Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 57


__ADS_3

"Sudah deh Al,lo gak usah bucin kayak gitu"tegur Lola,ia merasakan ada yang berdenyut saat Romi memgungkapkan sangat mencintai Alea,namun Lola segera sadar bahwa hubungannya dengan Romi Abang dan Adik,meskipun tidak satu ibu,menurut Agama Islam seorang anak yang berbeda nasab tidak sesusuan tidak satu rahim meskipun satu ayah biologis akan tetap bisa menikah.Namun semua itu mustahil,Laras kini telah menjadi hantu gentayangan karena ulah ayah kandungnya sendiri.Saat satu alam saja Laras sulit mendapatkan hati Romi,ya apalagi ini sudah berbeda alam.


"Tidak La,gue kira selama ini Romi memang tidak mencintai gue,tapi semua ini memamg ulah Mama Sinta"ujar Alea.


"Terus lo mau apa?"tanya Lola.Alea hanya menggeleng pelan.


"Sejauh apa hubungan mereka sayang?"tanya Liana.


"Ma,mereka pernah bertunangan,bahkan mereka telah menjalin hubungan sangat jauh hingga hadir Roselea,dan saat Alea mengandung Rose,Ibu Sinta meminta Kak Anza,ahk maksud Laras Kak Romi untuk meninggalkan Alea Ma,Mama tau apa yang diucapkan Ibu Sinta saat itu?"tanya Lola.


"Apa?Mama tidak tahu,mungkin saat itu Mama sudah diKalimantan"jawab Liana.


"Laras kita berdua mau maen dulu dengan mereka ya"ucap Kiran ingin mengajak bermain Upin dan kedua adiknya.


"Oke,jangan jauh-jauh ya,sebentar lagi kita mau balik"jawab Lola,Kiran membentuk jarinya seperti huruf O.


"Apa kata Sinta sayang?"ulang Liana.


"Ibu Sinta bilang,ia akan menjadikan Alea pekerjanya,akan menjadikan Alea budaknya Ma"jawab Lola.Liana menutup mulutnya.


"Sejahat itu Sinta?"gumam Liana.


"Mama tau sendiri Ibu Sinta dan Ayah Bondan sangat jahat Ma,bahkan Laras juga meninggalkan dunia karena permintaan Ibu Sinta"ujar Lola.


"Kita jalan-jalan lagi yuk Ma"ajak Lola.


"Terus dia?"Liana menunjuk Alea.


"Biarin Ma,dah gede gak akan nyasar"jawab Lola.Lalu Lola mengajak Liana menuju tempat dimana Bondan banyak memelihara buaya,dulu waktu Laras dan Romi masih kecil,mereka selalu bermain ditaman dekat kolam buaya itu.Mereka berdua selalu melemparkan daging-daging segar untuk dilahap buaya-buaya tersebut.


Dulu saat kecil Romi selalu melindungi Laras ketika Sinta akan menyiksa nya,Romi selalu menyembunyikan Laras diruang bawah tanah agar Sinta tidak tahu dimana Laras.


"Sayang itu buayanya gede banget?"tunjuk Liana pada buaya yang dikandangkan menyendiri disudut.


"Ma,kata Ayah Bondan itu bukan buaya biasa,itu buaya kesayangan Ayah Bondan loh Ma"ucap Lola lalu berjalan menyusuri lorong yang berada didepan kandang-kandang buaya tersebut,lalu Lola memasuki sebuah kamar yang paling ujung.


"Kamar siapa sayang?"tanya Liana.


"Kamar Laras dengan Kak Romi Ma"jawabnya sedih.

__ADS_1


"Kamar kamu dan Romi?"tanya Liana heran.


"Iya Ma,waktu kecil kami tidur disini Ma,kami tidak boleh keluar rumah,kami hanya boleh ditaman dekat kandang buaya itu Ma"jelas Lola.


"Kenapa tidak boleh keluar?"tanya Liana penasaran.


"Kata Kak Romi,dia mau maen diluar jika Laras ikut Ma,kata Ibu Sinta Laras gak boleh keluar nanti ada orang gila yang nyulik"celetuk Lola lalu memeluk boneka teddy yang gede banget.


"Sinta kurang ajar,berarti selama ini dia tau aku masih hidup"gumam Liana.


"Yuk Ma,kita balik nanti Yura ngomel lagi"ajak Lola menarik tangan Liana,Liana kesulitan mengimbangi langkah Lola yang lebar,karena Liana juga masih menggunakan hells yang lumayan tinggi.


"Pelan-pelan sayang,Mama tidak bisa berlari dengan keadaan kaki seperti ini?"keluh Liana.Lola menghentikan langkahnya sejenak lalu merunduk dan menyentuh kaki Liana.


"Angkat kaki Mama?"Liana menurut dan hells itu telah melayang entah kemana,Lola melemparkan nya asal.


"Kita sudah menjadi hantu Ma,kita gak butuh benda itu lagi"ujar Lola dan menggandeng lengan Liana lagi dan mengajaknya berlari-lari kecil,Liana sangat bahagia karena masih bisa bertemu Laras meskipun sudah didunia lain,meskipun sudah menjadi hantu penasaran yang oenuh amarah dan dendam.


