Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 21


__ADS_3

"Ayok cepat!" ucap Adit sambil menarik lengan suci yang masih tetap terdiam duduk.


suci pun mengikuti langkah Adit dan memasuki mobil tersebut.


"Temenin aku makan siang dulu ya, kamu juga belum makan kan?" ucap Adit ketika hendak mengendarai mobilnya tersebut.


suci hanya menjawabnya dengan anggukan, jelas saja suci masih kesal atas sikap Adit tadi.


perjalanan yang sangat sunyi, suci yang masih hanya terdiam begitu pun Adit yang tidak mau kalah lebih diam dari suci.


sampai akhirnya mereka berhenti di tempat yang ia tuju, Adit keluar terlebih dahulu untuk membuka kan pintu suci.


"Ayo ci" ucap Adit ketika pintu mobilnya sudah ia buka. suci pun turun dari mobil dan mengiringi langkah Adit.


setelah memasuki sebuah cafe dan segera duduk di kursi yang sudah Adit pesan. suci dan Adit segera menyantap pesanan yang sudah di hidangkan.


"Kamu kenapa diem terus dari tadi? kamu ga suka nemenin aku makan siang?" tanya Adit heran.


"Ngga, aku cuma kesel aja sama kamu" ucap suci.


"kesel kenapa?" tanya Adit sambil mengangkat sebelah halisnya karna saking herannya.

__ADS_1


"Ngga tau! kesel aja gitu!" ucap suci sambil mengangkat bahunya.


"Haha dasar cewek" ucap Adit sambil tertawa terbahak bahak.


suci heran dan kaget mendapati reaksi yang Adit kasih. "Kamu kenapa mas? kesurupan?" tanya suci heran.


"ngga ci, nanti setelah makan siang aku mau ngajak kamu ke suatu tempat" ucap Adit menghentikan tawanya tapi masih terdapat senyuman di bibirnya.


"aku belum pulang mas, belum ganti baju" ucap suci.


"udah pake baju itu aja, kamu udah cantik ko" ucap Adit sambil mengedipkan sebelah matanya.


suci hanya mendengus kesal atas gombalan receh yang di buat oleh Adit.


"oke, hanya sekedar ganti baju saja ya?" ucap Adit.


suci mengangguk tanda setuju atas perjanjian itu, toh lebih baik gitu dari pada harus nemenin dia kesuatu tempat lagi tapi masih tetap memakai baju buat ngajar. ucap suci di dalam hati


Setelah mereka selesai makan, suci dan Adit pergi dari cafe itu bergegas mengantar pulang suci untuk mengganti pakaiannya.


Suci memakai pakaian yang sederhana. itulah cirihas suci, walaupun dia berpakaian sederhana tapi aura kecantikannya tetap memancar di mata Adit, mungkin menurut lelaki yang lain pun demikian.

__ADS_1


suci kembali ke mobil Adit, dimana lelaki yang mengajak nya itu menunggu.


"Kenapa gak ikut kedalam mas?" tanya suci.


"Untuk apa?" tanya Adit heran sambil menjalankan mobilnya.


"Ya maksudnya tuh dari pada kamu nunggu di sini" ucap suci.


"Apa kata orang nanti kalo kita berduaan dirumah? kan masalahnya gak ada ayah kamu" ucap Adit.


suci hanya mengangguk dan tersenyum atas ucapannya Adit, "ternyata lelaki ini manis juga ya" ucap suci di dalam hati.


"mas sebenarnya kita mau kemana sih" tanya suci heran.


"Sabar, nanti juga kamu tau" ucap Adit.


suci hanya terdiam karna menurut suci tidak ada gunanya menanyakan hal itu kepada Adit yang sama sekali menghiraukan pertanyaannya.


mata suci membulat ketika Adit memarkirkan mobil nya di suatu lapangan.


"ayo ci" ucap Adit, suci pun tersadar dari keterkejutan nya ketika melihat Adit yang sudah membuka kan pintu untuknya.

__ADS_1


suci keluar dari mobil dan mulai berjalan ber iringan dengan Adit.


"Kita mau kemana mas? tanya suci. ini pertanyaan ku yang ke tiga kalinya, jika masih tidak di jawab. gaakan lagi aku menanyakan satu katapun kepadanya! ucap suci di dalam hati.


__ADS_2