
Adrian melajukan mobilnya membelah jalanan malam dengan kecepatan yang lumayan kencang,ia sudah tidak sabar segera sampai kerumah Yura, ia ingin menceritakan apa yang telah terjadi dirumahnya tadi.
"Apa yang dicari mahluk tersebut ya dikamar gue?"Adrian bermonolog pada dirinya sendiri,tanda tanya besar dikepalanya belum terjawab.
"Jika demi harta Buk Rosita dan Sigit rela mengorbankan Pak Sobri,ahk sungguh miris sekali,dan kasihan sekali nasib pak Sobri meninggal dalam keadaan seperti itu"gumamnya sendiri.
"Gue gak abis fikir dengan pola fikir mereka"Adrian membelokkan mobilnya kekanan masuk kedalam gang rumah Yura.Begitu Adrian memasuki pekarangan rumah Yura,Adrian telah disuguhi dengan tingkah konyol para hantu penghuni rumah Yura.Adrian memberhentikan mobilnya,memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh hantu-hantu tersebut.
Hantu-hantu tersebut yang tadinya berkumpul dan mengitari unggukan bunga tujuh rupa dan sebuah dupa,entah apa yang hantu-hantu tersebut kerjakan.Ketika melihat mobil Adrian memasuki pekarangan rumah Yura,mereka memasang kuda-kuda.
"Lima Madu Pahit,formasi"pekik Tambun, tapi mereka hanya bertiga.Dan tampak disana juga seorang bocah dengan tanda merah menyala dilengannya, entah tanda apa itu,namun wajah bocah itu tampak murung.Dan ada 3hantu lagi yang mengambil posisi disamping tiga madu pahit ya, bukan lima madu pahit,formasi kurang. heheeh
Ketika mereka ingin menghempaskan kekuatan Adrian agak panik dan berteriak.
"Yuraaaa, Argaaaa?"pekiknya histeris,Adrian ia memiliki ilmu bela diri yang ia pelajari secara otodidak,jika melawan manusia Adrian adalah jagoan,tapi tidak dengan mahluk kasat mata.
Seketika para hantu saling memandang satu sama lain.
"Jelas-jelas musuh ni,ayo segera serang, Yura dan Arga dalam bahaya!"cetus Tambun lagi.
"Ayo ambil posisi kembali,Alexa lo panggil Kutu kupret dan yang lainnya, buruan!"hardiknya pada bocah itu,bocah itu hilang seketika.
"Wow keren,andai saja gue punya ilmu ngilang!"Adrian menggumam kagum melihat kemampuan para hantu.
"Woi,keluar lo?"bentak Tambun menggedor kaca jendela mobil Adrian,eh ralat bukan gedor tapi Tambun memasang wajah menyeramkannya kali aja Adrian ketakutan.Tapi Adrian tampak santai dan membuka pintu mobil, ia pun turun perlahan.
"Wow,ganteng banget"Tambun seketika melunak dan merubah dirinya menjadi wanita seksi.
"Allahu akbar!"ucap Adrian terkejut ketika mendapati Kunti tadi telah berubah menjadi wanita seksi dengan baju yang kurang bahan itu berusaha menyentuh bahu Adrian.
"Siapa lo?"Adrian mencoba menggeserkan tangan Tambun dengan satu jari nya.Tambun mengerling nakal,Adrian bukan tertarik justru malah bergidik geli melihat bulu matanya yang kelewat panjang,dan make up nya,make nawar, dan astaga itu bibir atau apa sih?
"Lo siapa, jangan dekat-dekat dan itu bibir lo,tolong dikondisikan ya!"tunjuk Adrian pada bibirnya Tambun,Tambun tersenyum lebar memamerkan gigi berkaratnya sambil mengulurkan tangannya.
"Kenalin Bang,saya Moza,emang kenapa dengan bibir seksi saya Bang? "ucap Tambun sambil nengedip-ngedipkan matanya dan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Tambun ingat visi dan misi kita,jangan terlena!"teriak bungkring yang diacuhkan Tambun.
"Moza,Moza siapa?asisten rumah tangga Yura ya dan itu bibir bukan seksi, tapi mendekati ban jonder kale!"Adrian pura-pura takut dan tidak tau.
"Ih bukan Bang,Saya Mozarela bang, buka pembantunya Yura,cakep begini disamain sama ban jonder si Bang?"Tambun menyentuh bibirnya yang tebal berwarna merah menyala itu dan memonyong-monyongkan bibirnya kedepan.
"Dasar gatel,liat cowok ganteng dikit aja,lupa dah segalanya,Tambun sadar dia itu pihak musuh!"teriak Cungkring kali ini.Ketiga hantu yang lain memilih diam tanpa komentar karena mereka juga anghota genk baru.Saat itu juga Lola ngesot nongol.
Ajaibnya Lola ngesot kagak ngesot setelah melihat Adrian,aura jomblonya meronta-ronta seperti Tambun,ia melenggang cantik kearah Adrian dan Tambun,anggun sekali Adrian sempat terkesiap dan terkagum jika saja Alea dan Kutu Kupret tidak datang.Lola ngesot yang memang sebelum meninggal berprofesi sebagai model,ia sangat cantik.
