
Setelah selesai melahap nasi goreng sosis,Yura bangkit mendekati sang suami.
"Papi makan yang banyak,terus nanti mandi dan istirahat ya"ucap Yura berbasa basi,wajah Adrian masih ditekuk.Arga mengkode Yura bertanya ada apa dengan Paman tampannya.
"Lagi datang bulan kali bang"sahut Yura.
"Hah,siapa yang datang bulan mbak?"Sintya menyahut ketika dia sedang mencuci tangan sembari mencuci piring bekas makannya.
"Tu yang wajahnya lagi ditekuk-tekuk,tapi ngabisi nasi goreng sebaskom"jasab Yura sambil terkikik.
"Bang jadi bagaimana keadaan rumah Sintya?"tanya Yura.
"Nah itu tadi yang mau Abang ceritakan.Paman,paman ingat dengan 3orang korban siBarus kan?"tanya Arga kepada Adrian.Tampaknya Adrian tertarik wajahnya tampak kaget.
"Iya gue ingat,kenapa?"
"Tadi gue iseng lihat kesana Paman,dan sangat ajaib jasad ketiga korban tersebut menghilang dan keadaan rumah Sintya yang malam tadi berantakan dan berbau busuk,saat ini sudah bersih dan rapi Paman,seperti tidak terjadi apapun"terang Arga,Adrian melongo.
"Hah benarkah begitu?"tanya Adrian.
"Bener Paman"
"Lalu kemana Mas,kakek dan 2orang yang melecehkan aku kema....!"ucapan Sintya terpotong,tiba-tiba Kunkun dan Lola ngesot datang.
"Yuraaaaa,gawaaaattt"pekik Kunkun,mereka ngos-ngosan.
Yura terdiam,memberikan peluang pada dua hantu itu bernafas.Tapi tunggu dulu,bukankah mereka hantu ya,mereka bisa jadi hantu kan karena mereka lupa bernafas,terus kenapa setelah jadi hantu mereka masih bisa bernafas ya,ahk entahlah ini lagi gawat.
Lola ngesot meraup banyak-banyaj oksigen.
"Abang Adriang ganteng,gak ada niatan gitu ngasih nafas buatan untuk Laras,eh Lola?"ucapnya ditengah-tengah kepanikan ini.
"Hah,gila lo ya!fikiran lo sama ngesotnya kayak tingkah lo"Kunkun menimpuk kepala Lola ngesot.
"Sudah,sudah apanya yang gawat yang membuat kalian berkeliaran disiang hari begini?"Yura cepat menengahi agar perdebatan itu tidak berlanjut.Sintya dan Rose yang tidak mengetahui apa yang terjadi menatap heran pada Yura yang entah berbicara pada siapa,disana tidak terlihat siapa pun.
"Ra,tawanan kami kabur,ternyata yang menghinggapi tubuh Alexa tadi,ia pergi kebasecamp dan menghampiri tawanan kami dan membawanya pergi!"jelas Kunkun,Lola ngesot misuh misuh.
"Berita buruk"gumam Adrian.
"Kemana hantu tidak tau diri itu"lanjutnya lagi.Kunkun dan Lola saling pandang tidak mengerti siapa yang dimaksud Adrian.
"Rian,tidak baik seperti itu!"tegur Yura.
"Tante Yula ngomong cama ciapa?"tanya Rose begitu polosnya,Sintya tidak berani bertanya karena melihat wajah tegang mereka,jadi Sintya takut untuk bertanya,ahk pertanyaan Rose akan membantu rasa penasarannya.
"Astaga gue lupa jika ada anak cantik nan manis ini"tiba-tiba saja Yura berubah sangat manis kepada Rose.Mata bulat bening Rose menatap penuh tanda tanya.
"Oya Sin,kaki lo sudah bisa untuk jalan-jalan ketaman depan kan?"tanya Yura.
__ADS_1
"Ooh,ehm ya bisa,bisa Mbak Yura"jawabnya gugup.
"Lo kenapa kok gugup dan astaga badan lo dingin dan gemeteran kayak gini lagi"Yura memegang lengan Sintya.Sintya mendekatkan mulutnya ketelinnga Yura.
"Mbak Aku takut sekali,karena sejak tadi aku lihat wajah Mbak Yura,Mas Arga dan Mas Adrian sangat tegang dan serius,apalagi mendengar percakapan Mbak dengan mereka yang tidak terlihat,Aku merinding Mbak"bisiknya tepat ditelinga Yura,Yura menyunggingkan senyum.
