
" Bang, Abang ingat apa yang terjadi pada kita berdua setelah minum teh dirumah Winda? " Yura berpaling kearah Arga yang masih tampak melemah. Arga menggeleng,lalu membenarkan posisi duduknya,kepalanya masih terasa sangat pusing.Arga bersandar pada dinding sambil memegangi kepalanya.
" Bang? "
"Heem! "
"Abang ngerasa aneh gak setelah minum teh itu? "
"Abang ngerasa ngantuk banget sayang, tapi...! " Arga mengingat sesuatu saat dia belum benar-benar tertidur pulas.
"Apa abang ngerasa ada sesuatu hal yang janggal? "
"Ya, ada yang aneh! "
"Apa abang juga ngerasa saat belum bener-bener tertidur ada yang menyentuh tubuh Abang? " Arga langsung menoleh ke arah Yura, jika benar berarti Yura sudah disentuh Dewo.
Arga mengangguk, matanya menatap tajam kearah pintu kamar, menusuk menyiratkan kemarahan. Yuri dan Kenaan yang melihat itu langsung mendekat.
"Bangsat,Dewo anj***!" umpatnya seketika.
"Abang gak kenapa-napa kan? " Yura yang masih bingung apa yang terjadi kini dia semakin bingung dengan Arga memaki Dewo.
"Sayang, buka semua yang melekat dalam badan kamu, sekarang, abang jijik! " dia turun dari ranjang dan mendekati dimana istrinya duduk,dia mencoba membuka hijab instan dipakai Yura dengan sedikit kasar, ketika tangannya sudah mulai turun akan membuka baju Yura, Yuri memekik.
"Bang stop, gak kayak gini cara nya? " Yura memegangi tangan Arga dengan deraian air mata, ada apa sebenarnya, kenapa Arga bersikap seperti itu.
" Abanh jijik Ri, Dewo anj***,dia berani sentuh Yura Ri, abang akan bunuh dia, bangsat! "
Yura yang masih kebingungan hanya diam dan menangis.
" Ri ada apa ini, kenapa bang Arga ngomong kayak gitu? "pekik Yura histeris, Arga memeluknya dan mengecup pucuk kepala Yura.
"Maafkan Abang sayang, abang terlalu emosi!"
__ADS_1
"Jelaskan pada Yura Bang, apa sebenarnya yang terjadi, apa yang Yura fikirkan itu benar? " tanyanya dalam tangisnya.Arga hanya mengangguk.
Tiba-tiba saja Yura membuka paksa bajunya, tanpa sadar disana ada Kenaan, mata Kenaan spontan ditutup oleh Yuri dengan badannya,Yuri dengan sigap membalikkan badannya menutupi Kenaan dengan memeluknya. Karna Yura jelas setengah bertelanjang, baju atasannya sudah terbuka semua, dia hanya menggunakan bra berwarna merah muda berlari kekamar mandi.
Arga mengikuti langkah Yura kekamar mandi.
"Yura benci bang! " pekik Yura histeris, dia mengguyur tubuhnya dengan air sebanyak mungkin untuk menghilangkan jejak sentuhan Dewo. Yura menarik tubuh Arga yang berada didekatnya, dia menggosok seluruh tubuhnya dan Arga dengan satu botol sabun hingga habis, Arga hanya menurut dengan perlakuan istrinya. Yura masih tergugu saat menyiramkan air ketubuh Arga.Sudah entah berapa lama mereka berdua dikamar mandi.
Yuri dan Kenaan memilih keluar dari sana, yang diikuti Kunkun dan Kutu kupret.
"Mbak yu, Mai juga ngerasa jijik banget, karna Dewo juga sudah menyentuh Mai! " Kunkun menangis sambil memeluk tubuh Kutu kupret dari belakang.
"Ya elah biasa ja lu Mai, lu tinggal mandi aja lagi kayak Yura! " Kutu kupret menimpali kata-kata Kunkun.
"Tapi Mai merasa telah berkhianat pada Mas Dion mbak yu!" Kunkun semakin tergugu.
"Dah gak usah bahas Mas Dion, nanti kita bisa bareng-bareng jenguk Mas Dion, dah sana mandi aja kayak Yura dan Arga, gue mau tidur, dah subuh ni! " Kutukupret melepaskan tangan Kunkun yang melingkar diperutnya, Talita merasa sangat menyesal. Maimunah sebenarnya gadis yang sangat baik. Tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur. Sebelum tidur dia memyempatkan diri untuk menghampiri manusia yang sedang buang hajat disungai.Saat pria itu sudah selesai dia hendak pulang lalu menyambar handuknya. Tapi handuk yang tadi disangkutkan diranting dekat nya berjongkok kini entah kemana, dia pun mencari-carinya.
