
'Ceklek'
'Kriiiieeettt'
Suara pintu dibuka berderit,tidak lama muncul seorang pria dibalik pintu,pria itu emenatap heran pada Adrian yang diam terpaku didepan pintu kamarnya.Pria itu segera menutup kembali pintu kamarnya.
"Eheem"pria itu berdehem.Namun Adrian masih tetap membisu,matanya menatap tajam kearah pintu kamar tanpa berkedip.Pria itu yang tak lain adalah Romi mencoba melambaikan tangannya tepat didepan wajah Adrian,diam membisu.Tristan yang melihat itu segera berlari kecil dan mencengkram bahu Adrian dengan lembut.Adrian menoleh.
"Ohya ada apa Bang?"gugup,Adrian seperti orang linglung.
"Teman kalian?"tanya Romi pada Tristan dan Doni.
"Iya Bang,tapi entah kenapa dia begitu tertarik pada ukiran jati dipintu kamar abang"jawab Tristan.
Romi hanya tersenyum sinis,sementara Adrian masih terus menatap pintu tersebut.Entah dia terkesan oleh pintunya atau dia terkesan pada interior didalamnya,kan belum lihat.Adrian sedikit aneh.Tristan mencengkram kembali bahu Adrian sedikit keras,Adrian meringis.Ia tersadar.
"Maaf Bang,kita kesini biasalah bang,mencari kehangatan kupu-kupu malam"ucap Doni memecah kekikukan ini.
"Oo,itu kalian bisa keruangan daftar boking,disana akan ada daftad serta foto wanita yang akan kalian boking,dari sini lurus lalu belok kanan ruangannya mentok diujung"jelas Romi.
"Terimakasih bang,abang pelanggan juga kah?"tanya Doni sedikit menyelidik karena ingat tujuan awal mereka.
"Saya pemilik tempat ini"Romi tersenyum getir.
"Baik,terimakasih bang,maafkan teman saya,boleh tau dengan abang siapa?"ucap Tristan.
"Romi,santai saja"ucapnya dan berlalu dari sana.Doni dan Tristan segera membawa Adrian duduk terlebih dahulu,Doni menyodorkan air mineral yang selalu dibawanya.Namun Adrian belum sepenuhnya tersadar,Tristan menuangkan air ketelapak tangannya dan mengusapkan kewajah Adrian yang sebelum membaca Alfatiha 3X terlebih dahulu.
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah"Adrian lalu beristigfar berulang kali.
"Ada apa Adrian?"Tristan menguncang tubuh Adrian.
"Bang,wanita itu disana,dia terus menarik tangan saya untuk masuk kamar itu"Adrian menunjuk kamar Romi.
"Lalu"
"Saya ikuti dia bang,saat didalam ada seorang wanita dipasung kaki dan kepalanya,lalu seorang pria paruh baya memenggal kepalanya,lalu memotong kakinya,dan Astaghfirullahalazdim"Adrian menghentikan kata-katanya.
"Ada apa,tapi kamu sejak tadi tidak kemana-mana,kamu hanya berdiri didepan pintu"ujar Doni.
"Tidak Bang,saya ikut masuk kekamar tsrsebut,disana juga banyak foto-foto Alea dengan seorang pria"Adrian mencoba menyakinkan.
"Tapi Doni benar Adrian,kamu sejak tadi hanya diam terpaku menatap pintu kamar itu"Tristan mencoba memberitahukan kebenaran.
"Apakah ini petunjuk,pria paruh baya itu menyetubuhi wanita tersebut saat sedang meregang nyawa Bang"
"Ya Allah"
"Astaga"
Tristan dan Doni terkejut.
"Apakah kamu bisa melihat wajah wanita itu?"tanya Tristan.
"Cantik,tapi saya belum pernah melihatnya diantara hantu-hantu yang lainnya"tiba-tiba saja suasana terasa sangat gerah,keringat bercucuran ditubuh mereka.
"Mengapa tiba-tiba saja cuaca terasa gerah"Doni mengibaskan tangannya berulang kali.
"Segerombol hantu wanita itu ada disini bang,tapi tunggu kenapa lima madu pahit.."Adrian tidak menyelesaikan kata-katanya tapi justru bangkit dan berlari kelorong yang ditunjukan Romi tadi.Doni dan Tristan mengikuti langkah Adrian.