"Apalagi saat Aku mendengar keadaan rumah dan kejadian apa saja disana,semakin membuat aku sesak Mbak,rasanya pemasokan oksigen dalam paru-paru ku sangat berkurang banyak mbak"lanjutnya masih berbisik ditelinga Yura dengan mimik ketakutan dan itu terlihat sangat lucu banget dimata Yura.
"Ya sudah,jika kaki lo masih sakit untuk berjalan jauh,ajak Rose menonton tivi dulu ya!"perintah Yura.Sintya membentukkan jarinya berhuruf 'O'.
"Rose,ikut tante kedepan yuk,Tante bosan disini mau nonton tivi aja yuk,ada gak film kartun kesukaan Rose jam segini"rayunya pada Rose,Rose yang memang gampang akrab pada siapa saja lalu menggandeng tangan Sintya.
"Yuk Tan,Lose mau lihat kaltun Malca aja deh Tante"jawabnya menggemaskan.Sintya mengerlingkan matanya pada Yura dan tersenyum memamerkan gigi putih bersih rapi dan lubang dipipi kanan kirinya.Adrian tersenyum melihat itu,entah mengapa ada rasa iba dan nilai plus dari Adrian melihat gadis berkulit eksotis tapi manis dengan rambut ikal hitam legam tergerai sepinggang itu.Yura menyadari hal tersebut lalu mendekati Sang Paman.
"Paman jangan terlalu lama memandangnya,nanti jatuh cinta"bisik Yura yang membuat Adrian terkejut setengah mati karena ketahuan.
"Wo ow Paman ketahuan"Arga pekiknya lalu menutup mulutnya dengan cepat karena Adrian sudah melotot padanya.
"Ihk,kok malah bahas gak jelas sih?"ucap Lola karena dia merasa cemburu Adrian wajahnya berbinar ketika menatap Sintya sigadis berkulit gelap itu.
"Bener Ra,ini bener-bener emergency,gawat darurat!"sambung Kunkun.
"Terus kita harus bagaimana nih"raut wajah Yura berubah panik,ia mengelus-ngelus perutnya yang sudah mulai membuncit,Arga ikut mengelusnya.
"Abang tau,anak kita pasti kuat sayang menghadapi semua ini,Maminya juga harus lebih kuat ya"Arga mengenggam tangan Yura menguatkan dan meyakinkan sang istri,karena percuma menghindar kemana pun Romi akan menemukan mereka karena pasukan Romi bukan manusia biasa.
Yura menghela nafas kasar.Adrian ikut menggenggam tangan Yura yang sebelah kiri.
"Abang jangan hubungi Ayah atau Papa ya,Yura gak mau mereka khawatir"
"Iya Sayang,Abang juga berfikir seperti itu,biar Ayah mengurus Elkan sampai semua kekacauan ini selesai"Arga mengecup kepala Yura.
"Kita semua juga gak biarin lo hadapi semua ini sendirian kok Ra,meskipun kadang Alea nyebelin,tapi gue pribadi hanya peduli dengan Rose Ra"ucap Kunkun dengan wajah sendu,lalu mengelus perutnya yang tampak membuncit.
"Ahk,seandainya hari itu tidak terjadi,mesti gue sudah hidup bahagia bersama anak gue dan Mas Dion"sambungnya wajahnya bermuram durja.
"Sabar Mbak Kun,lah gue sedari usia 15tahun cuma hanya menjadi pemuas nafsu para pria hidung belang"wajah cantik itu mendung,menyiratkan bahwa apa yang dirasakannya sangat menyakitkan.
"Maksud lo La dan lo mati kenapa?"tanya Yura penasaran.
"Ibu angkat gue Sinta,ibu kandung gue seorang wanita malam kata Buk Sinta,dulu mereka berteman saat ibuk melahirkan gue,ibu nitipi gue ke Buk Sinta yang kebetulan buk Sinta juga memiliki bayi beda 2bulan dengan gue,tapi bayi Buk Sinta laki-laki.Kami besar bersama,namanya Romianza,gue suka manggil dia dengan sebutan Kak Anza"Lola menjeda sebentar ceritanya,ia mengambil nafas terlebih dahulu.
"Romianza!"gumam Yura.
"Iya Romianza Ra,dia kakak angkat gue,dia anak Buk Sinta.Tapi malang nasib gue hari itu,saat gue gak tau ketika gue dapat menstruasi pertama kali dan itu Kak Anza yang mengetahuinya,dia berteriak histeris ia mengira gue dalam keadaan terluka parah"Lola berhenti lagi,ia mengatur nafasnya kembali,Yura jadi teringat dulu saat mendapat menstruasi pertama kali sangat heboh.