Saat sampai disana Romi dan Supri sudah tidak terlihat,namun Alea masih duduk disana,tatapannya menerawang jauh.Liquid bening membasahi pipi pucat Alea,manik coklatnya menatap punggung sosok pria yang hilang dibelokan lorong,pria yang 5tahun lalu selalu mengisi hari-harinya,setelah ia mengetahui kenyatan ini,seonggok daging didalam sana sangat nyeri,ternyata hingga kini Romi masih tetap sendiri,ia belum menemukan tambatan hatinya.


Bahkan Alea tadi masuk kedalam kamar Romi yang tidak boleh siapa pun memasukinya itu,betapa terkejutnya Alea,disana disekeliling dinding kamar Romi bertabur potret dirinya dengan berbagai pose.Bahkan televisi berukuran 62inci yang menempel didinding itu memutar video Alea dan Romi ketika merayakan ulang tahun yang ke 21 Romi.Divideo itu mereka tampak sangat bahagia meskipun hanya merayakannya dikamar kost Alea.


"Oo gak apa-apa La,Romi tidak berubah,dia tetap Romi gue 5tahun yang lalu"ucap Alea.


"Iya,iya yuk"ajak Lola.Alea mengikuti langkah Lola dan Liana.


"Eh La!"seru Alea tiba-tiba.Lola menghentikan langkahnya.


"Apaan?"sahut Lola.


"Tumben lo gak ngesot,haaahaaa"ledek Alea lalu ia pun berlari.


"Dasar lo ya Al"pekik Lola mengejar Alea.Liana hanya tertawa melihat tingkah 2anak muda itu dan mengejarnya.


Sesampainya dirumah Yura,Liana menatap takjub.Liana dulu selalu mendambakan rumah sederhana disebuah perkampungan hidup bersama suami dan anak-anaknya.Tapi semua itu sirna.


"Ini rumah Yura?"tanya Liana.


"Bener Ma"jawab Lola memasuki pekarangan rumah Yura yang tampak. sangat asri,disana banyak tumbuh baunga-bunga yang terawat,mata Liana tertuju pada bunga mawar berwarna merah darah,Bondan selalu merayu nya dengan sebuket bunga mawar merah jika ia sedang merajuk.Liana tidak menyangka jika perlakuan manis Bondan selama ini palsu.Saat sampai diteras Liana terkejut karena disana sudah ramai,Liana mengedarkan pandangan ada lima Kunti yang bentuknya idih amit-amit jelek banget deh,hanya salah satu dari mereka yang tampak lumayan,berjubah warna peach dan rambutnya tidak gimbal,lalu disudut kiri ada tiga pocong yang sedang party bersama tiga gondoruwo,lalu anak seorang bocah perempuan sedang duduk dipangkuan sosok Gondoruwo.

__ADS_1


"Perhatian-perhatian"teriak Alea,semuanya menoleh kearah Alea.Liana segera merubah wujud hantunya,yaitu hantu tanpa rupa.


Ketiga tuyul tersebut segera berlari menemui Alexa,lalu mereka bercengkerama.


"Kenali ini Liana,Mamanya Laras,eh maksud gue Mamanya Lola ngesot"ucap Alea.


"Macem mana kita mau kenalan,wajahnya saja gak kelihatan begitu"celetuk Tambun.


"Oo ini wujud hantu Mama,simuka rata"bela Lola ngesot.


"Ooo rata kayak tembok ya,persis kayak kelakuannya,muka tembok kagak tahu malu karena sudah tidur sama suami adiknya sendiri"ucap Bungkring tanpa rasa bersalah.Seketika itu juga Liana merubah kewujud cantiknya,matanya memerah,tatapan nya tajam melihat bungkring.Bungkring dengan sombong menghampiri Liana dengan wujud aslinya waktu dulu masih manusia.Sangat cantik.


"Oo ternyata begini wujud lo saat menggoda suami adik lo sendiri?"ujar Bungkring.


"Tau apa kamu tentang kehidupan saya"bentak Liana.


"Mama"Lola menyentakkan tangan Liana.


"Heh lo itu disini tamu"


"Tapi tidak seharusnya kamu mengungkit masa lalu saya,tau apa kamu tentang kehidupan saya,tentang adik saya"hardik Liana.


"Ok,sayang,lo cantik tapi pelakor"celetuk Bungkring lalu duduk.


"Yaelah Susi,lo sudah jadi hantu belum sadar juga ya,lo itu ya maling teriak maling"sahut Kutu kupret.


"Haahaaahaha"Alea tertawa.


"Maksudnya?"Liana bertanya karena sangat penasaran.


"Nih ya,tim Lima Madu Pahit Ma"jawab Lola.


"Lima madu pahit?"gumam Liana.


"Iya Ma,tu yang tua dan paling jelek,itu Kakak madu paling tua,terus tu yang kurus-kurus adik madu 2dan3,nah kalau yang itu pantat merayu muka menipu itu,itu adik madu yang ke 4,dan yang ini,Kunti sok cantik ini adik madu yang kelima Ma"jelas Lola yang membuat Liana merasa geli dengan setiap ucapan Lola,apalagi melihat ekspresi para Kunti-kunti tersebut.


"Hiihiii"Liana terkikik geli.


"Sudah-sudah,adik kelima lo bawa masuk saja hantu baru ini,urusan dia sama Yura bukan dengan kita"perintah Kutu kupret.

__ADS_1


"Baik Mbak yu"Kunkun bangkit dan memberikan bahasa isyarat agar Liana mengikuti dia.


__ADS_2