Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
Bab 63


__ADS_3

'Buuuuggghhhhh'


Dasar Kunkun.Secepat kilat melayangkan tinjuan kepada Karin karena bersikap genit kepada Adrian.Karin terpental jauh menatap tembok.


"Huuuhhhhh"Kunkun meniup kepalan tangannya.


"Minta tolong,minta tolong aja tapi gak usah keganjenan,faham"bentak Kunkun kepada hantu-hantu itu.Kunkun menyeringai.


"Adrian kita harus meringkus komplotan Romi terlebih dahulu,setelah itu kita urus jasad korban-korban tersebut"ucap Tristan.


"Okey,kalian bantu kita semua ya,untuk bisa menangkap mereka semua"pinta Adrian.


"Mohon kerja samanya"bentak Kutu kupret.Adrian,Tristan dan Doni menyusuri seluruh lorong dan masuk kedalam ruangan.


"Kita bertiga akan memagari daerah sini agar mereka tidak bisa kabur"ucap Upin.Adrian hanya mengacungkan jempol.Alea dan Cungkring muncul.


"Buruan,Romi sudah ditangkap sekarang sedang dirumah utama"seru Alea.


"Serahkan urusan disini pada kami,kami akan menggiring semua penghuni kamar keluar"ucap Kutu kupret.


"Yakin"tanya Adrian.


"Yakinlah ganteng,sudah sana,bantu yang lainnya"ujar Tambun.


Adrian berlari mengikuti langkah kedua teman barunya.


'Dor'


'Dor'


Suara letusan senjata api terdengar,suara jeritan para penghuni kamar juga terdengar.Mereka berhamburan keluar.


Saat Adrian berlari menuju keluar,Adrian melihat Romi berlari masuk menuju kamarnya.


'Ceklek'


'Braaaakkk'


Romi masuk kedalam kamarnya,pintu ia banting,kakinya seperti terkena timah besi itu.Adrian terpaku didepan pintu kamar Romi,ia bingung apa yang harus ia lakukan.Saat itu juga hantu bule,Lola dan Liana hadir disana.


"Adrian"tegur Lola.


"Awwwhuuuhaaaah"Adrian meracau tidak jelas,ia terlonjak kaget.


"Kita bertiga akan bantu lo masuk kedalam sana,Romi sedang terluka"ucap Liana,hantu tanpa rupa ini auranya sangat berbeda,bisa membuat seorang Adrian merinding.


"Saat ini juga Romi tidak ada hal gaib yang melindungi nya,betapa cerobohnya Bondan"Liana menyeringai.


"Ayo Adrian bersiap lah"ajak Lola memegang bahu Adrian,diikuti oleh hantu bule dan Liana.


"Aaaahhhkkkkk"teriak Adrian yang membuat Romi didalam kamarnya kelimpungan mendengar suara teriakan seorang pria,dia segera mengunci ganda pintunya,ponselnya sudah entah jatuh dimana saat ia melarikan diri dari dapur tadi.


"Aaarrrggghh,sial kaki ku sakit sekali,berani-beraninya mereka menggerbek lokasiku,apakah Papa lupa membayar para pecundang-pecundang itu"umpat Romi.Dia mengacak-acak lemarinya mencari ponsel yang pernah dibelinya untuk Alea,namun Romi tidak pernah memberikannya karena disuruh menghilang oleh Sinta.


"Anj****,dimana sih,saat aku butuh tidak terlihat"isi lemari itu sudah hampir keluar semua,saat Romi akan membuka lemari yang berukuran jumbo disebelah ranjangnya,berulang kali Romi menarik pintu lemari tapi nihil,tidak bisa terbuka.Romi mencari sesuatu yang bisa untuk mencongkel pintu kemari itu,entah apa isinya,beberapa bulan yang lalu Mama Sinta meminta lemari itu agar diletakkan dikamar Romi,Romi hanya mengatakan iya tapi dengan syarat tidak ada yang boleh masuk kedalam kamarnya,para pekerja hanya mengangkatnya sampai depan pintu,setelah itu Romi mendorongnya dikit demi sedikit hingga kedalam.


'Klotek'


'Klotek'


Romi mencongkel kunci lemari dengan sebuah obeng.


'Ceklek'


Berhasil,pintu lemari terbuka.


'Deg'


Romi mundur beberapa langkah menjauhi lemari itu,jantungnya berasa mau lompat dari tempatnya.Didalam sebuah kantung jaring-jaring terdapat sebuah potongan kepala dan matanya bolong,sepasang kaki tergantung,semua mulai membusuk.


Bau amis dan anyir menguar dari dalam lemari.Romi sangat shock,beberapa minggu yang lalu dia menemukan potongan kepala Laras,sahabatnya dari kecil.Dan ini potongan kepala dan kaki wanita asing,wanita bule.Dibawah kepala yang tergantung terdapat seonggok karung berukuran besar,Romi sangat yakin jika itu juga bagian dari tubuh kepala yang tergantung.


