Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 7. Yura dan Yuri


__ADS_3

Sepertinya cuaca sangat mendukung apa yang ada dihati Arga, hujan mengguyur bumi dengan derasnya. Sepasang manusia itu pun menyatukan ikatan cinta mereka lebih dalam lagi, sehingga tidak ada lagi jarak diantara mereka.


Para readers pasti bertanya-tanya, dimana para hantu-hantu iseng itu disaat dua insan itu dalam penyatuan, mereka Yura usir semua dan yang pastinya karna dua insan itu selalu melafadz kan do'a, so mahluk halus mana pun tidak akan berani mengganggu. heheehee


Jam sudah menunjukkan pukul duabelas siang, Yura masih pulas dalam. pelukan Arga, emang enak ya, hujan dingin tidur dalam pelukan orang tercinta. Ponsel Arga berdering,Arga melihatnya dan mertuanya yang menelfon.


"Halo Assalamualaikum Yah? "sahut Arga parau.


"Waalaikumsalam,eh Arga, Yura nya ada dirumah? "tanya Ayah dari seberang sana.


"Ada kok Yah, kenapa Yah, apa terjadi sesuatu pada El? "jawab Arga panik yang membuat Yura mengerjapkan matanya dan mulai bangun dan mendengarkan pembicaraan suaminya ditelfon.


"Tidak, tidak terjadi apa-apa, El baik-baik saja, kemaren Yura bilang hari ini kalian akan kemari menjemput El,tapi urungkan saja, jalan lintas yang menuju kemari daerah lubuk jambi sedang longsor"jawaban Ayah membuat Arga langsung bernafas lega.


"Arga kira terjadi sesuatu pada El yah, maaf yah Arga sudah negatif thinking"sahut Arga lagi.


"Tak apa, Ayah mengerti bagaimana kabar kalian, sehat semuakan, dan calon cucu Ayah? "


"Alhamdulillah semua baik Yah"jawab Arga, Yura hanya tersenyum dan kembali dalam pelukan suaminya.


"Oya, sampaikan juga pada Yura, hari ini kemungkinan besar jika tidak halangan, Yuri akan singgah keDumai, karna dari Medan Yuri mengendarai mobil sendiri milik bosnya"ucap Ayah lagi, Yura yang mendengar nama Yuri langsung menyambar ponsel Arga.


"Emang Yuri sudah sampai mana Yah, anak itu ya, selalu saja membuat orang lain repot, datang tiba-tiba tidak mau mengabari Yura"cerocos Yura tiba-tiba yang membuat Ayah Lintang disana menjauhkan ponselnya dari telinga, sungguh sangat cempreng suara anak nya ini sakit ditelinga.


"Ayah kurang tau pasti sampainya jam berapa, tadi Yuri menghubungi Ayah saat istirahat di Aekkanopan, Yuri juga tidak sendirian ada temannya"jawab Ayah lagi.


Yura bernafas lega, masih jauh masih sempat masak kesukaan Yuri, tumis kangkung, sambal terasi, dan ikan lele goreng bumbu.


"Yuri bilang tadi sudah menghubungi ponsel kamu, tapi tidak aktif, ingin menghubungi Arga, tapi takut Arga kerja"jawab ayah lagi.


"Oo gitu yah, hehe hape Yura mati yah"ucapnya sambil garuk-garuk kepala yang langsung dipeluk lagi oleh Arga,dan Arga astaga mencoba untuk membangkitkan gairah Yura lagi,tangan Arga sangat nakal, yang membuat Yura tidak berkonsentrasi mengobrol dengan Ayah.


"Ehm, Yah sudah dulu ya Yura mau siap-siap belanja"ucap Yura berbohong, dan mengucapkan salam lalu membuang ponsel Arga asal, kini Yura yang mengambil alih permainan itu, Arga tersenyum menang, istrinya kalah dan tergoda, justru dia senang karna akan mengulangi kembali penyatuan ini.


Setelah abis bersih-bersih mereka melaksanakan sholat dzuhur bersama meskipun sudah terlewat waktu namun tidak urung membuat kedua untuk tidak melaksanakan kewajiban itu.


Yura berfikir sejenak, ia memperkirakan waktu yang akan Yuri tempuh jika skitar jam sebelas tadi masih diAekanopan, perjalanan Aekkanopan -Dumai memakan waktu skitar 12jam, itu berarti Yuri akan sampai keDumai malam hari.


Arga berpamitan keluar sebentar membeli camilan dan nasi padang, tampak Arga mengeluarkan mobilnya dari garasi.Yura lagi malas untuk ikit serta, ia lebih betah dirumah sekarang. Yura pun beranjak menuju kekamarnya untuk mengambil laptopnya, beberapa hari ini dia masih sibuk karna abis pindahan terus karna hantu-hantu inilah, apa lagi.


