Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 52


__ADS_3

'Braaaakkk'


Adrian menghempaskan pintu dengan kasar.


"Dasar hantu edan"ia menjatuhkan tubuhnya dikasur dan terbuai dalam alam mimpi.


"Lihat deh lagi tidur saja pun tetep ganteng ya,padahal encesnya ngalir gitu"ucap Tambun ikut terbaring dengan tertelungkup terus memandangi wajah tampan Adrian.Bungkring mengikuti aksi konyol Tambun.


Adrian memang sangat tampan,dengan tubuh jangkung 178cm,rambut lurus kecokelatan bibir merah tipis dengan rahang yang kokoh.Matanya bermanik cokelat seperti Yuri,bahkan wajah Yuri cenderung ke Adrian daripada Ayah dan Ibunya.Tambun membelai rambut cepak Adrian.Model rambut ala-ala angkatan darat itu membuatnya semakin tampan.Kulit kuning langsat Adrian membuat ketampanan nya semakin bersinar.


Sudah entah berapa lama Tambun dan Bungkring memandangi wajah tampan Adrian yang sedang terlelap.Adrian menggeliat,udara terasa mulai gerah,masih dengan mata terpejam ia melepaskan baju kaosnya dan melempar asal jatuh tepat diwajah Tambun.


"Heeem enak sekali bau nya siganteng ini"ucap Tambun lirih takut Adrian terganggu,ia mengirup dalam-dalam bau keringat Adrian yang menempel dibaju tersebut.


"Gue mau dong"bisik Bungkring,Tambun melemparkan baju kaos itu kearah Bungkring,ah itu akan menjadi candu bagi mereka.


"Hei apa kalian tidak lelah berjoget terus?"tegur Kutu kupret kepada ketiga pocong dan Cungkring.Diteras depan mereka terus asyik berjoget.


"Sini mbak yu,kita happy bersama,kita sudah sangat lelah dengan tugas-tugas yang telah diberikan Yura akhir-akhir ini"sahut Cungkring.


"Gak ah,gue capek"keluh Kutu Kupret lalu ia terduduk disofa teras,memandangi keempat hantu tersebut.


"Masa hantu bisa lelah sih?"sahut Wan yang terus mengeol-geol kan bokongnya.Tutu juga tidak mau ketinggalan bahkan tangan dan kaki justru berjingkrak-jingkrak.Mereka terus bergoyang tanpa lelah,Cungkring sepertinya sudah terkena virus pocong-pocong tersebut.


Matahari tampak semakin tinggi,para readers jangan bilang,mana ada hantu disiang hari,ada kok nih dia para pocong dan Kunti.Dan yang pastinya hantu-hantu dijaman now akan nongol kapan mereka mau tidak kenal waktu.hiihiiii


Rose yang sejak tadi sudah bangun,hanya bermain dikamar setelah ia buang air sendiri dikamar mandi,Rose sudah cukup mandiri.Rose melihat beberapa bungkus roti dan air tawar diatas meja.Ia melahap roti-roti tersebut,setelah ia merasa kenyang,Rose ikut terbaring lagi disamping Yura,lalu ia pun ikut terlelap kembali.Sampah bungkus roti berserakan dilantai.


***


Romi terus meracau menyerukan nama Rose.


"Rose Ayah rindu,sial kenapa mereka bisa menghilang secepat itu?"umpatnya lalu mengepalkan tangan dan menghantamkan ketembok berulang kali sehingga buku-buku jarinya mengeluarkan darah segar.Supri yang melihat itu sangat khawatir,karena kening Romi juga sudah mengeluarkan darah ketika tadi adu jotos dengan sang Papa,Bondan.Bondan yang sudah sakau sudah tidak peduli,ia menghamtamkan kepala Romi berulang kali ketembok.Dan sialnya Romi pasrah,untung Supri dan bodyguard yang lain segera menolong Romi,jika tidak maka Romi akan semakin babak belur,dari sudut bibirnya mengalir darah segar.

__ADS_1


"Tuan muda,jangan seperti itu kita semua akan terus berusaha membantu tuan mencari putri Roselea"Romi menghentikan aksinya,ia tergugu,tubuhnya terguncang.


"Supri,saya terlalu banyak dosa,sehingga Tuhan memberikan saya cobaan seperti ini,hiks hiks hiks"Romi tersedu.Supri mendekati Romi dan memberikan kode kepada penjaga untuk mengambil obat-obatan dikotak P3k.


"Tuan,Allah maha penerima taubat umatnya"Romi mendongak menatap intens pada Supri.


"Allah!siapa Allah?"tanya Romi,Supri menarik nafas dalam-dalam lalu mengehembuskannya perlahan,sungguh ia sangat sedih melihat sang majikan yang sebenarnya baik ini tidak mengenal sang pencipta.Supri juga terpaksa bekerja disini karena kebutuhan rumah tangganya,namun Supri juga menyembunyikan anak dan istri nya kekampung sang mertua agar tidak diketahui Nyonya besar jika Supri memiliki anak gadis yang beranjak remaja.


"Allah ada sang pencipta kita tuan,Allah Maha segalanya Tuan,Tiada Tuhan selain Allah bahwa Muhammad utusan Allah"Romi mendengarkan dengan seksama.Selama ini kedua orang tua nya tidak pernah mengajarkannya tentang agama,bahkan saat sekolah Romi tidak pernah masuk,Romi bisa naik kelas dan lulus semua karena uang.Ya uang mengatur segalanya,Hepeng mangatur nagaraon istilah orang batak.