"Hei ngapain sih kok pada godain Adrian segala!"Adrian menatap wanita cantik berwajah pucat pasi tidak berdarah itu,dia Alea.
"Lo kenal dia Al?"Lola ngesot tiba-tiba saja langsung terduduk dan ngesot kembali.Lucunya.Adrian terkekeh melihat kedua wajah kecewa hantu tersebut.
"Temen-temen lo lucu Al dan yang itu waktu waras tadi cantik banget"Adrian melirik kearah Lola ngesot.
"Ingat mereka cuma hantu penasaran yang mati gak wajar dan urusannya didunia belum kelar,jangan bilang lo gak waras kayak mereka!"Alea menepuk bahu Adrian namun hanya menembus hingga kedada Adrian.
"Inget lo juga hantu harus waras juga dengan kehantuan lo, jangan baper"ledek Adrian lalu berlari kearah teras.Alea hanya menganga.
"Gue baper"tanyanya pada Kutu kupret yang hanya ditanggapi dengan melengos.
"Udah-udah gue gak apa-apa kali Ra"Adrian melonggarkan pelukannya.
"Lo itu nyebelin,bisa nya cuma buat gue khawatir"Yura mengusap sudut matanya.
"Hai Rose,lihat orang dewasa itu sangat cengeng sekali kan? cuma karena Oom Rian terlambat datang!"Adrian mengalihkan pembicaraan,walau bagaimana pun dia juga sangat menyayangi keponakannya ini dia tak ingin melihat Yura sedih.Yura hanya terkekeh kecil dan mengadu kepada suaminya.
"Lihatlah Bang, kelakuannya sudah sama persis kayak mereka gak ada ahlak,kau khawatir setengah mati eh dia malah bercanda!"Yura semakin menangis dalam pelukan Arga.
Adrian menggendong tubuh gempal Rose.Rose tampak menguap kurang merespon pertanyaan Adrian.
"Dua hari gak ketemu,Rose semakin berat aja ya?"Adrian menyapa Arga ketika menoleh kearahnya.
"Ga,Yura cengeng begini karena ada cucu gue dalam perut atau memang dia cengeng dan penakut dari orok ya?"ledek Adrian yang membuat bibir Yura semakin manyun.Arga terkekeh.
__ADS_1
"Lanjut aja ya"Yura misuh misuh.
Mereka masuk,tidak menggubris pandangan para hantu yang terheran-heran kecuali Alea dan Kutukupret.
"Biasa aja liatnya kali ngesot!"
"Ehm,ganteng banget ya Al,Arga sudah ganteng eh ternyata ada yang lebih ganteng!"Lola ngesot terus memandangi Adrian hingga Adrian menghilang dibalik pintu.
"Sadar, sadar woi,lo tu hantu!"
"Biarin, suka-suka gue dong, lo cemburu ya!"
Mereka asyik terus berdebat dan beradu argument,wow berisik sekali, sementara malam semakin larut.
"Dasar lo semua hantu kagak ada ahlak ya,bisa diem gak sih,berisik banget, gue mau istirahat,faham?"tiba-tiba saja Yura nongol diteras menghardik hantu-hantu tersebut yang masih membicarakan Adrian.Dengan seketika mereka langsung terdiam seribu bahasa.
"Yaelah Ra,kita didunia perhantuankan ada istilah ghibah juga kali Ra,biasa aja dong Ra!"timpal Tambun tampil sok cantik melentik-lentikan jemarinya mempertahankan penyamarannya sebagai wanita seksi.
"Oo, gitu ya,sudah berani melawan gue ya?"Yura bersedekap memejamkan matanya sambil komat kamit.
"Tunggu, tunggu lo mau ngapain Ra?"tanya Kutukupret.
Yura membuka matanya,tatapannya nyalang.
"Gue mau manggil ustadz Abdul semad dari hati ke hati, biar tu ustadz selesai riwayat lo semua malam ini juga"gertak Yura,para hantu-hantu tersebut tampak terkejut.
"What?"pekik Kunkun
"Jangan dong Ra, atas nama temen-temen gak ada ahlak ini gue mewakili minta maaf deh Ra,gue gak mau cuuusss kealam barzah sono Ra, gue masih mau lahiran dulu dan mau nunjuki anak gue ke Mas Dion!"celoteh Kunkun yang membuat mata semua nya membola dengan sempurna.
"Ra,kita semua minta maaf ya, gue jamin sehabis ini gak ada lagi para hantu gak ada ahlak ini ngeghibah diarea lo,plis?"Kunkun menyatukan kedua tangannya dan dengan secepat kilat sudah bersujud dikaki Yura. Yura mundur beberapa langkah.Dan tiba-tiba saja dia membaca do'a didalam hati.
'Buuugh, buuugh'
"Sadar-sadar-sadar Kunti halu,bubar semuanya bagi tugas!"hardik Yura membalikkan tubuhnya dan membanting pintu.
__ADS_1
'Braaaakk'
Hantu-hantu itu masih tercengang lalu pada terbang ketempat penjagaannya masing-masing yang telah ditugaskan hasil briefing kemaren.