
Mereka berangkat menuju dimana Alexa disekap.Mereka merasa pasukannya sudah cukup.
Sementara ditempat Alexa disekap,Romi sedang memangku Rose,dia membelai lembut pipi Rose yang sedang terlelap.
"Kamu sangat cantik sayang,persis seperti ibu mu!"ujar Romi lalu mengecup pelan kening Rose.
"Kak Romi lepasi Lexa!"teriaknya namun sia-sia,yang bisa mendengar hanya pasukan gaib Romi,mereka tertawa keras.
"Diam,berisik.Panggil bos lo,bilang lepasin gue?"pekik Alexa.
"Percuma sayang,lo kecil-kecil galak juga ya!"jawab penjaga itu yang bertubuh pendek dan botak.
"Cuiih,sayang-sayang kepala lo peyang,jijik gue!"balas Alexa.
"Cantik-cantik judes banget ya bro?"ucap sibotak pada si cebol.
'Braaak, kretaaak'
Suara berisik barang-barang dihancurkan,kedua penjaga yang menunggui Alexa merasa terkejut mendapat serangan mendadak.Mereka belum sempat memanggil pasukan,bahkan Gindo dan teman-temannya tanpa ampun menghajar 2penjaga lemah itu,bahkan Alea dan lima madu pahit menyelinap dikamar dimana Romi dan Rose terbaring,lima madu pahit sengaja membuat suasana kamar sangat panas dan menyediakan segelas air bening dan bercampur obat tidur.Romi merasa gerah dan haus langsung menenggak air dalam gelas yang berada didekat nya diatas meja hingga tandas tanpa bersisa.Ia pun merasakan sangat mengantuk maka dia pun membaring tubuhnya disamping Rose.
Kutu kupret sudah menjelma sebagai Ibu Dina ibuk angkat Alea,Rose yang baru saja membuka mata dan melihat mbah utinya langsung riang dan berbinar.
"Mbah uti,Los yindu!"ucapnya cirikhas cadel anak-anak meskipun usianya sudah 5 tahun tapi Rose lamban mengucapkan kata-kata dengan benar.
Alea hanya bisa meneteskan air mata,ingin memeluk anaknya namun tak sanggup.Rose lalu melangkah menuju Kutu kupret yang menyerupai buk Dina.
"Rose mau ikut uti pulang gak?"tanya lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya agar sama tinggi dengan Rose.
"Mau dong Mbah!"gemas sekali,Kutukupret menoel dagu Rose dan mencubit sayang pipinya.
"Ya udah,kalau Rose mau pulang ikuti mbah uti yuk,mbah gak bisa gendong Rose karena tangan mbah uti sakit sayang!"ucapnya lalu menunjukan kedua telapak tangan dan lengannya,tampak melepuh sebagian kulitnya mengelupas.
"Tangan embah kenak apa?"tanyanya lagi sangat menggemaskan.
"Kemaren embah merebus air lah tumpah deh kenak tangan embah!"Kutu kupret sebisa mungkin berakting seperti Buk Dina yang sangat lemah lembut.Sambil berjalan mereka terus bercerita sehingga tidak terasa mereka sudah tepat didepan gerbang.Orang suruhan Yura segera menggendong Rose,kutu kupret ikut masuk kedalam mobil untuk menenangkan Rose.
"Mbah Los lapel!"dengan cadel ia mengucapkan setiap kata,Alea yang duduk disamping kemudi terus terisak.
"Emang Rose belum makan?"tanya Kutu kupret penuh selidik.
"Los dali kemalen gak dikacih makan cama oom jahat mbah,Los dimalah-malah mbah cuma dikacih minum ail mbah(Ros dari kemaren gak dikasih makan sama oom jahat mbah,Ros dimarah-marah mbah cuma dikasih air mbah)!"jawabnya lalu menerima sebuah roti dan air mineral dari orang suruhan Yura tersebut,seorang pria indigo seperti Yura selama ini hidupnya tertutup tidak diketahui publik.Rose menyantapnya dengan lahap,bahkan dia sempat meminta lagi roti kepada orang suruhan Yura tersebut.
"Romi kurang ajar,anak gue gak dikasih makan!"gerutu Alea masih meneteskan air mata,namun isi tatapannya ada kilatan amarah yang menyala-nyala.
