
Suara burung hantu dan binatang yang lainnya saling bersahutan.Bahkan Adrian kini juga dikelilingi hantu.Bulu kuduk Adrian berdiri,ia merasa semakin merinding,apalagi ketika Adrian melirik kekiri Kunkun telah merubah wujudnya kemode hantu.
'Ciiittt'
Adrian menginjak pedal rem dengan dadakan,sehingga Kunkun yang tidak menggunakan safety belt terhempas kedepan dashboard mobil,bahkan ia sampai terloncat keluar.Adrian ingin tertawa namun rasa tegang dimulutnya tidak bisa dipungkiri,polisi-polisi tersebut telah meninggalkannya jauh dibelakang.Tampak sebelah kanan dan kiri mobil Adrian segerombolan hantu para wanita berbagai bentuk ikut berhenti.Adrian menoleh kebelakang.
"Hadeh,kenapa dalam keadaan seperti ini rupa mereka harus yang seperti itu sih"gumam Adrian.
'Uuk uuk uuk'
'Kretek kretek'
'Sreek sreek srek'
Suasana semakin mencekam ketika langit tidak bersahabat,langit menurunkan rintik-rintik hujan,bahkan deras.
"Bisa gak sih wajah kalian dan kostumnya diganti"bentak Adrian ketika Kunkun mulai duduk dengan memegangi pinggang dan kepalanya.
"Hah,maksud lo apa Yan?"Kutu kupret keheranan.
"Gila lo ya Adrian,gue sampe jungkir balik,salto kedepan gara-gara lo rem mendadak"gerutu Kunkun.
"Ubah bentuk kalian sekarang juga"perintah Adrian,merasa semakin merinding,bahkan kakinya gemetar.Adrian melirik kekanan dan kekiri.Hantu-hantu wanita tersebut mendekat ada yang matanya copot dan mengeluarkan darah bercampur nanah,bau anyir,amis,busuk dan bangkai menguar dialam bebas ini.
Kiran dan Karin menghampiri mobil Adrian.
"Kenapa berhenti,ada apa?"Karin melongokan kepalanya hingga tembus dari kaca depan.
"Allahu akbar"Adrian memegangi dadanya karena terkejut melihat rupa Karin,kulit wajahnya mengelupas,bau amis berasal dari lukanya yang mengeluarkan darah bercampur nanah.Bahu sebelah kiri tulangnya menonjol keluar dan jemarinya sudah tidak utuh lagi.Kunkun langsung saja menghempaskan tubuh Karin keluar.
"Sial lo,temen gue ketakutan"geram Kunkun.Teman-teman Karin tampak maju dan mengerumuni Karin.
"Apakah masih jauh?"tanya Adrian tanpa membuka matanya.
"Jika dengan mengendarai mobil seperti ini masih lumayan jauhlah Yan,tapi kalau kayak kami begini pasti 5menit sudah sampai"jawab Alea.
"Bener Oom,tapi sayangnya kita gak bisa bantu Oom untuk bisa membuat perjalanan ini menjadi cepat"sambung Upin.
"Polisi-polisi itu juga tidak memikirkan gue,lebih baik tadi gue ngajak Arga,sial"gerutu Adrian mengumpat.
"Tolong rubah wujud kalian seperti manusia biasa,gue merinding dikerumuni hantu"ucap Adrian jujur.
"Lo takut ganteng?"Tambun berbisik ditelinga Adrian,Adrian mengangguk keringat dingin sebesar biji jagung telah mengalir diwajahnya.Tambun menarik diri kebelakang dan mereka semua telah merubah wujudnya.
"Al,beritahu pada mereka juga untuk berubah atau mereka menjauh jangan terlalu dekat dengan mobil Adrian"perintah Kutu kupret.Alea hanya memutar bola matanya malas tapi dia tetap keluar.Dia tampak berbicara pada sikembar bersamaan dengan bersamaan Adrian mulai menyalakan mobilnya,entah kenapa dia merasa gamang sekali begitu memasuki area perkebunan sawit yang luas ini,hanya ada jalan setapak yang telah disiram kerikil.Hujan semakin deras.Ketika Adrian melirik kanan dan kiri segerombol hantu-hantu wanita tadi sudah tidak terlihat.
