
"Memang lo ada masalah apa sama tetangga lo,atau selama ini tetangga lo pernah cerita sesuatu sama lo?"Yura memotong cerita Adrian.
"Bener kata Yura Paman,apakah beliau yang menjadi korban pernah bercerita sesuatu kepaman?"Arga ikut menimpali.Adrian tampak berfikir.
"Ehm Pak Sobri pernah menyambangi rumah gue,saat itu beliau tampak ketakutan, katanya beliau selalu dikejar-kejar sosok tinggi besar dan menyeramkan, bisa jadi sosok itu adalah mahluk menyeramkan yang tadi gue lihat,penampilan seperti temen lo siapa tu,Do indo?"Adrian mencoba mengingat-ngingat nama teman Yura yang ikut saat pemyelamatan Rose.
"Gindo maksud lo?"tebak Yura
"Yup,lo ponakan paman yang cerdas sekaligus nyebelin kagak ada ahlak sama sekali"Adrian menjentikkan jarinya dan meledek Yura.Yura sudah ingin melayangkan bantal sofa yang dipegangnya, namun Arga segera mencegahnya dengan berkata memuji Yura dan menangkap kedua tangan Yura dan mengecupnya depan Adrian.
"Tapi cantik dan ngangenin kan paman?"Arga sedikit melirik Adrian.
"Heeeem anggap saja dirumah ini hanya lo berdua ya!"Adrian menimpali ucapan Arga.
"Hahahaa jomblo akut mah kagak boleh iri kali Pa-man"Yura sengaja sedikit memberi tekanan ketika menyebutkan kalimat terakhirnya.
Adrian hanya terkekeh mendengar ucapan Yura.
"Oya Ra tadi yang menyapa gue yang tinggi semampai itu siapa namanya,perfect cantik banget,dan kayaknya wajahnya sangat familiar?"tanya Adrian mencoba mengingat sesuatu.
"Maksud lo yang pake baju merah atau yang baju peach?"
"Peach"jawab Adrian cepat.
"Oo,Itu sih Lola ngesot kali Yan,dia belum lama disini,mungkin baru satu bulanan lah,makanya kemaren saat menyelamatkan Alexa dan Rose dia tetap jaga-jaga dirumah!"jelas Yura, Adrian mengangguk mengerti,Arga hanya menjadi pendengar sejati.
"Lo mau gue buka mata batinnya Ga,biar faham dengan apa yang kita bicarakan sekarang?"tawar Adrian.
"Tidak Paman,maaf terimakasih"jawab Arga cepat.
"Cemen lo"ejek Adrian.
"Cukup paman,Yura,Yuri dan Elkan saja,dan jika bisa ya,gue minta paman terus tutup mata batin El,gue takut El tidak kuat seperti kalian,Paman tau sendirikan jantung El lemah sejak lahir!"Adrian menganggukkan kepalanya,cucunya itu memiliki kelainan jantung semenjak lahir.
"Tapi jika mahluk itu seperti Gindo,seharusnya tubuhnya ditumbuhi bulu Rian,lo bilang mahluk itu kulitnya mengelupas berdarah dan bernanah,dan menimbul bau yang tidak sedap lagi!"Yura masih bingung.
"Jika menurut pemikiran versi abang sih,bisa jadi mahluk mengerikan itu berwujud seperti itu karena dia diperbudak manusia dan dia tidak mendapatkan tumbal seperti yang diinginkan, manusia yang telah memperbudaknya tidak memberi tumbal lagi"jelas Arga,tapi tubuhnya semakin mepet ke Yura, tiba-tiba saja angin berhembus sepoi-sepoi padahal mereka didalam ruangan tertutup,pintu juga tertutup rapat.
'Wuuussssh'
Adrian geli melihat badan Arga yang bertubuh kekar namun akan menjadi kerdil jika berurusan dengan mistis.
__ADS_1
Lola dan Tambun nangkring diatas lemari hias milik Yura dengan senyum terus mengembang dibibir mereka dan Cungkring nangkring ditiang ayunan. Yura memutar bola matanya dengan malas.
'Pantes aja bang Arga mepet-mepet' batin Yura.
Adrian menyadari itu.
"Ra,coba lo panggil temen siGindo itu, gue cuma tanya-tanya aja"pinta Adrian.
"Gue, gue akan manggili Gindo ganteng"Tambun menawarkan diri dengan cepat,Lola ngesot tampak cemberut dengan keagresifan Tambun.
"Dasar jiwa pelakor lo sampe sudah menjadi hantu gentayangan pun masih saja meronta-ronta ya!"cebik Yura
"Bener banget itu Ra"Lola bersungut.
"Lo sih lamban Lola,pake acara ngesot segala"sambung Cungkring lalu tertawa melengking,Yura ikutan tertawa.
"Huuus jangan kenceng-kenceng berisik, kadang lo suka bener ya kalau ngomong"Yura masih terkekeh geli melihat wajah Lola,Yura memperhatikan Lola,ahk benar saja penilaian Adrian tidak salah,Lola sangat cantik dan menarik.Arga sudah kalang kabut dalam hatinya,mendengar Yura dan Adrian terus berbicara dengan mereka yang tak kasat mata.