"Adrian tolong jelaskan pada mereka"pekik Kunkun.
"Ganteng tolongi kita,mereka telah salah faham"sambung Tambun.Adrian melihat kekanan dan kekiri tidak ada tuyul-tuyul dan Alea.
Seorang wanita berwajah bule dengan kepala hampir saja putus dan kedua kakinya juga dia peluk,untuk berpindah tempat ia mengesot.Wajahnya memelas seperti menahan rasa sakit.Bola matanya memutih,dari lehernya sebuah pena masih menancap disana dan dibawahnya terdapat luka bekas gorokan,lidahnya terjulur keluar,namun dalam keadaan seperti itu pun wajahnya masih memancarkan kecantikan.
"Lo teman mereka"tanya nya kurang jelas karena susah mengucapkan bahasa indonesia.
"Apakah lo wanita yang menarik dan mengajak gue masuk kekamar disana tadi?"tidak menjawab justru Adrian bertanya.Wanita itu mengangguk lalu ia menangis.
"Lepaskan teman-teman gue"pinta Adrian.Doni dan Tristan hanya saling pandang.Mereka tidak tahu Adrian sedamg berbicara pada sosok seperti apa,tapi tampak dari raut wajah Adrian yang tegang,lawan bicaranya pasti sangat disegani.
"Mereka teman-teman lo?"
"Dasar,si alan sudah dari tadi gue bilang Adrian itu teman kita,bukan kita mau mencelakai dia"bentak Kutu kupret.
"Bule gila"umpat Bungkring.
"Bisa-bisanya bule itu menyukai lo Yan,dan saat kami terus mengawal lo,dia panggil pasukan untuk menangkap kami yang belum ada persiapan untuk bertarung,bahkan Cungkring dipisah dari kami,entah dimana mereka menyekap Cungkring dan Alea"sahut Tambun.
"Upin?"tanya Adrian,jika tuyul-tuyul itu tidak bersama mereka lalu kemana,batin Adrian.
"Kami disini Oom"sahut Upin dari arah belakang Adrian.
"Huuffhhh"Adrian bernafas lega.
"Dari mana saja kalian?"Adrian. membalikkan tubuhnya.Ipan mendekati Adrian lalu memintan Adrian membungkuk.
"Kita sedang mengikuti Romi Oom"bisik Ipan.Adrian hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Informasi apa yang kalian dapat?"bisik Adrian kembali.
"Oom Romi akan kedatangan tamu orang bule malam ini,biasa"Upin memperagakan orang yang sedang menghisap sesuatu dari hidung lalu tidak ngefly dan happy.Adrian faham apa yang dimaksud Upin.
"Dimana?"
"Dirumah utama"jawab tuyul itu singkat.
Adrian bangkit menghampiri Doni dan Tristan.
"Gue ada informasi penting,malam ini Romi akan melakukan transaksi obat dirumah utama"bisik Adrian pada Tristan.
"Ok,kita harus kumpulkan bukti"ucap Doni lirih dan mencekrek-cekrek lorong didepannya dengan kamera canon nya.Saat dia mengecek hasil jepretannya,matanya membola dan tangannya gemetar dan..
'Bruuuk'
"Ahk payah kamu Don"ledek Tristan sembari menciprati dengan air diwajahnya.Adrian memeriksa hasil jepretan Doni.
"Lihat Bang,mereka isengi Doni"Adrian menyodorkan kamera milik Doni.
"Allahu akbar,Allahu akbar,Allahu akbar"seru Tristan.
"Di manusia,panas"pekik hantu bule itu,pasukan hantu wanita berbagia bentuk itu menggelinjang dilantai dan sebagian ada yang terbakar,lima madu pahit mencari kesempatan melarikan diri.
"Kok lo semua gak ikut kebakar kayak mereka?"Adrian heran.
"Yaelah Adrian,kita itu pemeran utama Hantu Jaman Now kali Yan,jika kita ikut kebakar kan gak lucu"celetuk Kunkun.
"Bahkan dengan ayat kursi saja kita hafal kok"sambung Bungkring.
"Alea dan Cungkring mana ya,hei bocah lo bertiga gak liat apa?"bentak Kutu kupret.
"Kakak cantik dan tante jelek tadi lagi nguping Oom Romi dirumah sana Tante"jawab Ipin.
"Dia kenapa Yan?"Kutu kupret mendekati Doni yang terbaring lemah,pingsan.