"Gludaak,gludak,gludak"


Pintu kamar Romi seperti didobrak seseorang.Romi bangkit dan mendorong lemari berisi mayat tersebut untuk mengganjal pintu,Romi menganggap jika itu hanya manusia,dia tidak menduga jika saat ini dia berurusan dengan yang ghaib.


"Glodaak,glodak,glodak"


Romi berusaha mencari cara untuk kabur,dia memanjat lemari dan menuju plafon,Romi ingin memasuki plafon tersebut namun urung karena disana telah hadir Laras,Karin dan Kiran.


"Aaaahhhkkk,hantu"


'Braaakkk,buuuugghhh'


Romi terjatuh dari atas lemari dan jatuh diatas meja dan kelantai.Romi meringis,kakinya yang tertembak tadi terasa sangat sakit.Selama ini dia tidak pernah diteror oleh hantu dirumah bawah tanah dan bangunan utama.


"La,La,Laraaas"gumam Romi ketika dengan mengesot Laras mendekati Romi.


"Iya Kak Anza,ini Laras"ucap Laras sembari tersenyum sangat manis.


"Ini beneran kamu Ras,tolong kakak Ras"mohon Romi,ia ingin menyentuh pipi Laras,namun saat jemarinya menyentuh pipi Laras,kulit dan daging diwajah Laras mengelupas dan terjatuh dilantai dengan tetesan darah dan nanah.Kiran dan Karin juga mendekati Romi.

__ADS_1


"Kembar"


"Bang,tolong!"pinta mereka,kepala Karin miring kesamping kanan,dilehernya terdapat luka gorokan.Tulang bahunya yang menonjol dan terlihat putih pucat membuat Romi semakin merinding,Kiran tak mau kalah,dengan tangan dan kepala buntung,ia mendekati Romi.


"Baaaaaang,toooollooooong"suara Kiran mendayu-dayu.


"Tidak,tidak,tidaaaaaaak,pergiiii kalian semua"teriak Romi frustasi,dengan bersamaan Adrian bisa masuk kedalam dengan bantuan Liana dan hantu bule bernama Laura itu.Karena begitu paniknya dengan kemunculan Laras dan sikembar Romi tidak menyadari jika lemari berisi mayat itu telah ambruk.


"Hai Romi?"sapa Adrian dengan gaya somplaknya.


"Lo kenal mereka semua?"tunjuk Adrian memberi kode yang berada diluar untuk masuk.Segerombol hantu wanita itu masuk,termasuk lima madu pahit dan Alea.


"Lo ingat dengan sundel bolong dipojokan sana?"tunjuk Adrian pada sisok hantu sundel bolong,perutnya membuncit,lehernya hampir putus.


Romi memekik memanggil Sinta dan Bondan.


"Abang gak ingin lihat anak kita?"tanya sundel bolong tersebut lalu mengeluarkan bayi dari perutnya.


'Croooot'


Darah muncrat kewajah Romi.Adrian mual melihat itu,bau amis darah,anyir dan bau busuk telah menjadi satu didalam kamar ini,untung Adrian meminta lima madu pahit harus dalam wujud manusia.


"Hueeek, hueeeek, huuuueeek"Adrian mengeluarkan isi perutnya,Kunkun yang melihat itu segera mendekat dan mengambil sesuatu dari dalam jubahnya.Lalu meniupkan kearah Adrian,bau busuk dan anyir tadi tiba-tiba saja berganti harum melati.Adrian berasa lebih rileks,bau tidak sedap yang mengaduk-ngaduk isi perutnya tadi telah hilang total.


"Lihat Romi,anak kita laki-laki"ucap sundel itu menyerahkan bayinya pada Romi dan meletakkan dipangkuannya.


"Jauh,menjauh,jauhkan dia dariku"Romi menjatuhkan bayi itu dilantai.


'Oek,oek,oek,oek'


'Oek,oek,oek,oek'


Bayi itu menangis histeris.


"Dasar lelaki bajiangan"Sundel itu ingin melayangkan kepalan pada Romi.


"Stop"seru Adrian.


"Dia harus mendekam dijeruji besi sepanjang hidupnya"ucap Adrian.


"Lalu bagaimana dendam kami"ucap Sundel itu dengan suara menggema.


"Dia lelaki tidak bertanggung jawab,dia lelaki egois,lelaki psikopat bukan hanya gue"ucap Sundel lalu bertepuk tangan.Keluarlah 6sundel lagi.


"Dia laki-laki gila"


"Kami dipaksa untuk hamil"


Romi yang mendengar ocehan para sundel itu terkekeh.