"Buk Sinta lalu menyuruh gue membersihkan diri,setelah 7hari,waktu bermain gue dengan Kak Anza sudah tidak ada lagi,siang hari gue harus tidur dan malam hari gue harus kerja mengumpulkan pundi-pundi uang untuk Buk Sinta,semua kebutuhan gue Buk Sinta yang memenuhi,dan..."Lola berhenti karena Alea tiba-tiba nongol dan memotong ucapan Lola.
"Sinta,Romianza?"tanyanya,semua orang menoleh kearah sumber suara tersebut kecuali Arga.Alea melangkah mendekati Lola.
__ADS_1
"Apakah suami Buk Sinta adalah Pak Bondan,mereka germo kan?"tanya Alea lagi.
Ia duduk tepat disamping Lola ngesot,semua terperanjat dengan tebakan Alea.Terutama Lola alias Larasati,ia yang paling terkejut disini.Lola memandamg lekat wajah Alea.
"Apakah lo korban juga,lo dijual keperawanannya juga oleh Buk Sinta?"pertanyaan Lola berentet.
"Bukan,gue bukan korban dari Sinta dan Bondan"ucapnya sedikit geram,didalam dadanya bergejolak hebat jika harus mengingat kejadian 6tahun yang lalu.
"Terus,darimana lo mengetahui mereka semua?"tanya Lola,Yura sengaja diam ingin menjadi pendengar setia.
"Gue korban bucin Romi,gue terlalu bucin sama Romi La,sehingga gue buta akan cinta itu dan Rose harus menanggung semua ini"Alea menunduk,hatinya sangat sakit jika teringat itu.
"Huuuffff"Lola membuang nafasnya kasar.
"Jadi wanita itu lo Al,saat itu gue dibawa kebutik dan salon pengantin,gue dan Kak Anza didandani layaknya pengantin dan kami malakukan fotoshot distudio,ya hanya untuk mengelabui keluarga tunangan Kak Anza,gue tidak oernah tau wajah wanitanya Kak Anza,tapi yang gue tau Kak Anza sangat mencintai wanitanya"jelas Lola.Alea mendongakkan kepalanya,tidak percaya dengan apa yang diucapkan Lola.
"Bohong La,Romi gak cinta sama gue,buktinya Romi meninggalkan gue ketika gue sedang mengandung anaknya"balas Alea.
"Tidak Al,gue saksi disana Al,Buk Sinta dan Pak Bonda akan menjual lo dan adik lo jika Kak Anza tidak mau melepas lo sebagai tunangannya"Lola meneteskan air mata,hatinya juga sakit kala itu,bagaimana tidak,waktu Romi habis bersamanya,tapi ketika beranjak dewasa justru Romianza mencintai wanita lain.
"Sinta dan Bondan brengsek"umpat Alea.
"Terus lo mati kenapa?"Adrian buka suara,Lola memandang sekilas Adrian,ia menyeringai.
"Gue mati karena buk Sinta,hari itu gue harus melayani para pria hidung belang tanpa istirahat sama sekali,bahkan gue sampai gak bisa berjalan kembali karena menahan sakitnya diarea intim gue,saat itu buk Sinta memberi gue obat perangsang dosis tinggi,agar gue tetap agresif menjadi perempuan ******"cerita Lola,ia terisak.Alea merengkuh tubuh Lola,ternyata nasib Lola lebih menyakitkan dibanding dirinya.
'Ahk bodohnya gue berfikir sangat dangkal hari itu'batin Alea,ia memejamkan mata kristal bening itu membasahi pipi pucatnya.
"Hiks hiks hiks kenapa hidup mereka begitu miris Bang"Yura terisak dalam. pelukan Arga.
"Berarti lo mati karena obat perangsang tersebut,lo over dosis?"tebak Adrian.
Lola memandang lekat wajah tampan Adrian,Adrian menantang tatapan Lola.
"Ya,lo pinter banget ganteng"jawabnya lalu mengerling,hadeeeh dalam keadaan sedih masih juga genit,dasar Lola.
"Ganjen"celetuk Yura.Lola meringis.
'Tok tok tok tok'
'Tok tok tok tok'
'Deg'
Jantung Yura seperti mau copot,siapa yang bertamu.Yura meremas jemari Arga,telapak tangannya sudah berkeringat.
"Biar gue yang buka"ucap Adrian mengerti akan kepanikan sang ponakan.
'Kriiiiieeettttt'
__ADS_1
Suara pintu terbuka..