"Kemana mereka semua Al?"tanya Adrian tetap fokus pada jalanan yang sudah becek karena genangan air hujan.
"Mereka tidak bisa merubah wujud, karena itu akan membuat kekuatan mereka hilang,jadi mereka memilih mengawal dibelakang"jawab Alea datar.Adrian langsung melirik spion kanan kiri dan spion kecil didalam,ahk hanya kegelapan yang terlihat.
"Syukurlah"gumam Adrian lirih,semua terdiam.
"Nyesel gue gak ngajak 3pocong itu dan Arga"dumel Adrian.
"Emang kenapa oom?"tanya Ipin.
"Setidaknya saat sepi kayak gini gue masih bisa lihat dan dengar tingkah konyol mereka"pancing Adrian agar hantu-hantu ini melakukan perdebatan,itu akan mengurangi rasa takutnya.
"Kita juga kan bisa ngobrol sama lo ganteng"sahut Bungkring.
"Jika pocong-pocong itu hanya tau party,kalau kita tau semuanya lah,apalagi adegan ranjang, pengalaman banget lah.Ntar lo gue kasih tau posisi apa yang hot banget disana ya"celetuk Cungkring yang memang suka jika berbicara vulgar atau adegan-adegan ranjang.
"Sialan lo,emang Adrian cowok apakah?"sahut Kunkun melayangkan tongkat ajaibnya dibahu Cungkring.Adrian terkekeh melihat Kunkun marah.
"Kok lo yang sewot sih,Adrian aja anteng-anteng aja"Cungkring memijit bahunya.
"Emang lo tahu gaya apa saja Kuncung,ajarin dong?"Adrian bertanya pada Cungkring,membuat keempat Kunti yang lain mendelik dan berteriak.
"Adriaaaaan!"
__ADS_1
Adrian menutup telinga sebelah kirinya.
"Gila lo semua ya,gendang telinga gue hampir jebol ni"geram Adrian mengorek-ngorek telinganya dengan jari,dia pura-pura marah agar hantu-hantu ini akan tetap berisik,itu akan mengurangi rasa takutnya.Saat mereka semua masih terlibat dengan perdebatan tidak jelas dari arah belakang tambak sorotan lampu dari sebuah motor.Mobil yang dikendarain Adrian tidak bisa melaju dengan cepat karena banyaknya jalan yang berlobang dan digenangi air.Motor itu semakin mendekati mobil Adrian.
"Yul,tuyul lindungi gue ya"panggil Adrian pada tuyul-tuyul tersebut.
"Siap Oom"sahut mereka serentak lalu menghilang begitu saja.
Salah satu dari mereka mengetuk kaca jendela mobil.Saat sudah dekat.
'Tok tok tok'
'Tok tok tok'
Adrian melambatkan laju mobilnya dan berhenti,Upin dan kedua adiknya sudah berada didepan pintu mobil,hujan masih deras.Motor ikut berhenti mereka memilih sedikit berteduh dibawah pohon kelapa sawit.
'Tok tok'
Adrian memandang Kunti-kunti tersebut,mereka hanya mengangguk agar Adrian membuka kaca jendela.Perlahan Adrian turunkan kaca mobilnya.Tampaklah wajah seorang pria berjenggot tipis,dia memeluk dirinya sendiri karena kedinginan.
'Uussshhuuuhuuussshuuu'
Desis pria itu karena kedinginan,temannya memakai mantel hujan.
"Abang mau kerumah kehangatan?"tanya pria itu.
"Rumah kehangatan"gumam Adrian.
"Iya rumah penuh kehangatan milik Mami Sinta dan Romi"jawab pria yang memakai mantel hujan.
