Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 59


__ADS_3

'Tok tok tok'


"Assalamualaikum?"


'Tok tok tok'


"Mbak Yura?"panggil suara tersebut.


Yura bangkit dan mengintip dari sebalik gorden jendela,ingin melihat siapa gerangan.


"Sintya"gumam Yura lirih.


"Hah,Sintya"pekik Kunkun lalu menembus pintu,dan masuk lagi.


"Sintya bersama dengan Ayahnya Dewo,terus ada dua wanita yang belum gue kenal"ujar Kunkun lalu duduk.


"Untuk apa mereka kesini ya?"tanya Yura heran.


"Buka saja deh pintunya biar kita tahu apa tujuan mereka"perintah Alea.Yura menurut,ia beranjak dan menjawab salam Sintya.


"Waalaikumsalam"jawabnya dan membuka pintu.


"Heeh kirain Mbak Yura gak dirumah,aku merinding diluar mbak"cerocos Sintya.


"Kenapa,ya sudah masuk saja yuk?"ajak Yura menggandeng tangan Sintya.Pak Diman dan kedua wanita itu juga mengikuti langkah Sintya dan Yura.


"Ayo silahkan duduk semua,sebentar ya biar saya kebelakang dulu"ucap Yura ingin melangkah kedapur.


"Eh,gak usah repot-repot mbak Yura,kita cuma sebentar aja kok"cegah Sintya.


"Ok"kata Yura duduk kembali disamping Sintya,Yura menatap Sintya,wanita 20tahun itu sudah tampak sehat luka dilengannya sudah sembuh.


"Oya Mbak Rose mana,kangen sama bocah gemes itu"Sintya memperagakan tangannya mencubit sesuatu.


"Ada dikamar,tadi abis makan malah ketiduran"jawab Yura.


"Aku boleh menemui Rose kan Mbak?"tanya Sintya.


"Oo ya boleh Sin,Rose ada dikamar El"ucap Yura.


"Ok,oya Bapak,Ibuk sama mbak Dewi silahkan saja bicara sama mbak Yura,Tya mau main saja bareng Rose"ucap Sintya sebelum beranjak dari duduknya.


"Aku tinggal dulu ya"ucap Sintya seraya beranjak dan pergi kearah kamar Elkan.


"Ihkk geser sana dong,sempit Al"ujar Kunkun yang dihimpit Alea,sengaja Alea bersandar pada tubuh Kunkun,saat ini mereka duduk diatas lemari hias.


"Berisik,gue kan cuma bersandar doang,dasar pelit"dumel Alea lalu mengangkat tubuhnya.


"Ihhk pantes saja Mama nya Romi gak mau anaknya nikah sama lo,lah lo nya cerewet banget begini"ujar Kunkun.


"Kita nguping yuk"ajak Kunkun,jiwa kepo nya meronta-ronta.


"Katanya dulu waktu jadi manusia gak suka kepo,terus kenapa sudah jadi Kunti kok jiwa kepo nya gitu-gitu amat"sindir Alea.


"Sudah beda kali Al"Kunkun menyikut Alea mengenai tepat pada perutnya.


"Sakit mbak Kunti buruk rupa"pekik Alea.


"Gue buruk,lo jelek,weeek"ejek Kunkun,tangannya masih mendorong-dorong kecil tubuh kurus Alea.


Alea berdiri lalu dengan sigap dan cepat kakinya sudah menendang bagian bahu Kunkun hingga Kunkun terjatuh dari atas lemari dan tersungkur,dengan posisi tertelungkup,sudah wajah buruk setelah ini mungkin akan lebih buruk.

__ADS_1


"Buuuggghhh,duuum"


"Haaahaaahaaa"suara tawa Alea menggelegar.


Suara yang ditimbulkan oleh tubuh Kunkun yang jatuh,Yura menoleh kesumber suara,bahkan ia terkekeh melihat Kunkun bangkit sambil memegangi pinggangnya.


"Hiihii"Yura segera menutup mulutnya ketika Pak Diman menatapnya.