"Heeeheehaaaa"


"Kalian patut melakukan itu,Papa sudah membayar mahal kalian!"pekik Romi.Adrian geram mendengar itu,dengan susah payah dia melewati lemari yang ambruk itu.


'Bugh,bugh,bugh'


Bogem mentah melayang kewajah tampan Romi.Darah mengalir dari sudut bibirnya dan hidungnya,Adrian adalah jago silat.


"Si alan,anj**** lo manusia tidak berhati yang pernah gue temuin"maki Adrian.Romi terkekeh kembali.


"Ayo,pukul lagi,aku suka"pintanya,gila bukan.


"Kamu siapa ikut campur urusan aku,hah?"tiba-tiba saja Romi mencengkram rahang Adrian,Adrian membuat pertahanan dia melemaskan tidak ingin melawan agar tidak terasa nyeri.Romi meludahi wajah Adrian.


"Cuuuiiihhh"


Adrian memalingkan wajahnya.Lalu Romi melepaskan cengkramannya dengan kasar.Alea secepat kilat menampar pipi Romi.


'Plak plak'


Romi meringis mendapat tamparan dari tangan mulus seorang wanita,lalu ia mendongakkan kepalanya.Mata terbelalak menatap sosok wanita yang selama ini dia rindukan.


"Sa-sa-sayang,A-A-Alea"ucapnya terbata-bata.


"Berani tangan lo menyentuh dia lagi,maka gue yang akan menghabisi lo dengan tangan gue"ancam Alea tegas,tampak ada kilatan amarah dimatanya.


"Siapa dia Al,aku sangat mencintai kamu Alea"bujuk Romi.


"Yaelah,nyawa lo sudah diujung tanduk saja masih dramatis"celetuk Kutu kupret sambil mengorek-ngorek telinganya denga bulu angsa,entah dari mana dia menemukan bulu angsa tersebut.


"Hidup dia selama ini terlalu monoton Mbak yu,jadi sekarang dia ingin bermain drama sebentar boleh dong"sambung Kunkun.


"Al,jangan bilang lo bucin,jangan sampe lo nyanyi ku menangis kayak sinetron ikan terbang ya"ancam Tambun.Bungkring dan Cungkring justru sibuk dengan bayi sisundel.


"Pok ame ame,belalang kupu-kupu"bayi itu tiba-tiba saja berhenti menangis dan tertawa.


"Tu kan bayi pintar,lagi kita nyanyi lagi ya"ucap Cungkring sambil mengayun-ayunkan bayi itu didalam gendongannya.


"Astaga dalam keadaan seperti ini tingkah Kunti-kunti jelek ini masih saja konyol"gumam Adrian lalu duduk dilantai.


Romi mencoba mencari sesuatu untuk membungkus luka dikakinya akibat timah panas itu.

__ADS_1


"Mau gue bantu"tawar Alea lalu mengambil baju kaos lalu menyobeknya dan mengikatkan pada luka Romi yang berada dipaha.


"Terimakasih sayang"ucap Romi,Alea menatapnya,tatapannya menusuk dan tajam tepat pada manik hitam Romi.


"Dimana Rose?"sambung Romi.


"Rose!untuk apa lo bertanya tentang Rose"geram Alea.


"Aku rindu padanya Al"


"Rose menja.... "


"Diam,jangan pernah sebut-sebut nama anak gue"bentak Alea memotong kata-kata Romi.


"Hei,gue ngantuk,jika kalian sudah selesai dengan dia baguni gue ya,ngantuk banget"ucap Adrian sambil melirik arlojinya.


"Kun lihat sana bang Tristan sudah membekuk semuanya atau belum,gue capek mau pulang"pinta Adrian sambil. terbaring diatas lemari yang ambruk tersebut lalu memejamkan matanya.


"Bisa-bisanya ya Adrian ini,huuuh"Kunkun menghentak-hentakkan kakinya kelantai.


Kutu kupret menggiring segerombol hantu wanita itu untuk keluar dari sana.Hanya tertinggal Alea,Romi,Liana dan Lola alias Laras,dan Adrian yang sedang tertidur dengan pulas.


Ketiga bocil gundul-gundul itu juga sudah membekuk pengawal gaib Romi,pantes saja timah panas itu bisa mengenai Romi,Romi juga bahkan mendapat teror dari hantu-hantu korban dari kekerasan yang dia lakukan dan Bondan.


"Lepaskan saya"pekik hantu berwujud wanita cantik berpakaian serba hitam itu.


"Sudah kakak diam saja disini"perintah Upin,wanita itu dalam kungkungan jebakan bocil botak itu.Sebuah jaring yang memiliki kekuatan dahsyat.Dengan mudahnya ketiga bocil itu membawa wanita itu keluar ruangan khusus,disana terdapat benda-benda keramat,Upin,Ipin dan Ipan menghancurkan semua nya.Setelah selesai mereka keluar dari sana.Hantu wanita itu juga terkulai lemas,sumber kekuatannya telah lenyap.


