak melihatnya, membuat birahinya semakin memuncak. Kunti bingung harus apa, dia melayang menuju kamar dimana Arga tadi dibawa Winda, dan astaga kenapa suami istri ini sangat gila, Kunti sampe pusing. Terlihat Winda sudah membuka baju model kurta yang dikenakan Arga, kini Arga sudah bertelanjang dada. Winda tak henti-hentinya menyentuh perut six pack Arga.


"Oh My God, gue harus apa? Alea Yuri buruan datang,hiihiii? "pekik Kunti tanpa dia sadari suara tangisannya terdengar mengerikan.


Winda dan Dewo mendengar suara yang tangisan yang menyayat hati itu, Winda berlari keluar kamar.


"Mas kamu dengar gak suara orang nangis? " ucap Winda yang sudah tidak mengenakan baju, dia hanya mengenakan celana leging pendek sepaha dan tanktop.

__ADS_1


"Iya denger, tapi siapa ya yang nangis malam begini,apa Arum? " jawabnya lalu berdiri dan membuka kunci kamar Arum, terlihat Arum sudah tidur dengan nyenyak,hansfree masih melekat ditelinganya, Dewo menutup kembali pintu kamar Arum, dan menggeleng saat melihat Winda. Winda bangkit lalu memeluk Dewo, karna suara tangisan itu semakin terdengar memilukan.


"Mas suaranya dari arah belakang, kayaknya dikamar kita deh! " ucap Winda sambil ngumpet dibelakang badan Dewo. Mereka berjalan mengendap-ngendap menuju kamar belakang. Kunti yang menyadari itu terkejut, tiba-tiba suara tangisnya berhenti.


"Mereka berdua kenapa ya? " gumam Kunti lalu terbang mendekati kedua manusia gila itu.


"Hilang mas, suara nya gak ada lagi, padahal tadi jelas banget suara nangisnya disini mas! " ucap Winda sambil celingukan melihat setiap sudut kamarnya.


"Iya, aku juga tadi dengar kok, tu gak ada apa-apa, dah sana lakukan apa yang akan kamu lakukan, aku akan menikmati wanita itu, ganggu saja kamu ni! " ungkap Dewo kesal, padahal dia juga merasakan merinding dengam suara tangisan tadi yang sangat memilukan. Dia pun melangkahkan kembali kakinya menuju Depan dan mengangkat tubuh Yura dikamar tamu. Kunti yang melihatnya semakin bingung.


"Ya ampum kenapa ya gue jadi bingung begini, mana Alea dan Yuri lama banget lagi datengnya, Yura, Yura bangun lo? " pekik Kunti frustasi, tapi Yura tetap terkulai lemas saat dibaringkan dengan lembut oleh Dewo, untung saja Dewo berlaku lembut pada Yura.


"Berfikir Mai, ayo Maimunah lo harus berfikir gimana caranya nyelameti Yura dan Arga,ayo Mai cepat berfikir !" ucapnya bermonolog sendiri pada dirinya sambil mamainkan rambut gimbalnya yang bau nya jangan ditanya,ikan satu laut mabok.


"Ahk iya, tadi kan Alea sudah nyuruh gue menyerupai Yura, karna panik jadi lupa deh, lo emang pinter deh Maimunah sehingga lo juga bisa jadi kesayangannya Mas Dion " namun Kunti merasa sakit jika teringat Mas Dion, suaminya yang masih dipenjara itu.


"Astaga Winda, lo mau apain Bang Arga? " Pekik Kunti yang sudah menyerupai Yura.Winda terperanjat kaget karna melihat Yura dalam keadaan segar berdiri didepan pintu kamarnya. Winda yang nafsunya sudah diubun-ubun mencoba mengacuhkan kehadiran Yura, dia terus mengecup perut dan akan membuka kancing ziper celana jeans Arga.


"Stop ulat pisang, lo mau apain suami gue? " pekik Yura histeris sambil melemparkan keset kaki yang ada didepan pintu kamar Winda. Winda merasa terganggu dan berang, dia turun dari atas tubuh Arga, lalu menghampiri Yura lalu menarik hijab yang dipakai Yura, Yura yang belum ada kesiapan untuk melawan tersungkur kedepan.


"Lo tu gak cocok sama Arga, gue yang cocok sama Arga! " pekik Winda sambil menendang tubuh Yura yang terduduk sambil tertawa.


"Haaahaa perempuan lemah itu gak cocok sama Arga! " ucapnya sambil menarik tubuh Yura keluar kamar.


"Lo ganggu waktu bersenang-senang gue,dasar lemah! " kelakuan Winda semakin menjadi-jadi.


Setelah itu dia dengan langkah lebarnya kembali kekamar membanting pintu dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


Kunti hanya menyeringai lalu bergumam.


"Mau lo gembok sampe 100 gemboknya, gue bakalan tetep bisa masuk begok, gue tu hantu! "


"Liat aja, lu bakalan gila gue buat! "


"Tapi gue akan kasih pelajaran dulu keDewo, kasian Yura kalo sampe kenapa-kenapa, apalagi dia lagi hamil! " Kunti pun melayang menuju kamar yang ditempati Dewo.


"Yura, aaawwwww!" pekik Kunti seketika, karna Dewo sudah menyingkapkan baju kaos yang dikenakan Yura, dan Dewo sedang bermain-main didada Yura.


"Gue harus apa ini, Yuri Alea lo kok lama banget sih,gue harus mirip siapa ni? " gumamnya lalu tersenyum sambil berputar dan menyerupai Winda.


'triing'


"Ihk Jijik banget gue mirip sama ulet pisang itu! " gerutunya sendiri.


Dia segera mendekati Dewo. Dengan suara khas Winda yang sok imut dan manja itu.Langsung memeluk tubuh Dewo dari belakang.


"Maasss, punya mas Arga gak bangun-bangun,aku udah kebelet banget ni maas! " Dewo yang awalnya menolak dipeluk akhirnya membalikkan badannya dan membalas pelukan Winda.


"Kan aku bilang, kamu itu gak bakal. bisa lepas dari aku, punya Dewo gak akan ada yang menandingi! " ucapnya sambil menggerayangi tubuh Winda.


'Mas Dion, maafin Mai, tubuh Mai disentuh lelaki lain, maafin Mai ya Mas' batin Kunti yang menyerupai Winda itu.


'Syukurlah manusia laknat ini tertarik sama gue,Yura sadar dong' batinnya lagi dan saat permainannya dengan Dewo semakin panas, tiba-tiba Alea datang bersama Gindo, pintu depan terdengar didobrak dan suara Yuri berteriak menyerukan nama Yura dan Arga.


Suara orang berdatangan seperti ramai sekali, dan benar ternyata Yuri mengajak beberapa warga pria dan ibuk-ibuk, disana juga ada Sintya dan wak Ijah.

__ADS_1


__ADS_2