
"Yuri kemana sih,dari tadi dihubungi gak bisa! "ucap Yura panik.
"Coba lagi Mi, sapa tau gangguan sinyal"ucap Arga mengelus bahu istrinya.
"Sudah 20kali Yura coba Bang, tapi tetep gak nyambung, Yura takut bang" ujarnya semakin panik.
"Duduk dulu, tenangkan fikiran, Abang akan buat teh hangat dulu ya"sahut suaminya, tapi kenapa juga harus menarik-narik tangan Yura.
"Udah gak usah Bang, lebih abang duduk aja disini"sungut Yura sambil terus mengotak ngatik benda pipihnya itu.
Yura bawel : (Yuri, lo dah sampe mana? ).
Yura bawel : (Ri, kira-kira lo sampai jam berapa, gue mau keluar sebentar sama Bang Arga).
Yura bawel : (Loh Ri udah jam 10 kok belum nyampe sih?)
Yura bawel : ( Ri lo baik-baik aja kan?)
Yura bawel : (Ri lo ni kebiasaan ya, suka buat orang risau) .
Notifikasi dihape Yuri berbunyi beruntun, saat memasuki Dumai ntah kenapa tiba-tiba saja gangguan pada sinyal. Saat sudah memasuki kota sinyal ponsel Yuri baru normal kembali dan mendapatkan pesan yang beruntun dan panggilan Wa Yura sampe 25kali. Yuri tersenyum melihatnya lalu menekan tombol memanggil no kakak kembarnya itu. dan langsung saja terhubung dan terdengar omelan Yura diseberang sana.Sehingga Yuri harus menjauhkan ponselnya dari telinganya sambil cekikikan.
"Astaga Yuri lo tu ya cuma bisa buat semua orang ketakutan ya, kemana aja lo hah, emang lo ya adik gak ada ahlak, udsh sampe mana lo? "pekik Yura dengan suara pengangnya sehingga Arga juga sampe menutup telinganya.
"Pelan-pelan Mi, nanti tenggorokan nya sakit" ucap Arga belum membuka telinganys.
Kunti dan Alea yang mendengar teriakan maut Yura, segera menghampiri Yura. Tampak Yura masih mengomel diponsel. Kunti dan Alea saling berpandangan, mereka penasaran, siapakah gerangan yang bernama Yuri. Dan lihat saja Alea mode genitnya muncul saat melihat Arga dengan menutup telinga meringkuk disofa, Alea meniup-niup tengkuk Arga, Arga merasakan ada yang aneh pada tengkuknya lalu merabanya, merinding,bulu kuduknya berdiri. Arga menoleh kanan dan kiri tidak ada siapa-siapa, bahkan istri jauh diujung dekat pintu utama didepan. Arga semakin merinding karna Alea terus meniupnya bahkan berani menyentuh tengkuk Arga sambil cekikikan.Kunti yang melihatnya mencoba menarik tangan Alea.
"Ssstt ntar dulu mbak Kun, ni lagi seru, ternyata suami Yura tu cuma badan aja yang gede tapi sama hantu cantik kayak gue gini takut juga"ucap Alea yang tanpa ia sadari Yura sudah menoleh ke arahnya.
"Aleeeaaaaaaaaaa! "pekik Yura seperti Toa, astaga suara pengang nya itu membuat rumah ini hingga bergetar dan gendang telinga serasa mau pecah.
Alea hanya nyengir dan menjauhi Arga. Yura berjalan menuju Arga dengan gaya seperti raksasa dan tangannya memberi kode akan menggorok leher. Dengan tatapan tajam Yura nyamperi Alea yang cekikikan merasa tidak bersalah.
"Apaan loh hah"ucap Yura setelah dekat Alea dan menimpuk Alea dengan sandalnya.
"Awww aww! "Alea mengeluh dan mengadu kesakitan.
"Berani menyentuk milik gue, gue usir lo dari sini, kalo gak gue kurung lo dalam guci itu,mau"ucap Yura dengan suara tinggi dan dengan gigi yang bergemeletak. Alea hanya cengingisan.
"Udah Ra, jangan marah-marah terus, ntar cepat tua, gua cuma ngerasa lucu aja liat suami lo, badan gede tapi penakut! "
Yura menoleh pada suaminya yang hanya bengong.
"Abang gak malu ih diketawain sama hantu cungkring ini? "ucap Yura manja dan mendekati suaminya, Arga hanya nyengir dan merentangkan kan tangannya.