"Oo iya Bang"Adrian baru ngeh,ya iyalah rumah kehangatan,disana mereka kan akan mencari kesenangan bersama wanita yang mereka booking.
"Saya boleh numpang gak bang,dingin banget ni"pintanya.Adrian menoleh pada lima madu pahit dan Alea.Mereka hanya menggendikkan bahunya.
"Abang ini dari mana?"tanya Adrian setelah pria tadi masuk,temannya segera melaju membelah jalanan malam. yang becek dan mencekam.
"Sebenarnya saya dan tim saya diutus bos untuk menyamar sebagai pelanggan disana,kami mencurigai jika mereka adalah bandar nar****"Pria itu membuka bajunya yang basah lalu memerasnya diluar jendela.
"Oo ada handuk bang,jacket juga ada kok,celana boxer dan jeans"jawab Adrian lalu memelankan laju mobilnya.
"Oo kenali saya bripda Tristan"pria itu mengulurkan tangannya.
"Adrian,hanya pengangguran"jawab Adrian bergurau,padahal Adrian pengusaha jual online yang lumayan sukses,bahkan Adrian mengontrak beberapa stand-stand diCitimall Dumai,diRamayana diselingi dengan pekerjaan fotografernya.Tristan hanya terkekeh.
"Abang tim penyelidik dari polsek Dumai barat?"tanya Adrian to the point.Tristan menoleh,tatapan herannya dan tajam membuat Adrian salah tingkah.
"Darimana kamu tahu?"tanya sambil. memakai kaos oblong milik Adrian,saat Tristan akan membuka celana,Adrian segera mencekal lengan Tristan.
"Ada apa?"Tristan merasa heran.
"Tunggu sebentar,saya akan meminta mereka keluar dulu"Adrian menoleh kebelakang dan astaga,para Kunti itu sudah antri dibelakang kursi Adrian dengan mata melotot memperhatikan Tristan.
"Dasar norak"gerutu Adrian.
"Mereka?norak?apa maksudnya?"Tristan masih belum mengerti dengan ucapan Adrian.
'Huuufff'
Adrian menghela nafas.
"Maaf ya Bang sebelumnya,saya tidak bermaksud tapi nanti akan saya jelaskan"
"Tolong kalian para wanita keluar semua"bentak Adrian karena lima madu pahit norak banget ketika melihat cowok ganteng.
"Uuuhh Yan,lo kalah cakep sama dia,lihat tadi perut nya?uuuh kayak roti sobek"Tambun memuji Tristan yang membuat Adrian semakin berang.
"Buruan"hardik Adrian lagi yang membuat Tristan melongok kearah belakang,namun dia tidak melihat siapapun disana,tapi bukan Tristan nama nya jika takut akan hal-hal seperti itu,meskipun dia tidak dapat melihat demit,hantu,jin atau sebagainya.
"Buruan bang diganti,mereka sudah keluar semua"perintah Adrian masih melajukan mobilnya,rasanya sudah sangat lama dia melakukan perjalanan,padahal jika dengan mengendarai motor mungkin 2-3jam perjalanan.Tristan segera mengganti celananya yang basah dengan milik Adrian.Setelah selesai Adrian meminta tuyul-tuyul itu untuk memanggil lima madu pahit.
__ADS_1
"Kamu anak indigo?"tanya Tristan.
"Ehm bisa dibilang begitu bang,sudah turunan"
"Asyik ya bisa komunikasi dengan mereka"sahut Tristan lagi.Tambun dan Cungkring langsung nimbrung.
"Ganteng,bilangi sama sitampan Tristan,mau gak lihat kami?"Tambun mengguncang-guncangkan bahu Adrian.
"Ogah"
"Hah,apa?"Tristan tersentak dengan jawaban Adrian.
"Maksud saya kadang asyik kadang gak juga bang,contohnya kayak sekarang ini!"jelas Adrian.
