
"Ih lo ya Al kalau bicara suka bener,haaahaaaa!"Lola ngesot menimpali kata-kata Alea,lalu ia tertawa keras.Yura menoleh kearahnya.
"Berisik!"ucap Yura menatap intens siLola.Lola yang tadinya tertawa dengan keras dan menggema langsung terdiam seribu bahasa.
"Syukurin lo!"ujar Kunbung lalu dia terbang keatas lemari.
"Hantu baru ya,gue baru lihat?"matanya sayu,Yura bangkit dan duduk,sedikit banyaknya dia terhibur dengan kehadiran hantu-hantu gak ada ahlak ini.Alea mengambil sisir dimeja rias Yura dengan telaten dia merapikan rambut Yura.Dia pasrah.
"Huueeek,hueeek"Kunti terbang menembus kamar mandi Yura.
"Heh mau kemana lo Kun?"teriak Yura tiba-tiba yang membuat semua hantu terperanjat,sekaligus senang.Namun Kunti sudah keburu masuk,terdengar dia terus muntah mengeluarkan isi perutnya.
Yura bangkit dan membuka pintu itu dengan kasar.
"Ih jijik banget lo,bau ****** begini bersihin!"padahal tidak ada apapun yang keluar dari perut Kunti,tapi baunya sangat menyengat.
Dengan langkah yang marah Yura kembali ketempat tidurnya sambil mengumpat Kunti yang jorok.
"Dasar jorok,buruan bersihin!"pekik Yura suaranya menggema didalam kamarnya yang berukuran 4x4meter itu.
"Kenapa sih dia?"tanya Yura menjatuhkan tubuhnya dikasur.
"Mungkin tante Kunti sakit kali kak!"jawab Alexa.
"Emang hantu bisa sakit ya?"ucap Yura namun para hantu-hantu itu hanya menggendikkan bahunya.Kunti keluar dari kamar mandi dengan keadaan kacau.Dia duduk dikursi rias Yura dengan wajah yang lelah.
"Kenapa lo?"tanya Yura sambil menyesap susu yang telah disediakan Arga,setelah mengurus Yura dia pergi kekantor polisi sebagai saksi sekaligus korban pelecehan yang dilakukan sepasang suami istri itu.
"Gue ngidam Ra!"jawabnya santuy lalu memperhatikan wajahnya dicermin.Semua terpelongo mendengar ucapan Kunti,lalu mereka tertawa bersama.
'Haaahaaahaaa'
"Sadar lo Mai,lo itu hantu!"sahut Kutu kupret.
"Tapi gue emang ngidam Mbak yu"jawabnya sok imut.
"Haaahaa lo tu hantu,ngidam dari mananya,emang siapa yang doyan sana hantu jorok,burik dekil kayak lo!"Yura terkekeh geli.
"Hahaa dia ngarep kali Ra!"Alea tertawa ngakak.
__ADS_1
Kunti bersenandung kecil sambil mengelus perutnya yang rata.Lalu kristal bening itu berjatuhan dari matanya.
"Mungkin lo lupa jika lo itu sudah jadi hantu ya Kun?"tanya Yura.
"Gak Ra,gue emang lagi ngidam gue hamil 2bulan Ra!"
"Hiiihii lucu lo Kun!"Yura mengambil ponselnya diatas nakas.
"Eh Kun,lo kan ada saat kejadian dirumah Winda?gimana sih ceritanya?"Yura bertanya tapi tatapannya tetap fokus keponsel.
"Gak ahk ntar lo histeris lagi!"jawabnya sambil membelai rambutnya yang gimbal.
"Gak,gue dah ihklas kok!"
"Ihk gak deh Ra,gue juga jijik sama siDewo tu!"
"Emang lo diapain Kun?"
"Ihk jijik gue Ra jika ingat hari itu!"
"Emang lo dilecehi juga sama Dewo kun?"Yura semakin semangat ingin mengetahui cerita hari itu,hari yang menjijikkan itu.
"Sorry ya!"
"Tu lo hamil dan ngidam,hayo siapa bapaknya?"
"Ingat lo tu hantu gak akan bisa ngidam!"Kutu kupret melempar Kunti dengan bantal.
"Hei,bantal gue,jangan sentuh barang-barang gue!"teriak Yura.
Kutukupret berjengkit kaget,spontan terbang menabrak rak koleksi sepatu Yura,dan box-box itu berserakan.
"Dasar ya hantu pembuat onar bisanya nyusahi gue!"tanpa sadar Yura sudah seperti sedia kala,cerewet dan posesif banget.
"Jangan teriak-teriak terus kali Ra,ntar pita suara lo ngadat mau!"timpal Yuri tiba-tiba nongol dari sebalik pintu kamar.
"Tu lihat,Kutu kupret buat rumah berserak,Kunkun ngehalu hamil dan lagi ngidam lagi,pusing gue Ri!"sungut Yura,astaga bibirnya itu maju 5centi.Jika ada Arga mungkin dia sudah mencuri kesempatan mengecup bibir Yura yang menggemaskan.
Yuri melotot mendengar Yura menyebutkan Kunkun lagi ngidam dan hamil.Yuri pun sudah tidak tahan.
__ADS_1
"Haaahaaa dasar hantu tukang halu,gila lu ya Kun?"
