
"Mana? Ada kan?" Tanya Aldy ketika wajahnya sudah berhadapan dengan wanita yang baru datang itu.
Perlakuan Aldy sangat membuat Nika kesal, ya walaupun sangat terlihat bahwa Aldy tampak biasa biasa saja kepada wanita itu. Tapi sayang nya, pandangan dari wanita itu malah sebaliknya.
"Ini pak" ucap wanita itu sambil tersenyum dan memancarkan keindahan matanya.
Aldy pun meraih sesuatu yang sudah wanita itu berikan terhadapnya dan memberikan beberapa uang kepadanya.
"Kamu boleh pergi" ucap Aldy memfokuskan tatapannya ke arah pelastik yang sudah ia genggam.
"Saya permisi pak" ucap wanita itu yang tetap memberikan senyumannya, bahkan dia berjalan pun tetap memandangi laki laki yang sedang sibuk dengan sebuah pelastik itu.
"Wanita seperti apa itu! Dia sama sekali tidak menghargai gw yang sedang berada di sisi Aldy!" Ucap Nika di dalam hatinya yang tidak mengalihkan pandangannya dari wanita yang hendak keluar dari ruangan Aldy.
Setelah pintu itu tertutup, Nika pun mendengus kesal. Muka nya di tekuk bahkan tubuhnya pun bergeser menjadi lebih jauh dari sisi Aldy.
"Ko nge geser jadi lebih jauh sih? Sini nyender lagi" ucap Aldy sambil menepuk pundak nya.
Nika pun masih terdiam bahkan menghiraukan apa yang sudah Aldy ucapkan terhadapnya.
Aldy pun menggeser kan duduknya menjadi lebih dekat lagi dengan Nika. setelah duduk nya sangat dekat, Aldy pun menarik tubuh Nika agar berada di dalam dekapannya.
__ADS_1
"Dia cuma nge bantu aku untuk beli ini doang kok nik" ucap Aldy sambil menyodorkan pelastik yang sudah wanita tadi bawa.
Nika pun meraihnya dan kembali menatap Aldy ketika sudah melihat isi dari pelastik itu.
"Lipstik?" Tanya Nika heran.
"Iya, katanya tadi kamu gak bawa lipstik mangkanya aku beliin ini untuk kamu" ucap Aldy menjelaskan.
"Bukan nya wanita itu ya yang beli?" Tanya Nika sambil menatap sinis ke arah Aldy.
"Tapikan gw yang ngasih duit nya!" Ucap Aldy yang kembali menatap sinis ke arah Nika.
"Jadi...." Ucap Aldy terhenti.
"Boleh dong aku cium kamu lagi? Kan sekarang lipstik nya udah ada" ucap Aldy sambil tersenyum dan menaik turun kan alisnya.
"Bego!" Ucap Nika sambil memberi pukulan yang cukup keras ke arah Aldy.
"Oke oke, gw bisa kok nahan. Cuma beberapa hari lagi" ucap Aldy sambil meraih makanan yang ada di meja.
Perlakuan Aldy itu mampu membuat Nika terkekeh geli mendengar nya.
__ADS_1
"Eh tapi, sini pipi Lo" ucap Aldy sambil menatap ke arah Nika.
"Untuk apa? Lo sendiri kan punya pipi" ucap Nika heran.
Dengan cepat Aldy menempelkan bibirnya ke pipi Nika.
"Jantung gw......" Ucap Nika di dalam hatinya.
"Untuk ini, karna gw gak bisa cium pipi gw sendiri kecuali Lo yang cium pipi gw" ucap Aldy sambil menatap penuh godaan ke arah Nika.
Nika pun memalingkan wajahnya ke arah lain karna kini wajah nya mulai berubah panas karna merasa malu.
Aldy pun tersenyum melihat Nika yang wajah nya kini berubah menjadi merah.
"Ayo kita fitting" ucap Aldy meraih tangan Nika.
"Emang pekerjaan Lo udah beres?" Tanya Nika.
"Udah, ayok nik!" Ucap Aldy lagi ketika melihat wanita di sampingnya sudah menggunakan lipstik nya itu.
Ketika sudah membereskan pekerjaan nya itu, Aldy pun menggenggam tangan Nika dan keluar dari ruangannya.
__ADS_1