
"Ko ada barang itu, padahal kan aku gak ngambil itu" ucap Nika di dalam hatinya ketika melihat barang barang yang dia tidak ambil.
"Bahkan trolley ini hampir penuh dengan belanjaan, perasaan aku ngambil hanya sedikit" ucap Nika lagi di dalam hatinya yang penuh ke herannan.
Aldy pun tersenyum melihat wajah Nika yang jarang sekali Aldy lihat di saat sedang bersamanya.
Ketika belanja, Nika hanya fokus dengan apa yang mau dia ambil. sampai ketika dia menyimpannya di trolley pun, Nika tidak melihat ke arah trolley. Karna dari itu Nika terkejut ketika sudah menyadari hal itu.
Bahkan matanya membulat ketika melihat nominal yang tertera di depannya.
Nika menggigit bibir bawahnya karna merasa kebingungan harus gimana, soalnya uang untuk jatah sebulan nya pun gak cukup untuk membayar belanjaannya.
Ketika kasirnya memberi tahukan jumlah nominal nya, dengan cepat Aldy memberikan uangnya dan segera pergi dengan belanjaan yang sudah di bereskan.
Nika pun mengikuti langkah Aldy yang hendak keluar dari super market. Karna Aldy berlangkah dengan cepat, Nika pun mengejarnya dengan sedikit berlari.
"Ini ulah kamu kan?" Tanya Nika ketika sudah berjalan ber iringan dengan Aldy.
"Kamu kenapa bayarin ini semua?" Tanya Nika lagi ketika tidak mendapat kan jawaban dari Aldy.
__ADS_1
"Karna kamu calon istriku" ucap Aldy yang tentu saja membuat Nika melongo.
"Tapi gak harus gini juga kali Al" ucap Nika sambil memanyunkan bibirnya.
"Emang uang kamu cukup untuk bayar ini semua?" Tanya Aldy sambil mengerutkan dahinya.
Nika pun terdiam atas pertanyaan Aldy, yang tentu saja Nika tidak dapat membayar belanjaannya itu.
"Ngga kan? Mangkanya diem!" Ucap Aldy sambil menyimpan belanjaan Nika ke kursi di belakang.
"Tapi ini terlalu banyak buat gw, gw tinggal sendiri loh Al" ucap Nika yang masih membuntuti langkah Aldy.
Ketika Nika sudah masuk, Aldy pun memasuki mobilnya dan segera keluar dari tempat parkir super market itu.
"Al..." Ucap Nika terhenti.
"Sutt diem! Kalo Lo masih ngungkit masalah belanjaan, gw akan marah sama Lo" ucap Aldy memotong ucapan Nika.
Nika pun terdiam, bahkan tangannya pun sekarang sudah di lipat di dadanya.
__ADS_1
"Anggap aja ini hadiah dari pangeran Lo ya" ucap Aldy sambil tersenyum ketika sudah melihat wanita yang di sampingnya memasang wajah kesal.
Nika tidak menjawab sedikit pun dari ucapan Aldy, bahkan di perjalanan nya penuh keheningan. tidak lama dari itu, mobil Aldy terhenti di depan rumah Nika.
Seperti biasa Aldy pun turun terlebih dahulu agar dapat membuka kan pintu untuk Nika.
setelah Nika keluar dari mobil, Aldy pun mengambil semua belanjaan Nika waktu di super market.
"mana kunci rumah gw? kan tadi pagi gw kasih sama Lo" ucap Nika sambil menyodorkan tangan ke arah Aldy.
"Buka aja, ngga gw kunci ko" ucap Aldy dengan penuh ke santai an nya.
"hah ngga di kunci?" ucap Nika heran dan sambil membuka kan pintu rumahnya.
mata Nika membulat ketika melihat ada wanita separuh baya di dalam rumahnya.
"Dia siapa?" tanya Nika kepada Aldy.
"dia bi Asih, dia akan ngebantu Lo disini" ucap Aldy sambil memberikan belanjaannya ke wanita yang ada di dalam rumah Nika.
__ADS_1