Kunkun mencebik,ia melengos memandang sinis pada Yuri.Dari kedua matanya jatuh buliran merah membasahi pipinya yang tidak mulus,matanya merah menyala,wajahnya berubah menghitam,dari sudut bibirnya keluar cairan yang hijau pekat bau busuk menguar.Yuri memandangnya lekat.Ada sedikit kegamangan melihat bentuk asli Kunti tersebut,namun semua itu Yurintepis jauh-jauh agar hantu-hantu ini tidak semakin melunjak.
"Apa?Lo fikir gue takut apa?"Yuri menjulurkan lidahnya dan melangkah menuju Yura.Seketika Kunkun terkesiap,dia menyandarkan tubuhnya pada daun jendela yang masih tertutup.
"Gue ngidam Ri,kenapa sih gak ada yang percaya!"sedih,gumamnya lirih.Kunkun pun terisak pilu,tangisannya sungguh sangat menyayat hati.Kutu kupret merasa bersalah dalam hal ini,ia membubuhi racun pada makanan adik-adik madunya saat itu,kala itu adik madunya yang paling muda tengah hamil anak bersama suami mereka. Seharusnya dia tidak melakukan itu semua,karna adik madunya yang terkecil sangat baik dan menghargainya,namun api cemburu dan keegoisannya yang membuatnya khilaf tak menghiraukan bisikan sisi baiknya.Sisi jahatnya ternyata lebih kuat dan menguasai dirinya dan fikirannya,tapi sial alih-alih dia menjadi satu-satunya akhirnya dia pun senjata makan tuan.
Kutu kupret mendekati Kunkun,membelainya penuh kasih sayang,membawanya kedalam pelukan.Kutu kupret mendekapnya dengan deraian air mata.Dia menyesali akan perbuatan bodohnya.Yura dan Yuri awalnya terbawa suasana,mereka berpelukan dan meneteskan air mata.Namun tiba-tiba saja Yura berteriak suaranya yang melengking persis suara petasan itu menggema didalam kamar.
"Woi sadar lo para hantu,malah maen drama lagi dalam kamar gue,bau busuk banjir lagi!"
Kutu kupret mendengkus kasar,tatapannya beralih pada Yura yang sudah berkacak pinggang disebelahnya berjarak kurang lebih 2meter.Tatapan Yura menusuk dan tajam,entah kenapa nyali kedua hantu itu menciut,yang semula Kutukupret ingin marah pada Yura akhirnya dia hanya merunduk menyembunyikan wajah aslinya yang akan ia tunjukkan kepada Yura.Yuri merasa geli,ia pun memilih memainkan ponselnya.
"Sadar,sadar!jika ingin bersedih-sedih jangan disini,sono dipohon beringin,disini pengang telinga gue denger suara tangisan lo berdua yang gak merdu sama sekali itu,B-E-R-I-S-I-K,understand?"Yura pura-pura marah pada kedua hantu tersebut,padahal dia tau bagaimana perasaan Kunkun.
"Gue nyesel kali Ra,kita berdua lagi sedih,adik kelima pasti teringat pada masa hidupnya yang tengah hamil dan lagi ngidam Ra,tapi gue yang bego ini justru malah membunuh mereka berdua,ahk untung aja gue ikut mati,kalo gak...!"mengusap pipinya dengan jubah kotornya itu,dan menjeda ucapannya.
"Kalo gak kenapa mbak yu!"
"Kalo gak gue juga bakal hidup tersiksa bareng Mas Dion,mas Dion pasti bakal sedih banget dan gak akan peduliin gue lagi,gue pernah jenguk dia dipenjara,Mas Dion selalu manggil nama lo Mai!"jawabnya sambil meneteskan air mata.
"Udah-udah gak usah curhat,gue lagi gak pengen denger curhatan hantu, gue mau tidur!"
"Yura,kita berdua lagi sedih loh?"Kutu kupret memasang wajah memelas.Kasihan batin Yura.
"Mau lo sedih,mau lo lagi bahagia,B-O-D-O A-M-A-T,gue mau istirahat,besok aja kita ceritanya,ingat Kun selagi lo gak mau cerita kejadian saat dirumah Dewo manusia iblis itu!"Yura merengut sambil bersedekap didada.
"Ya udah gue ceritain,tapu gue jijik Ra,gue ngerasa telah berkhianat sama Mas Dion!"
"Mau cerita gak ni,kalo gak keluar,karna cuma lo yang tau kejadian pastinya!"
"Bener Ra,saat Alea balik kerumah Kunkun yang mengawasi kalian berdua,namun Kunkun ini Lola,hantu cuma bisa nangis doang ujung-ujungnya sampe kecolongan deh!"sambut Yuri sambil terus fokus kebenda pipihnya itu.
"Maaf Ra,saat itu gue bingung Ra mau nolong lo atau Arga.Nah saat itu gue teringat lo lagi hamil makanya gue pilih nolong lo dan menyamar sebagai perempuan ulet itu,ih tapi sial gue disentuh sama Dewo,saat Yuri,Kenaan berserta warga grebek rumah mereka,gue langsung aja pergi kesungai berendam!"Yura terkikik lucu,ternyata hantu bisa juga alergi sama manusia.
"Nah semenjak itu gue kok mual terus!"polos,sambil megurai rambut gimbanya.
Kutu kupret,Yura dan Yuri saling pandang.Namun Alea yang baru saja nongol kembali langsung menimpali.
__ADS_1
"Ya tinggal minta pertanggung jawaban aja lah sama Dewo,gitu aja kok repot sih!"dia berkaca dicermin memandangi wajahnya yang pucat pasi,sekeliling matanya menghitam,matanya memerah dari sudut bibirnya selalu keluar buih yang menjijikkan.