__ADS_1
"Nanti ada masanya Romi kami tangani Al!"jawab pria yang duduk dibelakang kemudi.
"Ya,gue emang butuh bantuan lo dan Yura!"
"Mbah,mbah oom itu ngomong cama ciapa ya mbah?"Rose bertanya dengan polos,pria itu memukul jidatnya sendiri,ia lupa jika Rose tidak dapat melihat Alea.
"Oh Oom sedang menerima telefon sayang!"jawab beralibi.
"Ooo"mulut Rose membentuk huruf O bulat,sangat menggemaskan sekali.Lalu dia pun menguap,beberapa kali dia menguap lalu terlelap dipangkuan Kutu kupret.
"Bang Adrian Rose kami serahkan sama lo,kami masih khawatir sama Alexa!"ujar Alea kemudian.
"Okay,gue akan bawa kemana Rose sekarang kerumah ibuk lo atau kerumah Yura?"tanyanya lagi namun masih fokus dengan jalanan,kutu kupret meletakkan kepala Rose dibantal,memasangkan seftybell dan menyelimutinya,tidak lupa ia tutup gorden yang ada pada kaca jendela agar tidak ada yang bisa melihat Rose didalam.
"Bawa Rose kerumah Yura,kami akan kembali ketempat tadi,lima madu tidak akan menjadi kuat jika tidak lengkap!"
"Ok,kalian hati-hati"
"Hati-hati,ingat bang kami hantu!"jawab Alea asal.
"Yang kalian hadapi juga sebangsa kalian dan manusia yang berada disana mereka bersekutu juga dengan setan!"jelas Adrian.
"Ok,ok sipp Bang,nitip Rose ya Bang!"ucap Alea lalu keluar dari mobil yang diikuti oleh kutu kupret.
Pertarungan antara Gindo,teman-temannya dan pasukan gaib Romi sangat genting,tidak seperti dugaan mereka jika suruhan Romi akan mudah dikalahkan,tapi ternyata tidak,meskipun mereka hanya berenam mereka cukup kuat.
Kutu kupret mengambil ancang-ancang lalu berteriak.
"Lima madu pahit formasi!"
Kunkun,Kunbung,Kuncring dan Kunbun mengambil posisinya masing-masing disamping Kutu kupret,dalam sekejap mereka berubah wujud menjadi wanita-wanita cantik,pihak musuh yang emang mata keranjang langsung saja melotot,air liur yang berbau busuk itu terus mengalir dari sudut mulutnya,menjijikkan.
Lima madu pahit mengambil kesempatan lalu berformasi dan menyerang lawan yang sedang terpesona kepada mereka.
'Huuufftt'
'Duaarrr'
Tiga sekaligus lawan hangus tak bersisa,teman-teman terkejut melihat ketiga temannya menghilang begitu saja hanya menyisakan abu berwarna hitam.
"Hey curang,kalian menyerang saat kami belum siap!"teriak salah satu dari mereka lalu melayang sebuah bola api dan mengenai Kunkun.
"Aaawww,panas mbak yu!"rintihnya,Kutukupret segera menghampiri Kunkun,selagi Kutu kupret memeriksa Kunkun,ketiga kunti itu pun langsung pasang badan dan terus melawan serangan lawan,saat salah satu lawan masuk kedalam bumi secepat kilat hampir saja lima madu pahit terkena serangan mendadak tersebut jika Gindo tidak secepat kilat menghadang dengan tubuhnya yang tinggi besar.
__ADS_1
'Boooomm'
'Braakk'
Tambun sedikit terserempat Gindo,namun karena Gindo menggunakan tenaga cukup besar sehingga ia sedikit melukai Tambun,Tambun terlempar sedikit kesamping.
Kutukupret yang terkejut dengan serangan yang bertubi-tubi dari lawan segera membawa Kunkun menjauh lalu dia menghampiri Tambun.Dan membawanya ketempat Kunkun berada dan yang lainnya yang terluka.
Gindo dan kedua temannya masih melakukan perlawanan dibantu oleh Bungkring dan cungkring,tapi emang lawan emang sangat kuat.Mereka menyatukan kekuatan mereka menyerang bersama.