"Supri,usia saya sekarang sudah 23 tahun,bahkan saya tidak tahu siapa sang pencipta,siapa Tuhan saya,saya sangat payah Supri"Romi tergugu kembali.


"Tidak tuan,dalam Agama saya,tidak ada kata terlambat untuk bertaubat jika itu sungguh tuan"jawab Supri lagi,usia mereka terpaut sangat jauh,Supri sendiri sekarang hampir berkepala lima.


"Apa agama kamu?"tanya Romi pada Supri.


"Islam"


"Di usia saya saat ini,bahkan saya tidak mengetahui menganut agama apa"ujar Romi menghela nafas,tangan Supri dengan cekatan membersihkan luka-luka diwajah dan tangan Romi dengan cairan alkohol,lalu memberikan betadine salep pada luka-luka tersebut.


Romi masih terpekur,disisi lain ia berfikir tidak akan melanjut kan pencarian pada Rose putrinya.Disisi lain ia takut tidak bisa bertemu putrinya kembali,ia hanya ingin menebus dosa-dosanya pada Alea.


"Alea,Roselea!ahk kamu sangat manis Al,menyematkan nama kita berdua pada anak kita,tidak salah jika aku melabuhkan hatiku padamu"Gumam Romi lalu ia menyeringai ketika mendengar suara heels dan lantai beradu.


Sinta mendekati Romi,dia terkejut melihat keadaan putranya babak belur.


"Siapa yang melakukan ini padamu sayang?"tanya Sinta meraba wajah tampan putranya,ya wajah Romi cenderung mengikuti garis wajah Sinta,bahkan Sinta yang berusia hampir kepala 6 masih terlihat cantik dan seksi.


"Apakah Mama sayang padaku?"


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu,Mama sangat sayang padamu sayang!"Romi hanya mengangguk.


"Oya Ma,sudah beberapa bulan ini Aku tidak melihat Laras?apakah terjadi sesuatu padanya?"tanya Romi sedikit heran,sejak malam panas itu,Laras diberi obat perangsang dosis tinggi hingga Laras masuk kekamar Romi dengan agresifnya menjadi perempuan ******.Romi juga tidak menolak melayani apa yang diinginkan Laras,karena dia tahu jika Laras telah diberi obat itu melebihi batas,bahkan tubuh Laras tampak memerah karena suhu badannya menjadi sangat panas,bahkan Romi sempat melihat **** ***** Laras memerah dan lecet,saat terakhir kali mereka melakukan itu justru darah keluar dari daerah intim Laras,namun Romi tidak memperdulikan itu,rintihan Laras untuk dibawa kerumah sakit tidak diperdulikan,seingat Romi setelah Romi selesai menggauli Laras,Bonda datang dengan tubuh yang terhuyung bersama Sinta.Setelah itu Romi tidak tahu apa yang terjadi,dari waktu itu hingga sekarang kurang lebih hampir 3bulan Romi tidak pernah melihat Laras kembali,padahal Laras wanita paling laris karena masih muda dan cantik.

__ADS_1


"Oo anak itu,dia menemui Ibunya"jawab Sinta sekenanya,Romi hanya mengangguk karena menurut cerita Sinta,ibu Laras pergi meninggalkan Laras,dan karena Sinta merasa kasihan Laras diasuh dan diurusnya dengan baik.


"Tumben dia tidak berpamitan sama Aku"ucap Romi.


"Ah sudahlah jangan difikirkan lagi anak itu"Sinta mengibas-ngibaskan tangannya.


"Tapi Ma,malam itu sepertinya Laras kesakitan,apakah Mama sudah membawanya kerumah sakit?"tanya Romi lagi,wajah Sinta tiba-tiba berubah.


"Oh itu,iya sudah Mama sudah membawa nya kerumah sakit,hanya lecet sedikit makanya dia istirahat dan berkunjung kerumah ibunya"jawab Sinta gugup,karena ia tidak ingin Romianza putra semata wayangnya tahu jika tindakannya sudah sangat jauh.Sinta tidak ingin Romi semakin membencinya.Bahkan Lisa ibunya Laras juga habis ditangannya,karena obsesinya ingin menjadi kan Laras harta karunnya,dan benar saja sejak Laras mendapatkan menstruasi pertamanya,banyak para hidung belang yang berani membayar mahal mahkota Laras.


"Bukankah Mama pernah bilang Ibunya Laras pergi entah kemana,lalu dari mana Laras mengetahui alamat ibunya?"tanya Romi heran.Sinta tersenyum getir.


"Oo itu,kamu gak tau saja sayang,selama ini Lisa masih sering menanyakan keadaan putrinya,jadi kemaren Laras bilang ingin menemui ibunya"alibi Sinta.


"Oo,berapa lama dia disana Ma?"


"Mama kurang tahu sayang,Mama hanya bilang jika urusannya sudah selesai segera pulang kesini"Romi manggut-manggut sambil menghisap batang nikotinnya.


'Kletek kletek kletek kletek'


Suara heels beradu pada lantai,bunyinya sangat nyaring.Suara tedsebut semakin terdengar mendekat,suara penjaga juga terdengar melarang orang tersebut masuk,namun orang tersebut tetap kukuh ingin masuk.


'Ceklek'


"Maaf Nyonya kami sudah melarang nona ini masuk,namun Ibu ini memaksa masuk Nyonya besar"lapor penjaga.


Sinta membalikkan tubuhnya.


"Hai Sinta,apa kabarnya?"sapa wanita itu.


'Deg'


Tatapan Sinta terkunci oleh wanita itu bahkan membuatnya tidak bisa berucap apapun selain...

__ADS_1


"Ka-ka-kamu" ujar Sinta tidak percaya.


__ADS_2