Sebel sudah pasti, tapi Yura senang, ada teman dirumah, karna El sering menginap lama tempat Eyang-eyangnya.


Yura mulai menyalakan laptopnya menyambungkan kesambungan internetnya. Eh perhatian ya, meskipun disini desa, tapi teknologi gak ketinggalan ya, wifi dan tv kabel disini ada ya, sekarang tergantung rupiahnya kita untuk membayar kabelnya.


Yura menscroll film horor dan pilihan jatuh pada film yang berjudul 'Reuni Z',sudah beberapa kali juga Yura melihat iklan ditivi jadi begitu ada kesempatan Yura untuk menontonnya. Selagi loading Yura mengambil perlengkapan nontonnya, air minum, buah dah bantal.


'Ahk nikmat mana lagi yang harus gua dustai, begitu nikmat segala yang gua punya saat ini' gumam Yura lalu mengotak ngatik laptop dan treeeeng film sudah dimulai.


Bukannya takut justru Yura tertawa melihat film ini, zombie nya lucu. Saat lagi serius-seriusnya nonton eh siKunti, Alea dan Alexa nongol.

__ADS_1


"Ayo buruan lari bego, cuma pande teriak-teriak mulu lu, bego"pekik Kunti, yang membuat Yura terlonjak kaget dan menimpuk Kunti dengan bantal.


"Sialan lu ya teriak-teriak ditelinga gua, kaget tau"omel Yura lalu duduk.


Alexa langsung mengambil posisi tepat disamping Yura.


"Iwidih, hantu doyan nonton film hantu ya"


"Hiburan, kak Yura, Lexa kan suntuk juga, boring kak"jawab Lexa santai tanpa menoleh yang dihadiahi jitakan oleh Alea.


"Sakit tau kak, iiiihh! "ucap Lexa sambil mengelus kepalanya.


"Haaahaaaa ne zombie begok banget sih, kok gak pilih-pilih sih yang mau digigit, tua bangka gitu digigit juga, gua mah meskipun jadi hantu, pilih-pilih jugalah"protes Kunti, serius amat.Kunti semakin menggeser Alexa yang membuat Yura juga bergeser. Alea duduk tepat dibelakang mereka.


"Yang mau nonton ni sebenarnya sapa sih? "tanya Yura sewot, bahkan dia sudah tersisih, laptop sudah kuasai Alexa dan Kunti dan mereka terbawa emosi melihat zombie-zombie itu.


Terdengar dari luar suara mobil masuk kegarasi, Yura langsung beranjak menghampiri suaminya. Tampak Arga mengeluarkan semua barang bawaannya dan tersenyum lebar melihat wajah Yura ditekuk-tekuk.


"Ada apa lagi sayang, temen-temen kamu ganggu lagi? "ucap Arga lalu mengecup bibir Yura yang mengerucut maju lima centi. Arga yang penasaran bertanya lagi.


"Emang mereka ngapain sayang? "


Yura menunjuk kearah laptop yang masih menyala, dan Arga tetap mengeratkan genggaman tangannya pada Yura, dia merinding. Saat melewati laptop yang sedang menyala itu,Yura berhenti sejenak.


"Jangan berani-berani sentuh laptop gua ya! "Ucap Yura.


"Tidak, sekali tidak tetap tidak, titik,faham"titah Yura sambil melotot.


"Iya"jawab mereka serempak.


Arga yang semakin merinding menarik-narik tangan Yura untuk segera berlalu.Dan Yura langsung menarik suaminya, cacing dalam perutnya telah berdisco ria.


"Mami wajah mereka seperti apa Mi? "Arga masih cukup penasaran, Yura yang iseng langsung bilang.


"Wajahnya ada yang hancur loh Pi, terus bola matanya keluar, lidahnya terjulur keluar berdarah-darah dan mengeluarkan bau busuk! "Ucap Yura yang membuat Arga bergidik merinding.Yura hanya tergelak lucu karna melihat suaminya ketakutan. Yura mendekati suaminya lalu berbisik ketelinganya.


"Papi juga harus lebih sering dirumah ya, nanti siGindo bakal nyamar kayak Papi, terus Mami gak bisa deh bedain, kayak mana? "pancing Yura lagi, mata Arga langsung terbelalak emosi.


"Serius Mi, kurang ajar banget, serius juga Mami gak bisa bedain Papi sama mahluk jelmaan itu? "tanya Arga khawatir banget, takut kehilangan istri tercinta jika ada hantu yang jatuh cinta padanya. Arga langsung meluk Yura.


