
Yura dan Yuri berlari mengelilingi lapangan tersebut dan menghentikan langkahnya ketika mendengar suara teriakan Arga dan Kenaan.Mereka lari tunggang langgang.
Arga dan Kenaan ngos-ngosan lalu serempak mereka membaringkan tubuhnya direrumputan lapangan bola tersebut.
"Sayang,abang minta air,haus banget!"pinta Arga langsung terduduk dan mengulurkan tangannya pada Yura,Yura memberikan sebotol air mineral,Arga menenggaknya hingga tandas.
"Kalian berdua kenapa sih,kayak dikejar setan aja?"Yuri mendekati Kenaan dan memberikan sebotol air mineral,Kenaan juga menenggak hingga tandas.
Arga dan Kenaan masih mengatur nafas untuk bisa menjawab pertanyaan Yuri.
"Ada apa sih bang?ada begal atau setan?"Yura terkekeh geli melihat kedua cowok itu.
"Gue yakin mereka ini pasti dikerjain Kunti-kunti dan temennya yang biasa mangkal diujung gang Damar!"ucapnya santai Yura lalu duduk meluruskan kakinya dan sedikit memijitnya.
"Kok bisa?"
"Tanya aja sama korbannya!"Yura melirik kedua cowok yang sedang kelelahan berlari itu.
"Bener yang dikatakan Yura bang?" tanya Yuri pada Arga,Arga mengangguk.
"Haaahaaaahaaaa,benerkan kata gue Ri,emang dasar aja dua cowok ini yang pengecut!"Yura memengangi perutnya yang terasa sedikit kram karena tertawa cukup keras.Yuri juga ikut mentertawakan mereka berdua.
"Bukan ditolongi malah ditertawai!"timpal Kenaan.
"Abang kemaren tu dengan sombong bilang dengan Bang Arga,jika abang sering ikut Yuri memburu hantu,kenyataannya telur dadar!"Yuri tertawa hingga terguling-guling dirumput.
"Ga,kayaknya dua cewek ini seneng banget ya kalau kita ketakutan dan kesulitan!"
"Bener lo Key,kayaknya cuma kita aja yang ketakutan jika wanita kita itu sakit atau ketakutan ya!"jawab Arga merendah seolah-olah paling teraniaya.
"Bener lo Ga!"
"Huusss cowok pagi-pagi sudah ngegibah!"
"Pulang Yuk,dah siang ni!"ajak Yura.
Sementara ditempat lain Kunkun dan Lola masih termenung,mereka terlalu frustasi akan kesalahannya,mereka pasrah jika Yura akan menghukum mereka.Kunkun tampak gelisah sekali berbeda dengan Lola dia terlihat lebih santai meskipun rasa takut menyelimuti nya.Dia duduk diayunan sambil mempermainkan kaki dan rambutnya.Melihat Kunkun yang sedang berjalan kesana kemari membuatnya pusing.
"Mbak Kunkun,biasa aja dong,gue juga takut ni jika Yura masukin kita keguci terus dibuang kedasar laut,tapi santai saja nanti kita ceritakan saja apa yang terjadi.Kali aja Yura memberikan sedikit toleransi kepada kita!"Lola berkata dengan santainya,Kunkun langsung mendelik tangannya melayang kearah kepala Lola.
'Pletaaak'
'Buugghh'
Kepala Lola menggelinding kearah depan pintu utama,bersamaan dengan itu terdengar suara Yura dan Yuri cekikian.
"Jadi yakin ni lo gue tinggal gak apa-apa?soalnya jika bang Arga masuk kerja lo sama siapa dong dirumah?"ucap Yuri lalu duduk asal dipinggiran lantai teras.Kunkun segera mencomot kepala Lola,memasang asal pada tempatnya.
"Yakinlah Ri,tu hantu-hantu kagak ada ahlak kan ada nemeni gue dirumah!"Jawab Yura memanyunkan bibirnya kearah Kunkun dan Lola.
"Oo iya,kadang gue suka lupa jika lo punya temen dialam lain,cukup membantu hihihi buktinya siKunkun ngidam anaknya Dewo!"ledek Yuri
__ADS_1
"Tidak Yuri,gue ngidam anak mas Dion!"Kunkun bersungut lalu mengelus perutnya entah kenapa tiba-tiba rasa mual itu menyergap,Kunkun pun terbang menjauhi teras dia mengeluarkan isi perutnya,cairan hijau pekat berbau busuk keluar dari mulutnya.