"Emang kenapa?apakah mereka usil?"Tristan penasaran.Tambun dengan segera mengambil posisi duduk didashboard bahkan ia terbaring yang membuat Adrian semakin jengah melihat kelakuan Kunti Tambun tersebut.
"Norak,turun sana!badan lo menghalangi penglihatan gue"hardik Adrian.
"Mereka ada disini?"tanya Tristan
"Mereka sangat menyebalkan"sahut Adrian.Tristan terkekeh,bukannya takut tapi malah senang.Dari kejauhan sudah tampak sinar lampu.Mungkin itu rumah yang mereka tuju.
"Jika abang bisa melihat segerombolan wanita berpakaian seksi dengan berbagai bentuk yang mengerikan,mungkin nyali abang akan menciut,mereka banyak sekali"Tristan mengalihkan pandangannya kebelakang.Hanya ada kegelapan.Cungkring dan Bungkring meniup bagian telinga Tristan.Tristan merasakan bulu kuduknya berdiri.
"Saya merasa merinding"ucap Tristan sambil meraba tengkuknya.Mata Adrian hanya membola malas sekali melihat kelakuan norak para Kunti-Kunti ini.
"Apakah ini rumahnya Bang?"hujan sudah mulai reda,Adrian memilih parkir dicarport rumah megah nan mewah ini,siapapun tidak akan menduga ada bangunan mewah ditengah perkebunan yang sangat jauh dari keramaian.Disana juga sudah terparkir beberapa motor sport,teman Tristan menghampiri.
"Lama sekali bro?"sapa temannya memukul pundak Tristan.
"Biasa banyak lobang,sekarang ayo kita mencari lobang berjalan"kelakar Tristan.
"Ihk cakep-cakep tapi otak selakangan juga ternyata"dumel Bungkring.Adrian hanya tersenyum lalu ikut bergabung pada mereka.
"Sudah bawa pengaman?"tanya teman Tristan.
"kamu serius ingin wanita-wanita itu?"Tristan tampak heran.
"Gak usah munafik lah bro,saya sudah sangat lama LDR dari istri,sudah 5bulan,saya butuh pelampiasan bro,mumpung ditugaskan disini,menyelam sambil sambil minum air kolam"ujar pria itu.
"Gila kamu Don,ingat anak istri"ingat Tristan.
"Dan satu lagi,tujuan utama kita kesini"Tristan memperingatkan temannya.
"Iya pak,saya ingat pak"
"Oya Abang hanya berdua saja?"Adrian memulai percakapannya.
"Oo tidak,kami banyak kok ada sekitar 8orang"jawab Tristan.
"Mereka sudah didalam semua,ayok"pria bernama Doni itu sok akrab pada Adrian,dia merangkul pundak Adrian.
Saat memasuki sebuah lorong yang sangat panjang,Adrian melihat penampakan wanita tanpa rupa dengan kepala buntung,darah segar menetes dari potongan leher tersebut.
"Adrian"suaranya menggema dilorong,Adrian salah tingkah.
"Ada apa Adrian?"Tristan menyadari kegelisahan teman baru nya tersebut.
"Tidak apa-apa hanya saja biasa"jawabnya santai.
"Adriaan ruangan mereka menumpuk jasad itu kamar dilorong sebelah kiri"bisik hantu tanpa rupa itu tepat ditelinga Adrian.
"Anj***,lo ngageti gue aja"ucap Adrian spontan.Tristan dan Doni menghentikan langkahnya.
"Ada apa bro?"
"Ahk sudah Adrian tidak apa-apa,dia hanya terlahir lebih spesial dari kita"
Saat mereka sedang asyik mengobrol ingin menuju ruangan booking yang ditunjukkan penjaga didepan,mereka melewati sebuah kamar yang sedikit berbeda.Adrian memperhatikan kamar tersebut seperti ada magnet membuat Adrian tetap terpaku persis didepan pintu kamar itu.
__ADS_1
'Ceklek'