Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 51


__ADS_3

'Glodak,glodak,glodak'


'Duk duk duk'


"Apaan ya Ra"Yura hanya menggeleng,tangannya menyekal lengan Adrian dengan erat,Rose masih setia dalam dekapannya.


'Wuuussshhh sreeek sreeek'


Suara daun saling bergesekan karena hembusan angin.Lima madu pahit telah kembali pada wujud yang normal.


'Glodak glodak glodak'


"Apaan itu Kun?"Yura menunjuk kearah suara.Para Kunti tersebut saling pandang dan akhirnya tertawa bersama.


"Hiiiihiiiiiihiiiii"


Yura dan Arga terheran-heran.


"Berisik,gue serius itu bunyi apaan?"hardik Yura.


"Ehem,hiihii ehem,ternyata penakut juga ya Ra"Bungkring meledek Yura.


"Sekarang bukan waktunya untuk bercanda ya"sahut Yura merengut,mereka gak tau apa,jantung Yura hampir saja copot dari tempatnya,eh Kunti-kunti ini kok malah bercanda.


"Kita itu dalam keadaan panik,lah lo semua hantu gak ada ahlak ini kok malah bercanda sih!"ucap Adrian.


"Mangap ganteng,eh maaf"jawab Tambun masih terkikik.


"Kita sudah aman,itu hanya tingkah ketiga pocong yang bergembira telah melindungi kalian berdua"terang Kutu kuoret.


"Huuuhhh hhaaaah,kalian ini buat gue sama Adrian jantungan"Yura membuang nafas dengan kasar.


"Tenang aja Ra,mudah-mudahan selagi lo semua masih dalam pengawasan kita-kita semua aman"jawab Kutu kupret.


"Oya mulai malam ini gue dan Rose nginap dirumah Adrian sampai kira-kira keadaan amanlah,lo semua bagi tugaslah siapa yang ikut gue dirumah Adrian dan siapa yang jaga rumah"jelas Yura,Adrian manggut-manggut.


"Oya bagaimana,apakah sudah aman,cek dulu sana Kun,gue capek sekali sudah pengen rebahan"keluh Yura menyandarkan tubuhnya pada kursi.Rose menggeliat,perut Yura juga terasa kebas karena terlalu lama ditindih Rose.


Kunkun dan Bungkring pergi melayang dengan cirikhas mereka tertawa cekikikan.Sekitar 20menit kedua Kunti itu pergi.


"Kok lama banget sih,apa jangan-jangan mereka ditangkap mahluk peliharaan Romi lagi"ucap Yura ketakutan.


"Tunggu 5menit lagi,jika belum balik gue akan cek kesana"jawab Kutu kupret melayang kesana kemari.


"Ra,apa gak sebaiknya lo pergi tempat Yuri saja!"saran Adrian.


"Tidak Yan,bulan ini Yuri sedang menyusun skripsi,dan bulan depan Yuri akan sidamg,gue gak mau ganggu konsentrasi nya karena masalah yang kita hadapi Yan"tolak Yura.


"Tapi Ra lo dalam bahaya,lo lagi hamil Ra,pergerakan lo terbatas,gue takut jika lo kenapa-kenapa dengan calon cucu gue"Adrian sangat cemas,ia menggenggam jemari Yura,Yura bisa merasakan betapa Pamannya ini sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Paman gue tersayang,gue akan merasa tenang dan terlindungi jika pria-pria gue selalu bersama gue,jangan bilang Ayah ya?"bujuk Yura.


"Huuuhhh"Adrian membuang nafasnya kasar,dia tidak bisa menolak permintaan keponakan kesayangannya ini.Meskipun mereka seumuran hanya berbeda hari saja tapi Yura selalu bersikap manja,bawel dan galak berbalik pada Yuri yang selalu bersikap cuek dan pendiam,bahkan Yuri cenderung lebih dewasa dari Yura.

__ADS_1


"Terimakasih paman tersayang"Yura menciumi punggung tangan Adrian berulang kali.Adrian hanya tersenyum melihatnya.Lalu mengelus pucuk kepala Yura.Bersamaan dengan itu Kunkun dang Bungkring datang.


"Bagaimana aman?"cecar Kutu kupret mewakili kecemasan Yura.


"Aman"jawab mereka serentak.


