
Romi mengerjapkan matanya ketika air terpercik kewajahnya dan aroma minyak kayu putih yang sangat menyengat. Perlahan mata terbuka lebar ia memandang sekeliling tampak beberapa orang tengah mengelilinginya.Romi terduduk.
"Mas nya gak apa-apa kan?"tanya seorang Bapak-bapak lalu menyodorkan sebotol air mineral.
"Terimakasih Pak,ehm kalo boleh tau saya kenapa ya pak,kok bisa disini?"bingung,lalu menenggak tandas air minum itu.
"Masnya bener-bener gak inget ya?"Romi menggeleng,ia memijit pelipisnya yang terasa sangat berdenyut.
"Tadi Mas itu berusaha naik kemotor,tapi mas nya kayak bingung kayak linglung gitu dan tiba-tiba Mas nya ambruk tertimpah motor deh!"jelas salah satu dari mereka,Romi mencoba-coba untuk mengingat apa yang terjadi.
Ya tadi dia melihat Rose didalam mobil bersama wanita,terus tiba-tiba mobil tersebut menghilang.
"Masnya sudah ingat?"tanya bapak itu lagi.
"Ya pak, saya sudah ingat tadi saya lihat anak saya bersama wanita didalam mobil,tapi saat saya bertanya pada pria yang membantu saya saat menabrak trotoar itu,tiba-tiba mobil tersebut hilang tanpa jejak,seperti sulap!"jelasnya,yang hadir disana tampak saling pandang dan gelisah,mereka saling tanya terdengar sangat kisruh.
"Memang menurut rumor yang beredar ditempat mas jatuh itu kan ada pohon beringin,nah disitu biasanya para Kuntilanak bertempat tinggal,bahkan sesekali mereka mengganggu dan mencelakai pengendara Mas!"mata Romi terbelalak mendengar penjelasan warga.Saat dimode waras ia akan merasa merinding,badannya menggigil.Jika saat dimode iblis,siapapun akan dilawan.
Arga dan Yura panik,Arga membeli makanan yang mereka dapat saja dipenjual pinggir jalan.Setelah membeli beberapa porsi dan singgah ke Indoapril membelikan es cream yang Rose minta,setelah itu Arga segera melajukan mobilnya menuju rumah.Alea tampak ketakutan.
Setelah memarkirkan mobil digarasi Arga buru-buru menyusul Yura kedalam.Tampak ia sedang menghidangkan makanan yang mereka beli,pecel lele.
Arga menyantap makanan tersebut dalam diam,Yura merasa tidak enak hati,Yura merasa bersalah karena ia lah yang telah memerintahkan Adrian dan para hantu-hantu itu untuk menyelamatkan Alea dan Rose tanpa persetujuan Arga sang suami tercinta.
"Bang,aku,aku minta maaf?"Arga mendongak mengalihkan tatapannya kearah Yura,Arga menatapnya lekat,Yura sedikit gamang takut jika Arga akan marah pada nya,tapi tiba-tiba jawaban itu yang membuat Yura sedikit bernafas lega.
"Tidak sayang,kamu tidak salah,yang kamu lakukan sangat benar!"jawab Arga sambil mengelus puncah kepala Yura dan Rose dengan tangan kirinya.
"Kita akan lindungi sebisa kita,Abang juga sudah putuskan untuk tidak menjemput Elkan dulu sampai masalah Rose selesai,satu lagi,Abang juga gak mau sayang ikut terlibat,ehm maksud abang jangan turun tangan sendiri tanpa Abang atau paman Rian!"Yura membelalakkan matanya.
"Abang sudah tau semuanya?"ia terkejut karna Arga menyebutkan nama Adrian.
"Ya,paman nelfon Abang barusan sebelum abang masuk rumah!"
"Pantesan lama,sampe makanan Rose habis"
"Heemm"Arga hanya berdehem dan lanjut mengunyah makananannya.
"Ra jadi kita harus gimana ni?"tanya Alea saat Yura sudah bersantai diruang TV.
"Ntar gue tanya Bang Arga dan Adrian dulu rencana apa yang akan kita susun!"ucap Yura tetap fokus menatap layar televisi itu dan sesekali melirik kearah Arga dan Rose yang sedang bersenda gurau.
"Tapi Ra,waktu kita sudah mepet gini!"ujar Kunkun lagi yang asik bergelayutan ditiang ayunan milik Yura,Yura memberikan isyarat agar Kunkun turun dari sana.
__ADS_1
"Jadilah hantu yang terhormat,sopan dan elegan"Kunkun hanya bersungut-sungut namun menurut,lalu ia duduk diayunannya.Yura tersenyum tipis dan mengacungkan kedua jempol tangannya.Alea terkekeh.
"Padahal dulu semasa hidupnya kagak begitu,tapi mungkin emang bawaan sifat kunti kali ya Ra?"ucap Alea menimpali hardikan Yura ke Kunkun.
"Iya,kebanyakkan Kunti gak ada ahlak,termasuk lo!"Alea memandang sinis Yura.
"Ngapa gak senang?"Yura semakin menyolot.Astaga Yura kenapa judes plus galak banget sih?kok bisa ya Arga jatuh cinta sama lo?batin Alea.
"Oya Al,kumpulin semua temen-temen gak ada ahlak lo diteras depan,kita akan berbagi tugas!"ucap Yura membuat Alea tersentak dari lamunannya.
"Bang Yura mau kedepan dulu ya,mau ngurus mereka yang tak berwujud!"Arga menggangguk,jika urusan tidak berwujud Arga angkat tangan.
