
Ketika sudah berada di dalam lift, keheningan pun kembali terpancar. Ferdy yang canggung karena keberadaan wanita yang sempat ia sakiti, Nika yang canggung karena laki laki yang sudah menyakitinya dan bahkan Aldy yang sakit melihat raut wajah ketidak sukaan dari Nika.
Walaupun Nika sudah melupakan Ferdy dan memaafkannya, tapi luka yang sudah ia perbuat benar benar sangat membekas di dalam hatinya. Setiap melihat atau pun mendengar ucapan manis yang sempat ia ucapkan waktu itu mampu membuat luka nya kembali membasah.
Hati Nika sangat senang ketika pintu lift itu kembali terbuka menandakan seseorang akan segera keluar, dan tidak di sadari Ferdy yang keluar lebih dahulu dari dalam lift itu.
"Aku duluan ya Al, nik" ucap Ferdy ketika pintu lift itu sudah terbuka lebar, Aldy dan Nika pun mengangguk dan Tersenyum.
"Maafin gw ya" ucap Aldy ketika pintu lift itu kembali tertutup.
"Maaf tentang apa?" Tanya Nika, ya walaupun Nika mengetahui apa yang di maksud dari ucapan Aldy itu. Bagi Nika pura pura tidak tahu itu lebih baik buat saat ini.
"Tentang tadi, karna gw ngajak Lo kesini, jadi Lo ketemu sama dia" ucap Aldy sambil menarik lengan Nika ketika pintu lift itu kembali terbuka.
__ADS_1
Nika pun mengikuti langkah kaki Aldy dan mengimbangi langkah kakinya.
"Yaelah, gak apa apa kali" ucap Nika ketika sudah kembali berada di sisi Aldy.
Aldy pun tersenyum atas jawaban dari Nika, dan langkah nya pun berbelok ke tempat dimana ruangannya berada.
"Dingin ya" ucap Aldy memberi tatapan menggoda ke Arah Nika ketika sudah memasuki ruangannya.
"Nggak ko, yang ada gerah banget nih" ucap Nika yang mencoba menenangkan jantung nya karna mendapat tatapan menyebalkan dari laki laki di sampingnya.
"Hey! Lo sering bawa orang lain ke sini? Kok banyak makanan gini sih?" Tanya Nika ketika sudah berada di sofa itu.
"Liat struk nya, baru gw beli kemarin karna mau kedatangan tamu tukang makan kayak Lo" ucap Aldy memberikan satu buah kertas yang terdapat tulisan panjang dari seorang kasir.
__ADS_1
"Nih dari mamah buat Lo" ucap Aldy memberikan satu box cemilan kearah Nika.
Nika pun menerimanya dan tersenyum ketika melihat cemilan kesukaannya itu.
Aldy pun ikut duduk di samping Nika, ketika Nika memasukan setengah kripik ke dalam mulut nya, tiba tiba Aldy menaruh bibir nya ke bibir Nika dan menggigit setengah kripik dari bibir Nika.
Nika pun terkejut, matanya membulat dan bahkan Nika menyentuh dadanya yang saat ini sangat berdegup kencang. "Ya ampun, dada gw" ucap Nika di dalam hatinya.
Ketik sudah mendapatkan kripik itu, Aldy pun melepaskan bibir nya dari bibir Nika. Senyuman nya terpancar ketika melihat wanita di samping nya yang tetap menatap satu titik ruangan dengan tatapan kosong dan tangan yang berada di dadanya.
Tawa kecil Aldy pun menyadarkan lamunan nya, yang mampu membuat wajah Nika berubah menjadi memerah karena malu.
Nika pun berdiri dari duduknya, langkahnya terhenti ketika lengan yang melingkar di perutnya. Aldy memeluk Nika dengan sangat erat.
__ADS_1
"Maafin gw, gw gak maksud gitu nik, plis jangan pergi" ucap Aldy sambil membenamkan wajahnya ke pundak Nika.