"Terus kenapa lama sekali?"bentak Kutu kupret.


"Kami tadi sedang mengganggu orang yang sedanv pacaran dirumah kosong,mereka ingin berzi**,untung kami segera datang untuk mengurangi dosa mereka,haaahiiiii"Kunkun kembali tertawa teringat kejadian tadi.Adrian pun menyalakan mobil dan melaju membelah jalanan dini hari yang sudah hampir subuh.


"Kok bisa?"tanya Cungkring yang sejak tadi tidak peduli dengan perdebatan mereka,karena ia ikut party dengan ketiga pocong mantan Dj itu.


"Bisa dong"Kunkun mulai menceritakan apa yang terjadi tadi.


Saat Kunkun dan Bungkring akan kembali,didepan mereka ada sepasang manusia yang sedang berboncengan dengan motor matic,nah jiwa jahil bin rese kedua Kunti tersebut pun meronta-ronta.Mereka mengikuti kemana sepasang manusia tersebut pergi,ternyata mereka menuju sebuah perumahan yang sudah lama tidak dihuni oleh manusia,namun sebagian bangunan masih bisa dipergunakan.


Kedua nya turun didepan sebuah bangunan yang masih terlihat bagus,mereka menempel terus seperti perangko.


Bungkring yang melihat itu langsung saja merubah wujudnya menjadi wanita cantik seksi nan anggun.Kedua manusia itu pun asyik bercumbu,sang wanita tampak melepas ciuman prianya.


Wanita tersebut mengenakan baju yang sangat minim dan seksi sekali,Bungkring juga merubah wujudnya tak kalah seksi dan yang pastinya dia lebih menarik dari manusia tersebut.Wanita tersebut melebarkan sebuah syal kelantai teras bangunan yang sudah tidak terpakai tersebut.Sang pria tampak sudah tidak sabar bahkan ia telah telan****,ia sudah terbaring.Saat itu lah Bungkring beraksi dia mendekati kedua manusia yang sedang memadu kasih tersebut.


"Hai boleh ikutan gak?"sapa Bungkring dengan gaya centilnya,sepasang manusia itu menoleh dan menghentikan aktivitas nya.Wanita itu mengarahkan penerangan yang berasal dari ponselnya.


"Siapa kamu?"bentak wanita itu.


"Gue"tunjuk Bungkring pada dirinya sendiri.


"Abang liati apa sih?"wanita itu mencubit lengan pria mesum tersebut.


"Mar,kayaknya main bertiga enak juga"saran pria mesum itu.


"Aku ogah lah bang,kalo abang mau kalian berdua saja,aku mau pulang"wanita itu merajuk lalu memungut pakaiannya yang telah berserakan ditanah dan memakai nya kembali.


"Mar,Marni jangan ngambek dong,iya Abang gak akan main bertiga,ya sudah jika kamu mau pulang duluan gak apa-apa"ucap pria itu yang membuat wanita yang dipanggilnya Marni itu tercengang,air mata tiba-tiba saja membanjiri wajah dempulannya itu yang menor.Ia mengelap dengan kasar air matanya,lalu ia berjalan dengan langkah yang kasar dengan menggunakan penerangan dari ponsel itu dia terus menerobos kegelapan yang hampir subuh itu.


"Ayo sayang,kita main sekarang keburu siang"panggil pria itu,Bungkring menghampiri nya dan menyentuhnya,pria itu terpejam menikmati sentuhan Bungkring,disaat itu lah Bungkring dan Kunkun beraksi.Kunkun merubah wajahnya yang sangat menyeramkan sepanjang ia menyandang status hantu,wajah busuk berulat,cairan darah mengalir dari sudut bibirnya,bola matanya keluar sebesar bola pingpong.Bungkring juga menunjukkan wujud aslinya dengan leher hampir patah,kepala bungkring hampir terjatuh dengan wajah hancur busuk dan bau anyir menguar dari sekujur badan kedua hantu tersebut.


Pria tersebut merasakan ada hal aneh,kenapa sentuhan yang menggairah itu berhenti,ia perlahan membuka matanya,ketika ia membuka matanya,betapa terkejutnya ia,mata nya terbelalak lebar nyaris keluar, ia segera menyambar syal yang terbentang dilantai dan melilitkan dipinggangnya,lalu tancap gas.