"Ganteng juga,kayak Mas Dion!"gumam Kutu kupret.
"Hah mas Dion?"telinga Kunkun melebar karena mendengar nama suami tercintanya disebut,dia lalu merubah wujudnya.
"Mana mas Dion Mbak yu,Mai akan marahi dia kenapa harus kerumah bordir begini sih"Kunkun berkacak pinggang sambil celingak celinguk.
"Mas Dion gak ada,tapi dia yang mirip Mas Dion"Kutu kupret menjambak rambut Kunkun.
"Astaga,lo bener mbak yu,beneran Mas Dion,Bungkring,Tambun lihat"Kunkun menutup mulutnya tidak percaya.
"Ahk apa jangan-jangan dia adik Mas Dion yang dulu masih kecil,yang masih SD?"pekik Bungkring.
"Adrian siapa namanya?"
"Tristan"jawab Adrian tanpa menoleh.
"Ada apa Rian?"Tristan menoleh ketika dia sibuk menghubungi tim penyelidik yang ikut dalam tugas penyamaran ini.
"Mereka tanya nama Abang"Tristan hanya ber O ria.
"Woy,bukan sicakep itu tapi dia"bentak Tambun sambil menunjuk Doni.Adrian menoleh dengan malas.
"Oo,dia Doni gak tau kepanjangannya dan bin nya"
"Gak butuh"Tambun melengos.
"Dasar hantu jelek gak ada ahlak"gerutu Adrian.
"Biarin,kami pernah viral dan keren pada masanya"jawab Tambun.
"Widih"Adrian hanya nyengir bergidik.
"Wah jangan-jangan bener ni adik Mas Dion,namanya saja mirip Dion-Doni"raut wajah Kunkun berbinar.
"Setidaknya jika kita jarang melihat Mas Dion,kita bisa terus lihat dia mbak yu,bagai pinang dibelah kampak"cerocos Bungkring.
"Bagai pinang dibelah dua,Kunti somplak"pekik Adrian,Tristan hanya menggeleng dan terkekeh melihat tingkah konyol Adrian.
"Kadang suka stres menghadapi hantu norak bin lebay itu bang,apalagi lima madu pahit yang jelek-jelek itu,huuh nyebelin banget bang"keluh Adrian,Tristan mendekat.
"Mereka disini,terus hantu-hantu wanita yang menyeramkan tadi sudah pergi?"tanya Tristan sangat antusias.
"Tu Bang,Doni mereka kerumuni,andai saja Doni bisa lihat dan mengetahui keberadaan mereka,pasti saat ini Doni akan mengamuk hebat"ucap Adrian.Tristan mengerutkan keningnya.
"Wajah mereka jelek,bau ****** dan satu lagi bang"tingkah Adrian konyol sekali,ia menarik lengan Tristan.
"Apa?"Tristan mendekatkan telinganya pada mulut Adrian.Tambun dan Kunkun sepertinya sudah siap menerkam Adrian karena sudah menjelek-jelekkan mereka,padahal tidak dijelek-jelekkan pun para Kunti tersebut memang sudah sangat jelek.
"Kunti-kunti itu norak bang"bisik Adrian lalu terkekeh,ia memegangi perutnya.Lucu sekali melihat ekspresi 4kunti itu.Mereka berempat berkacak pinggang berdiri tepat didepan Adrian dan Tristan.Tristan hanya melongo melihat Adrian yang tertawa geli.
"Abang mau lihat ekspresi mereka?"tanya Adrian.
"Emang bisa?"Tristan kayaknya sudah tertular virus kekonyolan Adrian.
__ADS_1
"Bisa,pake ini"Adrian menyodorkan kamera merk canon milik Doni.
"No Adriaaaaaaannnn"pekik keempat Kunti tersebut dengan histeris.Adrian semakin geli melihatnya,melihat kenorakan mereka,ketakutan mereka.
"Haaaahaaaaaahaaaa"Adrian berguling-guling dilantai.Tristan hanya bingung akan apa,dia masih memegang kamera milik Doni.
"Jangan merusak pamour kita sebagai hantu dong,masa difoto"gerutu Kutu kupret.
"Sialan,Adrian lo ya,lama-lama nyebelin"umpat Kunkun.
"Uhuk-uhuk-uhuk"Doni tersadar.Matanya mengerjap beberapa kali,lalu ia duduk.
