Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)

Hantu jaman now (Pertualangan Yura dan Kunti jaman now)
bab 44. Triple tuyul


__ADS_3

"Apakah masih sakit Sin?"tanya Yura ketika terbangun dari tidurnya mendapati Sintya merintih karena luka pada betis dan pahanya yang terkena setrika dengan sengaja oleh bibinya sendiri.Sintya hanya mengenakan sarung agar lukanya tidak terlalu kena gesekan kain.


"Banget mbak,berdenyut.Perih lagi mbak.Aku gak nyangka wak Ijah juga ternyata komplotan mereka Mbak,dan bahkan ikut menyakiti aku mbak,sekarang dia entah kemana setelah mendapatkan uang dari Bik Rosita"keluh Sintya,sesekali ia terus meringis, malang sekali nasibnya ia telah ditumbalkan oleh orang tuanya sendiri demi harta.


"Sudah jangan difikirkan,sekarang lo istirahat saja dahulu"ujar Yura lalu bangkit,ia melirik jam didinding telah menunjukkan pukul 2 dini hari,tetapi Adrian dan Arga belum kembali.Yura keluar dari kamar Elkan,karena Sintya beristirahat disana.


"Sin gue kekamar dulu ya,mau bersih-bersih,gue juga sampai kelupaan sholat Isya'"pamit Yura.


"Iya mbak,aku juga rasanya ngantuk banget mbak"jawabnya lalu berbaring.


"Ok,nanti jika butuh apa-apa panggil saja gue ya,jangan sungkan"Yura tersenyum dan membalikkan tubuhnya.


"Mbak?"panggil Sintya.Yura membalikkan tubuhnya kembali.


"Ya Sin,apa ada yang sakit?"panik,Yura melangkah kembali mendekati Sintya,namun Sintya menggeleng dan meraih kedua tangan Yura.


"Terimakasih Mbak,Mbak sudah berulang kali menyelamatkan hidup Aku,dari Mas Dewo dan mereka Bik Rosita,dan peliharaan Bapak dan Ibuk,hiks hiks hiks"Sintya terisak, tubuhnya terguncang.


"Sudah,jangan menangis lagi,Gue,Adrian dan Bang Arga ihklas bantu lo, jangn difikirkan ok"Yura mengelus pundak Sintya.


"Istirahatlah,gue hanya sebentar mau sholat dulu"Sintya mengangguk, dia merasa sangat lega karena terbebas dari manusia-manusia berhati iblis itu.Yura menuju kamarnya.


"Beruntungnya aku memiliki tetangga seperti Mbak Yura dan Mas Arga,mereka terlalu peka dengan apa yang terjadi padaku,tapi...darimana Mbak Yura mengetahui kejadian dirumah ya,apa karena teriakan ku yang keras?"Sintya bermonolog pada dirinya sendiri,tanpa dia tahu bahwa ada yang mengawasinya disudut kamar tepatnya dimeja belajar Elkan.Disana Lola ngesot,Alea dan Alexa.


"Sigit,Aku akan balas perbuatan kamu ke Aku,hiks hiks hiks"Sintya tergugu.


"Bapak ibuk,kenapa juga jahat banget sama Aku,apa salahku?"gumamnya lirih.Sintya meraba dan meraih sebuah kalung yang melingkar dilehernya,dia membuka liontin berbentuk love,entah apa yang dan foto siapa yang dipandangi Sintya sangat lama lalu mengecupnya.


"Semoga Tuhan menempatkan nenek disurga nya,aamiin"Sintya menyimpannya kembali kedalam bajunya.Lola dan Alexa menatap lekat foto yang ada dalam liontin berbentuk hati itu,seorang wanita paru baya sedang memeluk bocah kira-kira berusia 10tahunan.Mungkin itu Sintya kecil.


Alea ikut tersedu.


"Jadi ingat Ibuk gue dan Ibuk Dina"Alea merengkuh bahu Lola,lalu ia menyandarkan kepalanya disana,Lola demgan lembut mengelus kepala Alea.


"Sabar,memang sudah takdir kita seperti ini,bahkan gue gak tau siapa Ayah dan Ibuk gue selama ini,dan gue bahkan dijual dengan orang yang selama ini gue percaya dan sayangi"ujar Lola,Alea mendongakkan kepalanya.


"Lo tinggal diPanti Asuhan?"potong Alea.Lola menggeleng.


"Terus,lo gelandangan gitu,tapu terus kenapa lo bisa secantik ini?"tanya Alea lagi.


"Nama asli gue itu Larasati biasa dipanggil Laras,tapi gue benci banget nama itu Al"Lola memandang Alea sendu.


"Kenapa,bukankah Larasati nama yang bagus banget kok"ujar Alea.


