
Suci tetap tidak menjawab omongan dari ayahnya tersebut sampai mereka pun tiba di rumah putra.
di karna kan waktu sudah hampir siang, suci membereskan rumahnya dan tempat tidur yang sudah lama tidak ia tempati.
Adit yang awalnya lelaki baik dan ramah kini berubah menjadi lelaki yang sering murung dan dingin terhadap orang yang berada di sekitarnya.
sesekali Adit berfikir kenapa dia sebodoh itu sampai dia tidak mengetahui penghianatan istri dan sahabatnya selama 3 tahun ini.
Adit dengan cepat mengurus penceraian dia bersama Nika, sidang demi sidang ia hadiri tanpa adanya Nika.
Nika yang telaten mengurus Ferdy dari awal sakitnya sampai sekarang Ferdy sudah keluar dari rumah sakit tersebut.
Nika membantu Ferdy berjalan dari mobil menuju rumah nya, di karenakan selama ada suci yang nangani semua pekerjaan rumah. jadi mereka tidak membutuhkan asisten rumah tangga.
Nika dan Ferdy duduk di ruang tamu karna mereka merasa lelah.
tok tok tok
"Assalamu'alaikum" ucap wanita yang sudah mengetuk rumah Ferdy tersebut.
ketika Nika membuka kan pintu nya, mata wanita yang datang tersebut membulat ya itu suci yang mampir hendak mengambil baju nya di rumah Ferdy.
"secepat ini kamu ngelupain aku mas" ucap batin suci.
"Mau apa kamu kesini?" ucap Ferdy
"saya mau ngambil barang barang aku mas" jawab suci.
__ADS_1
ketika mendapati anggukan dari Ferdy, suci pun pergi ke kamar yang dulu ia tempati untuk mengemas barang barangnya.
"siall, diakan memang tidak pernah mencintaiku" ucap batin suci.
ketika batin suci berbicara hal itu, suci pun terkekeh geli mengingat masalalu nya bersama Ferdy.
"Saya pamit mas" ucap suci ketika sudah keluar dari kamar nya tersebut.
"semoga cepet sembuh mas" ucap suci lagi ketika tidak mendapat jawaban dari orang yang ada di depannya.
"hmmm" hanya itu jawaban dari Ferdy.
suci pun pergi meninggalkan mereka berdua, walaupun hatinya tergores tapi suci tetap memasang muka tegar.
suci pulang ke rumah ayahnya menggunakan taxi, sesekali air matanya terjatuh tapi suci usap karna mengingat seperti apa sikap suaminya selama ini.
suci menyiapkan berkas untuk melamar pekerjaan ke suatu perusahaan, ya walaupun putra sudah menjadi manager tapi suci tidak mau hanya diam diam di rumah.
selama seminggu lebih suci mencari pekerjaan tapi tidak ada yang mau menerimanya.
"sudah ci, kamu gak usah nyari kerja. cukup bapak aja yang kerja" ucap putra.
"suci gak mau cuma diem di rumah pak" ucap suci.
"kamu jadi guru TK aja ci, bapak denger denger dikampung sebelah ada orang yang membutuhkan guru TK" ucap putra.
"serius pak?" ucap suci dengan gembira nya.
__ADS_1
"iya, nanti bapak antar kamu kesana" ucap putra.
"baik siap pak" ucap suci sambil tersenyum.
suci pun pergi ke kamarnya bersiap untuk tidur karna dia tidak sabar menunggu besok.
pagi pagi sekali suci sudah siap siap, begitu pun putra yang antusias mengantar anaknya.
suci di terima menjadi guru TK, dan besok adalah hari pertamanya dia mengajar.
setelah sudah mengantarkan suci kerumah, putra pun pergi ke kantor untuk bekerja. sesampainya di kantor putra di kagetkan dengan seorang laki laki yang sudah berada di ruangannya.
"maaf pak, saya telat ya" ucap putra ke laki laki yang sedang duduk di sofa ruangan putra.
"Ngga kok pak, saya kesini memang ada perlu ke bapak" ucap Adit.
"Ada perlu apa ya pak?" tanya putra heran dan duduk di dekat Adit.
"Suci kabarnya gimana pak? dia sudah berpisah sama Ferdy?" tanya Adit.
"Setahu saya belum pak" ucap putra.
"Oh, kayanya Ferdy nunggu saya resmi pisah sama Nika deh pak" ucap Adit agak murung.
"Sabar ya pak, orang baik pasti akan mendapatkan yang lebih baik pak" ucap putra menegarkan adit.
Adit pun mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Besok hari penceraian saya pak, saya minta doa nya ya pak semoga berjalan dengan lancar" ucap Adit.