"Hantu,hantu"teriaknya sepanjang jalan hingga bertemu Marni.Kunkun dan Bungkring segera mengikuti.


"Marni naik,ada hantu dibelakang"


ajak pria itu.


"Hah,hantu?"pekiknya.


"Iya,kuntilanak buruan naik jangan banyak bicara,atau abang tinggal saja"ancam pria itu ingin menancap gas nya,Marni segera naik.Dan motor itu segera melaju dengan kecepatan tinggi.Kunkun dan Bungkring yang melihat itu tertawa ngakak.


"Haaaaahaaaahiiiiiihiiiiiii"mereka tertawa bersama sehingga membuat 2manusia tadi semakin ketakutan.


"Sudah yuk kita balik,Yura dan Adrian pasti sudah menunggu"ajak Kunkun.

__ADS_1


Kunkun selesai bercerita,saat Adrian membelok dan memarkirkan mobilnya disebuah bangunan minimalis tipe 36,bersamaan dengan kumandang Azdan subuh.


"Dasar kalian ya tukang iseng"ujar Yura.


"Setidaknya kami sudah menolong mereka tidak berbuat dosa Ra,gue meskipun hantu tapi risih lihat manusia yang kelakuannya seperti itu,jika kenak grebek yang difitnah kami Ra,padahal mereka melakukan itu kemauan mereka kami tidak ada menggoda,justru kami menakuti mereka agar mereka menghentikan aksinya"jawab Kunkun baper jika manusia memfitnah setan sebagai dalang kalakuan bejat manusia.


"Eleh,lo aja yang suka baper"ejek Tambun menyikut perut Kunkun.


"Ihk mbak yu,dedek bayinya nanti bangun tau"Kunkun manyun sambil terus mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Widih,sadar euy,lo hantu.Sudah 21tahun tu hamilnya tapi kagak lahir-lahir"pekik Yura lalu terkekeh.


"Hah,siapa yang mau lahiran Ra"sahut Adrian bingung,matanya sudah sangat berat,ia sangat mengantuk.


"Hantu jaman now itu lah"tunjuk Yura menyerahkan Rose pada Adrian.


"Aaahhkk"Yura meregangkan ototnya.


"Akhirnya,gue ngantuk mau rebahan"ujar Yura mengikuti langkah Adrian menuju kamar.


"Rian gue tidur disini ya"pinta Yura lalu menuju kamar mandi mengambil wudhu,ia akan sholat terlebih dahulu lalu tidur.Adrian hanya mengangguk ia langsung rebahan dikasur santai depan tv,ia tidak setaat Yura.


"Hei Mbak Kun,ini rumah siapa?"tanya Wancong.


"Ini rumah Adrian"jawab Kutu kupret malas,ia juga merasa sangat lelah.


"Sudah jelek,gak usah dijelek-jeleki lagi dong mukanya Mbak!"ujar Wancong dengan bibir yang mencong sana mencong sini.


"Hei pocong gak ada ahlak,lo berani ngaca gak sih,dan lo pernah lihat kaca gak sih?"hardik Kutu kupret geram.


"Ya tau lah,masa gak,anak Teka juga tau kaca"jawabnya.


"Makanya sana ngaca jangan bisa nya membully,sadar diri"celetuk Tambun ikut geram.


"Heh,jangan sampai gue ngomong sama Yura,agar dipanggil ustadz dan lo dimasukin gucci,terus dicemplungi dilaut,mau"sambung Cungkring sudah ikut emosi.


"Yihaaa,lanjuuttt"Tricong datang dengan gaya sok coolnya itu.


"Ada apa sih ribut-ribut?"tanya Adrian,ia tidak bisa tidur mendengar keributan diluar.


"Mereka bully kami para Kunti ganteng"jawab Tambun manja.


"Membully bagaimana?"tanya Adrian dengan mata yang berat.


"Mereka bilang kami jelek,mereka tida... "


"Oo itu,para pocong itu bener kali,kalian jelek,ya sudah jangan berisik!gue mau tidur"Adrian memotong ucapan Tambun,lalu ia masuk dengan membanting pintu,tapi ia kembali membukanya.


"Ingat jangan berisik ya?"pinta nya lembut.


"Adriaaaaaaaaaan"pekik kelima Kunti tersebut.


'Braaaakkk'

__ADS_1


__ADS_2