Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 29


__ADS_3

"maaf kan saya sudah membuat anda menunggu" ucap Nika ketika sudah membuka kan pintu apartemen nya.


"Iya mba tidak apa" ucap perias tersebut.


"Silahkan masuk" ucap Nika membuka kan ruang agar perias tersebut dapat masuk ke apartemen nya.


Perias tersebut pun masuk atas instruksi yang Nika perintahkan.


Setelah Nika selesai menggunakan gaun dengan di sertai make up, Ferdy pun datang untuk menyelenggarakan pernikahan sirinya.


Ketika pukul 9 pagi, acara pernikahan pun telah selesai, semua orang yang datang pun keluar dari apartemen itu. membuat sepasang pengantin baru itu berada berdua di dalam ruangan tersebut.


Nika tersenyum dan bernafas lega bahwa ini semua sudah terlaksana kan dengan semestinya.


"Semoga kita tetap bersama ya mas" ucap Nika sambil memeluk laki laki yang berada di sampingnya tersebut.


Ferdy pun tersenyum dengan lebar, tanpa melepaskan pelukan dari Nika yang berstatus istri siri nya tersebut. Ferdy pun bergegas menggendong Nika seperti semestinya sepasang pengantin baru.


Brukk


Suara pintu kamar yang Ferdy tutup oleh kakinya.


Tanpa memalingkan tatapannya kepada Nika, Ferdy pun menurun kan wanita itu di sisi tempat tidur. Nika berdiri mematung menghadapi Ferdy yang tetap menatapnya.


Ferdy menarik tubuh Nika, sampai saat ini tubuhnya sangat berdekatan.


Ferdy membuka satu persatu kancing gaun pernikahan Nika itu sampai gaun tersebut terjatuh tersendirinya.

__ADS_1


Ferdy mendorong Nika ke tempat tidur yang tanpa mendapatkan perlawanan sedikitpun dari Nika.


Kini Ferdy menjatuhkan bibirnya kepada bibir Nika. Jantung Nika berdetak dengan sangat cepat ketika bibir Ferdy sudah mulai menelusuri telinga, leher sampai dada Nika.


Tangan Ferdy menggenggam erat dada Nika setelah membuka bra miliknya.


"Mass" ucap Nika.


Bukannya menjawab Ferdy malah menempelkan bibirnya kembali kepada dada Nika.


Tangannya terus menelusuri semua tubuh Nika sampai akhirnya Ferdy menghentikan tangannya ketika telah sampai pada titik yang ia maksud.


"Tunggu nanti malam mas" ucap Nika.


Lagi lagi Ferdy tidak menjawab ucapan Nika. Ferdy malah membuka kancing celananya dan duduk di atas perut Nika.


Nika hanya tersenyum dan kali ini wajahnya berubah sangat merah karna malu.


"Yasudah, biar aku saja yang melakukan nya" ucap Ferdy dan bergegas kembali kepada aktivitas yang sedang ia lakukan.


Nika pun tersenyum atas ucapan menggemaskan dari suaminya tersebut.


" mas sakit.. " ucap Nika.


Ferdy tidak menjawab dan malah memperlahan aktivitas yang sedang ia lakukan.


"Maaf" ucap Ferdy dan berhenti melakukan nya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Nika heran ketika laki laki yang di sampingnya itu sudah berbaring di sisinya.


"Aku tidak mau melanjutkan nya, aku tidak mau kamu kesakitan" ucap Ferdy menekuk wajahnya nya dan menyelimuti tubuhnya yang sedang tidak menggunakan sehelai benang pun.


Nika pun bergeser dan menghadap ke Ferdy.


"Tidak apa, kamu mungkin terlalu bersemangat karena ini pertama kalinya bagi kamu" ucap Nika sambil tersenyum.


Ferdy hanya terdiam dan tidak menjawab ucapan Nika tersebut.


Dengan cekatan, Nika pun bergegas menempelkan bibirnya kepada bibir Ferdy.


"mau di lanjut?" tanya Nika menggoda.


Ferdy pun tersenyum lebar dan menatap wanita yang di sampingnya itu.


Ferdy menendang selimut itu sampai terjatuh ke lantai, tidak ada yang dapat menghalangi tubuh mereka berdua.


Ferdy pun melanjutkan nya dengan semangat dan begitupun Nika. mereka bergulat di atas tempat tidur yang sudah di selimuti rasa cinta yang sedang menggelubuk di dalam hatinya.


ruangan yang semulanya sangat terasa dingin, kini berubah menjadi sangat panas sampai tubuh mereka berdua pun banjir akan keringat.


ketika Ferdy sudah selesai, ferdy pun kembali berbaring di sisi Nika.


"Terimakasih sayang" ucap Ferdy di dekat telinga Nika dan memeluk Nika dengan erat.


Mereka pun tertidur dari kelelahan yang sudah mereka ciptakan berdua.

__ADS_1


__ADS_2