"Sebenarnya Pak Diman dan Ibuk-ibuk kesini ada keperluan apa sih?sejak tadi kok malah diam melulu?"tanya Yura membuka pembicaraan,karena sejak sepeninggalan Sintya mereka hanya diam seribu bahasa.


"Ehm,itu anu mbak,ehm anu"jawab Pak Diman gak jelas,tangannya menyikut lengan wanita yang disebelahnya.


"Sudah bapak aja,Ibuk gak mau"bisik wanita itu,namun Yura masih bisa mendengarnya meskipun samar.


"Ibuk saja lah,kan sesama perempuan lebih enak ngobrolnya"sahut Pak Diman kembali setengah berbisik.


"Bapak kan kepala rumah tangga,ya sudah bapak saja yang ngomong"


Yura masih saja memperhatikan mereka yang saling berdebat siapa yang harus bicara,tapi entah apa yang mau dibicarakan.


"Maaf,jika Bapak dan Ibuk ingin berdebat silahkan dirumah saja,jangan disini,saya tidak ada waktu untuk mendengarkan perdebatan Bapak dan ibuk"ucap Yura halus namun skak matt.


Mereka bertiga menatap Yura.


"Begini Nak Yura,atas nama Dewo dan Winda kami sebagai orang tua nya kami mau minta maaf"awal Pak Diman.


"Oo,terus ada yang lain?"tanya Yura malas.Tiba-tiba saja kejadian menjijikan itu melintas dibenak Yura.


"Menjijikan"gumam Yura memejamkan matanya.


"Tidak nak Yura,kami benar-benar menyesal,dan kami juga berterimakasih dengan Mbak Yura,dengan menjebloskan mereka kepenjara,itu membuat mereka banyak berubah Mbak"sambung Buk Lia ibunya Dewo.Yura mengernyitkan dahinya.


"Iya Nak Yura,sejak kejadian Dewondan Winda ditangkap polisi,anak saya Dewi menjadi ketakutan sehingga dia mau kembali lagi hidup bersama kami disini dan menjadi wanita yang saleha"ucap Buk Lia lalu merangkul wanita berhijab besar disampingnya.


"Oo bagus dong Pak,buk"Yura masih kurang ngeh dengan kehadiran mereka.


"Masih ada lagi"tanya Yura.


"Ehm ini nak Yura,jangan salah faham dahulu kami hanya tidak tahu mengungkapkan rasa bahagia ini"ucap Pak Diman sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat yang sedikit gendut.


"Apa ini?"Yura menolak dan menyodorkan kembali amplop tersebut.


"Jika Bapak dan Ibuk merasa bahagia atas apa yang telah didapatkan,jangan memberi saya seperti ini,tapi alangkah baiknya jika Bapak dan ibuk sedekah pada anak Yatim dan fakir miskin,terutama juga pada Sintya"ujar Yura.


"Betapa mulianya hati nak Yura mau memaafkan kami,anak dan menantu kami,rasanya saya sebenarnya sangat malu ingin bertemu dengan nak Yura,butuh waktu lama baru berani kesini itu pun karena bantuan Nduk Tya"ucap Buk Lia meneteskan air mata,dia merasa sangat malu karena tingkah Dewo dan Winda kepada Yura dan Arga.


"Terimakasih Mbak Yura,sudah mau memaafkan Bapak dan Ibuk Dewi"sambung wanita yang berada disamping Buk Lia,sejak tadi dia hanya diam.


"Berterimakasih pada sang Pencipta,bukan pada saya"ucap Yura merasa sedikit berkurang rasa jengkelnya.Karena ia melihat mereka benar-benar berubah.


"Baiklah jika begitu kami pamit ya nak yura"ucap Pak Diman.


"Silahkan Pak teruslah menjadi orang baik,jadikan semua teguran ini adalah sebuah pembelajaran hidup"nasihat Yura.


"Pasti Mbak Yura,terimakasih sudah memaafkan kami dan kelakuan anak-anak kami"pinta Buk Lia menjabat tangan Yura dengan tulus lalu memeluknya,wanita bernama Dewi itu juga ikut memeluk dari belakang.Lalu mereka bertiga pergi.