'Duuaaaarrrr,boooommm'
Dalam sekejap ketiga lawan hangus tak bersisa,abu hitam teronggok didepan pintu dimana Alexa ditawan.Alea langsung menghampiri Alexa namun Alea terpental jauh,Alea yang emang sejatinya tidak memiliki kekuatan apapun tidak bisa masuk dalam pagar gaibi yang dipasang didepan pintu ruangan Alexa disekap.
"Siapapun diluar sana,tolong keluarin gue dari sini!"teriak Lexa karna sejak tadi mendengar seperti ada pertarungan,bahkan dia juga samar-samar mendengar suara Kutu kupret.
"Tolong keluarin gue,plis tolongi gue?"teriaknya lantang.Sementara itu Gindo dan teman sebangsanya berusaha menembus pagar tersebut dan...
'Braaakk'
Pintu terbuka,Alexa segera lari keluar melihat apa yang terjadi,pintu terbuka lebar tampak banyak yang menunggu dia mencari seseorang,Alea berdiri tepat didepan barisan,Alexa menghambur kedalam pelukan kakaknya.
"Kak,Lexa takut banget didalam kak,mereka akan memberikan Lexa pada bosnya"Lexa terus mendekap Alea.
"Maafkan Kakak,itu semua tidak akan terjadi!"
"Ayo buruan kita pergi dari sini sebelum mereka datang kembali"seru Gindo sambil membopong Kunkun dan diikuti yang lainnya.Betapa sangat melelahkan pertarungan itu.Sesampainya dirumah Yura,Yura tampak khawatir dan heran,kenapa pasukan yang begitu banyak masih juga mengalami kekalahan,Yura bisa menilai karena beberapa dari mereka terluka.Bahkan Kunkun belum sadarkan diri,apa jangan-jangan Kunkun akan mati untuk yang kedua kalinya fikir Yura mendekati Kunkun yang terbaring dikursi rotan diteras.
"Apakah dia akan baik-baik saja?"
"Kita juga tidak tahu Ra,kita belum pernah mengalami pertarungan hebat begini Ra!"sahut Kutukupret.
"Sebagian tubuhnya terbakar,apakah salah satu dari kalian tidak tau apa obatnya?"Yura tanpa sadar meneteskan air mata dan jatuh tepat pada tubuh Kunkun yang terbakar,keajaiban tiba-tiba saja datang,tubuh Kunkun yang terbakar tiba-tiba saja pulih seperti sedia kala sebelum yang lainnya menjawab pertanyaan Yura.Semuanya tercengang melihat pemandangan tersebut termasuk Yura.
"Uhuk-uhuk-uhuk!"Kunkun terbatuk dan membuka matanya perlahan,lalu dia tersentak dan langsung duduk.
"Apa yang terjadi,bagaimana Alexa dan Rose,apakah mereka selamat?"spontan Kunkun duduk dan langsung bicara lancar.Lalu terdengar dari arah dalam suara bocah memanggil nama Yura.
"Tante Yula,tante Yula?"lalu muncullah seorang bocah perempuan gemoy,putih berpakaian laki-laki dari pintu,Alea langsung memeluk Rose tanpa dirasakan oleh Rose,Yura yang melihatnya merasakan sakit yang teramat sakit.
"Lo bisa kok gunakan raga gue untuk meluk Rose!"ucap Yura,Alea langsung memandang Kutu kupret karna hanya kutu kupret yang tau bagaimana caranya memasuki raga manusia.Kutukupret melangkah mendekati Yura.
"Lo siap Ra?"tanyanya,Yura mengangguk,lalu Kutukupret menyentuk bahu Yura dan Alea,secepat kilat Alea memasuki tubuh Yura,tubuh Yura mengejang,matanya memutih dan kepalanya mendongak keatas,lalu jatuh terduduk.Rose yang melihat itu terlihat panik.
__ADS_1
"Tante Yula kenapa?tante"teriaknya histeris dan berlari mendekati Yura,ia menguncang-guncangkan tubuh Yura,mata Yura terpejam dan kepalanya merunduk.
"Tante,tante gak kenapa-kenapa kan?"tanyanya lagi,tangan kecilnya mengangkat dagu Yura dan mengusap pipi Yura,perlahan Yura membuka matanya.