Arga dan Kenaan menyusul setelah Yura dan Yuri akan masuk kedalam rumah.Mereka mencium bau yang tidak sedap,bau bangkai yang sangat menguar.Arga dan Kenaan merasa merinding,mereka secara bersamaan mengelus tengkuknya,dasar cowok pengecut.Mereka melangkah lebih lebar dan sedikit berlari menyusul Yura dan Yuri.
"Sayang tunggu Abang?"pekiknya yang membuat Yura membalikkan tubuhnya kearah sumber suara.
"Apaan sih Bang?"jawab Yura sedikit kesal,karena suaminya ini manja banget.
"Yang penting tunggu Abang sayang!''Yura mencebik kesal tapi dia pun tidak bergeming dari tempat berdirinya,Yuri sudah masuk kerumah terlebih dahulu.Arga langsung menggamit lengan Yura dan memeluk pinggang sang istri tercinta,lalu ia pun mengecup sekilas pipi sang istri.
"Terus saja Ga,dunia milik berdua doang!"timpal Kenaan melenggang meninggalkan mereka berdua yang hanya terkekeh melihat tingkah Kenaan,persis Yuri.
"Kenaan cocok ya berjodoh dengan Yuri,sifat mereka kurang lebih sama!''ujar Arga,namun indera penciumannya kembali menangkap bau busuk yang menguar dan sangat tajam sekali,hingga menusuk hidung membuat Arga merasa mual.
"Mami mencium bau busuk gak?"tanya Arga sambil melangkah masuk kedalam rumah,namun Arga tidak berani jauh-jauh dari sang istri.
"Iya,biasa aja kali bang,tu Kunkun lagi muntah-muntah lagi ngidam,anaknya Dewo!"jawab Yura santai lalu duduk dikursi meja makan.
"Uhuk uhuk uhuk"Kenaan yang sedang minum tiba-tiba saja tersedak mendengar ucapan Yura.
"Hati-hati dong bang!"ucap Yuri terus menggosok bagian tubuh Kenaan dibelakang.
"Maaf,maaf Ri.Abang terkejut saja kok ada ya hantu hamil anak manusia!"jawab Kenaan setelah merasa sedikit lega tenggorokan nya.
Yura dan Yuri terkekeh.
"Abang lupa ya jika Dewo itu manusia setengah iblis?" timpal Yuri seraya membuka kulkas mencari sesuatu yang bisa dimasak untuk sarapan mereka,Yuri mengeluarkan sosis,nungget,salada dan timun.Ia ingin memasak nasi goreng sosis kesukaan Kenaan.
"Bisalah,tu buktinya Kunkun hamil!"jawab Yura.Arga dan Kenaan hanya saling pandang,kedua cowok ganteng dan berkharisma ini ketika berhubungan dengan hantu mereka tampak sangat bodoh.Yura bangkit dari duduknya melangkah menuju kamar.
"Mami sayang mau kemana?tungguin abang dong?"Arga bangkit mengejar sang istri.
"Ri,abang takut ni,bilangi dong pada temen-temen Yura suruh pergi untuk sementara waktu selama kita disini!"ucap Kenaan mendekati Yuri yang sedang berdiri mengupas bawang.
"Yaelah Bang,lagian mereka gak ganggu juga kan?"sentak Yuri dan menggeser tubuh jangkung Kenaan menjauhi westafel.
"Pagi tadi Abang dan Arga mereka ganggu sayang,kepala buntung dan kuntilanak,mereka menjual jamu!"astaga,Kenaan langsung ingat sesuatu mereka berdua tadi sempat minum jamu yang dijual Kunti tersebut,Kenaan lalu berusaha memuntahkan isi perutnya,ia berlari kekamar mandi didapur ini.
"Hueeek huueekk huuueeekkk!"
"Ri,Kenaan ngidam juga kah?"tanya Kunti tiba-tiba membuat Yuri yang sedang fokus memotong bawang dan sosis terlonjak kaget.
"Setan,gue terkejut!dasar hantu gak ada ahlak lo ya!"gerutu Yuri dan melemparkan sosis kepada Kunkun.Kunkun tertawa,tapi tunggu dulu sebentar ada yang berbeda,penampilan Kunkun sedikit rapi,jubahnya juga ganti.Yuri menelisik Kunkun,dia merasa risih.
"Apaan sih Ri,gitu amat liatin Gue?"Kunkun memanyunkan bibirnya.