"Ra,lo percaya gitu saja jika mereka benar-benar minta maaf?"tanya Kunkun.


"Ahk sudahlah,biarkan saja gue gak mau mikir banyak,perut gue lapar"sahut Yura.


"Ra?"panggil Kunkun lagi.

__ADS_1


"Apaan?"Yura tetap berjalan menuju kamar Elkan,dia ingin menemui Sintya terlebih dahulu.


"Lo kayak pinguin,haahaaahiiihii"ucap Kunkun lalu tertawa.


"Dasar hantu gila"pergi sana,Yura melemparkan sandalnya.


"Siapa yang gila Mbak?"tanya Sintya nongol didepan pintu kamar Elkan.


"Oo tidak ada,hanya ada kodok,iya kodok"alibi Yura,Sintya hanya ber O ria.


"Oya,mereka sudah pergi mbak?"tanya Sinty.


"Sudah"jawab Yura singkat.Yura masuk kedalam kamar dan melihat Rose yang sedang bermain boneka barbie yang kemaren dibelikan Adrian.Yura menarik tangan Sintya.


"Serius mereka semua sudah berubah?"tanya Yura setelah sedikit jauh dari kamar Elkan.


"Aku gak tau mbak,intinya jangan terlalu percaya dengan mereka mbak"saran Sintya.Saat Yura dan Sintya sedang mengobrol tiba-tiba saja Liana muncul dengan wujud hantu tanpa rupa,namun kali ini kepalanya ia tenteng sendiri,rata,darah kering disekitar leher dan bau anyir menguar dari tubuhnya.


"Allahuakbar"pekik Sintya saat melihat sosok Liana,Sintya jatuh pingsan dan tergeletak dilantai.


"Kok bisa?"tanya Yura,Kunkun dan Alea serentak.Liana memasangkan kepalanya pada lehernya.


"Apanya?"jawabnya heran.


"Astaga ini hantu lemot banget ya,persis anaknya,emak anak sama lemotnya"celetuk Kunkun.


"Biarin lemot,yang penting cantik"jawab Lola,dengan susah payah mengesot agar segera sampai.


"Haahaa tu kan dia lemot,padahal bisa jalan tapi milih ngesot,sama kayak otaknya,kalo mikir ngesot,haahhaahiii"sahut Alea.


"Sudah,bantu gue angkat Sintya kekamar ni"seru Yura.


'Ceklek'


Arga dan Adrian masuk,mereka terheran melihat Sintya tergeletak dilantai,Adrian segera menghampiri Sintya lalu mengangkat tubuh gadis itu membawanya kekamar Elkan.


"Kak Tya kenapa Oom?"tanya Rose.


"Gak apa-apa,hanya kelaperan"jawab Adrian asal.


"Los ambilin makan ya Oom"ucap bocah lucu itu.Adrian mencubit gemas pipi gembil Rose,lalu menggendongnya.


"Bagaimana Bang?"tanya Yura.


"Besok malam Abang,Paman Adrian dan aparat akan menggerebek markas Romi,pihak aparat juga malam ini akan menyelidik terlebih dahulu,mereka akan menyamar sebagai pelanggan"jawab Arga.


"Oo,apakah abang dan Adrian akan ikut menjadi pelanggan?"tanya Yura konyol.Arga melotot dengan pertanyaan istrinya.


"Tentu saja tidak sayang,pertanyaan seperti apa itu?"Arga memeluk Yura dan mengelus perut buncit Yura.


"Cie cemburu nie"ledek Kutukupret.Mata Yura mendelik.


"Haahaaahaa"hantu-hantu gak ada ahlak itu tertawa keras.


"Berisik"pekik Yura,Arga melotot dan langsung memeluk Yura.Hantu-hantu itu langsung diam.


"Apanya yang lucu?"Yura berkacak pinggang.Kunkun dan Alea terkikik.


"Lo berdua juga sama"bentak Yura.


"Sudah jangan ribut-ribut,kita harus mengunpulkan stamina untuk besok malam"tegur Adrian lalu menyalakan ponselnya yang sejak tadi dikantor polisi ia nonaktifkan.

__ADS_1


__ADS_2