"Pastikan Rose tidak kedepan ya bang?"
"Okay sayang,perintah dilaksanakan!"ucap Arga.
"Apa Oom eh Papi?"
''Gak apa-apa sayang,Mami mau kedepan ada urusan sebentar,Rose sama Papi aja ya?"
"Okey Papi,kita main lagi,main kuda ya Papi?"
"Ok sayang,yuk naik sini!"Arga merendahkan punggungnya agar Rose bisa naik,Yura melangkah kedepan,ingin membahas secepatnya dengan hantu-hantu itu dan ingin istirahat.
'Buugghh'
"Sialan lo,suruhan siapa lo?"
Yura segera berlari kecil menuju teras depan karena keributan tersebut,suara Gindo,mengumpat pada siapa dia.
Yura menutup mulutnya,sebangsa mereka sudah babak belur,cairan hijau pekat mengalir deras dari pelipis dan sudut bibir nya.
"Siapa dia?"tanya Yura,semua menoleh kearah Yura.
"Stop memandang gue seperti itu,gue hanya butuh jawaban siapa dia!"hardik Yura yang jari telunjuknya mengarah pada hantu yang sudah babak belur itu.
"Kita cuma terkejut aja kali Ra,lo tiba-tiba nongol,kayak jelangkung datang tak dijemput pulang tak diantar!"Tambun menimpali kata-kata Yura,dengan membaca Bismillah dalam hati tangan Yura melayang keudara mengarah kepala Tambun.
'Buuugghh'
"Aawww,sakit Ra"ucapnya bersungut.
"Gindo,siapa dia?"Yura duduk manis dengan bersilang kaki.
__ADS_1
"Itu dia masalahnya Ra,dia belum mau mengaku!"jawab Gindo semakin mengeratkan jeratan tangannya pada leher musuh.
"Haaaahaaa sebentar lagi tamat riwayat lo semua,lo semua begok ya,lihat bocah itu dia sudah bersegel dari bos jadi kemana pun dia pergi kami akan tahu keberadaannya,haaaahaaaa"jawab jumawa sambil menunjuk Alexa yang bersembunyi dibalik Alea.Yura menghirup bahkan meraup nafas banyak-banyak,sepertinya ia butuh oksigen sebanyak mungkin ketika hantu tersebut menjelaskan bagaimana dia bisa sampai disini,dan Yura tau siapa bosnya,Romi.
"Alea,tunjukkan pada gue seperti apa rupa Romi"
Alea mengangguk dan mendekati Yura,Alea menutup kedua mata Yura,ia menurut.Lalu Yura melihat sosok pria tampan yang Yura rasa wajahnya tak begitu asing,oh ya,Rose juga menjiplak wajah Romi,manik mata Rose memang seperti Alea namun bentuk mata,hidung dan wajahnya persis Romi.Yura mengangguk menandakan mengerti dan sudah melihat seperti apa rupa Romi,berwajah tampan tapi berhati iblis.
Alea menurunkan kedua tangannya dari wajah Yura.
"Dan lo siap-siap saja Bos menyukai wanita cantik seperti lo,haaahaaa"tuding ya pada Yura.
'Buuugghhh'
Kunkun spontan melayangkan bogem mentah kewajah hantu suruhan Romi tersebut.
"Bisa diam gak sih,Gindo bawa dia ketempat penyekapan,dan pagari"perintah Kunkun,Gindo menurut dan membawa pergi hantu itu.
Dada Yura terasa sesak,Yura tau dia akan berhadapan dengan manusia setengah psikopat,setengah waras dan setengah iblis.
"Al,Ayah dan Ibu Lo bisa datangkan kesini?"Alea menatap Yura lekat dan menggeleng.
"Kenapa?"sentak Yura.
"Rose dalam bahaya,gue dan bang Arga juga,setidaknya jika Rose pergi jauh bersama orang tua lo,mereka bisa aman,dan gue akan memikirkan bagaimana cara menghadapi Romi dan komplotannya!"
"Gue minta maaf Ra,Ayah dan Ibu sekarang tidak bisa diharap,Ayah dan Ibu masuk RSJ seger waras diMedan,satpol PP yang sudah membawanya kesana,Ayah dan ibu tiba-tiba saja bertingkah aneh kata warga begitu kehilangan Rose,lebih tepatnya setelah Rose diambil paksa oleh Romi!"jelas Alea.
"Astaghfirullahalazdim,apa gue harus hubungi Yuri,tapi itu gak mungkin,Yuri sedang menyusun skripsi dan dua bulan lagi dia akan wisuda!"Yura mondar mandir,lalu dia menatap layar ponselnya yang berdering.
'Adrian memanggil'
"Assalamualaikum Rian?"salam Yura.
(Waalaikumsalam,paman Yura)
"Aok dah tua gue juga,ada apa keadaan sekarang sangat genting Rian!"ketus dan tak mau mengalah,itulah sifat Yura.
(Tapi gue tetep aja paman lo,adik Ayah lo yaitu Kang Mas Lintang)
"Ih gue gak minta silsilah keluarga kita,suruhan Romi sudah sampai dirumah gue ni!"Yura merajuk
(Iya,iya Yura,gue tau.Makanya gue nelfon lo,apa perlu gue kesana?"
__ADS_1
"Plis gue takut banget,Alexa telah diberi tanda dari suruhan Romi,so mereka akan tau dimana pun keberadaan Alexa!"terangnya.