"Namanya memang bagus Al,tapi gue gak suka sama orang yang sudah memberi gue nama itu"Lola mengingat masalalunya.


"Berapa sih usia lo Al?"tanya Lola.


"Ehm kalau gak salah tahun ini 21 atau 22 gitu lah"jawab Alea asal.


"Wah kita seumuran ya,lo enak masih bisa lihat Ayah dan ibuk lo,lag gue gak tau sama sekali Al"


"Tapi gue juga gak pernah lihat wajah Ayah La,gue hanya punya Ibuk,Ibuk Dina,ayah Baron,Alexa dan Rose"Alea meneteskan air mata ketika menyebutkan satu persatu orang-orang yang ia sayangi,dan ada rasa sesal dihati telah mengambil jalan pintas hanya karena patah hati dan kecewa.

__ADS_1


"Ibuk gue wanita malam La"Lola memandang lekat wajah sendu Alea.


"Buk Sinta bilang ibuk gue juga wanita malam,tapi masih beruntung Ibuk tidak meninggalkan lo setelah Ayah lo tidak bertanggung jawab,gue sejak bayi di asuh oleh buk Sinta, dan setelah gue berusia 15tahun setelah menstruasi pertama gue,gue dipaksa melayani para hidung belang,nah sejak itu gue bekerja menjadi wanita malam Al"jelasnya.


"Sinta?"Alea memandang heran Lola,bukankah Sinta nama Mamanya Romi.


'Aahk mungkin hanya kebetulan saja' gumam Alea dalam hati.


"Iya kami semua memanggilnya Mami Sinta Al,apakah lo mengenal Mami?"tanya Lola.


"Oo tidak La,didunia ini kan banyak yang nama nya Sinta,mungkin namanya saja yang sama"elak Alea,bisa aja memang seperti itu.Alexa terlelap diantara mainan Elkan yang sedang ia obrak abrik,begitu juga Sintya,mungkin dia lelah.


'Tap tap tap tap'


Suara sesuatu sedang beradu dengan lantai.Yura nongol dikamar Elkan dan mendapati Alea dan Lola sedang mengobrol.


"Al?"panggil Yura.Alea dan Lola terlonjak kaget,bahkan Alea sampai jatuh terjengkang.


"Astaga,Yura lo ngageti aja"pekik Alea.Yura cekikikan.


"Hiihiii"Yura menutup mulutnya agar tidak berisik, dia takut Sintya terganggu dengan suara tawanya.


"Keluar"perintah Yura menutup kembali pintu kamar tersebut.Alea dan Lola mengikuti Yura dengan menembus dinding.


"Ada apa Ra?"Alea duduk disamping Yura.


"Bagaimana keadaan Rose?"tanya Yura sedang mengotak atik ponselnya.


"Oo Rose sebentar lagi akan dibawa cungkring dan Kunkun kesini Ra"jawab Alea.


"Tidaklah,mbak Kunkun kan berubah jadi lo"Yura mengangguk.


"Buruan bawa kesini deh,jangan sampai nanti Rose bangun tidur berada ditempat aneh"gumam Yura.


"Ihk kok gak aktif sih?ponsel bang Arga juga"Yura tampak kesal.Alea dan Lola hanya memandang aneh pada Yura.


"Ra, jika ada masalah bilang,sebisa mungkin kita bantu kok"ucap Lola sangat lembut,entah mengapa sejak Adrian disini ia tampak selalu tampil cantik, bahkan Lola jarang ngesot.


"Ponsel Bang Arga dan Adrian tidak aktif,gue takut mereka kenapa-kenapa,lo berdua tau sendirikan Barus mahluk jelek itu sangat mengerikan dan kuat,lo berdua ingatkan kejadian malam kemaren?"tanya Yura panik,ia mondar mandir didepan televisi.


"Kita berdua akan kesana"ucap Alea.


"Gue juga tadi sudah meminta Tambun dan Bungkring kesana,tapi mereka juga belum kembali"ujar Yura,hatinya sangat kacau saat ini,ia takut terjadi sesuatu pada Arga dan Adrian.


"Lo tenang,kita berdua akan kesana gue akan panggil Mbak Kun terlebih dahulu"tanpa meminta persetujuan Yura Alea melesat terbang jauh menuju basecamp tempat Berkumpulnya gank mereka.Tidak berapa lama Alea muncul kembali bersama Kunkun dan Rose,Yura langsung mengambil alih tubuh Rose,ia menciumi pipi gembil Rose,entah mengapa baru saja beberapa jam mereka tidak bertemu tapi rasa rindu itu tidak bisa dipungkiri.