"Lo abis mandi ya Kun?"tanya Yuri melanjutkan kembali acara membuat bumbu nasi goreng.
"Iya,tadi abis muntah-muntah jadi jubah gue kenak isi perut gue,jadi gue mandi aja sekalian disungai nah kebetulan disana ada warga yang lagi jemur sprei,nah gue ganti aja jubah lama gue yang sudah lecek kotor dan bau banget Ri!"jawabnya panjang kali lebar kali luas.Kunkun juga berusaha memamerkan make up nawarnya dan rambutnya yang seperti iklan shampoo rambut gimbal.Rambutnya yang panjang terurai hingga kelantai itu tampak dihiasi bunga-bunga.Emang sedikit rapi tapi tetap saja hantu,norak lagi dandanannya.
"Yaelah Kun,lo udah mandi berendam sampe seminggu juga kagak merubah bau cirikhas lo yaitu bau ******!"ucap Yura ketus setelah selesai bersih-bersih ia kedapur kembali untuk membantu Yuri membuat sarapan.
__ADS_1
"Oya Ra kayak gue besok mau balik deh,dah lama banget toko gak buka,pelanggan banyak yang tanya!"ucap Yuri yang tangannya masih juga terus bekerja ngulek bumbu nasi goreng sosis spesial.
"Ya padahal gue masih kangen loh!"Yura memeluk Yuri dari belakang.
"Gue lagi masak Ra,nanti bumbunya gosong ni kan gak lucu!"melepaskan tangan Yura yang melingkar diperutnya lalu lanjut mengaduk-aduk bumbu dalam wajan.
Dilain tempat Kenaan sejak tadi mendengarkan obrolan Yuri dan Kunkun,sehingga ia tidak berani ingin keluar dari kamar mandi meskipun Kenaan sudah menyelesaikan hajatnya.
"Ri,Kenaan mana?"tanyanya lalu berjalan menuju kamar kembali.
Yuri hanya mengangkat kedua bahunya,dia tampak sibuk dengan nasi gorengnya.Setelah semua selesai ia pun menyusunnya diatas meja.
"Geser Kun,lo duduk disana aja!"ucap Yuri sambil menunjuk kursi yang ada dipojokan.
"Eh Ri,serius ni Yura tidak marah dengan kejadian pagi tadi?"Kunkun masih penasaran dengan kejadian dadakan yang tidak disengaja.
"Kayaknya gak tu,lagian lo berduakan tidak sengaja,tu cowok dua aja yang pengecut!"
"Finish"
Kunkun hanya memandangi Yuri yang tampak bahagia dengan hasil kreasinya.
"Lo serius mau balik Ri?"tanya Kunkun dengan wajah sendu.
"Ya iyalah,gue ini bukan pengangguran kayak lo semua,gue punya butik dan toko grosiran sembako diMedan!"jawabnya,Kunkun semakin memanyunkan bibirnya.
"Kita bakalan kangen dong Ri!"Yuri mengangkat bahunya lalu duduk.
"Gue yang gak kangen sama lo!"Yuri mengerjain Kunkun,lalu Yuri meraih ponselnya diatas nakas dekat jendela.
'Kriiing kriing kriing'
Kenaan terkejut ketika ponsel disaku celananya berdering.Yuri menggedor pintu kamar mandi tersebut.
'Dok dok dok'
"Abang ketiduran dikamar mandi ya?"
Kenaan keluar dengan nyengir memamerkan deretan giginya.Lalu dia cepat-cepat merapatkan diri pada Yuri.
"Bener besok kita pulang sayang?"tanya nya mengikuti langkah Yuri.
"Heeemm!"
"Alhamdulillah!"syukurnya sambil mengusap dadanya merasakan ada kelegaan disana.
"Raaaa,Bang Argaaaa sarapan yuk,gue dah lapeer ni!"pekik Yuri persis seperti pakai toa,suara cemprengnya juga kembaran dengan Yura,seperti petasan.
"Yuriiii,ini rumah bukan hutan pake teriak-teriak segala!"Yura datang sambil mengomel dibelakangnya mengekor Arga yang sudah rapi akan berangkat bekerja.Yuri hanya menunjukkan wajah sok imutnya.Mereka pun menyantap hidangan yang telah disuguhkan Yuri,nikmat sekali sehingga mereka makan dalam keheningan.
Kunkun yang dipojokan melihatnya merasa iri,dia teringat akan suaminya Dion yang dalam penjara.
__ADS_1