"Jangankan sama hantu, abang aja takut sama Mami! "ledeknya lagi
"Ih abang! " suara manja Yura sangat menggemaskan. Arga dan dua hantu itu pun ikut tergelak, saat mereka asyik bermesraan, ponsel Yura berdering kembali.
"Ra rumah lu yang mana ni, gue dah dititik lokasi yang lu share"tanya Yuri, tapi justru bukan dijawab oleh Yura, Yura justru berlari kearah pintu.
__ADS_1
"Ri, sini "panggil Yura yang melihat seseorang didepan sana sedang memegang ponselnya. Wanita itu menoleh dan tersenyum sangat lebar menunjukan deretan giginya yang putih.
"Yura, ya ampun kangennya gue"teriak Yuri sambil berlari kecil menuju Yura, mereka pun saling berpelukan, melepaskan rasa rindu,meskipun sering berantem tapi bagi Yura dan Yuri tidak menyurutkan rasa sayang mereka kepada suadara.
"Yuk ahk masuk, kok malah nangis disini sih, dramatis banget sih bumil satu ini,lu mau biarin kita berdua sampe masuk angin diluar sini? "ucap Yuri sambil menggamit lengan seseorang yang sejak tadi berdiri dibelakang Yuri.
Arga mendekati Yura dan merengkuhnya.
"Masuk dulu Ri, kasian temen kamu diluar terus, biar Abang yang parkir mobilnya, berikan kuncinya"ucap Arga menerima kunci yang diberikan Yuri, merekapun masuk. Yuri pun menggandeng tangan kakak kembarnya itu, dan mengikuti langkah Yura.
"Lu udah gak takut lagi ya"bisik Yuri, karna Yuri melihat Kunti,Alea dan Alexa sudah ada disana ikut menyambut kedatangan Yuri, yang padahal mereka belum tahu siapa Yuri itu.
"Gue ni Yura,Y-u-r-a... "ucap terkikik dan teringat sesuatu dulu saat dia kecil karna begitu ketakutannya dia berlari sampai kejedot pintu.
Hiihiihii Yura terkekeh sendiri yang dihadiahi jitakan oleh Yuri.
"Dasar adek gak ada ahlak lu ya"ucap Yura membalas perbuatan Yuri.
"Aww Yura"bukan melepas rambut Yuri justru Yura semakin menarik rambut adiknya itu, yang terus mengadu kesakitan hingga kedalam.
Setelah semuanya duduk diruangan makan, Yura menghidangkan makanan sederhana, tapi Yuri dan temanya terlihat sangat lahap. Beda dengan Arga, dia masih duduk manis menatap saudara kembar istrinya dan temannya. Mereka seperti kerasukan.
"Apa kalian tidak makan beberapa hari ini? "tanya Arga keceplosan, yang tadinya dia hanya bertanya-tanya dalam hati alhasil keluar juga dari mulutnya. Arga langsung dapat pukulan maut dari sang istri, yang ditegur langsung melihat Arga dengan tatapan tajam yang membuat Arga menjadi salah Tingkah.
"Ehm,ehm silahkan makan saja lagi, abis tak masalah kok, Yura pandai memasak, dia akan memasakan lagi untuk Abang! "ucap Arga gugup dipandangi Yuri seperti itu.
Yura yang iseng langsung mendekati suaminya dan berbisik.
Yuri meraup nasinya dipiring dengan cara yang tidak wajar, dan memasukkannya kedalam mulut dengan diiringi suara erangan..
"Heeerrrmmmm!" Yuri mengerang dan sambil mendesis,lalu dia pun menyeringai kearah Arga, seolan-olah dia tertarik pada Arga.
"Bang lihat deh Yuri, sepertinya emang kerasukan,sepertinya ada jiwa lain dalam tubuh Yuri,ihk"Yura pura-pura merinding, padahal dalam hati dia tertawa.
"Emang Mami gak bisa apa buat Yuri sadar gitu, kasian tu temennya ketakutan"ucap Arga menunjuk teman Yuri yang lagi menyantap makanan yang telah dihidangkan, Yura melirik sedikit.
"Yang takut tu Abang, bukan temen Yuri"ucap Yura, temen Yuri, ooh iya astaga Yura sampai lupa jika Yuri membawa teman.
"Astaga Yuri, lu ini ya emang keterlaluan, siapa dia? "pekik Yura tiba-tiba yang membuat semua orang terkejut dan berhenti dengan aktifitasnya. Semua terbengong melihat tingkah Yura. Tapi lihat reaksi Yuri.
"Emang lu ada tanya sama gue,lu justru lebih fokus menganiaya gue, dasar kakak macem apa lu?"Yuri bukan menjawab justru balik melontarkan pertanyaan kepada Yura yang membuat Arga menepuk kepalanya sendiri.
