Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 53


__ADS_3

"Ka-ka-kamu?"mata Sinta melotot bahkan mulutnya menganga.Romi yang melihat perubahan wajah Sinta yang tadinya agak santai dan rileks kini tampak tegang dan terkejut,Romi merasa heran.Saat Romi memalingkan wajahnya pada tamu wanita yang mungkin seumuran dengan Sinta,Romi sangat terkejut,wajah itu sangat tidak asing dan sangat familiar.Romi berpaling kearah Sinta,garis wajah mereka hampir serupa,itu berarti.Ahk Romi tidak mengerti.


"Bu-bu-bukankah kamu sudah.. "ucap Sinta terpotong.


"Aku sudah kamu tenggelamkan. bersama mobilku dilaut begitu?"sambung wanita itu membuat mata Romi terbelalak dan menatap Sinta kembali.Pandangannya menusuk,sehingga membuat kepercayaan diri Sinta sedikit hilang.Sinta hanya menggeleng pelan.


Wanita duduk dikursi kebanggaan Sinta sebagai Nyonya besar disini.Ia mematikkan api dari mancisnya dan menghisap nikotinnya,lalu dari mulutnya mengepulkan asap berbentuk 'O' lalu asap itu perlahan hilang.Wanita itu menyeringai.


"Dimana anakku Sinta?"tanya santai lalu menyilangkan kakinya,memamerkan paha mulusnya.


"Anak?"gumam Romi.


"Iya anak Tante"jawab wanita itu sambil terus menghisap batang nikotinnya.


"Siapa wanita itu Ma,dan siapa anak wanita itu?apakah mereka salah satu dari pekerja Mama?"cecar Romi menggoyang bahu Sinta.Sinta pucat,bukan wanita itu yang ia takutkan tapi ia takut Romi mengetahui kebusukannya yang lain,ia takut Romi membencinya.


"Dia hanya teman Mama dulu sayang"jawab Sinta gugup.


"Lalu anaknya?"tanya Romi lagi.


"Haahaaa hai anak ganteng,kenali saya Tante Liana yang pernah Mama kamu ingin mus... "


"Ia dia teman Mama yang musuhan dengan Papa kamu,iya kan Li?"potong Sinta beralibi dan memberikan kode pada Liana.


"Tapi mengapa Tante itu bilang Mama sudah menenggelamkan kannya dilaut bersama mobilnya?"cecar Romi lagi.Liana hanya menonton drama yang sedang berlanjut didepannya ini.Sinta memang jagonya dalam berakting.Namun melihat Sinta dan Romi,ia menjadi teringat akan putrinya yang saat itu ia titipkan pada Sinta sebentar karena ia hanya keluar sebentar untuk menghadiri acara pernikahan temannya.Namun naas malam itu ada yang membawa mobilnya dengan diderek dan menenggelamkan nya kelaut,padahal Liana juga baru saja berbelanja beberapa manekin untuk dibutiknya.Malam itu ia terus mengikuti kemana mobilnya akan dibawa oleh mobil derek tersebut dengan menaiki ojek.Saat sampai dipelabuhan Liana baru tersadar jika dibelakang mobil derek tersebut ada sebuah mobil yang mengikuti dan keluar seorang wanita yang sangat ia kenal.Sinta.Setelah mobil itu benar-benar tenggelam Sinta tertawa dengan puas.


"Heemm iya!"jawabnya singkat.


"Oya apakah dia anak lelaki mu Sin?"Liana sejenak melupakan apa yang terjadi dimasa lalunya 23tahun yang lalu.


"Oo iya Li,dia Romianza"jawab Sinta ceria.


"Lalu kemana Larasati putriku?"tanya Liana.


'Deg'


Seketika jantung Sinta berhenti berdetak,harus jawab apa dia,wajahnya memucat.Romi beranjak dari duduknya dan menghampiri sang Mama.


"Mama kenapa?"Romi menyentuh bahu Sinta.


"Hah apa?"jawabnya spontan.

__ADS_1


"Tante Liana bertanya dimana Laras,kenapa tiba-tiba wajah Mama pucat seperti itu?"tanya Romi.


"Kamu mengenal Laras?"tanya Liana.


"Ya tante,bahkan kami selalu menghabis waktu bersama sejak kecil,namun sudah beberapa bulan ini Laras tidak kembali kesini"jawab Romi jujur.


Liana berdiri dan menghampiri Sinta,dengan sigap ia mencengkram rahang Sinta,tangan yang lain mencekik leher jenjang Sinta.


"Kamu apakan anak aku Sinta?"hardik Liana.Romi yang melihat itu mencoba melerai namun Sinta dengan gerakan tangan mengkode Romi untuk tidak ikut campur.Romi mundur meskipun rasa khawatir melingkupi fikirannya.Namun Romi mengikuti mau Mamanya,ia melangkah keluar ruangan sang Nyonya besar.


"Le-le-lepaskan dulu,ba-ba-bagai-ma-na a-ku bi-ca-ra"pinta Sinta terputus-putus.Liana melepaskan cengkramannya dengan kasar.


"Huu uhuk uhuk uhuk"Sinta terbatuk-batuk lalu ia meraup oksigen sebanyak mungkin,pasokan oksigen dalam paru-paru nya dalam beberapa menit yang lalu terhenti.