"Ok,Lola saja yang bersama Yura disini, gue dan Mbak Kun akan mengecek Arga dan Adrian"ujar Alea lalu menarik jubah Kunkun,Kunkun terpental.


"Woi Al yang bener dong,ntar gue bisa telanjang jika begini terbangnya,lagian kok kagak ada keren-kerennya terbang beginian, turunin"pekik Kunkun,Alea melepaskan jubah Kunkun dan Kunkun yang belum siap jatuh tepat diatas comberan.


'Byyuuuurrr'


'Kceeepuuk kcepuuk'

__ADS_1


"Aleaaaaaaaa"teriak Kunkun histeris.


"Haaahahaaahaa,kan tadi Mbak Kun yang minta dituruni,kan jadi gak sakit"Alea berdiri sedikit jauh dari lokasi Kunkun terjatuh,bisa-bisa nanti Kunkun akan balas dendam dengan mengotori diri dengan air comberan itu,aduh bisa hilang kecantikannya nanti Adrian akan ilfeel melihatnya.


"What,kok Adrian sih?"pekiknya sendiri tanpa sadar.


"Apa,Adrian?mana?"Kunkun sudah keluar dari kubangan tersebut,ia terus berputar mencari-cari sosok pria yang disebut nama nya oleh Alea.


"Gak ada mbak Kun"jawab Alea malas.


"Ahk kirain ada dia,bentuk gue kayak begini lagi"ucap Kunkun tanpa sadar saat sadar ia lalu menutup mulutnya.Alea memandangnya lekat.


"Jadi lo mau cari perhatian juga ya ke Adrian?"Alea mengitari tubuh Kunkun yang terpaku.


"Ternyata jiwa pelakor lo masih lo bawa-bawa setelah 21tahun menjadi hantu,lo akan berurusan sama gue mbak Kun"Alea mendorong tubuh Kunkun hingga jatuh terjengkang kedalam comberan tersebut.


"Yeeeee,kita mandi disini aja yok"tiba-tiba saja ada suara dari kegelapan malam terdengar.Lalu terlihatlah 3bocah botak sambil bertepuk tangan bahagia,mereka berebut masuk kedalam kubangan yang sudah dua kali dimasukin oleh Kunkun.Kunkun telah bangkit.


Alea dan Kunkun memandang heran ketiga bocah botak itu.


"Siapa kalian?"pekik Alea.


"Aku Upin,ini Ipin dan itu Ipan kak"sahut bocah berkolor hitam itu.


'Wuuussshhhh'


Angin berhembus semilir.Arga dan Adrian berjalan kaki menuju rumah.


"A-A-adrian"Alea gugup.


"Iya"jawab Adrian,Arga langsung menoleh


"Paman ngomong apa?"tanya Arga.


"Emaknya Rose"jawabnya santai tetap melangkah,Arga dengan cepat merapatkan diri pada Adrian.


"Biasa aja Ga,mereka tidak mengerikan seperti Barus,bahkan Alea sangat cantik"ucap Adrian terus melangkah,rasanya sangat melelahkan,apalagi setelah mereka memindahkan jasad Kakek tua dan bodyguard nya itu kedalam rumah,ternyata mereka juga sudah tewas dibuat Barus.


Alea yang mendengar ucapan Adrian barusan merasa sangat tersanjung,ia melayang keatas udara.


"Oom kita mau kemana sih?"tanya Ipan.


"Ikut saja gak usah berisik"hardik Adrian.


Kutu kupret,Gindo,Tambun dan Bungkring tiba disana juga,mereka berjalan beriringan mengawal Arga dan Adrian.Ketiga bocah botak itu berjalan didepan mereka.Kunkun misuh misuh karena Adrian memuji Alea,ia ikut bergabung dengan yang lainnya.Namun saat mereka akan keluar dari gang rumah Sintya,dari depan tiba-tiba saja tampak sangat terang benderang,lampu tersebut berasal dari sebuah mobil,deruan mobil tersebut sangat terdengar dengan jelas dan melaju dengan kecepatan lumayan tinggi.Arga dan Adrian bingung ingin lari kemana,samping kanan kiri pagar pembatas menjulang tinggi.


Mobil itu tampak melaju cepat sekali dan hampir saja menabrak Arga dan Adrian.


"Paman siapa itu, bagaimana ini?"Arga dan Adrian bersandar pada pagar yang tinggi tersebut.


"Gue juga belum tahu Ga"mobil itu semakin mendekati mereka, lampu itu sangat silau, membuat pandangan Arga dan Adrian tidak jelas.Dan...


'Braaaaaakkkkkk'

__ADS_1


'Aaaahhhhkkkkkkk'


Suara teriakan itu sangat histeris.


__ADS_2