"Hei,cemen sekali kamu Don"Tristan menghampiri dan mengansurkan botol air mineral milik Doni.Doni menenggaknya hingga tandas.
"Dia kenapa Bang?"tunjuk Doni pada Adrian yang masih tertawa geli dengan berguling-guling dilantai.
"Oo dia,biasa dia sedang mengerjain teman kasat matanya"Tristan tersenyum melihat teman barunya itu.Meskipun kekanakan namun bisa merelaksasikan otot yang tegang dalam keadaan seperti ini.
'Triiing triiing triiiing'
Ponsel Tristan berdering,Adrian menghentikan aksinya membully para Kunti.Tuyul-tuyul itu ternyata ikut menyaksikan betapa konyolnya seorang Adrian.
"Ya pak?"jawab Tristan dan entah apa yang mereka bicarakan.
"Siap pak,laksanakan"
"Siap Pak"
Lalu ponselnya dimasukkan kedalam saku celananya.
"Bagaimana Bang,Pak komandan bilang jika bukti sudah kuat,kita bisa meringkusnya malam ini juga"jawab Tristan.
"Ayo bergerak"ajak Tristan.
"Gue ikut Bang"pekik Adrian mengikuti langkah Tristan.Namun Adrian menghentikan langkah keduanya karena segerombol hantu-hantu wanita tersebut hadir kembali dan menghadang jalan mereka.Hantu ngesot bule itu maju kedua tangannya memohon.
"Please,help me?"mohonya.
"Yaelah sudah jadi hantu Indonesia juga masih pake bahasa inggris segala,bahasa Indonesia saja!"sentak Adrian.Keempat Kunti tersebut tertawa mendengar kelakar Adrian.
"Haaahaaahaaa"
"Haaahaaahaa bisa aja lo ganteng"Tambun mendekati Adrian dengan wujud wanita seksi.
"I cannot speak Indonesia"jawab hantu bule itu.
"Bohong,gue gak akan bantu jika lo gak pake bahasa Indonesia raya,pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar"sambung Adrian bersedekap,Tristan dan Doni bersembunyi dibalik tubuh Adrian. Ingin tertawa dengan kata-kata konyol Adrian tapi takut justru hantu-hantu tersebut nanti mengamuk.
"Okay,tolong bantu kami!"
"Bantu temukan jasad kami"
Kiran dan Karin maju.
"Please,lo teman Alea dan Laraskan?"mohon mereka.
"Potongan tubuh Laras juga masih digudang itu"tunjuk Kiran disebuah kamar yang paling pojok sekali,harus melewati beberapa pintu untuk kesana.Adrian mengerutkan keningnya.
"Jadi kalian semua adalah korban"
"Benar sekali,plis kami ingin pergi dengan tenang,selagi Gonderuwo peliharaan Pak Bondan diajak pergi keKalimantan"pinta Karin kali ini.
"Wah keren dong,Gonderuwo itu naik pesawat,semoga saja pesawatnya gak hilang ya"
Kiran dan Karin merengut kesal,mereka sudah serius namun Adrian justru bercanda,mereka tidak tahu saja,Adrian bersikap seperti itu karena nyalinya sedikit menciut.
"Yan,sepertinya mereka serius"Adrian hanya mengangguk.
''Gue tau Kunti"bisik Adrian.
"Bang Tristan,sepertinya tugas kita akan bertambah"
"Maksud kamu?"tanya Doni dan Tristan serentak.
"Ok,gue kesini tujuannya sama seperti abang,jika abang disini ditugaskan oleh Bapak Ahmad Yani nasution kapolsek Dumai barat,maka tujuan kita sama Bang,meringkus Romi berserta komplotannya,dan menguak sebuah rahasia yang tersimpan selama bertahun-tahun"
"Rahasia apa?"
"Bang Doni ingat foto segerombol hantu dikamera abang?"Doni mengangguk.
"Mereka semua korban pembunuhan"
"Hah,sebanyak itu?"tanya Tristan shock.
"Kita dibunuh karena mereka menganggap bahwa kita sudah tidak bisa melayani tamu dengan maksimal atau sudah jarang yang boking"seru Karin.
"Masa sih,tapi lo sudah jadi hantu saja masih menarik"rayu Adrian yang membuat Karin tersipu malu.
'Buugghhhh'
__ADS_1
Dasar Kunkun...