"Kalian akan menerima akibatnya nanti setelah bos pulang"ucap wanita itu lemah,dari mulutnya mengeluarkan cairan darah yang sangat kental dan berbau.Ketiga tuyul itu menyeretnya pergi menjauh dari sana,kini ruangan itu kosong.


"Ahhkkkkk"teriak Romi,dia merasakan kesakitan ketika dengan sengaja Lola menginjak luka tembak itu,tampak cairan berwarna merah merembas dari kaos tosca yang menahan luka itu.


"Apakah sakit Kak?malam itu kakak dan Ayah meninggalkan Laras,Kakak dan Ayah pura-pura tidak mendengar rintihan Laras,padahal Laras sudah merasakan sakit hingga pendarahan"cerita Laras.Romi menangis sesenggukan membenarkan ucapan Laras.


"Maafin Kakak Ras?"mohonnya ambruk dikaki Laras,Romi menelangkupkan kedua tangannya.


"Maafin kakak Ras,maaf?"pinta nya melemah.


"Percuma Kak,toh sekarang Laras sudah menjadi hantu gentayangan"jawab Laras.


"Kemana pengawal kamu Romi,saya tahu itu,apakah pengawal kamu sudah dilumpuhkan oleh tim nya Adrian yang somplak-somplak itu?"cibir Liana,ya dia tahu karena Bondan bilang akan mengirimkan pengawal untuk Romi waktu diKalimantan saat bersamanya.


Romi meringis menahan rasa sakit dipahanya.Matanya sudah mengabur,kepalanya terasa pusing.


"Ya dia mau pingsan,gak asyik dong"celetuk Kunkun yang tiba-tiba nongol.


"Tugas lo"tanya Alea.


"Sudah,abang cakep sudah mengumpulkan semuanya didepan rumah utama,42 orang pria,para gadis nanti akan dikirim kepanti rehabilitas"jelas Kunkun.


'Dubraaak'


'Braaaakk'


Pintu yang terganjal lemari didobrak abis oleh tim penyelidik Tristan.Adrian yang sedang tidur pulas terkejut hingga terduduk.


"Angkat tangan,serahkan senjata"perintah petugas itu sambil menodongkan senjata api sejenis pistol.Adrian menurut.


Para hantu-hantu itu panik melihat sang teman ditodong seperti itu.Bahkan ketiga tuyul yang baru saja tiba langsung mengambil posisi menjadi tameng untuk Adrian,tidak ketinggalan lima madu pahit berformasi.


"Serahkan senjata"perintahnya lagi.


"Gue kagak punya senjata pak,gue temannya bang Tristan dan Doni pak"jawab Adrian masih mengangkat kedua tangannya keatas.Liana dari kejauhan beraksi perlahan senjata api itu meleleh.


"Ada apa ini"anggota polisi itu keheranan dan melepaskan senjatanya.Dia mundur beberapa langkah,Liana secepat kilat muncul dihadapan pak polisi itu,tanpa rupa,dilehernya terdapat luka sayatan dan terus mengucurkan darah segar,suara ngorok membuat siapa saja yang melihatnya akan kocar kacir.


"Hantu,hantuuuuu"pak polisi itu lari tunggang langgang.


'Buuuggh'


Pak polisi itu menabrak seseorang,yang ternyata adalah Tristan.


"Ada apa Her?"tanya Tristan


'Huuuuhaaaaahhhuuuuu'


"Han-tu"jawabnya masih dengan nafas yang ngos-ngosan.Tristan faham,lalu ia meninggalkan Heri dan berlari menuju kamar Romi,sesampainya disana Adrian sedang mengikat tangan Romi dan berusaha menggendong dipunggungnya.


"Romi"ucap Tristan.


"Bener,berat Bang"keluh Adrian lalu menjatuhkan kembali tubuh Romi kelantai,Romi bertubuh tinggi kekar sedang Adrian jangkung kurus.


'Buuugghh'


Adrian ikut terjatuh,kedua kakinya menopang tubuhnya,Tristan segera berlari melewati sebuah lemari yang mabruk dan memegagi tubuh Adrian yang terhuyung.


"Kamu gak apa-apa kan?"Adrian menggeleng.


"Ya iyalah lo gak apa-apa Yan,dari tadi juga lo cuma tidur doang bukan kerja"celetuk Kutu kupret.Adrian meletakkan jari telunjuknya dibibir.


"Adrian,Adrian dalam keadaan emergency kayak gini masih juga drama"kali ini Alea yang berkomentar.

__ADS_1


"Yan kita angkat berdua"ajak Tristan mulai mengangkat tubuh Romi.Dengan susah payah mereka berdua membawa tubuh Romi kedepan,lalu memasukkan. kedalam mobil Adrian.


__ADS_2