"Ya sudah lo panggil Gindo sana"titah Yura kepada Tambun.
"Siap laksanakan ganteng"Tambun mencolek lengan Adrian.
"Yang ngomong gue bukan Adrian"ketus,Yura memasang wajah jutek.
"Sudah-sudah buruan panggil Gindo, sudah malam juga,gue mau istirahat"perintah Yura lagi.
"Dadah ganteng,sebentar ya Moza sebentar lagi balik kok"centil.Tambun pun terbang dan menembus pintu.
"Moza-Moza,keju Mozarela kali Mbun,dasar susi prikitiew"Yura sewot sendiri ngedumel sendiri.Apalagi Yura semakin risih karena Arga mepet terus.
"Abang nih apaan sih?udah berapa lama kenal Mami,terus udah berapa tahun kita hidup bersama satu atap?"
"Kenalnya kurang lebih 8tahun,terus kita sudah nikah 6tahun"jawab Arga polos.
"Terus kenapa Abang masih saja takut dengan kebiasaan Kau abang?"sahut Yura.
"Lo kok sensi banget sih Ra,namanya juga takut ya gak bisa dibuat-buat untuk beranilah!"sambung Adrian yang sedang menatap benda pipih ditangannya.
"Nah paman Adrian betul itu Mami tersayang,seperti Papi gak akan bisa pura-pura tidak mencintai Mami, karena Papi sangat mencintai Mami kelebihannya dan kekurangannya!"Arga menggombal Yura.
'Kedebuumm'
__ADS_1
Kepala Lola menggelinding mendekati kaki Adrian.
"Allahu akbar"ucap Adrian terlonjak. kaget hingga ia berdiri diatas sofa,kepala Lola tepat berada dibawah meja dan dekat kaki Adrian,dia tersenyum ngeri.
"Bunyi apa tu sayang?"Arga memejamkan matanya dan memeluk erat Yura,dia ikut terkejut ketika Adrian terlonjak kaget dan spontan berdiri diatas sofa.
"Astaga,untung saja Rose tidak bangun karena kaget"Yura menepuk-nepuk bokong Rose.
'Braaakkk'
'Buuuuugghhh'
Tambun menabrak Gindo yang lebih dulu sampai,Gindo terjatuh hingga tertelungkup.
"Apa-apaan sih?"Yura mendengkus kesal.Arga bangkit dan dengan secepat kilat dia mendekati kembali Yura.Mata Tambun begitu liar, dia melihat Adrian yang sudah berada diatas sofa dengan posisi berdiri dengan sigap Tambun menyambar kepala Lola ngesot.
"Lo mau ngegombal atau mau buat orang mati berdiri sih?"ketus,Tambun mengepit kepala Lola diketiaknya.
"Mbak?"panggil Lola
"Heeem,udah diem saja ya disitu!"jawab Tambun sambil mengelus-elus rambut Lola yang terjuntai kedepan menutupi wajah ayu nya.
"Ketek lo bau ****** Mbak"ucapnya polos.
"Heeemmppp, huwaaahaaaaa"ketawa Adrian dan Yura meledak.
"Haaahaaa kadang lo pinter ya La,kata-kata lo suka bener!"Yura tertawa geli sekali sehingga ia merasakan kram pada perutnya,ia menghentikan tawanya.Arga mengelus lembut perut Yura.
"Cantik-cantik kok bisa aja dibohongi sama Kunti ya Ra"Adrian duduk kembali.
"Tenang saja ganteng,ni hantu kepala sudah gue amani,jangan takut ada Moza kok!"dengan gaya centilnya.
"Moza-moza,susi prikitiew juga kali Kunbun Kunti tambun"tekak Yura lalu terkekeh.
"Oya Ra,ada apa gue dipanggil kemari?"Gindo bersuara.
"Oo itu Gin,Adrian ini Paman gue, lo pasti sudah kenalkan?"
"Ya"
"Gini temen sebangsa lo jika diperbudak oleh manusia bentuknya seperti apa sih,dan kira-kira kekuatannya sama gak kayak lo?"lanjut Yura yang masih penasaran banget dengan sosok mahluk yang dicerita kan Adrian.
__ADS_1
"Ehm,kalau sebangsa gue diperbudak oleh manusia,biasanya mereka akan disuruh cari darah perawan untuk tetap bisa memberikan harta pada sang penganut jalan sesat dan akan menambah kekuatan sang manusia yang memperbudak sebangsa kami,dan satu lagi Ra,tubuhnya tidak akan bisa normal kayak gue gini,tapi disekujur tubuhnya itu kulit terkelupas,mengeluarkan darah dan nanah Ra,bau nya jangan ditanya Ra,menyengat bau busuk"
Yura sekarang bisa menyimpulkan jika sosok mahluk menyeramkan tersebut adalah sebangsa Gindo,tapi karena perawatan sang majikan tersebut tidak memenuhi persyaratan, sekujur tubuhnya akan membusuk.