Kutukupret dan Lola yang mengerjai pria apes itu. Pria itu melirik jam pada ponselnya yang digunakan untuk penerangan, jam 5 pagi, tapi masih gelap karna cuaca sedikit mendung, bahkan sudah gerimis. Pria itu pasrah, dia terduduk menunggu terbitnya matahari, siapa tau handuknya terbang terbawa angin. Saat dia sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba saja handuk nya jatuh tepat diatas kepalanya, dia langsung mengambil dan melilitkannya dipinggang.Namun betapa terkejutnya dirinya, saat ada yang menyentuh bahunya dengan lembut dan telapak tangan itu sangat dingin, seperti es. Pria itu tak mampu berkata-kata.
Suara sesuatu yang diseret dan menimbulkan suara ranting-ranting kering dan daun-daun kering itu berbunyi.
Tangan itu semakin liar menyentuh hingga ketelinganya, tiupan angin semilir terasa ditelinganya. Pria itu tidak berani membuka matanya, bahkan keringat sebesar biji jagung sudah membasahi wajahnya.
"Bang, buka matanya dong" tubuhnya gemetar bukan karna berhasrat melainkan merinding karna suara itu sangat mencekam.
"Bang, temeni mandi yuk? kita sambil senang-senang! " bisik Kutukupret tepat ditelinga pria itu, yang membuat kaki pria itu semakin gemetar,dia terus memejamkan matanya.
Lola yang melihatnya sudah tidak tahan, dia tertawa melengking yang membuat pria itu melemah dan jatuh pingsan.
"Gak asik lo? "
"Dasar aja dia yang lemah! "
__ADS_1
"Lo gak sabar banget sih, gue hampir saja dapat mangsa yang lari ngacir kerumah dengan telanjang,lo ganggu aja sih!" Kutukupret merasa kesal, karna Lola menggagalkan rencananya.
"Abis manusia itu lucu banget, liat dia secepat itu pingsan!" ujar Lola lagi sambil mamainkan rambutnya.
Kutukupret tidak lagi menggubris ucapan Lola.
"Dasar ngesot gak asyik, gangguin kerjaan gue lagi, heh bete banget gue! " gerutunya sambil melayang menuju rumah Yura, hari sudah semakin terang,Kutukupret turun dan berjalan kaki ketika melihat seseorang mengendarai sepeda motor kearah sungai.
"Eh mbak mau kemana pagi-pagi? " tanya pengendara sepeda motor itu lalu melambatkan laju motornya.
" Mau kesungai bang, mau mandi! " Kutukupret sengaja membuat gerakan seksi yang membangkitkan gairah. Dadanya membusung besar kedepan, dengan baju yang kurang bahan membuat belahan dada itu semakin jelas,tampak dengan jelas pria pengendara motor itu tidak lepas memandang dada kutu kupret.
Kutukupret yang menyadari itu pun dengan sengaja mengusap bagian tengah dadanya.
"Ahk, aw gatel banget sih, aw, aw ada semutnya ni bang, kayanya semut angkrang deh! " tangan itu terus saja menyusuri belahan dadanya namun berhenti ketika tangan pria itu dengan sigap menarik tangan Kutu kupret,pria itu menciumi tangan kutu kupret yang tadi menyentuh dadanya.
"Harum! " ucapnya menghirup tangannya sambil memejamkan matanya.
" Kalo begini masih harum gak Bang? " suara Kunti mendayu-dayu sangat seksi, pria itu pun membuka matanya, betapa terkejutnya dia, yang ada didepannya bukan wanita cantik lagi namun sosok kunti dengam jubah besar jorok dan bau ******, rambut gimbal dan kulit wajah yang mengelupas.
"Se-se-setaaaaaaaaan!" teriaknya hingga terkencing-kencing dicelana.
"Hiiiiihiiiihiiiii! " Kutu kupret merasa puas karna mendapatkan mangsa, diapun kembali kerumah Yura, sesampainya disana Kutu kupret mendengar teriakan Yura, tangisan Yura yang sangat pilu.
"Stop Ra, ini bukan salah lo, Winda dan Dewo saja yang bangsat! " Yuri mencoba menenangkan Yura.
Arga terus mendekap Yura, Arga takut jika Yura menyakiti dirinya dan janin dalam perutnya. Yura merasa shock dengan pelecehan yang dilakukan oleh Dewo kepadanya dan Arga. Bahkan Yura sudah entah berapa kali mandi dan berendam, membuat Arga sangat kewalahan. Karna tenaga Arga juga belum pulih benar.
Kutu kupret dan yang lainnya melihat keadaan Yura sangat memprihatinkan.
"Kita harus balaskan rasa sakit yang Yura rasakan kepada Dewo dan Winda! " ujar Tambun.
"Gue ikut, gue gak terima Yura diginiin! " timpal Alea.
__ADS_1
"Gue juga ikut, besok kita kerjain mereka abis-abisan! " celetuk Gindo yang membuat semuanya menoleh, Gindo biasa paling gak suka dengan hal-hal seperti itu.