"Kalo gitu mulai besok, Mami harus ikut Papi kerja aja, tunggu dikantin pabrik, ada kok tempat istirahatnya! "ucapnya, Yura hanya terkekeh geli. Lalu dengan gemas mengigit kecil telinga suaminya, Arga hanya nyengir dan memasang wajah manjanya.


"Serius Mi, Abang gak mau kehilangan kamu, bisa gila Abang kalo kehilangan kamu Mi! "mohonnya memelas.


"heheehe gak apa-apa kali Bang, Yura tu taulah mana Bang Arga dan yang bukan, baunya kan beda, siGindo, meskipun menyerupai Abang semirip mungkin dan sedetail mungkin dan pake parfum satu botol, bau khas mereka tu gak akan hilang Pi,dan insya Allah Yura nya abang ini gak akan terkecoh"jelas Yura yang membuat Arga bernafas lebih lega lagi. Tanpa terasa sambil ngobrol ternyata nasi yang terhidang sudah tandas.Sudah memasuki waktu ashar, mereka pun melaksanakan sholat ashar berjamaah. Arga terus mengekor Yura kemana pun dia pergi, merinding alasannya. Yura hanya geleng-geleng kepala, Yura melihat ponselnya yang sejak tadi diisi daya, Yura mencoba menghubungi Yuri.


'Tuuut tuuut tuuuut'


"Halo Ra, lu kemana aja sih dari tadi juga gua telfoni, hape kagak aktif, mau nelfon Arga takut ngeganggu kerja nya"jawab Yuri tanpa mengucapkan salam langsung merepet.

__ADS_1


"Ngucap salam dulu kali Ri, gak sopan ngomong sama kakaknya"sahut Yura lagi yang disambut kekehan Yuri diseberang sana.


"Iya, iya Assalamualaikum kakak gue yang cantik, tapi tetep masih cantik gue sih"gurau Yuri.


"Waalaikumsalam, nah gitu donk,gua dari dirumah aja hape gua lowbet dibaru aja diaktifin baru dicas soalnya"


"Oo,gua dah dijalan ni!"Ucap Yuri.


"Iya, gua tau, Ayah tadi sudah nelfon, untung disini hujan deras, jadi kami gak jadi mau jemput El kerumah Ayah dan Ayah juga tadi bilang jalan sekitar lubuk jambi gak bisa dilewati, karna tanah longsor! "terang Yuri.


"Ya, El gak dirumah ya, padahal kangen banget loh sama bocah itu gak seru deh"keluh Yuri.


"Alesan, padahal lu sama cowok lu kan? "potong Yura, Yuri hanya terkekeh kecil diseberang telfon.


"Emang lu dah sampe mana si sekarang Ri, dah mau magrib ni? "tanya Yura lagi.


"Kita dah sampe Bagan batu kok, mungkin sekitar dua tiga jam lagi baru nyampe, share lokasi ya! "jawab Yuri.


"Ok, hati-hati ya, jangan banyak makan tikungan lu berdua ya, tu cowok mau seriuskan sama lu, langsung suruh lamar aja langsung"cerocos Yura.


"Sabar kali Ra, kan perlu dibicarain dulu sama orang tua kita, ni kami mau pulang ketempat Ayah sama ibuk, tapi karna bencana longsor makanya kami jadi mampir tempat lu"sahut Yuri.


"Kakak Yuri! "ucap Yura sedikit ada tekanan.


"Yaelah, Ra cuma beda berapa menit doank! "


"Yang penting tetep gua duluan kan yang keluar duluan, dasar adek gak ahlak ni ya"sungut Yura..


"Iya iya kakak Yura,geli gua nyebutnya"sahut Yuri terkekeh geli,Yuri paling suka meledek saudara kembarnya yang penakut dan tempramen ini. Lalu Yuri cepat-cepat memutuskan sambungan telfonnya.


'ting'


'ting'


notifikasi dihape Yuri


Yura bawel : (Dasar adek gak ada ahlak😡😡 ya,awas lu nanti ya kalo dah sampe).


Yura bawel : (Gua kirim lokasi yang salah aja, biar lu nyasar-nyasar sampe kehutan😂😂)


Yurtil : (Ehm gak apa-apa, gua kan lagi sama cowok gua, enak donk dihutan berduaan, week)


Yura ngomel-ngomel gak jelas,sampe Arga hanya geleng-geleng kepala melihat sifat gampang emosi istrinya.


"Mami tu ya gak pernah akur sama Yuri?"


"Abis dia nyebeli banget loh Pi!"sungut Yura.


"Gemes"ucap Arga langsung menyambar bibir Yura dengan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2