"Apakah saudara kembar ini seperti ini bila bertemu,seperti kucing dan tikus kalo film kartun Tom and Jerry? "ucap pria itu kepada Arga. Arga hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan Twins ini.
"Sudah kita abaikan saja mereka, ngomong-ngomong lu sapa nya Yuri? "tanya Arga mengakrabkan diri.
"Gue Kenan, teman kerja Yuri, biasa pemburu hantu"bisik Kenan yang membuat Arga bergidik.
"Serius lu, gue Arga suami Yura! "ucap Arga langsung menjabat tangan Kenan.
"Terus apa yang membuat mereka berhenti berdebat, sedikit banyaknya lu pasti dah taukan? "tanya Kenan.
__ADS_1
"Biasanya sih Ibu yang bisa membuat twin ini akur dan anteng"ujar Arga.
"Ehm gue punya ide! "ujar Arga lagi lalu mendekatkan mulut nya ketelinga Kenan. Ntah apa yang mereka diskusikan.Tiba-tiba saja Arga menggelepar, mata melotot dan mulut meracau gak jelas.
"Ri, Abang lo kenapa ni? "teriak Kenan kepada Yuri, yang dipanggil langsung menoleh berhenti sejenak melihat apa yang terjadi, terutama Yura,dia pun berlari kecil menuju suaminya. Yura dan Yuri pun mendekati Arga yang seperti orang kesurupan. Yuri memegang kaki Arga dan Yura memegang kening Arga. Lalu keduanya saling berpandangan dan tertawa keras, tangan Yura tiba-tiba saja langsung refleks memukul bokong suaminya.
"Mau berbohong sama Yura dan Yuri ya? Abang nakal sekarang ya? "ucap Yura lanjut mencubiti perut Arga.
"Kita bisa kale Bang bedain mana yang kesurupan beneran sama gaknya" ucap Yuri sambil berlalu keruangan Tv, dan diikuti Kenan, Yura dan Arga. Yang pastinya Alea dan Alexa juga mengekor.
"Oya Ra, bang Arga, ni Kenan teman Yuri! "
"Udah"
"Telat"
Ucap Arga dan Yura serempak. Lalu kedua nya saling berpandang, Arga mencubit pipi istrinya.
"gemes, kita sehati deh! "ujar Arga.
"Terus aja, disini cuma ada nyamuk"pekik Yuri lalu menambah volume tivi.
"Syirik aja lo, makanya buruan nikab, jangan jadi jomblo akut! "cibir Yura.
"Sapa bilang gue jomblo, ntar ada yang mencak-mencak tu"ujar Yuri melirik Kenan. Kenan hanya garuk-garuk kepala yang gak gatal sambil nyengir.
"Gue mau serius sama Yuri kok Ra! "ucap Kenan tapi dapat pelototan dari Yura.
"Eh anu maksudnya Kak Yura"sambung Kenan lagi sambil tersenyum lebar yang dibalas senyuman manis.
"What, kakak,Kenan tu lebih tua dari kita kali Ra, bahkan lebih tua dari Bang Arga"ujar Yuri memekakkan telinga.
Yura hanya duduk manis dengan gaya elegannya. Sambil tersenyum manis sekali.
"Tetep aja nanti jadi adek gue kan? "ucap Yura santai sambil memakan buah yang dibawa Yuri.Mereka pun bersenda gurau.
"Enak ya kak kalo kumpul keluarga? "tanya Alexa tiba-tiba.
"Lu aja yang bego, ngapa juga ikut nenggak tu racun, kan jadi hantu penasaran lu! "jawab Alea sambil melayangkan tangannya dikepala Alexa.
"Kasar banget sih Kak, gak waktu masih jadi manusia, gak udah jadi hantu, sama aja tukang menganiaya! "ujar Alexa sambil memegangi kepalanya.
"Oya, Roselea mungkin dah gede ya kak, kakak gak kangen ma Rose, Lexa kangen banget sama bocah lucu itu"ucap Alexa.
"Kangen banget dek, sama ayah sama ibuk juga"
"Kak kayaknya saudara perempuan kak Yura bisa liat kita juga deh, soalnya dari tadi lirik-lirik kita terus tu"ujar Alexa sambil memajukan bibir nya menunjuk kearah Yuri. Yuri hanya menyeringai.
"Tu kan Kak! "Alexa langsung bersembunyi dibalik tubuh Alea.
"Ya udah yuk, kita pergi kedepan, temen-temen kita dah pada nunggu tu mau kerja"
__ADS_1