"Haaahaaa apakah kau tau Sinta,rencana busuk mu itu gagal pada malam itu,dalam mobil itu hanya ada manekin,dan sialnya entah kenapa saat aku pulang suami bejat mu itu memperkosa ku hingga aku pingsan dan pendarahan,dan membawaku hingga kePekan Baru,aku mengalami pelecehan seksual kembali saat aku baru keluar dari rumah sakit,ahk sial sekali aku"mata Liana sudah menjatuhkan beberapa bulir bening.Setelah dia mengalami pelecehan,Liana dibawa Bondan kepenampungan pekerja malam,yang tak lain adalah milik Bondan sendiri,namun Liana memohon akan terus melayaninya asal jangan melayani pria lain.


Sinta merasa dada nya sesak mendengar apa yang diceritakan Liana,berarti tidak salah jika dia membenci Liana.


"Sudahlah Li,aku juga tau jika Laras juga anaknya Mas Bondan,maka dari itu aku mengurus Laras dengan baik dan menjadikannya pundi-pundi harta ku,haaahaaa"Sinta tertawa.


"Biadab,wanita iblis,dimana Laras?"Pekik Liana,bersamaan dengan itu pintu terbuka lebar,Bondan datang bersama kedua bodyguard nya.


"Mas"Sinta menghambur kedalam pelukan suaminya.


"Syuuuut,tenang Liana!"pintanya sangat lembut.Mata Bondan telah memerah.Ia mendekap Sinta.Sinta menyeringai penuh kemenangan.


"Bagaimana akting ku Mas?"tanya Sinta mengusap air matanya.


"Bagus"jawab Bondan mengecup pipi Sinta.


"Untung saja Mas memberi tahu ku lebih awal jika wanita itu akan datang,tapi sial tadi dia sempat mencekik ku"ujar Sinta menunjuk Liana yang memberontak dari cekalan kedua bodyguard Bondan.


"Mas lepaskan aku?"teriak Liana.Bonda memberikan kode agar kedua bodyguard itu melepaskan Liana.Kedua bodyguard itu melepaskan Liana dengan kasar sehingga jatuh tersungkur.


"Cuiih,brengsek"umpat Liana kepada kedua bodyguard itu dan meludahinya.


"Jaga sikap kau Liana"bentak Bondan.


"Mas,kamu juga pasti tahu kan jika anak kita Laras telah ia lenyapkan?"pekik Liana.


"Laras sudah tidak bisa lagi memberikan kami uang,sudah resikonya bekerja disini"jawab Bondan santai sambil menghisap serbuk putih itu.

__ADS_1


"Sial kai Bondan,anak sendiri kau habisi,kau bilang akan menjaganya selama kau kirim aku keKalimantan mengurus usaha haram kau ini"teriak Liana emosi,sungguh ia tidak menyangka jika Bondan Ayah kandung Laras sanggup melenyapkannya.


"Liana,Liana,apakah kamu ingin menemui siLaras ****** itu?"Sinta mencengkram rahang Liana dan..


'Cuuuiiih'


Wajah Liana sudah bertabur air liur Sinta.Meskipun Liana berusaha berpaling.


"Biadab"umpatnya.


'Plak'


'Plak'


"Dasar ******,anak kamu juga ****** telah menggoda Mas Bondan dan Romi"teriak Sinta,matanya berkaca-kaca ketika ia teringat bagaimana Liana menusuknya dari belakang.Kakak perempuannya yang selalu ia percaya dan sayangi,karena mereka hidup sebatang kara.Namun Liana justru menusuknya dari belakang,saat Sinta hamil muda tidak bisa dengan maksimal melayani Bondan,justru Liana menggoda Bondan dan memberikan obat perangsang pada Bondan diminumannya hingga ia hamil anak Bondan.


"Perempuan ular,kakak seperti apa kamu,hah?"bentak Sinta.Liana memandang sinis Sinta.


"Seharusnya kamu tanya Bondan bagaimana dia merayuku malam itu dan betapa ia terus ketagihan akan pelayananku Sinta"ujar Liana dengan senyum sinis.


"Dasar ******"maki Sinta.


'Plak'


'Plak'


"Haaahaaa"Liana tertawa.


"Bawa perempuan itu menemui putrinya,bangkainya berikan pada buaya dikolam dan darahnya jangan lupa tampung dan berikan pada peliharaan saya"perintah Bondan kepada dua bodyguardnya yang berbadan kekar dan seram itu.Mata Liana terbelalak mendengar ucapan Bondan.


"Heeeeemmmppp,heeeemppp?"Liana berusaha berbicara.


"Baik tuan"mereka berdua menyeret Liana keruang bawah tanah.


"Terimakasih ya Mas"Sinta memeluk Bondan.


"Aku akan melakukan apapun agar kau senang sayang"Bondan mengusap pipi mulus Sinta,meskipun usia hampir berkepala 6,kulit Sinta masih mulus dan kencang.


'Ceklek'


"Mama dan Papa bisa menjelaskan semua ini?"Romi tiba-tiba saja masuk dengan membawa kantong plastik berwarna hitam,dan melemparkan kearah kedua orang tua nya,isi kantong plastik itu keluar.

__ADS_1


Mata Sinta terbelalak,tapi tidak dengan Bondan.


__ADS_2